Bisnis menarik pelanggan baru dengan menawarkan produk yang menyelesaikan masalah pelanggan serta lebih bernilai dari kompetitor.
Selain itu, bisnis juga melakukan promosi melalui berbagai cara agar produknya diketahui lebih banyak pihak.
Sebab, sebagus apa pun produknya, jika tidak ada yang mengetahuinya, maka semua akan sia-sia.
Artikel ini akan membahas ide untuk menarik pelanggan baru dengan cara meningkatkan nilai produk, promosi, serta cara mengukur keberhasilannya.
Cara Menarik Pelanggan Baru dengan Meningkatkan Nilai Produk
Untuk menarik pelanggan baru, Anda perlu memiliki produk yang menawarkan nilai lebih unggul daripada kompetitor.
Melalui strategi marketing yang efektif seperti content marketing, Anda dapat mengomunikasikan nilai tersebut kepada calon pelanggan serta meyakinkan mereka untuk memilih produk Anda daripada alternatif lain yang tersedia.
Berikut cara meningkatkan nilai produk untuk menarik pelanggan baru:
1. Sesuaikan value proposition dengan kebutuhan pelanggan

Masalahnya sering kali bukan pada produknya, melainkan pada cara penyampaiannya. Tugas Anda adalah mengomunikasikan nilai produk kepada pelanggan yang pada dasarnya belum mengetahui apa pun tentang produk Anda.
Untuk menyesuaikan value proposition, Anda dapat melakukan langkah berikut:
- Berbicara langsung dengan pelanggan. Lakukan wawancara pelanggan untuk mendapatkan masukan mengenai hal yang paling mereka anggap bernilai dari produk Anda.
- Identifikasi pola. Cari tema yang sering muncul dalam umpan balik pelanggan dan kelompokkan ke dalam kategori, seperti nilai finansial, fungsional, sosial, dan psikologis.
- Prioritaskan nilai yang paling penting. Berdasarkan masukan pelanggan dan pemahaman Anda tentang target pasar, tentukan value proposition yang paling relevan dengan mereka.
Anda tidak perlu menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Cukup ambil kata kunci dan pain point yang terus diulang oleh pelanggan, lalu tampilkan solusi Anda secara jelas sebagai inti dari value proposition.
2. Tambahkan fungsi atau fitur baru
Produk yang memiliki fungsi atau fitur yang pelanggan inginkan bisa menjadi faktor utama mereka untuk membeli.
Tips:
- Integrasi dengan partner. Bekerja sama dengan bisnis lain memungkinkan Anda menawarkan lebih banyak fitur tanpa harus membangun infrastruktur sendiri, sekaligus membuka peluang akuisisi pelanggan baru.
- Kustomisasi produk. Untuk menarik pelanggan dari kalangan perusahaan besar, Anda dapat menawarkan pengembangan atau kustomisasi khusus yang memberikan kontrol lebih besar atas cara produk digunakan.
- Menambahkan fungsi bisnis yang saling melengkapi. Misalnya, platform SaaS perbankan dapat menambahkan fitur pemodelan keuangan, payroll, atau software akuntansi.
Sebelum menambahkan fungsi tertentu, pastikan tim product manager berdiskusi bersama tim sales, marketing, dan manajemen untuk menyepakati alasan strategis di balik pengembangan tersebut.
3. Ubah strategi penetapan harga
Optimasi harga bukanlah ilmu pasti dan tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua bisnis.
Namun, ada beberapa strategi yang dapat Anda coba untuk meningkatkan nilai produk di mata pelanggan:
- Tiered pricing: Strategi ini menawarkan beberapa level layanan atau fitur dengan harga yang berbeda. Misalnya, untuk perusahaan SaaS bisa menawarkan layanan dengan fitur lengkap, fitur kustom, atau fitur dasar. Sementara itu, bisnis grosir bisa menawarkan harga lebih murah tergantung jumlah pembelian.
- Bundling produk: Menggabungkan beberapa produk atau fitur dalam satu paket dapat mendorong nilai pembelian rata-rata (average order value). Dengan begitu, pelanggan tidak perlu membeli produk lainnya dari kompetitor lain.
- Dynamic pricing: Gunakan skema harga fleksibel berdasarkan tingkat penggunaan atau volume. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan membayar sesuai kebutuhan mereka.
Baca Juga: 12 Cara Menentukan Harga Jual Produk, Apa Saja?
10 Ide Promosi untuk Menarik Pelanggan Baru
1. B1G1
B1G1 adalah singkatan dari beli 1 gratis 1, yaitu jenis promosi penjualan yang populer untuk menarik pelanggan.
Dalam promo ini, pelanggan akan mendapatkan produk gratis atau dengan harga diskon setelah membeli satu produk.
Promo B1G1 sangat efektif untuk meningkatkan jumlah pembelian sekaligus menghabiskan stok, karena mendorong pelanggan membeli lebih banyak dari rencana awal mereka.
2. Gratis ongkir
Gratis ongkir merupakan ide promosi yang umum digunakan oleh bisnis yang banyak berjualan secara online.
Anda bisa menawarkan gratis ongkir dalam periode tertentu tanpa minimum pembelian, atau memberikannya kepada pelanggan yang memenuhi nilai belanja minimum.
Strategi ini efektif untuk mengurangi cart abandonment yang sering terjadi ketika biaya tambahan seperti pajak dan ongkir muncul di tahap checkout.
3. Sampel gratis
Jika Anda menjual produk fisik yang bisa dicoba langsung, seperti kosmetik atau makanan, memberikan sampel gratis bisa menjadi strategi promosi yang efektif.
Jika pelanggan menyukai sampel tersebut, mereka cenderung tertarik membeli versi full size.
Cara ini juga efektif untuk memperkenalkan produk baru atau menarik pelanggan baru ke brand Anda.
4. Diskon berbasis gaya hidup
Diskon gaya hidup mencakup potongan harga khusus untuk segmen tertentu, seperti lansia, anggota militer, atau mahasiswa.
Strategi ini memungkinkan bisnis menjangkau segmen pasar yang lebih spesifik.
Diskon jenis ini efektif jika Anda ingin menjangkau target pasar baru atau melihat penurunan penjualan dari segmen tertentu.
5. Kupon
Kupon adalah media promosi yang sangat populer untuk menarik pelanggan. Anda bisa mengirimkan kupon fisik melalui pos atau kupon digital melalui email kepada pelanggan.
Kupon memberikan potongan harga yang dapat mendorong pelanggan melakukan pembelian.
Selain itu, Anda juga bisa memberikan kode kupon setelah transaksi untuk mendorong pelanggan kembali berbelanja.
Baca Juga: 10 Cara Menarik Pelanggan untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis
6. Flash sale

Flash sale adalah promosi singkat yang menciptakan rasa urgensi agar pelanggan segera melakukan pembelian.
Jenis promo ini sangat efektif untuk penjualan online. Anda dapat mempromosikannya melalui SMS, email, atau media sosial.
7. Diskon produk
Ini adalah promosi di mana bisnis memberikan potongan harga pada produk tertentu untuk meningkatkan minat beli.
Diskon dapat berupa persentase atau nominal tertentu. Strategi ini cocok untuk meningkatkan penjualan produk yang kurang laku atau mempromosikan versi terbaru dari produk lama.
8. Bundling produk
Jika bisnis Anda memiliki beberapa produk yang saling berkaitan, coba buat bundling produk.
Bundling adalah penggabungan beberapa produk dalam satu paket dengan harga lebih murah dibandingkan jika dibeli satuan.
Contohnya, brand kosmetik dapat menggabungkan maskara, eyeliner, dan palet eyeshadow terlaris dalam satu paket.
9. Hadiah gratis
Memberikan hadiah gratis dengan syarat pembelian tertentu merupakan strategi promosi yang mendorong pelanggan untuk berbelanja lebih banyak.
Biasanya, hadiah diberikan jika pelanggan memenuhi nilai belanja minimum tertentu. Strategi ini juga efektif untuk memperkenalkan produk baru kepada pelanggan.
10. Penawaran waktu terbatas
Penawaran dengan waktu terbatas efektif untuk menciptakan urgensi dan mendorong pembelian.
Promo ini cocok untuk produk musiman atau yang berkaitan dengan momen tertentu. Misalnya, memberikan diskon khusus di awal Desember untuk mendorong penjualan produk bertema natal.
Baca Juga: Cara Menawarkan dan Mempromosikan Produk dengan Efektif
Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Bisnis dalam Menarik Pelanggan?

Ada 4 metrik utama yang bisa Anda pantau untuk mengetahui keberhasilan strategi Anda dalam menarik dan mengakuisisi pelanggan:
1) Customer Acquisition Cost (CAC)
CAC adalah total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru. Metrik ini memberikan gambaran menyeluruh tentang seluruh biaya yang timbul selama proses marketing dan penjualan.
Rumus CAC:
CAC = Total Biaya Akuisisi / Jumlah Pelanggan Baru
Dengan memahami CAC, Anda dapat menilai seberapa efektif strategi Anda dalam menarik pelanggan, mengalokasikan anggaran secara lebih optimal, serta menyempurnakan campaign.
2) Customer Lifetime Value (CLV)
CLV adalah metrik yang melihat nilai pelanggan secara jangka panjang, bukan hanya dari transaksi pertama.
CLV memperkirakan total pendapatan yang dihasilkan seorang pelanggan untuk brand Anda selama masa hubungan dengan bisnis.
Perhitungannya didasarkan pada beberapa faktor, seperti nilai pembelian rata-rata, frekuensi pembelian, dan tingkat retensi pelanggan.
Rumus CLV dapat bervariasi tergantung kompleksitas model bisnis. Namun, pada dasarnya CLV berfokus pada proyeksi pendapatan di masa depan.
Dengan memahami CLV, bisnis dapat menentukan seberapa besar sumber daya yang layak dialokasikan untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan.
Pelanggan dengan CLV tinggi menjadi fokus utama untuk strategi marketing yang lebih personal dan program retensi.
Menjaga hubungan dengan segmen ini dapat memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang.
Baca Juga: 20 Cara Untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
3) Conversion Rate
Conversion rate adalah metrik penting yang mengukur persentase prospek yang berhasil menjadi pelanggan. Konversi bisa berarti melakukan pembelian atau mendaftar ke suatu layanan.
Untuk menghitung conversion rate, bagi jumlah konversi dengan total pengunjung atau prospek, lalu kalikan dengan 100.
Conversion Rate = (Jumlah Konversi / Total Pengunjung) x 100
Dengan menganalisis tren CR dari waktu ke waktu, Anda dapat mengetahui channel, campaign, atau halaman mana yang paling berkontribusi terhadap pendapatan.
Insight ini memungkinkan Anda menyempurnakan strategi, mencoba pendekatan baru, serta meningkatkan pengalaman pengguna guna memaksimalkan konversi.
4) Churn Rate
Churn rate adalah persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produk atau layanan Anda dalam periode tertentu.
Tingkat churn yang tinggi dapat melemahkan upaya akuisisi pelanggan karena bisnis harus terus mencari pelanggan baru untuk menutupi kehilangan tersebut.
Churn tidak hanya menurunkan nilai pelanggan yang sudah diperoleh, tetapi juga meningkatkan biaya untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis.
Churn Rate = (Jumlah Pelanggan Hilang / Total Pelanggan di Awal Periode) x 100
Sebagai contoh, jika Anda kehilangan 15 pelanggan dari total 730 pelanggan di awal bulan, maka churn rate Anda adalah 0,02 (15/730).
Untuk menekan churn, bisnis perlu berinvestasi pada strategi retensi pelanggan yang proaktif, seperti:
- Memberikan pengalaman yang dipersonalisasi
- Mengutamakan layanan pelanggan yang berkualitas
- Mengatasi pain point yang menyebabkan pelanggan berhenti menggunakan produk atau layanan Anda.
Baca Juga: Pelanggan Pindah ke Kompetitor? Atasi dengan Strategi Ini!
Kesimpulan
Menarik pelanggan tidak bisa hanya dengan menawarkan promo yang menarik, tetapi juga harus memastikan nilai produk benar-benar terasa oleh pelanggan.
Anda bisa menggunakan berbagai ide promosi di atas seperti diskon, bundling, hingga penawaran terbatas untuk memicu ketertarikan pelanggan.
Selain itu, saat mengadakan promosi, Anda perlu analisis dampaknya terhadap penjualan, margin, dan arus kas agar benar-benar menguntungkan, bukan sekadar ramai saja di awal.
Dengan menggunakan software akuntansi Kledo, Anda dapat mencatat seluruh transaksi promosi secara otomatis, memantau penjualan, menghitung laba rugi, serta melihat laporan keuangan yang lengkap.
Yuk, dukung bisnis Anda dengan software akuntansi Kledo! Coba gratis atau daftar sekarang juga lewat tautan ini.
- 10 Ide Menarik Pelanggan lewat Promosi & Nilai Produk - 28 Januari 2026
- Mengenal Charm Pricing: Taktik Psikologis agar Dagangan Laris - 28 Januari 2026
- Apa Itu Mobile Commerce? Cara Mengoptimalkan dan Trennya - 28 Januari 2026
