Aplikasi keuangan bisnis adalah platform digital yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola keuangan.
Fitur-fitur aplikasi ini beragam, mulai dari pelacakan pengeluaran, pembuatan faktur, penyusunan anggaran, pengelolaan penggajian, hingga pelaporan keuangan.
Aplikasi tersebut berfungsi sebagai pusat dari seluruh operasional keuangan, dengan menyediakan platform terpusat yang memungkinkan pengelolaan keuangan yang lebih efektif.
Artikel ini akan membahas 7 rekomendasi aplikasi keuangan bisnis beserta fitur apa yang harus dipertimbangkan serta cara memilihnya.
Apa Itu Aplikasi Keuangan Bisnis?
Bisnis yang terus berkembang pesat membutuhkan pengelolaan keuangan yang efisien.
Pemilik bisnis bisa saja mengelola keuangan secara manual, misalnya mencatat transaksi yang masuk dan keluar di buku catatan.
Namun, melakukan semua hal ini secara manual bisa sangat melelahkan, sebab transaksi terjadi setiap hari dan dalam skala yang besar. Ada risiko salah menulis data dan data juga bisa hilang.
Nah, aplikasi keuangan untuk bisnis menawarkan solusi yang efektif dengan mengotomatiskan tugas-tugas rutin, mengurangi kesalahan, serta menyediakan data keuangan secara real-time.
Hal ini memungkinkan pelaku usaha dan profesional keuangan untuk mengambil keputusan yang tepat, mengelola arus kas dengan lebih baik, dan menjaga kesehatan finansial perusahaan.
Aplikasi keuangan bisnis berbeda dari aplikasi keuangan pribadi. Aplikasi pribadi hanya menyediakan fitur sederhana, sehingga tidak memadai untuk kebutuhan usaha.

Baca Juga: 10 Aplikasi Laporan Keuangan yang Cocok Untuk Bisnis Anda
Apa Manfaat Aplikasi Keuangan untuk Bisnis?
1. Mengontrol dan memantau anggaran dengan lebih mudah
Software keuangan membantu Anda mencatat, mengelola, dan menganalisis transaksi secara otomatis.
Anda bisa melihat kondisi keuangan secara real-time seperti berapa pemasukan, pengeluaran, dan sisa anggaran.
Dengan data yang selalu diperbarui, Anda dapat membuat anggaran, perencanaan, dan proyeksi keuangan dengan lebih akurat.
Proses yang biasanya memakan waktu lama jika dikerjakan manual kini bisa selesai dalam hitungan menit. Ini membantu Anda mengambil keputusan lebih cepat dan tetap mengontrol keuangan bisnis.
2. Mengurangi kesalahan dan biaya operasional
Otomatisasi mengurangi pekerjaan manual seperti pencatatan dan pembuatan laporan. Hasilnya lebih akurat dan meminimalkan risiko kesalahan manusia.
Dengan laporan yang jelas, Anda bisa melihat biaya operasional secara detail dan menentukan pengeluaran mana yang bisa ditekan tanpa mengganggu produktivitas.
Selain menghemat waktu, tim Anda juga bisa lebih fokus pada pekerjaan yang lebih strategis.
3. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi
Software keuangan modern umumnya sudah mengikuti standar regulasi privasi seperti GDPR, CCPA, dan lainnya.
Ini membantu bisnis mengelola data pelanggan dengan lebih aman dan sesuai aturan. Dengan sistem yang tepat, Anda bisa menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus menghindari risiko pelanggaran hukum.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Pencatatan Keuangan dan Tips Memilihnya
Jenis-Jenis Aplikasi keuangan bisnis apa saja?
1. Aplikasi akuntansi bisnis
Aplikasi ini berguna untuk mencatat dan mengelola seluruh transaksi keuangan perusahaan, seperti pemasukan, pengeluaran, jurnal, buku besar, hingga laporan keuangan.
Dengan software akuntansi, Anda bisa membuat laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara otomatis.
Jenis aplikasi ini cocok untuk bisnis yang ingin pencatatan rapi dan sesuai standar akuntansi.
Salah satu software akuntansi yang bisa Anda gunakan adalah Kledo.
Selain membawa fitur akuntansi di atas, Kledo juga memungkinkan Anda untuk mengelola persediaan bisnis, membuat dan mencetak invoice, hingga sudah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran dan e-commerce populer.
Jika Anda tertarik menggunakan Kledo, Anda bisa mencobanya dengan klik tautan ini.
2. Aplikasi manajemen kas dan cash flow
Fokus utama aplikasi ini adalah memantau arus kas masuk dan keluar. Anda bisa mengetahui kapan ada kekurangan dana, kapan piutang jatuh tempo, atau kapan harus membayar kewajiban.
Aplikasi ini membantu menjaga likuiditas bisnis agar tetap sehat dan tidak mengalami masalah keuangan meskipun penjualan berjalan baik.
3. Aplikasi invoicing dan billing
Aplikasi ini memudahkan pembuatan dan pengiriman invoice kepada pelanggan. Biasanya dilengkapi fitur pengingat pembayaran otomatis dan pelacakan status tagihan.
Dengan sistem ini, proses penagihan menjadi lebih cepat, rapi, dan profesional, serta membantu mempercepat penerimaan pembayaran.
4. Aplikasi pajak
Aplikasi ini membantu bisnis menghitung, mencatat, dan melaporkan pajak sesuai peraturan yang berlaku.
Beberapa aplikasi juga menyediakan fitur pembuatan laporan pajak otomatis sehingga mengurangi risiko kesalahan dan membantu bisnis tetap patuh terhadap regulasi.
5. Aplikasi ERP dengan modul keuangan
ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem terintegrasi yang mengelola berbagai aspek bisnis, seperti penjualan, inventaris, produksi, hingga keuangan.
Modul keuangan dalam ERP memungkinkan semua data bisnis terhubung secara otomatis, sehingga laporan keuangan lebih akurat dan real-time.
Jenis ini cocok untuk bisnis menengah hingga besar yang membutuhkan sistem terintegrasi.
Baca Juga: 8 Aplikasi Pencatatan Penjualan dan Cara Memilihnya
Fitur Apa Saja yang Harus Ada di Aplikasi Keuangan Bisnis?
Sebelum memilih aplikasi keuangan yang ingin Anda gunakan, pastikan aplikasi tersebut memiliki fitur-fitur di bawah ini:
1. Laporan keuangan otomatis
Aplikasi harus bisa menghasilkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara otomatis.
Dengan fitur ini, Anda tidak perlu menyusun laporan secara manual. Data transaksi yang sudah dicatat akan langsung diolah menjadi laporan yang siap digunakan untuk analisis dan pengambilan keputusan.
2. Integrasi bank dan payment gateway
Fitur integrasi memungkinkan transaksi dari rekening bank atau payment gateway tercatat otomatis di sistem.
Hal ini mengurangi input manual, meminimalisir kesalahan, dan memudahkan rekonsiliasi bank. Anda juga bisa memantau pemasukan dan pengeluaran secara lebih akurat.
3. Multi-user dan kontrol akses
Aplikasi keuangan yang baik harus mendukung lebih dari satu pengguna dengan pengaturan hak akses yang berbeda.
Misalnya, staf hanya bisa input transaksi, sementara manajer dapat melihat laporan. Fitur ini penting untuk menjaga keamanan data dan pembagian tanggung jawab yang jelas.
4. Sinkronisasi data real-time
Data harus selalu diperbarui secara otomatis dan bisa diakses kapan saja.
Dengan sinkronisasi real-time, Anda dapat memantau kondisi keuangan bisnis tanpa menunggu akhir bulan. Ini membantu Anda mengambil keputusan lebih cepat dan tepat.
5. Keamanan data dan enkripsi
Keamanan adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Aplikasi keuangan harus memiliki sistem enkripsi dan perlindungan data yang kuat.
Fitur ini menjaga data keuangan dan informasi pelanggan tetap aman dari kebocoran atau akses tidak sah, sehingga bisnis Anda tetap terlindungi.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Software Manajemen Keuangan Bisnis
Bagaimana Cara Memilih Aplikasi Keuangan Bisnis yang Tepat?
1. Menyesuaikan dengan skala dan model bisnis
Pilihlah aplikasi yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan bisnis Anda.
Misalnya, bisnis kecil mungkin butuh fitur dasar seperti pencatatan transaksi dan laporan sederhana, sedangkan bisnis besar mungkin butuh fitur lebih lengkap seperti ERP atau integrasi multi-departemen.
2. Mengevaluasi harga dan model berlangganan
Periksa biaya aplikasi tersebut, apakah cocok dengan anggaran Anda.
Beberapa aplikasi menerapkan biaya bulanan, tahunan, atau biaya per pengguna.
Selain itu, pastikan juga bahwa fitur yang Anda dapatkan juga sebanding dengan harga yang Anda bayar.
3. Memastikan kepatuhan pajak
Pastikan aplikasi mendukung aturan pajak yang berlaku di wilayah Anda.
Fitur ini penting agar bisnis Anda bisa melakukan pelaporan pajak dengan benar dan sesuai peraturan, sehingga mengurangi risiko kesalahan atau masalah hukum.
4. Mengecek kemudahan penggunaan (UX/UI)
Pilih aplikasi yang antarmukanya mudah dipahami dan mudah digunakan oleh tim Anda.
Antarmuka yang sederhana dan intuitif akan mempercepat adaptasi tim dan mengurangi kesalahan saat input data.
5. Menilai dukungan pelanggan dan pembaruan sistem
Perhatikan layanan dukungan pelanggan dari penyedia aplikasi.
Pastikan mereka memberikan bantuan yang responsif ketika ada kendala, serta rutin memperbarui sistem agar aplikasi tetap aman dan up-to-date.
Baca Juga: Tips Memilih Aplikasi Keuangan di Android
Rekomendasi Aplikasi Keuangan untuk Bisnis
1. Software akuntansi Kledo

Kledo adalah software akuntansi yang ramah untuk UMKM hingga bisnis menengah dengan fitur pembukuan, invoice, dan laporan.
Antarmukanya ramah pengguna, jadi mudah digunakan bahkan oleh mereka yang tidak begitu memahami akuntansi sekali pun.
Fitur:
- Akses ke 50+ laporan keuangan
- Manajemen persediaan
- Multi pengguna dan pengaturan hak akses
- Fitur penghitungan pajak
- Pembuatan faktur/invoice
- Integrasi dengan berbagai metode pembayaran populer di Indonesia
2. QuickBooks Online

QuickBooks adalah software akuntansi internasional berbasis cloud yang banyak digunakan oleh bisnis kecil hingga menengah.
Aplikasi ini cocok untuk bisnis yang membutuhkan fleksibilitas dan integrasi global.
Fitur:
- Akses berbasis cloud
- Pembuatan invoice dan pelacakan pembayaran
- Laporan keuangan otomatis
- Integrasi dengan berbagai aplikasi pihak ketiga
- Manajemen pengeluaran
- Multi pengguna
3. Wave Accounting

Wave Accounting adalah aplikasi keuangan gratis berbasis cloud yang cocok untuk usaha kecil dan freelancer.
Apliksi ini mudah digunakan dan cukup lengkap untuk kebutuhan dasar pembukuan.
Fitur:
- Laporan keuangan dasar
- Pembuatan invoice
- Payroll
4. Zoho Books

Zoho Books adalah aplikasi akuntansi dari Zoho yang menawarkan sistem keuangan lengkap untuk bisnis kecil dan menengah.
Integrasi dengan produk Zoho lainnya membuat manajemen bisnis lebih terhubung.
Fitur:
- Laporan keuangan otomatis
- Pembuatan invoice dan pengingat
- Manajemen pajak
- Integrasi bank
- Multi-user
- Integrasi dengan CRM dan aplikasi Zoho lain
5. FreshBooks

FreshBooks adalah aplikasi keuangan yang ideal untuk usaha jasa, startup, dan pekerja lepas. Aplikasi ini memiliki fitur yang fokus pada invoice dan pelacakan waktu kerja.
Fitur:
- Pembuatan invoice profesional
- Pelacakan waktu kerja dan biaya proyek
- Pelaporan sederhana
- Integrasi pembayaran online
- Manajemen klien
- Multi pengguna
6. Odoo Accounting

Odoo Accounting adalah modul akuntansi dari platform ERP Odoo yang fleksibel dan bisa disesuaikan.
Baik untuk bisnis kecil hingga menengah yang ingin sistem terintegrasi.
Fitur:
- Laporan keuangan otomatis
- Integrasi dengan modul lain (penjualan, inventory, HR)
- Pembuatan invoice
- Rekonsiliasi bank
- Multi-user dan hak akses
- Auto-posting transaksi
7. Paper.id

Paper.id adalah aplikasi untuk mengelola invoice dan transaksi bisnis. Aplikasi ini menyederhanakan transaksi bisnis yang rumit dengan otomatisasi dan menghubungkan semua dalam satu dashboard.
Fitur:
- Invoice penjualan
- Membuat kuitansi dari invoice
- Pembayaran digital
- Pengelolaan purchase order
Baca Juga: Mencari Aplikasi Pembukuan Usaha? Perhatikan Hal ini
Kesimpulan
Jadi, itulah cara memilih aplikasi keuangan bisnis beserta rekomendasi terbaiknya. Aplikasi keuangan untuk bisnis menawarkan solusi yang efektif untuk pengelolaan keuangan modern.
Dengan menyederhanakan proses, membantu pengambilan keputusan, serta menyediakan data keuangan secara real-time, aplikasi ini dapat meningkatkan kinerja dan profitabilitas bisnis secara signifikan.
Dengan penerapan yang tepat dan pemahaman terhadap perkembangan tren teknologi ke depan, bisnis dapat memanfaatkan kekuatan aplikasi keuangan untuk mendorong pertumbuhan dan menjaga daya saingnya.
- Cara Memulai Bisnis Kaos Menguntungkan untuk Pemula - 11 Februari 2026
- Rekap Cakap#1 Kledo: Bisnis yang Sehat, Bukan Sekadar Laku - 11 Februari 2026
- 7 Rekomendasi Aplikasi Keuangan Bisnis dan Cara Memilihnya - 11 Februari 2026