Raup Untung dengan Bisnis Telur Ayam: Bagaimana Caranya?

bisnis telur ayam banner

Telur ayam adalah salah satu opsi protein hewani dengan harga terjangkau, tak heran permintaannya cukup tinggi di kalangan masyarakat Indonesia.

Karena itu, bisnis telur ayam pun bisa menjadi sebuah peluang menguntungkan bagi Anda.

Artikel ini akan membahas cara memulai bisnis telur ayam, modal yang Anda butuhkan, serta tantangan dalam berjualan dan cara mengatasinya.

Dengan pemahaman yang tepat, bisnis telur ayam dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil dan terus berkembang.

Macam-Macam Jenis Telur Ayam yang Laku

Ada berbagai macam telur yang dijual di pasaran, berikut jenisnya:

1. Telur ayam ras

Telur yang umum dijual di pasar dan swalayan. Ayam yang menghasilkan telur ini hidup di kandang dan diberi pakan serta air secara rutin.

Warna telur ayam ras biasanya antara putih dan cokelat, dan ukurannya bervariasi mulai dari kecil hingga besar.

Harga telur ayam ras cukup terjangkau untuk konsumsi sehari-hari, lebih murah dari telur ayam kampung.

2. Telur ayam kampung

Telur ayam kampung dihasilkan dari ayam yang biasanya diberi pakan organik dan memiliki akses ke luar kandang.

Biasanya, peternak membuka kandang di pagi hari agar ayam bisa keluar dan menutupnya kembali di sore hari. Selain itu, ada batasan juga untuk berapa jumlah ayam yang bisa hidup dalam satu meter persegi.

Telur ayam kampung memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari telur ayam ras. Tidak heran, telur ayam kampung juga dijual dengan harga yang lebih tinggi.

3. Telur organik

Telur organik diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia apa pun. Pakannya bebas pestisida, pupuk kimia, dan biasanya peternakannya juga harus tersertifikasi organik.

Jenis telur ini lebih aman bagi konsumen dan proses produksinya juga ramah lingkungan.

4. Telur pasteurisasi

Ini adalah telur ayam yang dijaga dalam suhu koagulasi tertentu untuk menghancurkan patogen seperti Salmonella.

Telur jenis ini cocok untuk konsumsi mentah atau setengah matang karena bebas bakteri.

5. Telur omega 3

Telur omega 3 dihasilkan oleh ayam yang pakannya diatur agar lebih sehat, seperti minyak ikan, biji rami, dan suplemen tambahan.

Jenis telur omega 3 cenderung lebih mahal dari telur ayam ras atau telur konvensional karena mengandung asam lemak omega 3 yang lebih tinggi dari telur lainnya.

kledo banner 2

Baca Juga: Tips Bisnis Usaha Ayam Potong yang Bisa Anda Coba

Mengapa Bisnis Telur Ayam Menguntungkan?

Bisnis telur ayam dianggap menguntungkan karena memiliki karakteristik produk dan pasar yang relatif stabil serta mudah dikembangkan.

Berikut penjelasan utamanya:

  1. Permintaan tinggi dan konsisten: Telur ayam merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Digunakan untuk konsumsi rumah tangga, usaha kuliner, bakery, katering, dan di pabrik besar. Permintaannya cenderung stabil sepanjang tahun.
  2. Produk cepat berputar (fast moving): Telur termasuk barang konsumsi harian dengan tingkat perputaran stok yang cepat. Hal ini membantu pelaku usaha menjaga arus kas tetap lancar.
  3. Modal relatif fleksibel: Bisnis telur ayam bisa dimulai dari skala kecil sebagai pedagang, distributor, atau peternak. Modal dapat disesuaikan dengan kapasitas, baik untuk jual eceran maupun grosir.
  4. Pasar luas dan mudah dijangkau: Target pasarnya sangat luas, mulai dari konsumen akhir hingga pelaku usaha. Anda bisa menjual lewat pasar tradisional, toko sembako, warung, hingga penjualan langsung ke usaha makanan.
  5. Harga relatif terjangkau bagi konsumen: Dibanding sumber protein hewani lain, telur ayam memiliki harga yang lebih murah sehingga tetap dicari meskipun daya beli masyarakat menurun.
  6. Risiko produk tidak terjual relatif rendah: Selama kualitas terjaga dan distribusi lancar, telur ayam jarang mengalami penumpukan stok karena selalu dibutuhkan pasar.
  7. Margin bisa ditingkatkan lewat volume dan efisiensi: Keuntungan bisnis telur ayam umumnya berasal dari volume penjualan dan efisiensi distribusi, bukan hanya margin per butir.

Baca Juga: Bisnis Cheese Stick dengan Bahan Sederhana dan Sangat Mudah

Apa Saja Model Bisnis Telur Ayam?

bisnis telur ayam 1

Untuk mulai berbisnis, Anda bisa menyesuaikan model usaha sesuai modal yang Anda miliki, kapasitas, serta target pasar.

Berikut ini model bisnis telur ayam yang paling umum:

1. Produksi langsung dengan beternak ayam petelur

Ini adalah model bisnis di mana Anda menjual telur hasil produksi sendiri. Tentu saja, Anda harus mendirikan ternak ayam mulai dari menyiapkan kandang, ayam, dan pakannya.

Kelebihan model usaha ini adalah Anda punya kontrol penuh atas kualitas dan biaya produksi. Kekurangannya adalah Anda harus menyiapkan modal yang relatif tinggi.

2. Pedagang telur ayam eceran

Di sini, Anda membeli telur dari peternak atau supplier lalu menjual ke konsumen akhir.

Karakteristik:

  • Modal relatif kecil
  • Perputaran cepat
  • Cocok untuk dijual kembali di pasar tradisional, warung, atau toko sembako.

3. Menjadi supplier untuk usaha kuliner dan industri

Menyuplai telur secara rutin ke:

  • Restoran
  • Katering
  • Hotel
  • Pabrik makanan

Baca Juga: Ingin Memulai Usaha Nasi Goreng? Ini Tips dan Modalnya

Berapa Modal Awal Bisnis Telur Ayam?

bisnis telur ayam 2

1. Rincian modal peternak ayam petelur skala kecil

Estimasi total modal: Rp50.000.000 – Rp100.000.000

  • Pembuatan kandang (500–1.000 ekor): Rp15.000.000 – Rp30.000.000
  • Bibit ayam petelur: Rp20.000.000 – Rp35.000.000
  • Pakan awal (1–2 bulan): Rp10.000.000 – Rp20.000.000
  • Tempat pakan & minum: Rp3.000.000 – Rp5.000.000
  • Vitamin & obat: Rp1.000.000 – Rp3.000.000
  • Tenaga kerja & operasional awal: Rp3.000.000 – Rp7.000.000

Catatan penting: Model usaha ini cocok untuk jangka menengah–panjang. Perlu diperhatikan bahwa produksi telur biasanya dimulai pada umur ±18–20 minggu. Sehingga, Anda mungkin membutuhkan modal cadangan sebelum panen telur stabil.

2. Rincian modal pedagang telur ayam eceran

Estimasi total modal: Rp5.000.000 – Rp10.000.000

  • Stok awal telur (20–30 kg): Rp500.000 – Rp900.000
  • Keranjang/tray telur: Rp300.000 – Rp600.000
  • Meja/lapak etalase: Rp500.000 – Rp1.500.000
  • Timbangan: Rp300.000 – Rp600.000
  • Plastik & kemasan: Rp100.000 – Rp300.000
  • Transport & operasional awal: Rp500.000 – Rp1.000.000
  • Modal kas cadangan: Rp2.000.000 – Rp4.000.000

Model bisnis ini punya risiko yang relatif lebih rendah, perputaran cepat, serta cocok digabung dengan usaha sembako.

3. Rincian modal supplier telur ayam

Estimasi total modal: Rp15.000.000 – Rp30.000.000

  • Modal kas transaksi cepat: Rp4.000.000 – Rp6.000.000
  • Stok awal telur (200–400 kg): Rp6.000.000 – Rp12.000.000
  • Rak/gudang penyimpanan sementara: Rp1.000.000 – Rp3.000.000
  • Kendaraan operasional / sewa angkut: Rp2.000.000 – Rp5.000.000
  • Keranjang & tray besar: Rp1.000.000 – Rp2.000.000
  • Biaya sortir & tenaga bantu: Rp1.000.000 – Rp2.000.000

Baca Juga: 8 Strategi Memulai Bisnis Warung Madura dan Modal Awalnya

Cara Memulai Bisnis Telur Ayam dari Nol

1. Kenali pasar Anda

Anda perlu memastikan bahwa ada pasar untuk telur ayam rumahan di wilayah Anda. Cari tahu juga harga telur per kilogram atau per rak yang berlaku di pasaran.

Saat membandingkan dengan penjual telur lain di sekitar Anda, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Apakah telur berasal dari ayam yang diberi pakan organik atau pakan biasa?
  • Apakah ayam dilepas di halaman atau area terbuka sehingga ayam bisa makan serangga dan tanaman selain pakan?

Hal-hal ini memengaruhi kualitas telur dan harga jual, terutama jika Anda menargetkan konsumen tertentu.

Anda juga perlu menentukan di mana Anda akan menjual telur. Umumnya, Anda bisa menjual telur tanpa izin khusus jika langsung ke konsumen, seperti tetangga sekitar, warung atau toko kecil, pasar tradisional

Namun, jika ingin menjual ke minimarket, toko bahan makanan modern, distributor besar, biasanya akan perlu persyaratan tambahan seperti standar kebersihan, pengemasan, dan izin usaha.

Perhatikan juga daya serap pasar lokal. Di beberapa daerah seperti sentra peternakan, bisa terjadi kelebihan pasokan sehingga harga lebih kompetitif.

2. Buat rencana bisnis

Setelah memahami pasar, langkah berikutnya adalah menyusun rencana bisnis sederhana.
Rencana bisnis ini membantu Anda:

  • Menentukan target pasar
  • Menetapkan harga jual telur
  • Menghitung biaya produksi
  • Memperkirakan keuntungan
  • Merencanakan pengembangan usaha ke depan

Rencana bisnis tidak harus rumit, yang penting realistis dan sesuai kondisi lapangan.

3. Tentukan jumlah ayam yang akan dipelihara

Dengan rencana bisnis yang jelas, Anda bisa menghitung kebutuhan ayam petelur berdasarkan target penjualan.

Sebagai gambaran:

  • Seekor ayam petelur produktif rata-rata menghasilkan 3–5 butir telur per minggu
  • Jika target Anda menjual 120 butir telur per minggu, maka Anda membutuhkan sekitar 25–30 ekor ayam petelur

Pastikan Anda benar-benar sudah memiliki pasar sebelum memelihara ayam dalam jumlah tersebut, agar telur tidak menumpuk dan merugikan.

Baca Juga: 20 Peluang Usaha Ternak dan Tips Membangun Bisnis yang Sukses

4. Hitung harga jual dengan tepat

Langkah berikutnya adalah menentukan harga jual telur dengan perhitungan yang benar.

Yang perlu Anda hitung adalah:

  • Biaya pakan per bulan
  • Vitamin dan obat
  • Tenaga kerja (jika ada)
  • Biaya listrik, air, dan perawatan kandang

Bagi total biaya tersebut dengan jumlah telur yang diperkirakan terjual. Pastikan harga jual lebih tinggi dari titik impas (break even point).

Biaya awal seperti pembuatan kandang atau pagar sebaiknya dihitung sebagai investasi jangka panjang dan dibagi ke beberapa tahun, agar perhitungan keuntungan lebih realistis.

5. Memelihara anak ayam

Saat memilih anak ayam, pastikan untuk menjaga sirkulasi udara, kebersihan kandang, dan pakan.

Jika Anda memiliki lahan lebih, Anda bisa memelihara ayam dengan model semi umbaran agar ayam memiliki akses ke tanah, rumput, dan serangga.

Ayam seperti ini biasanya menghasilkan:

  • Kuning telur lebih pekat
  • Rasa telur lebih gurih
  • Cangkang lebih kuat

6. Mengumpulkan dan membersihkan telur

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Kumpulkan telur secara rutin setiap hari
  • Pisahkan telur yang retak atau pecah
  • Bersihkan kotoran telur dengan cara yang benar (tidak merendam terlalu lama)
  • Jaga kebersihan untuk meminimalisir risiko kontaminasi bakteri seperti salmonella

Penanganan telur yang baik akan meningkatkan kepercayaan pembeli dan mengurangi komplain.

7. Evaluasi usaha

Seperti usaha lainnya, evaluasi rutin sangat penting dalam bisnis telur ayam.

Secara berkala, tinjau:

  • Kestabilan pasar dan harga jual
  • Kondisi kandang dan peralatan
  • Biaya pakan dan operasional
  • Tingkat keuntungan usaha

Jika usaha tidak berjalan sesuai harapan, jangan ragu untuk meninjau ulang strategi, baik dari sisi pasar, skala produksi, maupun kelanjutan usaha.

Evaluasi berkala membantu memastikan bisnis telur ayam tetap sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bisnis Dessert Box: Tips Memulai dan Modal yang Dibutuhkan

4 Tantangan Potensial pada Bisnis Telur Ayam dan Cara Mengatasinya

bisnis telur ayam 3

Seperti halnya usaha lain, bisnis telur ayam juga memiliki berbagai tantangan yang perlu Anda antisipasi sejak awal.

Berikut beberapa kendala yang paling umum terjadi beserta cara mengatasinya:

1. Wabah penyakit

Penyakit merupakan salah satu risiko terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur karena dapat menurunkan produksi telur bahkan menyebabkan kematian ayam.

Cara mengatasinya:

  • Terapkan biosekuriti yang ketat, seperti membatasi orang yang keluar-masuk kandang
  • Jaga kebersihan kandang, peralatan pakan, dan tempat minum
  • Konsultasi dengan dokter hewan atau petugas dinas peternakan untuk pencegahan penyakit

Pencegahan jauh lebih murah daripada menanggung kerugian akibat ayam sakit.

2. Serangan predator

Ayam dan telur sangat rentan terhadap gangguan predator seperti tikus, ular, kucing liar, anjing, atau musang, terutama pada peternakan rumahan.

Cara mengatasinya:

  • Pastikan kandang tertutup rapat dan kokoh
  • Gunakan kawat yang kuat dan rapat di sekeliling kandang
  • Bersihkan area sekitar kandang agar tidak menjadi sarang predator
  • Tutup kandang dengan baik pada malam hari

Keamanan kandang yang baik akan mengurangi risiko kehilangan ayam dan telur.

3. Fluktuasi harga telur

Harga telur ayam di Indonesia cenderung naik turun, dipengaruhi oleh harga pakan, musim, dan kondisi pasar.

Cara mengatasinya:

  • Jangan hanya mengandalkan satu jalur penjualan
  • Jual telur ke berbagai segmen, seperti konsumen langsung, warung, dan usaha kuliner
  • Pertimbangkan produk bernilai tambah, seperti telur kemasan, telur ayam kampung, atau telur grade premium

Diversifikasi penjualan membantu menjaga arus kas saat harga pasar menurun.

4. Perubahan produksi karena faktor musiman

Produksi bisa menurun akibat cuaca ekstrem (panas berlebihan atau hujan terus-menerus), stres pada ayam, dan kualitas pakan yang menurun.

Cara mengatasinya:

  • Pastikan ventilasi kandang baik untuk mengurangi panas
  • Jaga ketersediaan air minum bersih setiap saat
  • Atur kepadatan ayam dalam kandang agar tidak terlalu padat
  • Evaluasi pakan secara berkala untuk memastikan nutrisi tetap optimal

Manajemen kandang yang baik akan membantu menjaga produksi telur tetap stabil sepanjang tahun.

Baca Juga: Berapa Modal Membuka Warung Madura? Ini Perkiraannya!

Kesimpulan

Bisnis telur ayam adalah jenis usaha dengan permintaan yang stabil, perputaran cepat, dan peluang berkembang yang besar.

Namun, di balik peluang tersebut, keberhasilan usaha sangat ditentukan oleh pengelolaan biaya, pencatatan transaksi, dan kontrol arus kas yang rapi.

Maka dari itu, gunakan software akuntansi Kledo membantu bisnis telur ayam berjalan lebih terkontrol.

Dengan Kledo, Anda dapat mencatat penjualan dan pembelian telur, memantau biaya pakan dan operasional, mengelola piutang pelanggan, hingga melihat laporan laba rugi secara otomatis dan real time.

Yuk, dukung bisnis telur ayam Anda dengan software akuntansi Kledo! Coba sekarang lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

3 + 10 =