Contoh Kurva Permintaan, Jenis, dan Bedanya dengan Kurva Penawaran

Contoh kurva permintaan

Kurva permintaan adalah konsep dasar ekonomi yang sering ditemui dalam aktivitas bisnis sehari-hari, dan melalui contoh kurva permintaan, Anda dapat melihat bagaimana perubahan harga memengaruhi minat beli pelanggan.

Bagi pemilik usaha, manajer, maupun tim keuangan, pemahaman tentang kurva permintaan membantu membaca respons pasar sebelum menetapkan harga atau strategi penjualan.

Konsep ini juga kerap menjadi landasan dalam analisis pasar untuk memperkirakan potensi penjualan dan mengantisipasi perubahan perilaku konsumen.

Dengan memahami pola permintaan, keputusan bisnis tidak lagi hanya berdasarkan intuisi, tetapi didukung oleh gambaran hubungan antara harga dan volume penjualan.

Karena itu, mempelajari contoh-contoh kurva permintaan menjadi langkah penting agar strategi yang diambil selaras dengan kondisi pasar dan kebutuhan pelanggan.

Apa Itu Kurva Permintaan?

Kurva permintaan

Kurva permintaan merupakan konsep dasar dalam ekonomi yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara harga suatu barang atau jasa dengan jumlah yang bersedia dibeli oleh konsumen.

Melalui kurva ini, pelaku usaha dan analis pasar dapat melihat bagaimana perubahan harga memengaruhi keputusan pembelian secara umum.

Dalam kurva permintaan, hubungan antara harga dan jumlah permintaan bersifat berlawanan arah.

Ketika harga suatu produk menurun, minat beli konsumen cenderung meningkat, sementara kenaikan harga biasanya diikuti oleh penurunan jumlah permintaan.

Pola ini sejalan dengan hukum permintaan yang menyatakan bahwa:

Apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah barang atau jasa yang diminta akan menurun, dan sebaliknya, apabila harga turun, maka jumlah yang diminta akan meningkat, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap (ceteris paribus).

Selain membantu memahami perilaku konsumen, kurva permintaan juga sering digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi harga, memperkirakan potensi penjualan, hingga mengevaluasi respons pasar terhadap perubahan harga.

Baca juga: Hukum Penawaran dan Permintaan: Pengertian dan Pentingnya dalam Sebuah Bisnis

Contoh Gambar Kurva Permintaan

Pada dasarnya, hukum permintaan menjelaskan adanya hubungan yang berlawanan arah antara harga dan jumlah permintaan.

Hubungan terbalik antara harga dan permintaan ini berlaku dengan asumsi faktor-faktor lain tidak mengalami perubahan atau berada dalam kondisi ceteris paribus.

Artinya, perubahan permintaan yang terjadi semata-mata disebabkan oleh perubahan harga, bukan oleh faktor seperti pendapatan, selera, atau jumlah penduduk.

Secara matematis, hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam fungsi permintaan sederhana, yaitu:

Q = a − bP

Di mana:

Q = Jumlah produk yang diminta
a = Konstanta (bersifat tetap atau ceteris paribus)
b = Koefisien arah garis kurva (tingkat sensitivitas harga produk terhadap jumlah produk yang diminta)

Sehingga dari fungsi tersebut, contoh kurva permintaan dapat digambarkan sebagai berikut:

Contoh gambar kurva permintaan

Pada grafik tersebut, Q merupakan jumlah produk yang diminta, P merepresentasikan harga per unit, dan D menggambarkan jumlah permintaan.

Komponen Kurva Permintaan

Kurva permintaan tersusun atas dua komponen utama, yaitu harga dan jumlah permintaan.

Harga biasanya ditampilkan pada sumbu vertikal, sedangkan jumlah barang atau jasa yang diminta berada pada sumbu horizontal.

Susunan ini memudahkan pembaca melihat arah hubungan antara keduanya secara visual.

Pada grafik kurva permintaan, terlihat bahwa penurunan harga sering kali diikuti oleh peningkatan jumlah permintaan dalam skala yang berbeda-beda.

Pada harga tertentu, sedikit perubahan harga dapat memicu perubahan permintaan yang cukup besar, sementara pada tingkat harga lain, dampaknya bisa lebih kecil.

Perbedaan respons ini berkaitan erat dengan elastisitas permintaan.

Bentuk kurva yang melengkung atau tidak sepenuhnya lurus juga mencerminkan perubahan tingkat sensitivitas konsumen terhadap harga serta berkurangnya manfaat tambahan yang dirasakan dari setiap unit barang yang dikonsumsi.

Inilah sebabnya mengapa kurva permintaan tidak hanya menunjukkan hubungan harga dan jumlah, tetapi juga memberi gambaran lebih dalam tentang perilaku konsumen di pasar.

kledo banner 2

Jenis-Jenis Kurva Permintaan

Dalam praktik bisnis dan analisis pasar, kurva permintaan tidak selalu berdiri dalam satu bentuk yang sama.

Cara konsumen merespons harga bisa berbeda-beda, tergantung apakah dilihat dari sudut pandang satu individu atau keseluruhan pasar, serta seberapa sensitif konsumen terhadap perubahan harga itu sendiri.

Kurva Permintaan Individu

Kurva permintaan individu menggambarkan bagaimana satu orang konsumen bereaksi terhadap perubahan harga suatu produk.

Ketika harga berubah, keputusan membeli biasanya ikut menyesuaikan dengan kemampuan beli dan kebiasaan konsumsi masing-masing individu.

Misalnya, seorang karyawan terbiasa membeli makan siang seharga Rp15.000 setiap hari kerja.

Saat harga turun menjadi Rp10.000, pengeluaran hariannya menjadi lebih ringan, sehingga ia mungkin membeli porsi tambahan atau lebih sering jajan di luar.

Pola hubungan antara harga dan jumlah pembelian inilah yang membentuk kurva permintaan individu.

Kurva Permintaan Pasar

Berbeda dari sudut pandang individu, kurva permintaan pasar melihat permintaan secara agregat, yaitu gabungan dari seluruh konsumen dalam satu pasar.

Kurva ini menunjukkan seberapa besar total barang atau jasa yang akan dibeli masyarakat pada berbagai tingkat harga.

Kurva permintaan pasar sering digunakan untuk membaca dinamika produk kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, atau bahan bakar.

Karena mencerminkan perilaku banyak konsumen dengan latar belakang dan daya beli yang beragam, kurva permintaan pasar umumnya lebih landai dibandingkan kurva permintaan individu.

Kurva Permintaan Elastis

Kurva permintaan elastis

Kurva permintaan elastis biasanya memiliki kemiringan yang lebih landai, menandakan bahwa konsumen sangat peka terhadap perubahan harga.

Barang-barang yang termasuk dalam kategori ini umumnya mudah digantikan atau bukan kebutuhan utama.

Produk seperti minuman kemasan, makanan ringan bermerek, atau barang fesyen cenderung memiliki permintaan elastis.

Ketika harga naik, konsumen dengan cepat beralih ke merek lain atau menunda pembelian.

Kurva Permintaan Inelastis

kurva permintaan inelastis

Sebaliknya, kurva permintaan inelastis cenderung lebih curam karena perubahan harga tidak banyak memengaruhi jumlah permintaan.

Jenis kurva ini umumnya melekat pada barang-barang yang sifatnya esensial dan memiliki sedikit alternatif.

Contoh yang sering dijumpai adalah listrik, air bersih, obat resep, dan bahan bakar tertentu.

Walaupun harga mengalami penyesuaian, konsumsi terhadap barang-barang tersebut tetap relatif stabil karena sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Elastisitas Permintaan: Pengertian, Cara Hitung, Metode, dan Jenisnya

Contoh Kurva Permintaan dalam Bentuk Tabel

Di bawah ini merupakan contoh penerapan dari hukum permintaan atas suatu barang tertentu dan bentuk kurvanya:

Harga (P)Jumlah (Q)Nama Titik Garis
10020A
8030B
5060C
3090D

Maka dari tabel tersebut, contoh kurva permintaan dapat digambarkan sebagai berikut:

Contoh kasus

Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan

Dalam membaca kurva permintaan, perubahan yang terjadi tidak selalu berarti hal yang sama.

Ada kondisi ketika perubahan disebabkan oleh naik turunnya harga, dan ada pula kondisi ketika perubahan dipicu oleh faktor lain di luar harga.

Perbedaan inilah yang membedakan pergerakan kurva permintaan dan pergeseran kurva permintaan.

Pergerakan Sepanjang Kurva Permintaan

Pergerakan kurva permintaan terjadi ketika hanya harga barang yang berubah, sementara faktor lain seperti pendapatan, selera, dan jumlah konsumen tetap sama.

Dalam kondisi ini, yang berubah adalah jumlah barang yang diminta, bukan permintaannya secara keseluruhan.

Sebagai contoh, perhatikan tabel berikut:

Harga (Rp)Jumlah Permintaan (Unit)
10.000100
8.000150
6.000200

Dari tabel tersebut terlihat bahwa ketika harga turun dari Rp10.000 menjadi Rp8.000, jumlah permintaan meningkat dari 100 unit menjadi 150 unit.

Penurunan harga lebih lanjut menjadi Rp6.000 kembali mendorong jumlah permintaan naik menjadi 200 unit.

Perubahan ini disebut pergerakan sepanjang kurva permintaan, karena titik permintaan hanya berpindah dari satu titik ke titik lain pada kurva yang sama.

Kurva tidak bergeser, melainkan konsumen merespons perubahan harga sesuai dengan hukum permintaan.

Pada contoh grafik pergerakan di bawah, kondisi ini digambarkan sebagai perpindahan titik dari satu titik ke titik lain di kurva permintaan yang sama, tanpa mengubah posisi kurvanya.

pergerakan

Pergeseran Kurva Permintaan

Berbeda dengan pergerakan, pergeseran kurva permintaan terjadi ketika faktor selain harga ikut berubah, seperti pendapatan konsumen, selera, atau jumlah penduduk.

Dalam kondisi ini, pada tingkat harga yang sama, jumlah permintaan bisa berubah.

Misalnya, pada harga tetap Rp10.000, terjadi kenaikan pendapatan konsumen sehingga daya beli meningkat. Perubahan tersebut dapat digambarkan melalui tabel berikut:

Harga (Rp)Jumlah Permintaan AwalJumlah Permintaan Setelah Pendapatan Naik
10.000100130
8.000150180
6.000200230

Pada setiap tingkat harga, jumlah permintaan kini lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan pergeseran kurva permintaan ke kanan, yang berarti permintaan meningkat secara keseluruhan, bukan sekadar perubahan akibat harga.

Sebaliknya, jika pendapatan menurun atau selera konsumen berubah ke produk lain, jumlah permintaan pada setiap tingkat harga akan lebih rendah.

Dalam situasi tersebut, kurva permintaan akan bergeser ke kiri, menandakan penurunan permintaan secara keseluruhan.

Secara visual, hal ini ditunjukkan oleh kurva permintaan yang bergeser ke kanan, sebagaimana terlihat pada grafik di bawah.

pergeseran kurva permintaan

Pergeseran ini menunjukkan bahwa pada harga yang sama, konsumen kini bersedia membeli lebih banyak barang.

Perbedaan Utama yang Perlu Dipahami

Pergerakan kurva permintaan selalu disebabkan oleh perubahan harga dan ditunjukkan oleh perpindahan titik pada kurva yang sama.

Sementara itu, pergeseran kurva permintaan disebabkan oleh faktor non-harga dan ditandai dengan berpindahnya seluruh kurva ke kanan atau ke kiri.

Memahami perbedaan ini penting agar pelaku usaha tidak keliru dalam membaca kondisi pasar, terutama saat menentukan strategi harga atau mengevaluasi perubahan permintaan konsumen.

Baca juga: Demand Planning: Pengertian dan Tips Mengelolanya

7 Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Permintaan terhadap suatu barang atau jasa tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang membentuk keputusan beli konsumen.

Di bawah ini merupakan 7 faktor yang memengaruhi permintaan:

1. Harga Barang

Harga menjadi faktor utama yang menentukan besar kecilnya jumlah permintaan.

Ketika harga suatu barang naik, konsumen cenderung mengurangi pembelian, sedangkan penurunan harga biasanya mendorong peningkatan jumlah barang yang diminta.

2. Pendapatan Konsumen

Perubahan tingkat pendapatan memengaruhi kemampuan beli konsumen.

Saat pendapatan meningkat, permintaan terhadap barang normal cenderung naik, sementara permintaan terhadap barang inferior justru bisa menurun.

3. Selera dan Preferensi Konsumen

Perubahan tren, gaya hidup, atau kebiasaan masyarakat dapat meningkatkan atau menurunkan minat terhadap suatu produk, meskipun harga tidak mengalami perubahan.

4. Jumlah Penduduk

Semakin besar jumlah penduduk atau konsumen potensial dalam suatu wilayah, semakin besar pula total permintaan terhadap barang dan jasa di pasar tersebut.

5. Harga Barang Substitusi

Kenaikan harga barang pengganti dapat mendorong konsumen beralih ke produk lain, sehingga permintaan terhadap barang yang bersangkutan meningkat.

6. Harga Barang Komplementer

Perubahan harga barang pelengkap turut memengaruhi permintaan.

Jika harga barang pelengkap naik, permintaan terhadap barang utama biasanya ikut menurun.

7. Ekspektasi Harga di Masa Depan

Perkiraan konsumen terhadap kenaikan harga di masa depan dapat mendorong pembelian lebih awal, sedangkan ekspektasi penurunan harga membuat konsumen menunda pembelian.

Baca juga: Pengertian Revenue Management, Manfaat, Strategi dan KPI-nya

Pengecualian pada Kurva Permintaan

Meskipun kurva permintaan umumnya menunjukkan hubungan terbalik antara harga dan jumlah permintaan, dalam praktik ekonomi terdapat beberapa kondisi khusus yang tidak mengikuti pola tersebut.

Dua di antaranya yang paling sering dibahas adalah barang Giffen dan barang Veblen, yang keduanya menunjukkan perilaku permintaan yang berbeda dari hukum permintaan pada umumnya.

Barang Giffen

Barang Giffen merupakan jenis barang non-mewah yang justru mengalami peningkatan permintaan ketika harganya naik.

Kondisi ini biasanya terjadi pada masyarakat berpendapatan rendah dan pada barang yang sangat mendasar serta sulit digantikan, seperti bahan pangan pokok.

Contohnya, beras sering digunakan sebagai ilustrasi konseptual barang Giffen, meskipun kasus murninya jarang ditemui.

Ketika harga beras naik, rumah tangga berpendapatan rendah bisa jadi mengurangi konsumsi lauk atau makanan pendamping yang lebih mahal, lalu mengalokasikan lebih banyak pengeluaran untuk beras agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Akibatnya, permintaan terhadap barang tersebut justru meningkat meskipun harganya naik, sehingga kurva permintaannya membentuk kemiringan ke atas.

Barang Veblen

Berbeda dengan barang Giffen, barang Veblen merupakan barang mewah yang permintaannya meningkat seiring dengan kenaikan harga karena nilai prestise yang melekat padanya.

Harga yang tinggi justru menjadi daya tarik, karena mencerminkan status sosial dan eksklusivitas bagi konsumen tertentu.

Contoh barang Veblen dapat ditemukan pada mobil mewah, jam tangan premium, tas desainer, atau perhiasan kelas atas.

Pada barang-barang ini, kenaikan harga sering kali tidak menurunkan minat beli, melainkan memperkuat citra eksklusif yang membuat konsumen tertentu semakin tertarik.

Inilah yang menyebabkan kurva permintaan barang Veblen juga memiliki kemiringan ke atas, berbeda dari kurva permintaan normal.

Keberadaan barang Giffen dan barang Veblen menunjukkan bahwa perilaku konsumen tidak selalu dapat dijelaskan hanya dengan hukum permintaan dasar.

Faktor pendapatan, keterbatasan pilihan, serta motif sosial dan simbolik turut memengaruhi keputusan pembelian, terutama pada kondisi pasar tertentu.

Perbedaan Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran

Dalam membaca mekanisme pasar, kurva permintaan dan kurva penawaran selalu muncul beriringan karena keduanya merepresentasikan dua sisi utama aktivitas ekonomi.

Meski sama-sama berbentuk grafik, arah kurva dan pelaku yang terlibat di dalamnya menunjukkan perbedaan mendasar dalam cara konsumen dan produsen merespons harga.

Berikut perbedaan utama antara kurva permintaan dan kurva penawaran:

  • Arah kurva
    Kurva permintaan memiliki arah menurun dari kiri atas ke kanan bawah, yang menunjukkan hubungan terbalik antara harga dan jumlah yang diminta. Sebaliknya, kurva penawaran cenderung menanjak dari kiri bawah ke kanan atas, menandakan bahwa semakin tinggi harga, semakin besar jumlah barang yang bersedia ditawarkan produsen.
  • Pelaku ekonomi yang terlibat
    Kurva permintaan merefleksikan perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian berdasarkan harga dan daya beli. Sementara itu, kurva penawaran menggambarkan perilaku produsen dalam menentukan jumlah produksi dan penjualan berdasarkan potensi keuntungan.
  • Respons terhadap kenaikan harga
    Ketika harga naik, konsumen umumnya mengurangi jumlah pembelian sehingga permintaan menurun. Di sisi lain, produsen justru terdorong untuk meningkatkan penawaran karena kenaikan harga memberikan peluang margin keuntungan yang lebih besar.
  • Tujuan ekonomi yang mendasari
    Konsumen dalam kurva permintaan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dengan harga yang dianggap layak. Sebaliknya, produsen dalam kurva penawaran berorientasi pada efisiensi produksi dan maksimalisasi laba.
  • Peran dalam pembentukan harga pasar
    Kurva permintaan dan kurva penawaran saling berinteraksi untuk membentuk harga keseimbangan. Harga pasar tercipta pada titik di mana jumlah yang diminta konsumen sejalan dengan jumlah yang ditawarkan produsen.

Anda dapat mempelajari kurva penawaran lebih detail di artikel ini.

Kesimpulan

Memahami contoh kurva permintaan membantu Anda melihat bahwa perubahan harga, pendapatan, dan faktor pasar lainnya memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan beli konsumen.

Kurva permintaan tidak hanya menjadi konsep teori ekonomi, tetapi juga alat bantu penting untuk membaca perilaku pasar secara lebih logis dan terukur.

Bagi pelaku usaha, pemahaman ini dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi harga, memperkirakan volume penjualan, hingga menilai dampak perubahan pasar terhadap bisnis.

Agar analisis tersebut semakin akurat, pencatatan transaksi dan data penjualan yang rapi menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan.

Di sinilah software akuntansi Kledo dapat membantu, dengan menyediakan sistem akuntansi yang memudahkan Anda memantau penjualan, tren permintaan, dan performa bisnis secara real-time, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga data yang jelas dan dapat diandalkan.

Tidak percaya? Yuk, buktikkan sendiri bagaimana Kledo membantu kelancaran operasional bisnis dengan mencobanya gratis 14 hari bahkan selamanya melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Komentar

1 × one =