Korespondensi Bisnis: Pengertian, Jenis, Struktur, dan Contohnya

korespondensi bisnis banner

Kegiatan bisnis tidak lepas dari komunikasi dan pertukaran informasi, mulai dari menawarkan produk hingga menagih pembayaran.

Agar setiap pertukaran informasi ini memiliki bukti tertulis, perusahaan membutuhkan korespondensi bisnis yang terstruktur.

Selain berperan sebagai alat komunikasi formal, korespondensi bisnis juga membantu perusahaan menelusuri kesepakatan, memantau transaksi, dan menyimpan arsip untuk kebutuhan administrasi maupun keuangan.

Artikel ini membahas pengertian, ciri, jenis, struktur, serta contoh korespondensi bisnis yang umum digunakan dalam kegiatan usaha. Dengan begitu, Anda bisa memahami korespondensi bisnis agar komunikasi dengan pelanggan, pemasok, dan rekan kerja berjalan profesional.

Apa Itu Korespondensi Bisnis?

Korespondensi bisnis adalah kegiatan komunikasi tertulis antara individu, bagian dalam perusahaan, atau organisasi untuk mendukung kegiatan usaha. Korespondensi bisa dilakukan melalui surat resmi, email, memo, atau lewat dokumen digital yang berkaitan dengan operasional dan transaksi.

Lalu, apa bedanya korespondensi dengan komunikasi biasa? Jika komunikasi mencakup percakapan langsung, telepon, dan presentasi, korespondensi bisnis hanya fokus pada penyampaian informasi secara tertulis.

Dalam praktiknya, korespondensi bisnis digunakan untuk menyampaikan penawaran, meminta informasi, mengonfirmasi pesanan, menagih pembayaran, hingga menyampaikan keputusan perusahaan. Dokumen tersebut juga dapat menjadi bukti komunikasi ketika perusahaan perlu memeriksa kembali isi kesepakatan atau menelusuri riwayat transaksi.

Karena itu, setiap korespondensi bisnis perlu disusun dengan jelas, disampaikan kepada pihak yang tepat, dan disimpan sesuai kebutuhan administrasi perusahaan.

kledo banner 3

Baca Juga: Download 10 Contoh Surat Penawaran Jasa Gratis

Apa Ciri Korespondensi Bisnis?

Korespondensi bisnis yang baik memiliki empat ciri utama, yaitu jelas, lugas, santun, dan profesional. Keempat karakter ini membantu menjaga kedua pihak yang melakukan korespondensi agar tetap memahami pesan sekaligus menjaga hubungan bisnis.

Ciri Penjelasan Contoh
Jelas Informasi disampaikan secara spesifik agar tidak menimbulkan salah tafsir. Kurang tepat: “Barang segera dikirim.”
Lebih baik: “Barang dikirim paling lambat 30 Oktober 2026.”
Lugas Pesan langsung membahas tujuan tanpa kalimat bertele-tele. Kurang tepat: “Kami bermaksud menyampaikan informasi terkait kemungkinan pemesanan barang.”
Lebih baik: “Kami ingin memesan 50 unit barang.”
Santun Menggunakan ungkapan yang sopan, terutama saat meminta informasi atau menindaklanjuti kewajiban. Kurang tepat: “Segera kirimkan dokumennya!”
Lebih baik: “Mohon kirimkan dokumen tersebut paling lambat besok.”
Profesional Menggunakan bahasa baku, informasi yang akurat, dan format yang sesuai dengan konteks bisnis. Kurang tepat: “Pembayaran belum masuk, ya.”
Lebih baik: “Pembayaran atas faktur nomor INV-025 belum kami terima.”

Selain memperhatikan bahasa, pengirim perlu memastikan nama pihak terkait, tanggal, nomor dokumen, nilai transaksi, dan informasi penting lainnya sudah benar.

Kesalahan dalam detail tersebut dapat menghambat proses administrasi atau menimbulkan perbedaan pemahaman antara kedua pihak.

Baca Juga: Download Contoh Surat Pengajuan Barang Beserta Pengertiannya

Apa Saja Jenis-Jenis Korespondensi Bisnis?

Korespondensi Bisnis 1

Korespondensi bisnis dapat dikelompokkan berdasarkan jangkauan komunikasi, tujuan, wujud dan jumlah penerima, serta sifat isi dokumen. Pengelompokan ini membantu perusahaan menentukan bentuk komunikasi dan cara penanganan dokumen yang sesuai.

Dasar pengelompokan Jenis Contoh
Jangkauan Internal dan eksternal Memo internal, surat kepada pemasok
Tujuan Penawaran, permintaan, pemesanan, dan penagihan Surat penawaran harga, surat tagihan
Wujud dan jumlah penerima Surat fisik, email, surat edaran Email konfirmasi, surat edaran kebijakan
Sifat isi Rahasia dan biasa Surat yang memuat informasi sensitif, surat pemberitahuan umum

Berdasarkan Jangkauan (Internal dan Eksternal)

Berdasarkan jangkauannya, korespondensi bisnis dibagi menjadi dua jenis berikut.

  • Korespondensi internal adalah komunikasi tertulis di dalam perusahaan, baik antarpegawai maupun antarbagian. Contohnya memo dari bagian keuangan kepada bagian penjualan mengenai batas waktu penyerahan laporan.
  • Korespondensi eksternal adalah komunikasi tertulis antara perusahaan dan pihak di luar organisasi, seperti pelanggan, pemasok, bank, atau mitra bisnis. Contohnya surat penawaran harga kepada calon pelanggan dan email konfirmasi pesanan kepada pemasok.

Perbedaan utamanya terletak pada pihak yang terlibat. Korespondensi internal mendukung koordinasi pekerjaan, sedangkan korespondensi eksternal membantu perusahaan menjalin hubungan dan menjalankan transaksi dengan pihak lain.

Berdasarkan Tujuan

Berdasarkan tujuannya, korespondensi bisnis dapat dibedakan menurut kebutuhan komunikasi dalam aktivitas usaha.

  • Surat permintaan digunakan untuk meminta informasi, penawaran harga, atau dokumen dari pihak lain.
  • Surat penawaran digunakan untuk menyampaikan produk atau jasa beserta harga, spesifikasi, dan ketentuan yang ditawarkan.
  • Surat pemesanan digunakan untuk menyampaikan pesanan barang atau jasa, termasuk jumlah dan waktu pengiriman yang diharapkan.
  • Surat penagihan digunakan untuk mengingatkan atau meminta pembayaran atas kewajiban yang belum dilunasi.

Keempat jenis tersebut dapat saling berkaitan dalam proses jual-beli. Misalnya, perusahaan mengirimkan permintaan penawaran kepada pemasok, menerima penawaran harga, menerbitkan pesanan, lalu menerima tagihan setelah transaksi berlangsung.

Berdasarkan Wujud dan Jumlah Penerima

Berdasarkan wujudnya, korespondensi bisnis dapat disampaikan melalui media fisik maupun digital. Contohnya adalah surat tercetak, email bisnis, dan surat elektronik lainnya yang digunakan untuk menyampaikan informasi resmi.

Sementara itu, berdasarkan jumlah penerimanya, korespondensi dapat ditujukan kepada satu pihak tertentu atau disampaikan kepada banyak penerima sekaligus.

Berdasarkan Sifat Isi

Berdasarkan sifat isinya, korespondensi bisnis dapat dibedakan menjadi dokumen rahasia dan dokumen biasa.

  • Korespondensi rahasia memuat informasi yang aksesnya perlu dibatasi, seperti data keuangan internal, rincian kontrak yang bersifat sensitif, atau informasi strategis perusahaan.
  • Korespondensi biasa memuat informasi yang tidak memerlukan pembatasan akses khusus, seperti undangan rapat umum atau pemberitahuan jadwal operasional.

Baca Juga: Download Contoh Surat Konfirmasi Pesanan Serta Cara Membuatnya

Apa Fungsi Korespondensi Bisnis?

Korespondensi Bisnis 2

Korespondensi bisnis berfungsi sebagai dokumentasi tertulis yang membantu perusahaan menelusuri komunikasi, memeriksa kesepakatan, dan mendukung pencatatan transaksi.

Berikut beberapa fungsi utama korespondensi bisnis:

  1. Mendokumentasikan komunikasi. Surat dan email bisnis menyimpan riwayat komunikasi antara perusahaan, pelanggan, pemasok, atau pihak lain sehingga informasi penting tidak hanya bergantung pada ingatan atau percakapan lisan.
  2. Menjadi bukti tertulis transaksi. Dokumen seperti surat penawaran, konfirmasi pesanan, dan tagihan membantu menunjukkan informasi yang disampaikan atau disepakati para pihak. Kekuatan pembuktiannya tetap bergantung pada isi dan konteks dokumen.
  3. Memperjelas kesepakatan. Korespondensi membantu mencatat rincian seperti harga, jumlah barang, jadwal pengiriman, dan batas waktu pembayaran agar setiap pihak memiliki acuan yang sama.
  4. Mendukung penelusuran administrasi dan keuangan. Dokumen korespondensi dapat digunakan untuk mencocokkan pesanan dengan tagihan atau menelusuri penyebab perbedaan informasi dalam transaksi.

Agar fungsi tersebut berjalan optimal, perusahaan perlu menyimpan korespondensi secara teratur berdasarkan tanggal, nomor dokumen, nama pihak terkait, atau transaksi yang bersangkutan.

Baca Juga: Struktur Surat Penawaran Bisnis, Komponen, dan Contohnya

Apa Struktur Surat Bisnis?

Struktur surat bisnis terdiri dari beberapa bagian yang membantu penerima mengenali pengirim, memahami tujuan surat, dan menindaklanjuti informasi yang disampaikan. Berikut bagian-bagian yang umum digunakan dalam surat bisnis formal.

  1. Kop surat. Memuat identitas perusahaan, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan logo jika ada, agar penerima mengetahui asal surat.
  2. Nomor surat. Berfungsi sebagai identitas dokumen untuk memudahkan pencatatan, pengarsipan, dan penelusuran surat.
  3. Tanggal surat. Menunjukkan waktu surat dibuat atau diterbitkan sebagai acuan administrasi dan tindak lanjut.
  4. Lampiran. Menyebutkan dokumen tambahan yang disertakan, seperti daftar harga, faktur, atau dokumen pendukung lainnya.
  5. Perihal. Menjelaskan inti atau tujuan surat secara singkat agar penerima segera memahami topik pembahasan.
  6. Alamat tujuan. Mencantumkan nama penerima, jabatan, atau nama perusahaan yang dituju agar surat sampai kepada pihak yang tepat.
  7. Salam pembuka. Mengawali surat dengan ungkapan yang sopan, seperti “Dengan hormat,” untuk menjaga profesionalitas komunikasi.
  8. Isi surat. Menyampaikan tujuan, informasi utama, serta rincian yang diperlukan, misalnya jenis barang, jumlah pesanan, harga, atau tenggat pembayaran.
  9. Salam penutup. Mengakhiri isi surat dengan ungkapan yang santun, seperti “Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian Anda.”
  10. Tanda tangan dan nama pengirim. Menunjukkan pihak yang bertanggung jawab atas surat, biasanya disertai nama lengkap dan jabatan.

Tidak semua surat bisnis harus menggunakan seluruh bagian tersebut. Email bisnis, misalnya, umumnya tidak memerlukan kop surat atau nomor surat formal.

Kembali lagi, susunannya dapat disesuaikan dengan tujuan komunikasi, jenis dokumen, dan prosedur perusahaan. Yang terpenting, informasi utama tersampaikan dengan jelas dan dokumen mudah ditelusuri kembali.

Baca Juga: Download Contoh Surat Perjanjian Konsinyasi dan Templatenya

Contoh Korespondensi Bisnis dalam Transaksi

Korespondensi bisnis membantu mendokumentasikan proses transaksi, mulai dari penawaran harga hingga penagihan pembayaran.

Berikut tiga contoh surat bisnis yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan:

Contoh Surat Penawaran

Surat penawaran digunakan untuk menyampaikan produk atau jasa beserta harga dan ketentuan pembelian kepada calon pelanggan.

PT Niaga Sejahtera
Jl. Melati No. 10, Bandung

Nomor: 015/MNS/X/2026
Tanggal: 27 Oktober 2026
Perihal: Penawaran Harga Produk

Yth. Bapak/Ibu [Nama Penerima]
[Nama Perusahaan]

Dengan hormat,

Melalui surat ini, kami bermaksud menawarkan produk dengan rincian berikut:

  • Nama produk: [Nama Produk]
  • Jumlah: [Jumlah]
  • Harga satuan: Rp[Harga]
  • Total penawaran: Rp[Total Harga]
  • Masa berlaku penawaran: [Tanggal]

Kami berharap penawaran ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan Anda. Apabila memerlukan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui [Nomor Telepon/Email].

Terima kasih atas perhatian Anda.

Hormat kami,
[Nama Pengirim]
[Jabatan]

Contoh Surat Pemesanan (Purchase Order)

Surat pemesanan atau purchase order (PO) berguna untuk menyampaikan pesanan barang kepada pemasok secara tertulis. Dokumen ini membantu perusahaan mencocokkan barang yang dipesan dengan bukti penerimaan dan faktur pembelian saat mencatat transaksi.

PT Sumber Makmur Abadi
Jl. Anggrek No. 25, Jakarta

Nomor PO: PO-026/X/2026
Tanggal: 27 Oktober 2026

Kepada: [Nama Pemasok]
Perihal: Pemesanan Barang

Dengan hormat,

Kami mengajukan pemesanan barang dengan rincian berikut:

Nama BarangJumlahHarga SatuanTotal
Kertas A420 rimRp55.000Rp1.100.000
Tinta printer10 unitRp85.000Rp850.000
TotalRp1.950.000

Mohon pesanan dikirim paling lambat [Tanggal Pengiriman] ke alamat [Alamat Pengiriman]. Ketentuan pembayaran mengikuti kesepakatan kedua belah pihak.

Mohon konfirmasi atas penerimaan pesanan ini. Terima kasih atas kerja sama Anda.

Hormat kami,
[Nama Pengirim]
[Jabatan]

Contoh Surat Penagihan Pembayaran

Surat penagihan pembayaran digunakan untuk meminta pelunasan atas transaksi yang telah jatuh tempo atau mendekati batas pembayaran. Dokumen ini mendukung proses penagihan piutang dengan mencantumkan nomor faktur, jumlah tagihan, dan tenggat pembayaran secara jelas.

PT Maju Niaga Sejahtera
Jl. Melati No. 10, Bandung

Nomor: 021/MNS/X/2026
Tanggal: 27 Oktober 2026
Perihal: Pengingat Pembayaran

Yth. Bapak/Ibu [Nama Penerima]
[Nama Perusahaan]

Dengan hormat,

Berdasarkan catatan kami, terdapat tagihan yang belum dilunasi dengan rincian berikut:

  • Nomor faktur: INV-026/X/2026
  • Tanggal faktur: 1 Oktober 2026
  • Jumlah tagihan: Rp5.000.000
  • Jatuh tempo: 20 Oktober 2026

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon agar pembayaran dapat diselesaikan paling lambat [Tanggal Pembayaran]. Apabila pembayaran telah dilakukan, mohon abaikan surat ini dan kirimkan bukti pembayaran untuk keperluan verifikasi.

Jika terdapat kendala atau perbedaan data, silakan menghubungi kami melalui [Nomor Telepon/Email].

Terima kasih atas perhatian dan kerja sama Anda.

Hormat kami,
[Nama Pengirim]
[Jabatan]

Baca Juga: Contoh Surat Tagihan Pembayaran Ini Ampuh Dapatkan Pembayaran Lebih Cepat

Korespondensi Bisnis Lewat Email

Korespondensi Bisnis 3

Meski tidak selalu menggunakan format surat resmi, korespondensi digital lewat email juga tetap perlu memperhatikan struktur dan etika komunikasi.

Jadi, sebaiknya tulis email secara jelas, ringkas, dan profesional agar penerima memahami tujuan pesan serta mengetahui tindakan yang perlu mereka lakukan.

Berikut bagian penting dalam email bisnis:

  1. Baris subjek. Tuliskan topik email secara spesifik, misalnya “Penawaran Harga Produk Oktober 2026” atau “Konfirmasi Pesanan PO-026”.
  2. Salam pembuka. Gunakan sapaan yang sesuai dengan penerima, seperti “Yth. Bapak/Ibu [Nama]” atau “Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama]”.
  3. Isi email. Sampaikan tujuan pada paragraf awal, lalu tambahkan informasi pendukung dan tindak lanjut yang diperlukan. Gunakan paragraf pendek agar pesan mudah dipahami.
  4. Penutup dan tanda tangan. Akhiri dengan ucapan terima kasih atau permintaan konfirmasi, kemudian cantumkan nama, jabatan, dan perusahaan pengirim.

Etika korespondensi bisnis lewat email

Selain struktur, perhatikan juga etika dalam membalas email. Berikut etika korespondensi profesional lewat email yang kami rangkum dari UCLA:

  1. Gunakan tone yang tepat: Email harus tetap profesional, jangan gunakan bahasa yang terlalu santai atau istilah gaul. Perhatikan juga format penulisannya.
  2. Gunakan subject line yang jelas dan deskriptif: Subject line harus selalu mencerminkan konten email. Jangan menggunakan subjek seperti: “Penting” atau “Urgent”, gunakan yang lebih spesifik seperti “Penawaran Harga dari Perusahaan X”
  3. Hargai waktu penerima: Jangan menulis email yang berbelit-belit, langsung to-the-point saja. Jika Anda meminta penerima untuk melakukan sesuatu, maka tuliskan daftar hal yang Anda perlukan dari penerima.
  4. Perhatikan CC dan Reply All: Hanya tambahkan penerima yang betul-betul perlu dilibatkan dalam percakapan. Kalau menggunakan Reply All, jika email hanya ditujukan untuk penerima utama, maka hapus penerima lainnya.
  5. Proofread sebelum mengirim: Hindari typo dan kesalahan penulisan, karena ini mengurangi profesionalisme Anda. Jadi, selalu proofread ulang sebelum mengirim.

Baca Juga: 13 Jenis Surat Niaga Beserta Template dan Contohnya

Kesimpulan

Korespondensi bisnis membantu perusahaan menjaga komunikasi tetap profesional sekaligus mendokumentasikan penawaran, pemesanan, hingga penagihan pembayaran.

Dengan struktur yang jelas dan pengarsipan yang teratur, perusahaan dapat menelusuri kesepakatan serta meminimalkan kesalahan dalam proses transaksi.

Selain korespondensi, pastikan setiap data transaksi Anda tercatat dengan benar agar kondisi keuangan dapat dipantau dengan mudah.

Software akuntansi Kledo dapat membantu bisnis mencatat transaksi, mengelola utang dan piutang, serta menyusun laporan keuangan dalam satu sistem.

Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, Anda bisa memantau kewajiban pembayaran dan penerimaan dana tanpa harus mengandalkan catatan yang tersebar.

Gunakan Kledo untuk membantu menyederhanakan pencatatan keuangan dan mendukung pengelolaan bisnis yang lebih teratur.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

one × two =