Proses pengiriman terlihat sederhana dari luar saat menjalankan usaha: order masuk, barang di packing, kurir datang, lalu paket dikirimkan. Selain itu, penjualan dicatat, uang masuk rekening, dan usaha tetap berjalan.
Namun di balik alur yang terlihat rapi itu, ada satu risiko yang sering tidak disadari yaitu human error.
Kesalahan kecil seperti salah tempel resi atau salah input angka bisa berdampak besar. Bukan hanya pada biaya operasional, tetapi juga pada reputasi bisnis dan kestabilan arus kas.
Dalam skala kecil mungkin terasa sepele, tetapi ketika volume transaksi meningkat, kesalahan yang sama bisa berubah menjadi kebocoran sistematis.
Salah Kirim Paket, Rugi Seketika
Salah kirim paket adalah bentuk human error yang paling cepat terasa dampaknya.
Bayangkan sebuah toko online fashion dengan puluhan order per hari. Admin salah menempelkan label, ukuran tertukar, atau alamat tidak terverifikasi dengan baik. Hasilnya?
- Customer komplain.
- Barang harus ditarik kembali.
- Penjual menanggung ongkir dua kali.
Belum lagi risiko rating turun di marketplace dan kepercayaan pelanggan berkurang. Dalam ekosistem digital, reputasi adalah aset yang sangat mahal.
Karena itu, bisnis online membutuhkan SOP (Standard Operating Procedure) pengiriman yang jelas. Mulai dari pengecekan ulang alamat, verifikasi pesanan sebelum packing, hingga dokumentasi sebelum barang diserahkan ke kurir.
Di tahap distribusi, memilih mitra logistik yang memiliki sistem tracking transparan dan SLA kompetitif seperti Lion Parcel juga menjadi bagian penting dalam meminimalkan miskomunikasi dan memastikan proses pengiriman berjalan sesuai ekspektasi.
Ketepatan waktu dan visibilitas status pengiriman membantu pelaku usaha memberikan kepastian kepada pelanggan, bahkan ketika terjadi kendala di lapangan.
Salah Catat Transaksi: Rugi yang Tidak Langsung Terasa
Jika salah kirim berdampak langsung, salah pencatatan sering kali lebih berbahaya karena tidak terasa di awal.
Banyak pelaku UMKM masih mencatat transaksi dengan berbagai caranya masing-masing atau bahkan hanya mengandalkan riwayat chat. Dalam kondisi volume rendah, sistem ini mungkin masih bisa dikendalikan.
Namun ketika transaksi meningkat, risiko mulai muncul:
- Ongkir tidak tercatat sebagai biaya
- Refund tidak dibukukan
- Retur barang tidak dikoreksi dalam laporan
- Penjualan tercatat dobel
Akibatnya, laporan menunjukkan angka penjualan yang tinggi, tetapi saldo kas tidak mencerminkan keuntungan yang sama. Pebisnis merasa omzet naik, tetapi margin perlahan tergerus.
Human error dalam pencatatan manual sering kali baru disadari ketika selisihnya sudah signifikan.
Ketika Bisnis Bertumbuh, Sistem Harus Ikut Bertumbuh
Banyak bisnis online mengalami fase yang sama. Di awal, semuanya dikerjakan secara mandiri mulai dari packing sendiri, antar sendiri, catat sendiri. Fase ini wajar dan sering menjadi tahap pembelajaran.
Namun ketika order sudah mencapai puluhan bahkan ratusan per hari, sistem yang sama tidak lagi relevan.
Tanpa SOP yang jelas dan pembagian tugas yang terstruktur, potensi kesalahan meningkat. Tanpa sistem pencatatan yang rapi, keputusan bisnis menjadi tidak berbasis data.
Karena itu, ada dua fondasi yang perlu dibangun bersamaan:
- Sistem operasional pengiriman yang terstandarisasi
- Sistem pencatatan keuangan yang minim risiko kesalahan
Dalam konteks pengiriman, jasa pengiriman barang yang memiliki jaringan luas, sistem distribusi terintegrasi, serta layanan yang fleksibel seperti Lion Parcel dapat membantu menjaga stabilitas operasional, terutama ketika volume meningkat.
Sementara dari sisi internal, penggunaan sistem pembukuan digital membantu meminimalkan kesalahan input dan memberikan gambaran real-time terhadap kondisi keuangan usaha.
Human Error Tidak Bisa Dihilangkan, Tapi Bisa Dikelola

Tidak ada bisnis yang sepenuhnya bebas kesalahan. Namun yang membedakan usaha kecil dan usaha yang berkelanjutan adalah kemampuan mengelola risiko tersebut.
Human error bukan musuh, tetapi sinyal bahwa sistem perlu diperbaiki.
Dengan SOP pengiriman yang jelas, proses verifikasi berlapis, serta dukungan mitra logistik yang andal, risiko salah kirim dapat ditekan. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur dan terdigitalisasi, risiko salah hitung dapat diminimalkan.
Pada akhirnya, bisnis online bukan hanya tentang meningkatkan penjualan. Tetapi juga tentang mengurangi kebocoran yang tidak terlihat.
Karena keuntungan yang bertahan lama bukan hanya berasal dari omzet yang besar, melainkan dari sistem yang rapi dan risiko yang terkendali.
*Artikel ini hasil kerjasama Kledo dan Lion Parcel
- Mengurangi Human Error dalam Pengiriman di Bisnis Online - 27 Februari 2026
- 6 Tips Mencapai Financial Wellness untuk Pemilik Bisnis - 27 Februari 2026
- 9 Cara Menggunakan ChatGPT untuk Akuntansi yang Efisien - 26 Februari 2026