Rekap Webinar: Kledo X Canting Creative Digital Agency

webinar kledo canting banner

Pada webinar “Branding Boleh Keren, Tapi Jangan Bikin Boncos”, yang diselenggarakan oleh Kledo dan Canting Creative Digital Agency, para peserta mendapatkan panduan lengkap mengenai pentingnya branding yang tepat dan pengelolaannya untuk UMKM.

Branding tidak hanya sekadar penampilan luar yang menarik, tetapi juga merupakan elemen yang mempengaruhi kesuksesan bisnis dalam jangka panjang, terlebih dalam hal manajemen keuangan yang efektif.

Webinar ini membahas bagaimana menjaga keseimbangan antara inovasi dalam branding dan pengelolaan keuangan agar bisnis tidak hanya menarik, tetapi juga tetap berkelanjutan.

Acara dimulai dengan pengenalan dari moderator yang memperkenalkan dua narasumber utama, yaitu:

  • Yusak Arif, Founder Canting Creative Digital Agency, yang membagikan pengalaman dan wawasan tentang pentingnya branding dalam konteks UMKM.
  • Citra Amelia, Senior Consultant di Kledo, yang memberikan penjelasan tentang bagaimana menghitung dan mengelola anggaran branding agar tetap sesuai dengan kondisi keuangan bisnis.

Materi dari Yusak Arif: Branding untuk UMKM

Branding sebagai Identitas Bisnis

webinar kledo canting 1

Yusak Arif membuka sesi pertama dengan menyampaikan bahwa branding untuk UMKM sering kali dianggap remeh.

Banyak pengusaha yang beranggapan bahwa branding hanya sebatas logo atau desain visual. Padahal, branding yang kuat mencakup semua aspek yang membentuk persepsi pelanggan terhadap bisnis, termasuk kualitas produk, pelayanan, pengalaman pelanggan, dan cara berinteraksi dengan konsumen.

Menurut Yusak, salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan oleh pemilik bisnis adalah menganggap branding sebagai sesuatu yang hanya berlaku untuk perusahaan besar dengan anggaran besar.

Ia menyampaikan contoh sederhana mengenai seorang tukang bakso di daerahnya yang sudah memiliki brand, meski tanpa disadari. Ini menunjukkan bahwa branding sebenarnya dimulai dari pengalaman pelanggan, meskipun tanpa strategi branding formal.

Baca juga: Rekap Webinar: Kledo X Disera Tentang Personal Branding untuk Bisnis

Branding Harus Sesuai dengan Kapasitas

Yusak juga menekankan bahwa branding yang efektif tidak selalu memerlukan biaya yang besar. UMKM harus fokus pada pengelolaan branding yang sesuai dengan kapasitas dan sumber daya yang mereka miliki.

Misalnya, memastikan kualitas produk dan pelayanan terlebih dahulu sebelum menginvestasikan dana untuk aspek visual atau desain yang mencolok.

Menurut Yusak, bisnis kecil yang dapat memberikan pengalaman unik dan autentik kepada pelanggan, meskipun dengan anggaran terbatas, bisa berhasil membangun brand yang kuat.

Pentingnya Konsistensi dalam Branding

Salah satu poin utama yang ditekankan Yusak adalah konsistensi dalam branding. Menurutnya, setiap elemen yang ada dalam bisnis—baik itu logo, media sosial, atau bahkan interaksi dengan pelanggan—harus konsisten dengan citra yang ingin dibangun.

Misalnya, jika sebuah bisnis ingin dianggap premium, maka kualitas produk, pelayanan, hingga tampilan visual harus mencerminkan hal tersebut.

Ketidakkonsistenan antara citra yang ingin dibangun dengan pengalaman yang diterima oleh pelanggan akan merusak kepercayaan dan citra brand itu sendiri.

Baca juga: Rekap Webinar Kledo x Brothway: Dapur Sehat, Bisnis Hebat

Materi dari Citra Amelia: Budgeting untuk Branding yang Sehat

Menghitung Budget Branding yang Masuk Akal

Sesi berikutnya dibawakan oleh Citra Amelia, yang memfokuskan pembahasan pada perhitungan dan pengelolaan anggaran branding untuk UMKM.

Citra membuka dengan mengingatkan bahwa banyak UMKM yang sering kali terjebak dalam jebakan branding yang hanya mementingkan tampilan luar tanpa mempertimbangkan keuangan.

Ia menekankan pentingnya mengalokasikan anggaran branding secara bijak, agar pengeluaran tidak justru mengganggu arus kas dan operasional bisnis.

Tiga Kategori Budgeting Branding Berdasarkan Skala Bisnis

webinar kledo canting 2

Citra menyarankan untuk menentukan persentase anggaran branding berdasarkan skala dan kondisi keuangan masing-masing bisnis. Ia membagi kategori anggaran branding UMKM ke dalam tiga kelompok:

  • UMKM Awal (3-5%): Untuk bisnis yang baru memulai, branding sebaiknya difokuskan pada pengenalan dan menciptakan awareness dengan anggaran yang sangat terbatas.
  • UMKM Stabil (5-8%): Untuk bisnis yang sudah stabil dan menghasilkan laba, dapat meningkatkan anggaran branding untuk menciptakan nilai dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
  • Bisnis Lebih Lanjut (8-12%): Untuk bisnis yang lebih besar dan memiliki aliran kas yang lebih stabil, bisa meningkatkan persentase anggaran branding untuk memperkuat posisi pasar dan meningkatkan citra brand.

Citra menekankan bahwa anggaran branding harus selalu disesuaikan dengan omset dan arus kas bisnis. Hal ini penting agar branding tidak menjadi beban finansial yang mengancam kelangsungan bisnis.

Baca juga: Rekap Webinar: Scale Up Bisnis Melalui Kemitraan dan Digitalisasi

Jebakan Branding yang Harus Dihindari oleh UMKM

Dalam sesi ini, Citra juga mengingatkan bahwa ada beberapa jebakan yang sering membuat UMKM “boncos” dalam branding, seperti:

  1. Sindrom Kosmetik: Terjebak hanya pada tampilan luar yang menarik, seperti desain logo atau kemasan yang estetik, tanpa memperhatikan kualitas produk atau layanan.
  2. Asumsi Owner: Ketika branding didorong oleh selera pribadi pemilik bisnis tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan audiens.
  3. Inkonsistensi: Ketika branding tidak konsisten antara elemen visual dan pengalaman pelanggan, seperti foto produk yang buruk meskipun klaim brand sangat premium.

Pengaruh Branding pada Margin dan Arus Kas

Citra juga membahas bagaimana branding berdampak pada margin dan arus kas bisnis. Ia menjelaskan bahwa jika branding dilakukan dengan baik, hal itu dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menciptakan loyalitas yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada penjualan dan margin.

Namun, jika branding tidak dikelola dengan baik, bisa menyebabkan pemborosan anggaran dan mengganggu kestabilan keuangan bisnis.

Kesimpulan dan Sesi Tanya Jawab

webinar kledo canting 3

Pada sesi akhir, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada kedua narasumber.

Beberapa pertanyaan yang diajukan seputar tantangan branding di pasar yang kompetitif, cara membedakan produk UMKM dari pesaing, dan bagaimana memastikan pengelolaan keuangan tetap sehat meskipun harus berinvestasi pada branding.

Citra dan Yusak memberikan solusi konkret bagi peserta UMKM untuk menjalankan branding yang efektif dengan mengutamakan kualitas internal sebelum mengeluarkan anggaran besar untuk tampilan luar.

Mereka juga menekankan pentingnya evaluasi biaya branding secara berkala, untuk memastikan bahwa investasi dalam branding memberikan hasil yang sebanding dengan laba yang dihasilkan.

sugi priharto

Tinggalkan Komentar

16 + 1 =