7 Cara Menjaga Brand Voice yang Konsisten

cara menjaga brand voice banner

Menurut survei dari Lucidpress, brand yang punya suara (voice) konsisten mendapat peningkatan pendapatan sebesar 23% hingga 33%. Ini menunjukkan pentingnya memiliki brand voice yang konsisten.

Ketika brand berbicara dengan suara yang sama di media sosial, website, email, hingga layanan pelanggan, audiens akan lebih mudah mengenali dan mengingatnya.

Sebaliknya, brand yang berubah-ubah tone dan pesannya berisiko membingungkan pelanggan.

Lalu, sebenarnya apa itu brand voice dan mengapa perannya begitu krusial dalam strategi branding modern?

Apa Itu Brand Voice?

Brand voice adalah kepribadian dan nada unik yang digunakan sebuah perusahaan dalam setiap komunikasinya, baik secara tertulis maupun lisan.

Brand voice mencerminkan nilai, misi, dan keseluruhan karakter perusahaan, sehingga membantu menciptakan identitas yang khas dan mudah dikenali oleh audiens.

Anda harus menerapkan brand voice secara konsisten di seluruh titik interaksi (touchpoints), sehingga audiens dapat mengenali dan merasa terhubung dengan brand Anda di mana pun mereka berinteraksi dengannya.

Contoh:

Disney menggunakan brand voice yang fun dan playful, menggunakan gaya bahasa yang ringan dan penuh humor untuk menarik perhatian pelanggan.

Sementara itu, perusahaan yang bergerak di bidang keuangan atau hukum biasanya menggunakan brand voice yang profesional dan berwibawa, jadi mereka menggunakan bahasa formal dan jelas.

kledo banner 1

Baca Juga: 10 Strategi Membangun Brand dari Nol, Mudah!

Manfaat Menjaga Brand Voice yang Konsisten

Representasi brand yang konsisten dapat meningkatkan visibilitas hingga empat kali lipat dan menaikkan pendapatan hingga 23%.

Sebaliknya, kurangnya konsistensi dapat menimbulkan audiens bingung serta berdampak negatif pada pendapatan dan reputasi brand Anda.

Berikut manfaat menjaga brand voice tetap konsisten:

  1. Membedakan brand Anda dari kompetitor di industri yang sama: Branding yang konsisten membantu membedakan Anda dari kompetitor di industri yang sama serta memberikan alasan emosional bagi pelanggan untuk memilih Anda.
  2. Meningkatkan brand recognition dengan membuat pesan Anda lebih mudah diingat: Beberapa brand berhasil menggunakan slogan atau catchphrase yang kuat, seperti “I’m loving it” milik McD atau “Just do it” milik Nike.
  3. Membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens: Pelanggan cenderung lebih percaya pada brand yang memberikan pengalaman yang konsisten dan dapat diprediksi.
  4. Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan: Branding yang baik memberikan kepribadian pada organisasi Anda, sehingga pelanggan terdorong untuk berinteraksi dan membangun hubungan jangka panjang dengan bisnis Anda.
  5. Menonjol di tengah persaingan: Branding membantu membedakan Anda dari kompetitor di industri yang sama serta memberikan alasan emosional bagi pelanggan untuk memilih Anda.
  6. Membangun otoritas brand: Dengan branding yang kuat dan konsisten, brand Anda dapat meningkatkan kredibilitas serta memposisikan diri sebagai pemimpin di industri.

Baca Juga: Tip Melakukan Brand Building Sukses di Tahun 2026

Bagaimana Cara Menjaga Konsistensi Brand Voice?

1. Mengidentifikasi brand voice unik Anda

brand voice yang konsisten 2

Membangun brand voice yang unik sangat penting untuk menciptakan koneksi yang kuat dengan audiens.

Untuk mulai mengidentifikasi brand voice yang unik, tanyakan pada diri Anda:

  • Apa yang diperjuangkan oleh brand Anda?
  • Emosi apa yang ingin Anda bangkitkan dalam diri audiens?
  • Karakter seperti apa yang ingin Anda tampilkan?
  • Apakah Anda ingin terdengar ramah dan mudah didekati, atau lebih profesional dan berwibawa?

Setelah memiliki kejelasan mengenai hal-hal tersebut, buatlah panduan brand voice yang mencakup tone, gaya bahasa, serta poin-poin pesan utama.

Panduan ini akan menjadi referensi bagi tim Anda agar komunikasi tetap konsisten di semua saluran.

2. Buat panduan brand voice yang detail

Jangan menjadi bagian dari 15% perusahaan yang tidak memiliki brand guidelines, dokumentasikan brand Anda agar konsistensinya tetap terjaga.

Sertakan deskripsi yang jelas mengenai tone, gaya bahasa, dan karakter kepribadian brand, lengkap dengan contoh penggunaan voice yang tepat dan tidak tepat.

Dengan begitu, seluruh tim memahami gaya komunikasi yang diharapkan.

3. Buat brand voice chart untuk menjaga konsistensi pesan

Brand voice chart membantu memastikan pesan Anda tetap selaras di semua platform.

Gunakan tools seperti Mural untuk membuat panduan visual yang merangkum karakteristik voice brand.

Fitur kolaborasi tim dan proses persetujuan yang mudah akan membuat penyusunan strategi komunikasi menjadi lebih efisien.

3. Sesuaikan tone dengan audiens dan saluran komunikasi

Meskipun brand voice harus tetap konsisten, tone dapat disesuaikan dengan konteks.

Misalnya, gunakan tone yang lebih santai dan engaging untuk media sosial, tone profesional namun tetap ramah untuk email marketing, serta tone suportif dan empatik untuk layanan pelanggan.

4. Menerapkan audit konten secara berkala

Audit konten membantu mengidentifikasi ketidaksesuaian dalam pesan dan memastikan seluruh konten selaras dengan brand voice yang telah ditetapkan.

Untuk menerapkan audit konten yang efektif, ikuti langkah berikut:

  • Buat checklist elemen yang ingin dievaluasi (tone, gaya bahasa, pesan utama, serta kesesuaian dengan panduan konten)
  • Tinjau seluruh konten yang sudah ada di berbagai platform seperti website, media sosial, dan email marketing untuk memastikan semuanya mencerminkan brand voice secara konsisten. Selama proses ini, catat konten yang menyimpang dari panduan brand dan lakukan penyesuaian yang diperlukan.
  • Tetapkan jadwal audit secara rutin, misalnya setiap kuartal atau dua kali dalam setahun.
  • Libatkan tim dalam proses audit dengan mendorong mereka memberikan masukan dan saran perbaikan. Dengan membangun budaya kolaborasi dan tanggung jawab bersama, brand voice Anda akan tetap kuat dan selaras di semua saluran komunikasi.

Baca Juga: Brand Storytelling: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Contohnya

5. Membangun feedback loop dengan audiens

brand voice yang konsisten 3

Membangun feedback loop dengan audiens merupakan langkah penting untuk menjaga brand voice tetap konsisten.

Dengan secara aktif meminta umpan balik, Anda memperoleh wawasan berharga tentang bagaimana audiens memandang pesan yang Anda sampaikan dan apakah pesan tersebut sesuai dengan harapan mereka.

Untuk menciptakan feedback loop yang efektif, lakukan 2 hal ini:

Tampung umpan balik dari audiens

Sediakan berbagai saluran bagi audiens untuk menyampaikan pendapat mereka, seperti survei, polling di media sosial, atau formulir umpan balik di website.

Dorong audiens untuk berbagi opini mengenai konten dan pesan brand Anda secara keseluruhan.

Dengan memudahkan mereka memberikan masukan, Anda menunjukkan bahwa brand menghargai pendapat pelanggan dan berkomitmen untuk terus menyelaraskan komunikasi dengan preferensi mereka.

Analisis data

Setelah umpan balik terkumpul, analisis data tersebut untuk menemukan pola atau area yang perlu diperbaiki.

Gunakan insight tersebut untuk menyesuaikan pesan agar semakin relevan dan beresonansi dengan audiens.

Jangan lupa untuk mengomunikasikan perubahan yang Anda lakukan berdasarkan masukan mereka.

Hal ini akan membangun rasa kebersamaan dan menunjukkan bahwa brand Anda responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

6. Berinteraksi dengan audiens di media sosial

Berinteraksi dengan audiens di media sosial juga penting untuk menjaga brand voice yang konsisten.

Anda bisa berkomunikasi secara real-time, sehingga Anda dapat terhubung dengan audiens secara lebih personal.

Ketika brand secara aktif berinteraksi dengan pengikutnya, hal tersebut membangun rasa kebersamaan dan loyalitas.

Untuk berinteraksi secara efektif, mulailah dengan merespons komentar dan pesan secara cepat. Mengakui kehadiran dan masukan dari audiens menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka serta peduli terhadap kebutuhan mereka.

Selain itu, buatlah konten yang mendorong interaksi, seperti polling, pertanyaan terbuka, atau kampanye user-generated content.

Strategi ini tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga membuat audiens merasa terlibat langsung dalam perjalanan dan cerita brand Anda.

7. Menyesuaikan brand voice seiring waktu

Menyesuaikan brand voice dari waktu ke waktu sangat penting agar bisnis Anda tetap relevan di tengah pasar yang terus berubah.

Seiring pergeseran preferensi konsumen dan munculnya tren baru, brand voice juga perlu berkembang untuk mencerminkan perubahan tersebut.

Kemampuan beradaptasi ini membantu Anda tetap terhubung dengan audiens sekaligus memastikan pesan yang disampaikan tetap efektif.

Tips:

  • Perhatikan tren industri dan pergerakan kompetitor. Memahami bagaimana brand lain mengembangkan strategi komunikasinya dapat memberikan insight berharga tentang pendekatan yang efektif maupun yang kurang berhasil.
  • Jangan ragu untuk bereksperimen dengan tone atau gaya baru yang lebih mencerminkan perkembangan brand Anda.
  • Tetaplah autentik sambil tetap fleksibel menghadapi perubahan. Dengan cara ini, Anda dapat mempertahankan koneksi yang kuat dengan audiens dan memastikan brand voice Anda terus relevan serta berdampak. tetap relevan dan mampu mengikuti perubahan tren serta preferensi pasar.

Baca Juga: 14 Cara Agar Bisnis Menonjol dari Pesaing

Contoh Brand Voice dari Perusahaan Besar

1. Slack: Jelas, Ringkas, dan Humanis

brand voice yang konsisten 1

Slack memiliki panduan brand voice yang humanis. Berkomunikasi dengan Slack terasa seperti berbicara kepada manusia.

Untuk sampai di tahap ini, Slack menjalankan berbagai upaya seperti:

  • Menciptakan prinsip penulisan sekaligus sebagai panduan untuk menulis copy yang merepresentasikan brand dengan tepat.
  • Menyelenggarakan sesi pelatihan khusus bagi 650 orang di departemen marketing agar memahami dan mampu menerapkan brand voice secara konsisten.

Tim Anda pun tidak bisa langsung menguasai brand voice dalam semalam. Selain menyusun panduan yang komprehensif, pertimbangkan pelatihan, edukasi, serta berbagi contoh nyata penerapan brand voice dalam berbagai situasi.

2. Uber: Lugas dan Langsung

Uber melakukan rebranding pada tahun 2018 dan memperbarui brand voice-nya. Kini, brand voice Uber menekankan “audience-first communication” dan bersifat lugas serta mudah dipahami.

Gaya komunikasi langsung ini terlihat dari cara Uber menjelaskan berbagai opsi perjalanan secara ringkas dan jelas kepada pelanggan.

Voice yang lugas ini sejalan dengan tujuan Uber untuk membuat perjalanan menjadi sesederhana mungkin.

Sebagai pelanggan, Anda ingin berpindah dari titik penjemputan ke tujuan dengan efisien. Gaya komunikasi Uber mencerminkan efisiensi tersebut. Pesannya langsung ke inti, tanpa bahasa yang bertele-tele.

3. Gojek: Dekat dan Ramah

Brand voice Gojek dikenal dekat dengan masyarakat, komunikatif, dan terasa “membumi”. Gojek tidak berbicara seperti korporasi yang kaku, tetapi seperti teman yang membantu menyelesaikan kebutuhan harian.

Berikut karakter utama brand voice Gojek:

  1. Ramah: Gojek menggunakan bahasa yang ringan, santai, dan sering kali memasukkan istilah sehari-hari yang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Mereka juga tidak terlalu formal.
  2. Solutif dan Praktis: Sebagai super app yang menyediakan berbagai layanan (transportasi, pesan antar makanan, pembayaran digital), Gojek menekankan pesan yang fokus pada solusi. Copy mereka biasanya langsung menekankan manfaat yang pelanggan dapatkan, seperti cepat, praktis, dan hemat.
  3. Optimis dan Memberdayakan: Gojek juga membawa semangat pemberdayaan, baik untuk mitra driver, UMKM, maupun pengguna. Narasinya sering menonjolkan dampak positif, pertumbuhan, dan kolaborasi.

Baca Juga: Brand Strategy: Pengertian, Manfaat, Tips, dan Contoh Suksesnya

Kesimpulan

Semakin konsisten brand voice Anda, semakin besar pula dampak positif yang bisa bisnis rasakan, mulai dari meningkatnya kepercayaan, loyalitas pelanggan, hingga pertumbuhan penjualan.

Brand voice adalah kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan identitas unik, misi, dan nilai inti yang membedakan Anda dari kompetitor.

Namun, konsistensi tidak hanya berlaku pada komunikasi pemasaran. Pengelolaan bisnis yang rapi dan profesional juga memperkuat citra brand Anda secara keseluruhan.

Gunakan software akuntansi cloud Kledo yang mengusung sistem keuangan yang terorganisir, laporan yang akurat, invocie yang bisa dikustomisasi dengan sentuhan brand Anda, hingga manajemen persediaan.

Yuk, coba Kledo lewat tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

four + seventeen =