Pengertian Arus Kas Investasi, Cara Hitung, dan Contohnya

arus kas investasi banner

Istilah “arus kas dari aktivitas investasi” merupakan bagian dari laporan arus kas yang mencatat jumlah uang yang diinvestasikan, tujuan investasi, dan hasil yang diperoleh dari investasi tersebut selama periode tertentu.

Beberapa contoh umum dari aktivitas investasi termasuk pembelian aset jangka panjang (juga dikenal sebagai belanja modal atau CapEx), merger & akuisisi, dan investasi dalam surat berharga.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.

Mengenal Apa itu Arus Kas Aktivitas Operasi

Arus kas dari aktivitas investasi adalah bagian dari laporan arus kas perusahaan Anda dan digunakan untuk menampilkan aktivitas investasi dan dampaknya terhadap arus kas. Pelajari cara menghitungnya untuk aktivitas ini.

Aktivitas investasi mengacu pada setiap transaksi yang secara langsung memengaruhi aset jangka panjang. Hal ini dapat mencakup pembelian gedung, penjualan peralatan, atau investasi saham.

Setelah selesai, aktivitas-aktivitas ini kemudian dilaporkan dalam laporan arus kas perusahaan.

Setiap kali pembelian aset jangka panjang terjadi, hal itu mengurangi arus kas perusahaan dari aset, sedangkan penjualan aset jangka panjang meningkatkan arus kas.

Baca juga: 24 KPI dan Metrik dalam Pengelolaan Arus Kas Bisnis

Lebih jauh tentang laporan arus kas

Semua laporan arus kas berisi bagian-bagian berikut:

Berikut adalah contoh arus kas dari Bank BRI:

arus kas investasi contoh bank BRI

Tidak seperti laporan keuangan lainnya, laporan arus kas hanya berkaitan dengan kas yang masuk dan keluar dari bisnis.

Laporan ini paling sering digunakan oleh pemilik bisnis dan investor untuk mengukur seberapa baik kas dikelola dari operasi sehari-hari, dari aktivitas investasi, serta aktivitas pendanaan.

Meskipun laporan arus kas mengukur dan melaporkan arus kas di seluruh perusahaan, laporan ini juga dapat menunjukkan area spesifik di mana arus kas mungkin menjadi masalah.

Sebagai contoh, jika Anda melihat laporan arus kas Bank BRI di atas, Anda akan melihat bahwa kas dari operasi adalah jumlah yang besar, sementara arus kas investasi ada nilai negatif.

Jika bisnis ini menggabungkan ketiga bagian tersebut, akan sulit untuk menentukan seberapa baik kinerja operasi inti atau apakah arus kas operasi positif atau negatif.

Format ini membantu menentukan bagaimana kinerja setiap bagian perusahaan, sehingga memungkinkan pemilik bisnis dan manajer untuk langsung mengatasi masalah arus kas.

Arus kas dari aktivitas investasi berhubungan dengan akuisisi atau pelepasan aset jangka panjang.

Karena aktivitas ini secara langsung memengaruhi arus kas, maka aktivitas ini selalu disertakan dalam bagian arus kas dari aktivitas investasi pada laporan arus kas perusahaan Anda.

Selain menjadi bagian dari laporan arus kas, total aset yang disesuaikan juga dilaporkan pada bagian tidak lancar dari neraca.

Selain itu, total pendapatan yang dilaporkan pada laporan laba rugi perusahaan Anda juga akan berdampak pada laporan arus kas Anda.

Mengenal aktivitas investasi dalam arus kas

Aktivitas investasi adalah akuisisi atau pelepasan aset jangka panjang. Hal ini dapat mencakup pembelian kendaraan perusahaan, penjualan gedung, atau pembelian surat berharga.

Karena item-item ini melibatkan penggunaan kas jangka panjang, maka item-item ini dilaporkan di bagian investasi dalam laporan arus kas.

Baca juga: Pahami Analisis Arus Kas (Cash Flow Analysis) untuk Bisnis

Cara Menghitung Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Menghitung arus kas dari aktivitas investasi dapat dilakukan secara otomatis jika Anda menggunakan software akuntansi seperti Kledo untuk mengelola dan mencatat aktivitas keuangan Anda.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba Kledo secara gratis selama 14 hari untuk proses pengelolaan dan pembuatan laporan arus kas melalui tautan pada gambar di bawah ini:

Banner 2 kledo

Jika Anda ingin melakukan penghitungan manual, Anda perlu menjumlahkan hasil penjualan aset jangka panjang atau uang yang diterima dari penjualan saham, obligasi, atau surat berharga lainnya.

Kemudian Anda akan mengurangi biaya pembelian aset jangka panjang seperti peralatan atau surat berharga. Total ini kemudian akan dilaporkan pada laporan arus kas perusahaan Anda.

Untuk rumusnya adalah sebagai berikut:

Arus Kas dari Aktivitas Investasi = Penjualan/(pembelian) Aset Jangka Panjang + Penjualan/(Pembelian) Efek-efek + Penjualan/(Pembelian) Usaha Lain

Baca juga: Pahami Aktivitas Operasi dari Arus Kas Berikut Ini

Contoh Aktivitas Investasi

arus kas investasi 2

Aktivitas investasi melibatkan transaksi yang menggunakan uang tunai dalam jangka panjang.

Karena pembelian tunai digunakan dalam jangka panjang, praktik akuntansi standar mengizinkan bisnis untuk mempertimbangkan pembelian aset sebagai investasi.

Sebagai contoh, David memiliki sebuah pabrik yang memproduksi komponen-komponen utama yang digunakan dalam pesawat terbang.

Karena pesanan telah meningkat pesat, David memutuskan untuk menjual pabrik yang ada saat ini dan membeli pabrik yang jauh lebih besar. Semua transaksi ini terjadi pada tahun 2023 dan akan tercermin dalam laporan arus kas perusahaan untuk periode tersebut.

Pembelian pabrik

David cukup beruntung karena dengan cepat menemukan pabrik untuk dibeli yang akan menampung bisnisnya secara memadai. Ia membeli bangunan tersebut pada bulan Maret 2023 dengan biaya 1,2 milyar.

Penjualan peralatan

Sebagian besar peralatan David saat ini telah digunakan sejak ia memulai bisnisnya 10 tahun yang lalu.

Daripada memindahkan peralatan lama, David memutuskan untuk menjual sebagian dan membeli peralatan baru yang lebih mutakhir.

Selama periode dua bulan, David menjual mesin cetak listrik, pemotong laser, mesin las, pemotong industri, dan mesin paku keling, dan menerima total 50.000.000 dari penjualan pada bulan April.

Baca juga: Perbedaan Kas Besar dan Kas Kecil yang Perlu Anda Ketahui

Pembelian peralatan

Setelah David pindah ke pabrik barunya, ia perlu membeli peralatan baru untuk menggantikan sebagian besar peralatan yang ia jual. Total biaya peralatan baru tersebut adalah 145.000.000.

Penjualan bangunan

Pada bulan Mei, David menjual bangunannya yang lama seharga 750.000.000, yang jauh lebih besar dari yang ia harapkan.

Pembelian surat berharga

Karena David menerima sejumlah uang tunai dari penjualan pabrik lama yang tidak ia duga, ia memutuskan untuk menginvestasikan sebagian uang tersebut dengan membeli saham, yang dapat dengan mudah dilikuidasi jika diperlukan.

Setelah melakukan riset, David membeli beberapa saham teknologi di bulan September seharga 40.000.000.

Investasi dalam bisnis kedua

Saudara laki-laki David memutuskan untuk membuka toko perangkat keras dan meminta David untuk menjadi mitranya.

Meskipun David menolak peran kemitraan penuh dalam bisnis saudaranya, ia menyetujui kemitraan 25%, dan memberi fsns kepada saudaranya di bulan Oktober sebesar 75.000.000 untuk menutupi investasinya.

Ketika David membuat laporan arus kas di akhir tahun, pos-pos berikut ini akan muncul di bagian aktivitas investasi pada laporan tersebut.

Aktivitas investasi 2023
Pembelian pabrik(1.200.000.000)
Penjualan peralatan50.000.000
Pembelian peralatan(145.000.000)
Penjualan pabrik lama750.000.000
Pembelian saham(40.000.000)
Investasi di mitra bisnis(75.000.000)
Net Cash dalam aktivitas investasi(660.000.000)

Meskipun angka arus kas negatif mungkin akan menjadi tanda bahaya jika berada di bagian operasi dari laporan arus kas, angka arus kas negatif di aktivitas investasi menunjukkan bahwa David berinvestasi di perusahaannya.

Dan dengan memisahkan arus kas aktivitas investasi, investor juga dapat melihat bahwa operasi bisnis inti yang diwakili di bagian aktivitas operasi baik-baik saja.

Baca juga: Perbedaan Transaksi Internal dan Eksternal dalam Akuntansi

Hal-hal yang Tidak Boleh Dimasukkan Saat Menghitung Arus Kas dari Aktivitas Investasi

arus kas investasi 1

Saat menghitung nilai dari investasi, sama pentingnya untuk memahami apa yang tidak boleh dimasukkan dalam perhitungan Anda.

  • Transaksi pemasukan dan pengeluaran rutin
  • Pembayaran bunga
  • Dividen
  • Penyusutan aset modal
  • Pembiayaan utang atau ekuitas

Karena transaksi-transaksi ini berdampak pada area lain dalam laporan arus kas, maka memasukkannya ke dalam bagian aktivitas investasi akan menghasilkan laporan arus kas yang memiliki informasi yang bias karena nilai yang lebih rendah atau lebih tinggi.

Contoh Arus Kas dari Investasi dan Cara Menganalisisnya

Gambar di bawah ini adalah contoh laporan arus kas dari perusahaan Bank BRI tbk.

arus kas investasi contoh bank BRI

Untuk laporan keuangan lengkapnya, Anda bisa mengaksesnya melalui tautan ini.

Dari laporan keuangan lengkap di atas kami sudah melakukan analisis dimana arus kas investasi Bank BRI negatif selama periode yang dianalisis (di tahun 2022).

Hal ini menunjukkan bahwa Bank BRI mengeluarkan lebih banyak uang untuk investasinya daripada yang dihasilkannya dari investasinya.

Arus kas investasi yang negatif Bank BRI disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Bank BRI melakukan ekspansi bisnis, yang membutuhkan investasi dalam aset produktif, seperti kredit dan surat berharga.
  • Bank BRI juga melakukan investasi dalam teknologi, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya.
  • Bank BRI juga melakukan investasi dalam penelitian dan pengembangan, yang bertujuan untuk mengembangkan produk dan layanan baru.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, arus kas investasi negatif tidak selalu merupakan tanda yang buruk. Jadi meskipun nilainya negatif, hal ini dapat menunjukkan bahwa Bank BRI sedang berinvestasi untuk pertumbuhannya di masa depan.

Baca juga: Mengenal Days Payable Outstanding (DPO) dalam Manajemen Arus Kas

Kesimpulan

Baik Anda mengelola akuntansi untuk bisnis kecil atau perusahaan internasional, arus kas dari aktivitas investasi penting untuk berbagai alasan.

Misalnya, jika Anda menghabiskan banyak uang untuk membeli aset jangka panjang seperti yang dilakukan perusahaan David dalam contoh di atas, pembelian ini dapat merusak arus kas total jika tidak dipisahkan dari aktivitas operasi dan pendanaan.

Meskipun arus kas negatif dalam aktivitas operasi dapat menyebabkan kekhawatiran, dalam banyak kasus, arus kas negatif dalam aktivitas investasi dapat mengurangi arus kas hanya untuk sementara waktu (dan akan memberikan nilai positf kedepannya).

Jadi, hal ini hampir selalu dilihat sebagai investasi yang layak dalam bisnis Anda dalam jangka pendek sambil membantu mengembangkan bisnis Anda dalam jangka panjang, contohnya dengan apa yang dilakukan oleh Bank BRI.

Lalu, pastikan Anda mengetahui kesehatan arus kas dalam bisnis Anda secara mendalam menggunakan sistem modern yang mudah digunakan seperti software akuntansi Kledo.

Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 55.000 pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis dalam proses pembukuan yang lebih mudah dan praktis.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui tautan ini.

sugi priharto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 11 =