Cara Mengelola Banyak Akun Marketplace agar Operasional Efisien

cara mengelola banyak akun marketplace banner

Jika Anda berjualan secara online, kemungkinan Anda mengelola banyak akun marketplace atau platform e-commerce sekaligus.

Mulai dari Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, sampai Bukalapak, setiap platform memiliki algoritma, audiens, dan karakteristik pembeli yang berbeda-beda.

Tapi, hadir di beberapa platform sekaligus berarti Anda juga harus mengelola stok, pesanan, harga, dan promosi di masing-masing akun. Bukankah itu berat?

Artikel ini akan membagikan cara mengelola banyak akun marketplace sekaligus agar operasional bisnis Anda tetap efisien.

Mengapa Banyak Pebisnis Memiliki Lebih dari Satu Akun Marketplace?

Ada beberapa alasan utama mengapa pebisnis memilih untuk mengoperasikan lebih dari satu akun marketplace:

  • Menjangkau lebih banyak pelanggan: Setiap marketplace memiliki basis pengguna yang tidak selalu tumpang tindih. Bisnis yang hadir di beberapa platform sekaligus bisa memperluas jangkauan pasar tanpa harus bergantung pada satu sumber traffic saja.
  • Memisahkan kategori produk: Pebisnis yang menjual produk dengan kategori berbeda, misalnya elektronik dan fashion, kadang memilih membuat toko terpisah agar tampilan toko tampak lebih profesional di mata pembeli.
  • Strategi branding: Beberapa pebisnis membuat akun berbeda untuk segmen pasar yang berbeda, misalnya satu akun untuk produk premium dan satu akun lain untuk produk ekonomis, agar positioning merek tidak saling mengganggu.
  • Mengelola beberapa merek: Pebisnis yang memiliki lebih dari satu merek produk umumnya membuat akun toko tersendiri untuk masing-masing merek demi menjaga identitas dan konsistensi visual setiap merek.
kledo banner 3

Baca Juga: Perbedaan E-commerce dan Marketplace yang Harus Anda Tahu

Apa Tantangan Mengelola Banyak Akun Marketplace?

stock opname partial 1

Semakin banyak akun marketplace yang dikelola, semakin kompleks operasional yang harus ditangani.

Berikut adalah tantangan-tantangan utama dalam mengelola banyak akun marketplace, yang mungkin sudah Anda rasakan:

1. Jumlah stok yang tidak sinkron antar marketplace

Ketika Anda menjual satu produk yang sama di beberapa marketplace sekaligus, berarti setiap transaksi di satu platform harus langsung tercermin di platform lainnya.

Jika tidak begitu, nanti akan terjadi ketidaksesuaian data. Misalnya, stok tersisa 1 unit, lalu dibeli di platform B. Jika tidak segera diperbarui di semua sistem, bisa saja ada pembeli di platform A yang membelinya padahal stoknya sudah tidak ada.

2. Risiko overselling

Overselling adalah kondisi di mana jumlah pesanan yang masuk melebihi stok yang tersedia. Ini adalah dampak langsung dari sinkronisasi stok yang tidak akurat.

Selain mengecewakan pembeli, overselling bisa berujung pada pembatalan pesanan, penurunan rating toko, bahkan penalti dari pihak marketplace.

Semakin banyak akun yang Anda kelola secara manual, semakin tinggi risiko ini terjadi.

3. Kesulitan mengelola pesanan

Setiap marketplace memiliki antarmuka dan sistem pengelolaan pesanan yang berbeda.

Ketika pesanan datang dari Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop secara bersamaan, penjual harus berpindah-pindah aplikasi atau tab browser untuk memproses setiap pesanan.

Ini memakan waktu, meningkatkan risiko pesanan terlewat, dan membuat proses packing serta pengiriman menjadi lebih rentan terhadap kesalahan.

Baca Juga: Aplikasi Integrasi Marketplace: Solusi Kelola Banyak Toko Online dalam Satu Dashboard

4. Mengelola harga dan promo yang berbeda

Setiap marketplace memiliki kebijakan, mekanisme, dan jadwal promosi yang berbeda-beda.

Penjual harus memantau dan mengatur harga secara terpisah di setiap platform agar tetap kompetitif, sekaligus memastikan harga tidak saling “kanibal” antar toko milik sendiri.

Selain itu, kesalahan penetapan harga bisa membuat margin keuntungan terkikis tanpa disadari.

5. Sulitnya memantau performa masing-masing toko

Penjual perlu memantau metrik performa seperti jumlah pengunjung, tingkat konversi, produk terlaris, dan rating toko di masing-masing platform.

Masalahnya, setiap marketplace menyajikan data ini dalam format dan dashboard yang berbeda.

Mengumpulkan data dari semua platform lalu membandingkannya secara manual membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra.

6. Pengelolaan laporan penjualan

Di akhir periode, pebisnis perlu merekap seluruh penjualan untuk keperluan pembukuan, perhitungan pajak, dan evaluasi bisnis.

Namun setiap marketplace menghasilkan laporan dalam format yang berbeda. Menggabungkan laporan dari enam platform secara manual ke dalam satu rekap yang rapi adalah pekerjaan yang memakan banyak waktu, terutama jika volume transaksi sudah cukup tinggi.

Baca Juga: Contoh Pembukuan Sederhana Online Shop, Format, dan Tipsnya

Cara Mengelola Banyak Akun Marketplace Sekaligus

cara mengelola banyak akun marketplace 1

Tantangan mengelola banyak akun marketplace sebenarnya bisa diminimalisir jika pebisnis menerapkan sistem dan alat yang tepat.

Berikut adalah pendekatan yang bisa Anda gunakan:

1. Gunakan software akuntansi yang terintegrasi dengan marketplace

Salah satu langkah paling efektif untuk mengelola banyak akun marketplace adalah menghubungkan semua akun ke dalam satu sistem pencatatan terpusat.

Jadi, daripada mencatat transaksi secara manual satu per satu dari setiap platform, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi yang memiliki fitur integrasi marketplace.

Kledo, misalnya, memiliki fitur Marketplace Connect yang memungkinkan data transaksi dari marketplace ditarik secara otomatis ke dalam sistem Kledo.

Setiap kali terjadi penjualan di marketplace, sistem akan langsung mencatat transaksi tersebut di Kledo sekaligus mengurangi jumlah stok secara otomatis, selama SKU produknya sudah sesuai.

2. Otomatiskan pencatatan transaksi

Mencatat setiap transaksi dari banyak marketplace secara manual adalah pekerjaan yang menyita waktu dan rawan kesalahan.

Solusinya adalah mengotomatiskan proses ini. Banyak software akuntansi modern kini sudah mendukung integrasi langsung dengan marketplace, sehingga setiap transaksi yang terjadi di platform bisa langsung tercatat di sistem tanpa perlu input manual satu per satu.

Dengan mengaktifkan fitur Marketplace Connect di Kledo, sistem akan secara otomatis menarik data transaksi yang terjadi di marketplace tanpa perlu input manual satu per satu.

Ini berarti Anda tidak perlu lagi membuka dashboard setiap marketplace hanya untuk memindahkan data ke catatan keuangan. Semua transaksi masuk tercatat di satu tempat, lebih rapi, dan lebih mudah ditelusuri.

3. Kelola stok gudang dari satu sistem

Memantau stok secara manual di banyak platform sekaligus adalah pekerjaan yang melelahkan.

Cara yang lebih efektif adalah memusatkan pengelolaan stok di satu sistem, lalu membiarkan sistem tersebut yang menyesuaikan jumlah stok setiap kali ada transaksi masuk.

Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu membuka marketplace dan menyesuaikannya di sistem bergantian terus menerus.

Di Kledo, setiap transaksi yang berhasil ditarik dari marketplace akan langsung mengurangi stok di gudang secara otomatis, selama SKU produknya sudah diseragamkan.

Namun, saat ini integrasi Kledo dengan marketplace masih bersifat satu arah, yang artinya jika ada penjualan di luar marketplace, stok di sisi marketplace perlu diperbarui secara manual.

4. Cara menangani retur barang dengan prosedur yang jelas

Retur barang adalah hal yang tak terhindarkan dalam transaksi jual beli secara online.

Masalahnya, tanpa alur yang jelas, retur bisa mengacaukan catatan stok dan laporan keuangan sekaligus. Bisa jadi Anda terlupa untuk menyesuaikan stok yang sudah dikembalikan.

Hal pertama yang perlu ditetapkan adalah prosedur internal yang konsisten: siapa yang menerima barang retur, bagaimana stok dikembalikan ke sistem, dan bagaimana refund dicatat agar tidak mengganggu laporan pendapatan.

Di Kledo, retur bisa dicatat langsung melalui alur berikut:

  1. Masuk ke Menu Penjualan → Tagihan
  2. Pilih transaksi yang ingin diretur
  3. Klik ikon titik tiga, lalu pilih Retur
  4. Input jumlah barang yang dikembalikan

Untuk mencatat refund:

  1. Buka halaman Detail Retur
  2. Temukan credit memo yang terbentuk otomatis
  3. Input pembayaran refund di bagian tersebut

Dengan alur yang terstandarisasi seperti ini, setiap retur tercatat dengan benar dan tidak mengganggu gambaran keuangan keseluruhan.

Baca Juga: Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah

5. Tetapkan sistem harga yang konsisten di setiap platform

Salah satu cara paling mendasar untuk membantu Anda mengelola marketplace adalah menetapkan kebijakan harga internal yang jelas.

Seperti yang kita tahu, marketplace memiliki program promo dan aturan komisi yang bisa berubah-ubah.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Harga dasar (base price) untuk setiap produk, sudah memperhitungkan HPP dan margin minimum
  • Kebijakan harga antar platform: Apakah semua marketplace harus sama, atau boleh ada penyesuaian tergantung biaya komisi masing-masing
  • Batas diskon maksimal yang masih menguntungkan, agar tidak asal ikut flash sale tanpa menghitung margin terlebih dahulu

6. Buat jadwal pemantauan toko yang rutin

Memantau banyak toko sekaligus akan terasa melelahkan jika hanya dilakukan secara reaktif. Maksudnya adalah, baru bertindak setelah masalah sudah terjadi.

Misalnya, baru sadar stok habis setelah ada pembeli yang komplain, atau baru tahu ada ulasan bintang satu setelah beberapa hari berlalu.

Pendekatan yang lebih baik adalah seperti ini:

  • Harian: cek pesanan masuk, stok yang mulai menipis, dan pesan pelanggan yang belum dibalas
  • Mingguan: evaluasi performa iklan, produk dengan konversi rendah, dan ulasan negatif baru
  • Bulanan: bandingkan performa antar platform, identifikasi produk terlaris, dan sesuaikan strategi promosi untuk bulan berikutnya

7. Standardisasi SKU produk di semua marketplace

SKU yang tidak konsisten antar platform akan menyebabkan sistem kesulitan mencocokkan produk yang sama, sehingga pencatatan stok dan transaksi bisa kacau.

Jadi, pastikan Anda sudah membuat daftar master SKU untuk semua produk dan menyamakan kode SKU tersebut di setiap akun marketplace.

Jangan mengandalkan nama produk sebagai pengganti SKU, karena penulisan nama bisa berbeda-beda antar platform

Baca Juga: Kesulitan Mengelola Stok Ribuan SKU? Terapkan 6 Tips Ini!

Tools yang Membantu Mengelola Banyak Akun Marketplace

cara mengelola banyak akun marketplace 2

Selain membangun sistem dan prosedur internal, ada berbagai kategori tools yang bisa membantu Anda mengelola banyak akun marketplace dengan lebih efisien.

Masing-masing tools punya fokus yang berbeda, dan Anda tidak perlu menggunakan semuanya sekaligus.

1. Software akuntansi

Software akuntansi adalah tools yang menangani pencatatan keuangan dan pelaporan bisnis secara keseluruhan.

Di antara semua tools yang disebutkan, software akuntansi punya cakupan yang paling luas karena menyentuh hampir semua aspek keuangan bisnis, bukan hanya penjualan, tapi juga pembelian, biaya operasional, pajak, dan laporan laba rugi.

Ketika software akuntansi sudah terintegrasi dengan marketplace, semua penjualan dari marketplace langsung masuk ke sistem pencatatan keuangan.

Dengan begitu, penyusunan laporan keuangan pun menjadi lebih mudah karena software sudah punya semua data transaksi.

2. Software omnichannel

Ini adalah tools yang dirancang untuk menyatukan semua channel penjualan dalam satu dashboard.

Dengan tools ini, Anda bisa memantau pesanan, stok, dan komunikasi pelanggan dari berbagai marketplac, bahkan termasuk toko fisik atau website sendir, tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.

Tools ini cocok untuk bisnis yang sudah berjualan di banyak platform sekaligus dan mulai kesulitan mengkoordinasikan operasional antar channel.

3. Sistem manajemen inventaris

Sistem manajemen inventaris adalah tools yang khusus menangani pengelolaan stok secara terpusat.

Fungsi utamanya adalah memastikan jumlah stok yang tercatat di semua platform selalu akurat dan terupdate secara real-time setiap kali ada transaksi masuk.

Beberapa fitur yang biasanya tersedia di tools ini antara lain:

  • Peringatan otomatis ketika stok mendekati batas minimum
  • Pencatatan stok masuk dari supplier
  • Pelacakan perpindahan barang antar gudang
  • Laporan stok yang bisa diekspor untuk keperluan audit

Tools ini terutama berguna untuk bisnis dengan jumlah SKU yang banyak atau yang menyimpan stok di lebih dari satu lokasi gudang.

Beberapa software akuntansi biasanya sudah dilengkapi dengan fitur manajemen inventaris ini, termasuk Kledo yang memungkinkan Anda mencatat stok masuk dari supplier, memantau jumlah stok, dan juga membuat laporannya.

4. Customer Relationship Management (CRM)

CRM adalah tools yang membantu bisnis mengelola hubungan dan data pelanggan secara terstruktur.

CRM biasanya digunakan untuk mencatat pelanggan dari channel penjualan di luar marketplace seperti website sendiri, WhatsApp, atau media sosial.


Secara umum, tidak semua bisnis perlu menggunakan semua tools di atas sekaligus. Bisnis yang baru mulai berjualan di 2 atau 3 marketplace sudah cukup dengan software akuntansi yang terintegrasi.

Tools lain seperti CRM biasanya mulai digunakan ketika volume transaksi sudah cukup besar dan tim sudah berkembang.

Baca Juga: Customer Relationship Management: Pengertian, Manfaat, dan Strateginya

Kesimpulan

Mengelola banyak akun marketplace itu tidak harus rumit. Jika Anda sudah punya proses yang terstruktur, menyinkronkan stok dengan sistem, dan memiliki sistem yang mampu mengelola stok dan laporan, Anda sudah bisa mengurangi pekerjaan manual sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Mulailah dengan mengevaluasi alur kerja yang saat ini digunakan. Identifikasi proses yang masih dilakukan secara manual, seperti pembaruan stok, pengelolaan pesanan, atau pemantauan performa toko.

Setelah itu, pertimbangkan penggunaan solusi yang dapat mengotomatiskan proses-proses tersebut agar bisnis lebih siap menangani pertumbuhan penjualan.

Gunakan tool software akuntansi Kledo jika Anda ingin mengotomatiskan pencatatan transaksi sambil terintegrasi dengan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta membuat laporan keuangan yang lebih akurat, cepat, dan otomatis.

Coba Kledo sekarang di tautan ini dan rasakan manfaatnya sendiri.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

1 + 13 =