Apa Itu Dividen Saham? Pencatatannya dalam Akuntansi

dividen saham banner

Dividen saham adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Dividen saham diberikan dalam bentuk saham baru, sementara dividen tunai diberikan dalam bentuk uang. Keduanya punya dampak yang berbeda terhadap kas perusahaan.

Keputusan membagikan dividen saham ini bisa menjadi bagian dari strategi keuangan perusahaan, terutama terkait likuiditas, laba ditahan, dan perencanaan investasi/ekspansi.

Artikel ini akan membahas apa itu dividen saham, tujuan perusahaan membagikannya, dampaknya terhadap laporan keuangan dan pencatatan akuntansinya.

Apa Itu Dividen Saham?

Dividen saham (stock dividend) adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk saham tambahan, bukan uang tunai.

Perusahaan menerbitkan saham baru yang kemudian didistribusikan kepada pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka.

Jika seorang investor sebelumnya memiliki 5% dari seluruh saham beredar, setelah pembagian dividen saham ia tetap memiliki sekitar 5%, meskipun jumlah lembar saham yang dimilikinya bertambah.

Dividen saham dalam perspektif akuntansi

Dari perspektif akuntansi, dividen saham adalah pendistribusian tambahan saham kepada para pemegang saham tanpa adanya penerimaan kas atau aset lain oleh perusahaan.

Transaksi ini hanya mereklasifikasi bagian akun ekuitas pemegang saham, tapi total nilai ekuitas perusahaan tetap tidak berubah.

Pembagian dividen saham tidak menimbulkan beban maupun kewajiban yang mengurangi aset perusahaan.

Perusahaan hanya memindahkan sebagian saldo laba ditahan ke akun modal saham dan, jika relevan, meningkatkan tambahan modal.

kledo banner 1

Baca Juga: Jadi Idaman Investor, Ini Pengertian Dividen yang Wajib Diketahui!

Apa Tujuan Perusahaan Membagikan Dividen Saham?

1. Menjaga arus kas perusahaan

Salah satu alasan utama perusahaan membagikan stock dividend adalah untuk menjaga arus kas tetap sehat.

Berbeda dengan dividen tunai yang mengharuskan perusahaan mengeluarkan uang, stock dividend diberikan dalam bentuk saham tambahan kepada pemegang saham.

Dengan cara ini, perusahaan dapat tetap memberikan imbal hasil kepada investor tanpa mengurangi saldo kas.

Dana yang tersedia pun dapat dialokasikan untuk kebutuhan operasional, pembayaran utang, investasi, atau proyek strategis lainnya.

2. Memberikan nilai tambah kepada pemegang saham

Pembagian stock dividendj uga bertujuan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham karena investor mendapat tambahan jumlah saham tanpa perlu membeli lagi.

Meskipun tidak langsung menerima uang tunai, pemegang saham memiliki peluang memperoleh keuntungan di masa depan apabila nilai saham perusahaan meningkat atau perusahaan membagikan dividen tunai pada periode berikutnya.

3. Mendukung ekspansi bisnis

Dengan tidak mengeluarkan kas untuk membayar dividen, perusahaan memiliki lebih banyak dana untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti membuka cabang baru, meningkatkan kapasitas produksi, atau mengembangkan produk.

Biasanya, perusahaan yang masih dalam fase pertumbuhan memilih stock dividend karena mereka membutuhkan modal untuk percepatan ekspansi.

4. Menjaga struktur modal

Pembagian stock dividend juga dapat membantu perusahaan mempertahankan struktur modal yang lebih seimbang.

Karena laba ditahan tidak dibayarkan dalam bentuk kas, perusahaan dapat menjaga posisi likuiditas sekaligus mempertahankan modal yang dimiliki.

Baca Juga: Jurnal Pembagian Dividen: Arti, Jenis, Cara Mencatat, dan Contoh Soal

Apa Perbedaan Dividen Saham dan Dividen Tunai?

Meskipun sama-sama merupakan bentuk pembagian keuntungan kepada pemegang saham, dividen saham dan dividen tunai memiliki mekanisme serta dampak yang berbeda bagi perusahaan maupun investor.

Aspek Dividen Saham Dividen Tunai
Bentuk pembagian Saham tambahan kepada pemegang saham. Uang tunai yang dibayarkan kepada pemegang saham.
Pengaruh terhadap kas Tidak mengurangi kas perusahaan. Mengurangi kas perusahaan karena ada pembayaran tunai.
Jumlah saham Jumlah saham yang dimiliki investor bertambah. Jumlah saham tetap.
Kepemilikan Persentase kepemilikan umumnya tetap karena seluruh pemegang saham menerima tambahan secara proporsional. Persentase kepemilikan tidak berubah karena tidak ada penambahan saham.
Dampak akuntansi Terjadi reklasifikasi dari laba ditahan ke modal saham dan/atau agio saham sesuai ketentuan yang berlaku. Laba ditahan dan kas perusahaan berkurang saat dividen dibayarkan.
Dampak bagi investor Mendapat tambahan saham dengan potensi keuntungan jika harga saham meningkat. Menerima pendapatan tunai yang dapat langsung digunakan atau diinvestasikan kembali.
Kapan digunakan Umumnya dipilih ketika perusahaan ingin mempertahankan likuiditas namun tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Umumnya diberikan ketika perusahaan memiliki arus kas yang kuat dan ingin membagikan sebagian laba dalam bentuk uang tunai.

Perbedaan utama keduanya terletak pada bentuk manfaat yang diterima investor dan dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Dividen tunai memberikan keuntungan yang langsung dapat dinikmati pemegang saham, tetapi mengurangi kas perusahaan.

Sebaliknya, dividen saham tidak memberikan uang tunai secara langsung, namun menambah jumlah saham yang dimiliki investor tanpa mengurangi kas perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan akan memilih jenis dividen yang paling sesuai dengan kondisi keuangan, kebutuhan pendanaan, dan strategi bisnis yang sedang dijalankan.

Baca Juga: Ekuitas Pemegang Saham: Arti, Komponen, Contoh, dan Laporannya

Bagaimana Cara Menghitung Dividen Saham?

apa itu dividen saham 2

Menghitung stock dividend sebenarnya cukup sederhana. Investor hanya perlu mengetahui jumlah saham yang dimiliki dan persentase yang diumumkan oleh perusahaan.

Rumus dasar

Jumlah saham yang diterima = Jumlah saham yang dimiliki × Persentase dividen saham

Pastikan persentase dividen diubah ke bentuk desimal saat melakukan perhitungan. Misalnya:

  • Dividen saham 5% = 0,05
  • Dividen saham 10% = 0,10
  • Dividen saham 20% = 0,20

Contoh sederhana

Misalkan sebuah perusahaan mengumumkan pembagian stock dividend sebesar 10%.

Informasi yang dimiliki investor:

  • Jumlah saham yang dimiliki: 1.000 lembar
  • Persentase dividen saham: 10%

Maka perhitungannya adalah: Jumlah saham yang diterima = 1.000 × 10% = 100 lembar saham

Artinya, investor akan memperoleh 100 lembar saham tambahan. Setelah pembagian dividen selesai, total kepemilikan saham investor menjadi:

  • Saham awal: 1.000 lembar
  • Dividen saham: 100 lembar
  • Total saham setelah pembagian: 1.100 lembar

Meskipun jumlah saham yang dimiliki investor bertambah, nilai investasi tidak otomatis meningkat.

Setelah pembagian stock dividend, harga per lembar saham umumnya akan disesuaikan oleh pasar sehingga nilai total kepemilikan investor pada saat pembagian relatif tetap.

Keuntungan baru akan diperoleh apabila harga saham meningkat di masa mendatang atau perusahaan menghasilkan kinerja yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Menghitung Laba Ditahan, Rumus, dan Contohnya

Bagaimana Pencatatan Akuntansi Dividen Saham?

apa itu dividen saham 1

Dalam akuntansi, stock dividend dicatat sebagai perpindahan nilai di dalam ekuitas, bukan sebagai beban maupun pengeluaran kas.

Artinya, pembagian stock dividend tidak mengurangi aset perusahaan, tetapi mengalihkan sebagian saldo laba ditahan menjadi modal saham.

Bagi perusahaan, pencatatan ini penting agar laporan keuangan tetap mencerminkan perubahan struktur ekuitas secara akurat.

Kapan dividen saham diakui?

Stock dividend diakui ketika dewan direksi atau RUPS menetapkan pembagian dividen saham melalui tanggal deklarasi secara resmi.

Pada saat itulah perusahaan memiliki kewajiban untuk menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham yang berhak.

Ketika saham benar-benar diterbitkan pada tanggal distribusi, akun stock dividend yang akan didistribusikan dipindahkan menjadi modal saham sehingga proses pembagian dividen selesai dicatat.

Jurnal dividen saham

Pencatatan stock dividend dapat berbeda tergantung besarnya dividen dan kebijakan akuntansi perusahaan.

Namun, secara umum alurnya terdiri atas dua tahap, yaitu saat deklarasi dan saat distribusi.

– Contoh jurnal saat deklarasi

Misalkan perusahaan membagikan stock dividend senilai Rp100.000.000 dengan nilai nominal saham Rp50.000.000 dan sisanya dicatat sebagai agio saham.

Akun Debit Kredit
Laba Ditahan Rp100.000.000
Dividen Saham yang Akan Didistribusikan Rp50.000.000
Agio Saham Rp50.000.000

– Contoh jurnal saat distribusi

Ketika saham telah diterbitkan kepada para pemegang saham, jurnalnya menjadi:

Akun Debit Kredit
Dividen Saham yang Akan Didistribusikan Rp50.000.000
Modal Saham Rp50.000.000

Akun yang terpengaruh

Beberapa akun yang umumnya terpengaruh dalam pencatatan dividen saham meliputi:

  1. Laba ditahan: Laba ditahan berkurang sebesar nilai dividen saham yang dibagikan. Pengurangan ini menunjukkan bahwa sebagian laba perusahaan dialokasikan menjadi bagian dari modal pemegang saham.
  2. Modal saham: Modal saham bertambah sebesar nilai nominal saham baru yang diterbitkan kepada pemegang saham.
  3. Agio saham (jika ada): Apabila nilai dividen saham melebihi nilai nominal saham yang diterbitkan, selisihnya dicatat sebagai agio saham atau tambahan modal disetor. Akun ini juga merupakan bagian dari ekuitas perusahaan.

Baca Juga: Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

Bagaimana Pengaruh Pembagian Dividen Saham terhadap Laporan Keuangan?

apa itu dividen saham 3

Berbeda dengan dividen tunai, pembagian stock dividend tidak mengurangi kas maupun total aset perusahaan.

Dampaknya hanya berupa perubahan komposisi akun-akun dalam ekuitas. Oleh karena itu, total aset, total liabilitas, dan total ekuitas secara keseluruhan tetap sama.

Secara umum, pengaruhnya dapat dilihat pada beberapa komponen laporan keuangan berikut.

1. Neraca

Pada neraca, pembagian dividen saham menyebabkan terjadinya reklasifikasi dalam bagian ekuitas, sehingga efeknya sebagai berikut:

  • Saldo laba ditahan berkurang.
  • Modal saham bertambah sesuai nilai nominal saham yang diterbitkan.
  • Agio saham (tambahan modal disetor) bertambah apabila saham dicatat di atas nilai nominal.
  • Total aset, liabilitas, dan total ekuitas tidak berubah.

Sebagai contoh, jika perusahaan mengalihkan Rp100 juta dari laba ditahan menjadi modal saham dan agio saham, maka total ekuitas tetap Rp100 juta.

Yang berubah hanyalah komposisi akun di dalamnya.

2. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang paling jelas menunjukkan dampak stock dividend.

Dari laporan ini, juga pembaca bisa mengetahui bahwa perusahaan membagikan dividen dalam bentuk saham, bukan kas.

3. Laporan Arus Kas

Karena tidak ada pembayaran dalam bentuk uang tunai, stock dividend tidak menimbulkan arus kas keluar.

Artinya, laporan arus kas tidak menunjukkan aktivitas pembayaran dividen sebagaimana yang terjadi pada dividen tunai.

4. Laporan Laba Rugi

Pembagian dividen saham tidak memengaruhi laba bersih perusahaan.

Dividen bukan merupakan beban operasional maupun beban lain yang diakui dalam laporan laba rugi.

Laba bersih tetap sama karena pembagian dividen dilakukan setelah perusahaan memperoleh laba dan hanya mengubah alokasi ekuitas.

5. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Perusahaan umumnya mengungkapkan informasi mengenai pembagian dividen saham dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).

Informasi yang disajikan biasanya meliputi

  • Dasar dan keputusan pembagian dividen saham
  • Persentase dividen saham yang dibagikan
  • Jumlah saham baru yang diterbitkan
  • Tanggal deklarasi dan tanggal distribusi
  • Dampak terhadap akun-akun ekuitas.

Pengungkapan ini membantu investor, kreditur, dan pihak berkepentingan lainnya memahami perubahan struktur modal perusahaan.

Ringkasan dampak dividen saham terhadap laporan keuangan

Laporan Keuangan Dampak
Neraca Laba ditahan berkurang, modal saham dan agio saham bertambah, total ekuitas tetap.
Laporan Perubahan Ekuitas Menunjukkan reklasifikasi dari laba ditahan ke modal saham dan agio saham.
Laporan Laba Rugi Tidak terpengaruh karena dividen bukan merupakan beban.
Laporan Arus Kas Tidak ada arus kas keluar karena tidak ada pembayaran tunai.
Catatan atas Laporan Keuangan Mengungkapkan rincian pembagian dividen saham dan dampaknya terhadap ekuitas.

Secara keseluruhan, pembagian stock dividend lebih banyak memengaruhi struktur ekuitas daripada kondisi keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan tetap dapat mempertahankan kas untuk mendukung operasional dan investasi, sekaligus memberikan tambahan kepemilikan saham kepada para pemegang saham.

Baca Juga: Bagaimana Hubungan Antar Laporan Keuangan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kesimpulan

Dividen saham merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham tanpa mengurangi kas yang dimiliki.

Namun, di balik proses tersebut terdapat berbagai aspek yang perlu dikelola dengan baik, mulai dari perhitungan jumlah saham yang dibagikan, pencatatan jurnal akuntansi, hingga penyajian dampaknya pada laporan keuangan.

Agar setiap transaksi terkait ekuitas tercatat secara akurat dan sesuai standar akuntansi, perusahaan memerlukan sistem pencatatan yang andal.

Dengan software akuntansi seperti Kledo, Anda dapat mengelola jurnal, menyusun laporan keuangan, serta memperoleh laporan bisnis secara otomatis dan real-time.

Jika Anda ingin mengelola keuangan perusahaan dengan lebih mudah dan profesional, coba Kledo secara gratis dan rasakan kemudahan dalam mengelola seluruh proses akuntansi bisnis, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

eighteen − 5 =