Planogram adalah layout visual yang menunjukkan bagaimana barang dagangan akan ditampilkan di toko.
Dengan planogram, Anda bisa merencanakan display dan posisi produk yang paling strategis, sehingga bisa memaksimalkan penjualan dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Planogram digunakan di berbagai toko, seperti minimarket, fashion, apotek, dan masih banyak lagi.
Artikel ini akan menunjukkan contoh planogram untuk berbagai bisnis, prinsip membuat planogram yang efektif dan tipsnya.
Contoh Planogram Berdasarkan Jenis Toko
Contoh Planogram Fashion
Planogram fashion berisi pedoman penempatan pakaian, alas kaki, dan aksesoris berdasarkan tema, warna, gaya, kategori produk, atau tren musiman.
Misalnya, pakaian dapat dipajang bersama aksesoris atau sepatu yang serasi untuk menginspirasi pelanggan membeli lebih dari satu produk.

Contoh planogram apotek

Pada planogram ini, produk disusun secara horizontal berdasarkan kategori dan merek. Setiap kategori memiliki area khusus sehingga pelanggan dapat menemukan produk yang mereka butuhkan dengan lebih cepat.
Barang dikelompokkan berdasarkan manfaat produk, misalnya obat flu dan batuk dalam satu blok. Obat nyeri dan demam dalam satu blok.
Contoh planogram retail FMCG

Di contoh planogram di atas, rak dibagi menjadi 5 tingkatan dengan tingkatan berbeda, dan setiap tingkat diisi oleh kategori produk yang berbeda.
Rak 1 (40 cm)
Ini adalah rak yang sejajar dengan mata pembeli dewasa. Barang-barang yang ada di sini paling mudah terlihat oleh pelanggan.
Anda bisa menempatkan produk dengan margin tinggi atau produk unggulan yang ingin Anda tonjolkan.
Rak 2 (25 cm)
Rak kedua berisi berbagai saus, bumbu, dan produk pelengkap masakan.
Barang-barang ini ditempatkan dekat dengan minyak atau bahan memasak untuk mendorong pembelian terkait (cross-selling).
Rak 3 (26 cm)
Rak ini berisi pasta, makanan kering, atau produk gourmet dalam kemasan kotak dan jar.
Penataannya menggunakan pendekatan kategori sehingga pelanggan dapat membandingkan produk dengan mudah.
Rak 4 (23 cm)
Bagian ini tampak berisi selai, saus oles, dan produk makanan dalam kemasan kaca.
Produk dengan ukuran dan bentuk serupa dikelompokkan untuk menciptakan tampilan yang rapi.
Rak 5 (23 cm)
Berisi produk kemasan besar seperti saus tomat, bahan makanan kaleng, atau produk dengan bobot lebih tinggi.
Produk-produk ini ditempatkan di rak bawah karena lebih aman dan mudah diambil pelanggan.
Contoh planogram produk skincare

Gambar di atas adalah contoh planogram produk skincare yang mengelompokkan produk berdasarkan fungsi perawatan kulit, mulai dari pembersih wajah, toner, serum, hingga moisturizer.
Produk dari merek yang sama ditempatkan dalam satu area untuk memudahkan pelanggan membandingkan varian, sementara produk unggulan ditempatkan pada rak setinggi mata agar mendapatkan visibilitas maksimal.
Pendekatan ini membantu meningkatkan pengalaman berbelanja sekaligus mengoptimalkan penjualan kategori skincare.
Baca Juga: 15 KPI Bisnis Retail Terpenting Yang Harus Anda Ketahui
7 Prinsip Visual Merchandising yang Efektif
Keberhasilan sebuah planogram tidak hanya ditentukan oleh penempatan produk, tetapi juga oleh penerapan prinsip-prinsip visual merchandising yang tepat.
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, Anda bisa menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan peluang penjualan.
1. Continuity
Kontinuitas adalah kemampuan sebuah display untuk mengarahkan pandangan pelanggan secara alami dari satu area ke area lainnya.
Saat rak, gantungan produk, dan display tersusun rapi dalam satu alur visual, pelanggan cenderung melihat lebih banyak produk tanpa harus berusaha mencarinya.
Prinsip ini juga membuat area penjualan terlihat lebih teratur dan memudahkan toko melakukan penyesuaian display ketika ada produk baru atau stok yang habis.
2. Consistency
Pelanggan akan lebih nyaman berbelanja ketika setiap bagian toko mengikuti pola penataan yang serupa.
Saat berbelanja, pelanggan akan secara insting memahami bagaimana produk dikelompokkan di satu area.
Jika penataan barang konsisten di seluruh toko, mereka dapat dengan mudah menemukan produk lain di area berbeda hanya berdasarkan insting tersebut, tanpa merasa kebingungan.
Konsistensi dalam penataan juga membantu memperkuat brand identity dan menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih intuitif.
3. Density (Kepadatan Display)
Dalam banyak kategori retail, rak yang terisi penuh sering kali memberikan kesan bahwa produk tersebut populer, memiliki stok yang cukup, dan menjadi kategori yang diperhatikan oleh pemilik
Sebaliknya, rak yang terlihat kosong dapat membuat pelanggan menganggap produk kurang diminati atau stoknya tidak dikelola dengan baik.
Namun, prinsip ini tidak selalu berlaku untuk produk premium atau mewah yang justru mengandalkan kesan eksklusif melalui jumlah display yang lebih terbatas.
Baca Juga: Manajemen Procurement Retail: Langkah-Langkah dan Tipsnya
4. Proximity (Kedekatan Produk)
Produk yang saling berkaitan sebaiknya ditempatkan berdekatan agar pelanggan dapat menemukannya dengan mudah.
Pengelompokan ini sebaiknya mengikuti cara berpikir pelanggan saat berbelanja.
Misalnya, di toko fashion, kemeja dapat dipajang berdekatan dengan celana, ikat pinggang, atau sepatu yang cocok digunakan bersamaan.
Selain memudahkan pelanggan, strategi ini juga dapat meningkatkan peluang pembelian tambahan.
5. Exposure (Visibilitas)
Semakin mudah sebuah produk terlihat, semakin besar kemungkinan produk tersebut menarik perhatian dan akhirnya dibeli.
Karena itu, produk unggulan, produk baru, atau produk dengan margin keuntungan tinggi biasanya ditempatkan pada posisi yang paling mudah dilihat.
Untuk produk yang memiliki fitur atau desain tertentu, display yang memungkinkan pelanggan melihat produk secara langsung juga dapat meningkatkan minat beli.
6. Symmetry (Keseimbangan)
Tampilan yang seimbang secara visual cenderung lebih menarik dan nyaman dilihat.
Susunan produk yang simetris membantu mengarahkan perhatian pelanggan ke pusat display dan menciptakan kesan yang lebih rapi serta profesional.
Sebaliknya, tata letak yang terlalu berat di satu sisi dapat mengalihkan fokus pelanggan dan membuat beberapa produk kurang mendapatkan perhatian.
7. Exception (Pengecualian)
Meskipun konsistensi penting, sesekali menciptakan sesuatu yang berbeda dapat menjadi cara efektif untuk menarik perhatian pelanggan.
Misalnya, menggunakan display khusus untuk produk baru, koleksi musiman, atau program promosi tertentu.
Namun, prinsip ini harus digunakan secara bijak. Jika terlalu banyak elemen yang dibuat berbeda, tampilan toko bisa terasa ramai dan membingungkan, sehingga justru mengurangi efektivitas display secara keseluruhan.
Baca Juga: 10 Strategi Terbaik Untuk Meningkatkan Kunjungan di Retail
10 Tips Membuat Planogram yang Efektif
Berikut beberapa praktik terbaik yang dapat Anda terapkan saat menyusun planogram.
1. Mulailah dengan Data, Bukan Asumsi
Planogram yang baik selalu berdasarkan data. Sebelum menentukan posisi produk di rak, analisis terlebih dahulu data penjualan, perilaku pelanggan, performa kategori produk, serta tren musiman yang terjadi.
Cari tahu produk mana yang paling laris, produk yang penjualannya menurun, dan kategori yang paling sering dibeli pelanggan.
Dengan pendekatan berbasis data, keputusan penataan produk menjadi lebih akurat dan tidak hanya mengandalkan perkiraan.
2. Pahami Cara Pelanggan Berbelanja
Pelanggan tidak melihat rak secara acak. Mereka biasanya mengikuti pola tertentu saat menjelajahi toko.
Karena itu, penting untuk memahami bagaimana pelanggan bergerak di dalam toko dan produk apa yang biasanya mereka cari terlebih dahulu.
Misalnya, produk yang sering dibeli secara spontan dapat ditempatkan di area dengan lalu lintas tinggi atau dekat kasir untuk meningkatkan peluang pembelian.
3. Manfaatkan Posisi Rak Secara Strategis
Tidak semua posisi rak memiliki nilai yang sama. Produk yang berada sejajar dengan pandangan mata pelanggan cenderung lebih sering diperhatikan dan memiliki peluang penjualan yang lebih tinggi.
Secara umum, penempatan produk dapat mengikuti pola berikut:
- Rak atas: produk premium atau produk dengan ukuran ringan.
- Rak sejajar mata: produk unggulan dan produk dengan margin keuntungan tinggi.
- Rak bawah tengah: produk ekonomis atau produk dengan volume penjualan besar.
- Rak paling bawah: produk berukuran besar atau produk yang ditujukan untuk anak-anak.
Dengan memanfaatkan posisi rak secara tepat, Anda bisameningkatkan visibilitas produk yang menjadi prioritas.
Baca Juga: 9 Strategi Untuk Mempercepat Antrean Pelanggan di Retail – Kledo Blog
4. Kelompokkan Produk Secara Logis
Pelanggan akan lebih mudah berbelanja jika produk disusun sesuai dengan cara mereka berpikir.
Karena itu, produk yang memiliki fungsi atau kategori serupa sebaiknya ditempatkan berdekatan.
Misalnya, di lorong minuman, air mineral dapat ditempatkan berdekatan dengan air berperisa, kemudian jus, dan selanjutnya minuman bersoda.
Susunan yang logis membantu pelanggan menemukan produk lebih cepat dan mengurangi kemungkinan kehilangan penjualan akibat kebingungan.
5. Terapkan Brand Blocking Jika Sesuai
Brand blocking adalah teknik menempatkan seluruh produk dari satu brand dalam satu area yang sama.
Strategi ini dapat meningkatkan visibilitas brand dan membuat tampilan rak terlihat lebih kuat, terutama pada kategori yang memiliki tingkat loyalitas pelanggan yang tinggi.
Namun, dalam beberapa kategori, pengelompokan berdasarkan jenis produk atau rentang harga justru bisa lebih efektif.
Karena itu, pilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebiasaan pelanggan Anda.
Baca Juga: 9 Strategi Kelola Stok Bisnis Retail Paling Efektif
6. Sesuaikan dengan Karakteristik Setiap Toko
Tidak semua toko memiliki pelanggan yang sama. Preferensi konsumen dapat berbeda berdasarkan lokasi, ukuran toko, maupun demografi pelanggan.
Sebagai contoh, produk yang laris di pusat kota belum tentu memiliki performa yang sama di daerah pinggiran.
Oleh karena itu, planogram sebaiknya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing toko tanpa menghilangkan identitas brand secara keseluruhan.
7. Seimbangkan Estetika dan Fungsi
Planogram yang menarik secara visual memang penting, tetapi kemudahan pelanggan dalam menemukan dan mengambil produk tetap harus menjadi prioritas utama.
Hindari rak yang terlalu padat atau penataan yang membuat produk sulit dijangkau. Gunakan kombinasi warna, keseimbangan tampilan, dan susunan yang rapi untuk menciptakan display yang menarik sekaligus fungsional.
8. Lakukan Evaluasi dan Perbaikan Secara Berkala
Kondisi pasar dan perilaku pelanggan selalu berubah. Karena itu, planogram tidak boleh dianggap sebagai strategi yang bersifat permanen.
Lakukan evaluasi secara rutin dengan memantau indikator seperti peningkatan penjualan, tingkat kehabisan stok, dan performa setiap kategori produk.
Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk memperbarui tata letak rak agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan.
9. Libatkan Berbagai Tim dalam Perencanaan
Keberhasilan planogram tidak hanya bergantung pada tim visual merchandising. Tim pembelian, pemasaran, operasional, hingga pengelola persediaan juga memiliki peran penting.
Kolaborasi antarbagian membantu memastikan bahwa produk yang diprioritaskan tersedia dalam jumlah yang cukup, promosi berjalan sesuai rencana, dan tata letak yang dibuat dapat diterapkan dengan baik di lapangan.
10. Pastikan Implementasinya Sesuai di Toko
Planogram yang dirancang dengan baik tidak akan memberikan hasil jika tidak diterapkan secara konsisten di toko.
Pastikan staf memahami tata letak yang telah ditentukan dan memiliki panduan yang jelas saat melakukan penataan produk.
Selain itu, lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan susunan rak tetap sesuai dengan planogram yang telah dibuat.
Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Operasional Toko Retail dengan 8 Tips Ini!
Kesimpulan
Planogram adalah strategi untuk membantu Anda meningkatkan visibilitas produk di toko retail, memaksimalkan penggunaan ruang display, dan mendorong penjualan.
Dengan melihat contoh-contoh planogram dari berbagai toko di atas, Anda bisa merancang planogram yang sesuai dengan kebutuhan.
Perlu diingat bahwa keberhasilan implementasi planogram juga bergantung pada ketersediaan data yang akurat mengenai stok, penjualan, dan performa setiap produk.
Semua data ini bisa Anda dapatkan dari software akuntansi untuk retail seperti Kledo.
Kledo membawa fitur manajemen persediaan di mana Anda bisa memantau penjualan setiap produk, melihat stoknya, serta menghasilkan laporan bisnis secara real-time.
Mudahkan perencanaan planogram di bisnis retail Anda dengan Kledo. Coba gratis sekarang juga.
- FMEA adalah: Penjelasan dan Cara Melakukannya - 8 Juni 2026
- Contoh Planogram Berdasarkan Jenis Toko dan Prinsipnya - 8 Juni 2026
- Rekomendasi 7 Job Portal Terbaik di Indonesia - 4 Juni 2026