Salah satu cara untuk mengetahui keuntungan yang bisa bisnis dapatkan adalah dengan menghitung Harga Pokok Penjualan atau HPP.
Namun masih banyak pemilik bisnis yang tidak tahu cara menghitung HPP. Sebagai solusi, mereka menggunakan kalkulator HPP sederhana dengan excel atau juga menggunakan aplikasi penghitung HPP seperti software akuntansi.
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan budget, menggunakan template atau kalkulator HPP sederhana merupakan solusi murah dan praktis.
Meskipun fiturnya standar dan terbatas, tapi kalkulator ini sudah bisa memenuhi kebutuhan dasar untuk mengetahui cara mengetahui berapa HPP dalam bisnis Anda.
Di artikel ini, kami akan memberikan Anda contoh kalkulator HPP yang bisa Anda gunakan beserta rekomendasi aplikasi penghitung HPP dengan harga terjangkau dan fitur terlengkap.
Apa Itu Harga Pokok Penjualan?
Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah biaya langsung untuk memproduksi barang yang dijual oleh bisnis.
Istilah HPP bisa berbeda-beda tergantung industri. Misalnya di pabrik manufaktur, konsep HPP adalah Harga Pokok Produksi atau COGM (Cost of Goods Manufactured).
Sementara itu, di perusahaan jasa, istilahnya adalah Cost of Revenue, yang akan kami bahas nanti.
Apa saja yang termasuk biaya untuk menghitung HPP?
- Bahan baku dan komponen: Termasuk bahan fisik yang digunakan untuk membuat produk. Bagi bisnis retail, contohnya adalah barang grosir yang dibeli untuk dijual kembali. Bagi penjual nasi goreng, contohnya adalah beras, daging, bawang, dan minyak untuk memasak.
- Biaya tenaga kerja langsung: Yaitu upah karyawan yang secara aktif memproduksi atau menyiapkan produk untuk dijual. Ini tidak termasuk pekerja yang tidak terkait langsung dengan produksi seperti kasir.
- Biaya pengemasan: Jika produk harus dikemas sebelum dijual, maka biaya tersebut dihitung dalam Harga Pokok Penjualan.
- Biaya pengangkutan dan pengiriman terkait dengan pengadaan barang: Biaya transportasi untuk mendapatkan bahan atau inventaris ke bisnis Anda dihitung sebagai HPP. Misalnya, biaya pengiriman bahan baku dari pemasok.
- Biaya pabrik atau produksi langsung: Ini termasuk pengeluaran yang mendukung proses produksi, seperti peralatan yang digunakan secara eksklusif untuk membuat produk, utilitas pabrik yang terkait dengan produksi, atau alat-alat kecil yang dikonsumsi selama produksi.
Apa yang tidak termasuk biaya HPP?
Yang tidak termasuk HPP adalah biaya apa saja yang tetap dikeluarkan meski tidak sedang memproduksi produk.
Contohnya seperti:
- Biaya tidak langsung
- Biaya pemasaran
- Biaya pengiriman barang ke pelanggan
- Biaya persediaan
- Biaya penjualan
Kalkulator HPP Gratis dan Sederhana
Kalkulator HPP adalah alat untuk menghitung biaya produksi barang menggunakan data persediaan, pembelian, dan stok akhir. Alat ini membantu bisnis mengukur biaya dan menentukan harga jual secara akurat.
Kalkulator ini menggunakan rumus dasar:
- HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
Kalkulator HPP
Kalkulator Harga Pokok Penjualan Sederhana
HPP (Harga Pokok Penjualan)
Rp0
Cara Menggunakan Kalkulator HPP Kledo

Menggunakan kalkulator Harga Pokok Penjualan kami sangatlah mudah. Yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan angka untuk Persediaan Awal Anda, tambahkan Nilai Pembelian Persediaan Tambahan dan angka Persediaan Akhir Anda, lalu klik tombol Hitung.
Kalkulator akan secara otomatis menghitung Harga Pokok Penjualan, yang akan muncul di bawahnya dalam huruf besar dan tebal.
Perhitungan HPP tergantung pada nilai inventaris bisnis Anda. Ada tiga aspek dalam persamaan tersebut:
- Persediaan Awal: nilai tunai dari persediaan bisnis pada awal periode akuntansi (Tahun Buku, Kuartalan, Bulanan).
- Pembelian: Pembelian bersih dalam HPP adalah keseluruhan pembelian barang dagang yang dilakukan perusahaan untuk pembelian barang tunai atau kredit. Selain itu, ditambah dengan biaya angkut pembelian dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang sedang terjadi. Nilai pembelian bersih didapat dari menjumlahkan pembelian dengan ongkos angkut pembelian kemudian dikurangi dari jumlah dari retur pembelian dengan potongan pembelian.
Pembelian bersih = ( Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian ) –
( Retur Pembelian + Potongan Pembelian ) - Persediaan Akhir: berapa banyak stok yang tersisa pada akhir periode akuntansi.
Rumus harga pokok penjualan
Persediaan awal + Pembelian – Persediaan akhir = HPP
Setiap bisnis memiliki metode akuntansi yang berbeda-beda, jadi gunakan kalkulator harga pokok penjualan kami untuk perhitungan yang sederhana.
Apakah Kalkulator Di Atas Bisa Digunakan Untuk Penghitungan HPP Per Produk?
Tidak. Kalkulator HPP di atas tidak bisa digunakan untuk penghitungan HPP per produk dan hanya bisa digunakan untuk penghitungan HPP rumus persediaan.
Beberapa perbedaannya antara lain:
- Jenis Bisnis: Rumus persediaan lebih relevan untuk bisnis yang memiliki inventaris besar dan sering mengatur stok, sementara rumus biaya bahan baku cocok untuk produksi yang lebih terfokus.
- Skala Perhitungan: Rumus persediaan mengukur total biaya barang yang dijual dalam suatu periode, sementara rumus per unit fokus pada biaya pembuatan satu produk.
- Tujuan Perhitungan: HPP persediaan membantu mengukur efisiensi dan profitabilitas secara keseluruhan, sementara HPP per produk membantu menetapkan harga jual yang tepat dan analisis biaya untuk satu produk tertentu.
Jika Anda mengelola inventaris besar dan ingin melihat gambaran umum biaya penjualan dalam periode tertentu, gunakan rumus persediaan awal + pembelian – persediaan akhir.
Namun, jika Anda menghitung biaya produksi per unit untuk menetapkan harga jual, gunakan rumus biaya bahan baku + tenaga kerja + overhead.
Mengapa Bisnis Harus Menghitung HPP?
Bisnis harus menghitung HPP karena:
1. Sebagai dasar penetapan harga jual
Tanpa HPP yang akurat, bisnis tidak tahu batas minimum harga jual agar tidak rugi. Kenaikan biaya produksi akan mencerminkan kenaikan harga jual, dan sebaliknya.
Penelitian Priyanza & Wibowo (2024) pada PT Deodorant Nana menemukan bahwa teknik perhitungan perusahaan cenderung menciptakan angka HPP lebih rendah, sehingga laporan keuangan tidak menjelaskan laba rugi perusahaan secara jelas.
Akibatnya, perusahaan sempat salah menetapkan harga dan mengalami penurunan laba.
Dengan penetapan harga pokok yang wajar, perusahaan dapat menetapkan harga produk secara kompetitif.
2. Menentukan laba kotor dan profitabilitas
HPP dapat memengaruhi laba kotor, yang dihitung dengan mengurangi HPP dari pendapatan penjualan. Perhitungan HPP yang tepat mempengaruhi keakuratan laba yang diraih perusahaan.
Jika HPP tidak diperhitungkan dengan akurat, laba kotor yang tercatat dalam laporan keuangan bisa memberi gambaran yang salah tentang profitabilitas perusahaan.
Akibatnya, laba kotor diperkirakan lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan menyebabkan keputusan investasi atau pengeluaran yang salah.
3. Pengendalian biaya dan efisiensi produksi
HPP yang akurat dan pemahaman komponen biaya yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha, sekaligus memperkuat daya saing di pasar.
4. Alat pengambilan keputusan strategis
Perhitungan HPP yang akurat penting untuk pengambilan keputusan penting seperti:
- Menentukan harga jual yang sesuai
- Menganalisis efisiensi produksi
- Mengidentifikasi area yang bisa diperbaiki untuk mengurangi biaya
- Merencanakan strategi pemasaran berdasarkan analisis laba kotor.
Bagaimana Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan?
Ada 5 langkah untuk menghitung HPP Anda.
- Langkah 1: Cari tahu apa saja biaya langsung dan tidak langsung.
- Langkah 2: Tentukan nilai persediaan awal Anda, seperti stok yang Anda miliki, bahan baku, produk jadi, dll. Ini akan menjadi jumlah yang sama dengan persediaan akhir Anda dari laporan keuangan sebelumnya.
- Langkah 3: Tentukan apa saja yang dibeli atau dibayar selama periode keuangan. Pastikan Anda telah menyimpan catatan dan faktur untuk semua hal selama periode tersebut.
- Langkah 4: Tetapkan Persediaan Akhir dengan melihat secara fisik produk yang Anda miliki. Jika ada barang yang rusak atau kedaluwarsa, Anda tidak perlu memasukkannya selama Anda memiliki buktinya.
- Langkah 5: Gunakan angka-angka di atas untuk menentukan HPP Anda.
Agar lebih mudah, mari kita pelajari dari contoh berikut:
Studi Kasus: Contoh penghitungan HPP pada UMKM Bakso Taman
Melalui penelitian berjudul “Pemberdayaan Perhitungan Laporan Harga Pokok Penjualandan Laporan Laba/Rugi Pada UMKM Bakso Taman“, Merlin Heriandini dkk. membantu perhitungan HPP pada UMKM Bakso Taman menggunakan metode full costing.
Metode full costing menghitung bahan baku, tenaga kerja, dan overhead sebagai HPP.
Rincian perhitungannya adalah sebagai berikut:
| Komponen | Detail | Biaya |
|---|---|---|
| Bahan Baku | Daging sapi 20kg | Rp60.000.000 |
| Tepung 10kg | Rp4.500.000 | |
| Garam, penyedap, merica | Rp300.000 | |
| Bawang putih, bawang merah | Rp240.000 | |
| Total biaya bahan baku | Rp65.040.000 | |
| Tenaga kerja langsung | Beban gaji | Rp11.000.000 |
| Biaya overhead | Gas | Rp1.380.000 |
| Mie kuning, toge, bihun | Rp1.500.000 | |
| Sambal | Rp300.000 | |
| Bawang goreng | Rp150.000 | |
| Biaya air, listrik produksi | Rp400.000 | |
| Saus kecap | Rp450.000 | |
| Total biaya overhead | Rp4.180.000 | |
| Total biaya | Rp80.220.000 | |
| Total produk per bulan | 9.900 porsi | |
| HPP per produk | Rp8.103 |
Jadi, HPP per produk ideal dari Bakso Taman adalah Rp8.103.
Jika Anda ingin mempelajari lebih banyak contoh penghitungan HPP untuk bisnis dagang dan jasa, kunjungi artikel ini.
Contoh penghitungan HPP Per Produk

Sebuah bisnis kafe kecil bernama Kafe Kopi Ceria menjual berbagai jenis kopi dan makanan ringan. Pemilik kafe ingin mengetahui HPP untuk produk “Kopi Latte” per cangkir agar dapat menentukan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan. Berikut data biaya yang dikeluarkan untuk satu cangkir kopi latte:
Biaya Bahan Baku:
Biaya Tenaga Kerja Langsung:
Upah barista per cangkir (dihitung per waktu penyajian): Rp 3.000
Biaya Overhead:
- Listrik dan air per cangkir (perkiraan): Rp 1.000
- Penyusutan peralatan (mesin kopi, dll.) per cangkir: Rp 500
Total biaya overhead per cangkir: Rp 1.000 + Rp 500 = Rp 1.500
Penghitungan HPP
Untuk menghitung HPP, jumlahkan semua biaya terkait:
Total HPP per cangkir Kopi Latte:
- Biaya bahan baku: Rp 10.500
- Biaya tenaga kerja langsung: Rp 3.000
- Biaya overhead: Rp 1.500
HPP per cangkir = Rp 10.500 + Rp 3.000 + Rp 1.500 = Rp 15.000
Menentukan harga jual
Untuk menentukan harga jual yang menguntungkan, pemilik kafe biasanya menambahkan persentase margin keuntungan. Jika pemilik ingin mendapatkan margin keuntungan 50%, harga jualnya dihitung sebagai:
Harga jual per cangkir = HPP + (HPP x Margin keuntungan) Harga jual per cangkir = Rp 15.000 + (Rp 15.000 x 50%) = Rp 15.000 + Rp 7.500 = Rp 22.500.
Apakah Perusahaan Jasa Juga Perlu Menghitung HPP?
Apakah perusahaan jasa seperti firma hukum, konsultan, atau perusahaan software juga perlu menghitung HPP, mengingat mereka tidak menawarkan produk fisik?
Jawabannya, ya. Perusahaan jasa tetap perlu menghitung HPP, meski konsep HPP di sini sudah berbeda.
Istilah untuk HPP di perusahaan jasa adalah Cost of Revenue (COR), yaitu biaya yang timbul dari proses layanan atau jasa yang bisnis berikan kepada konsumen.
Komponen COR perusahaan jasa umumnya adalah:
| Komponen | Contoh |
|---|---|
| Biaya tenaga kerja langsung | Upah freelancer, honor konsultan per proyek |
| Biaya langsung proyek | Biaya transportasi ke klien, biaya pengiriman dokumen |
| Biaya overhead langsung | Penyusutan peralatan yang digunakan untuk melayani klien |
| Komisi penjualan | Persentase upah tim yang langsung menghasilkan pendapatan |
Cara Menghitungnya
Karena tidak ada rumus persediaan (tidak ada persediaan awal + pembelian – persediaan akhir), rumus COR perusahaan jasa lebih sederhana:
COR = Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Langsung Proyek + Overhead yang Dapat Diatribusikan Langsung
Tidak semua perusahaan jasa perlu menghitung HPP. Misalnya firma hukum kecil yang biaya alat tulisnya tidak signifikan bisa langsung membebankannya sebagai biaya operasional tanpa perlu dilacak per proyek.
Namun jika biaya yang terlibat cukup besar dan bervariasi per klien, maka mereka perlu menghitung COR.
Apa Metode Penilaian Persediaan dalam HPP?
Kalkulator HPP yang ada di artikel ini menggunakan perhitungan nilai persediaan. Ini karena nilai persediaan yang keluar menentukan besarnya HPP.
Singkatnya: ketika barang terjual, nilainya “berpindah” dari akun persediaan ke HPP. Nah, berapa nilai yang dipindahkan itulah yang ditentukan oleh metode penilaian persediaan yang dipakai.
Ada tiga metode penilaian persediaan utama:
- FIFO (First In, First Out) beranggapan bahwa barang yang dibeli pertama akan dijual pertama juga. Jadi saat harga bahan baku naik, HPP akan lebih rendah karena menggunakan harga lama, sementara persediaan akhir tercatat dengan harga baru yang lebih mahal.
- AVCO / Weighted Average (Rata-rata Tertimbang) Setiap kali ada pembelian baru, harga per unit dihitung ulang sebagai rata-rata tertimbang. HPP berada di tengah-tengah antara FIFO dan LIFO. Tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi.
- LIFO (Last In, First Out) Barang yang dibeli maupun diproduksi paling akhir akan dijual pertama. Saat harga naik, HPP jadi lebih tinggi karena memakai harga terbaru. Catatan: metode ini tidak diperbolehkan oleh standar akuntansi PSAK/IFRS yang berlaku di Indonesia, tapi masih dipakai di beberapa negara seperti AS (US GAAP).
Dengan data persediaan yang sama persis, ketiga metode bisa menghasilkan HPP yang berbeda, yang otomatis mempengaruhi:
- Laba kotor: Jika HPP rendah, maka laba lebih tinggi, dan sebaliknya
- Nilai persediaan akhir di neraca
- Pajak penghasilan: Jika laba lebih tinggi, berarti pajak yang harus bisnis bayar akan lebih besar
Studi kasus: Bagaimana pemilihan metode penilaian persediaan memengaruhi HPP
Agar lebih mudah dipahami, mari kita pelajari studi kasus dari penelitian Putri Wulandari yang berjudul “Evaluasi Penerapan PSAK NO. 14 Tentang Akuntansi Persediaan Terhadap Persediaan Pada PT Segatama Lestari Pare.”
Penelitian ini mengevaluasi apakah PT. Segatama Lestari Pare (perusahaan manufaktur pengolahan kayu di Pare, Kediri) sudah menerapkan PSAK No. 14 tentang Akuntansi Persediaan dalam pengelolaan persediaan barang jadinya.
PSAK 14
PSAK No. 14 adalah standar akuntansi yang diterbitkan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) khusus mengatur perlakuan akuntansi atas persediaan. Ini adalah adaptasi dari standar internasional IAS 2.
Standar ini juga mengatur metode penilaian yang boleh digunakan bisnis di Indonesia, yaitu FIFO dan metode rata-rata tertimbang.
Kondisi perusahaan
Peneliti menemukan beberapa masalah di PT. Segatama Lestari Pare:
- Pencatatan persediaan masih manual dan sederhana, hanya mencatat jenis dan jumlah barang
- Tidak ada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) per unit
- Laporan laba rugi hanya mencatat pendapatan dan biaya umum, tanpa HPP
Solusi
Peneliti kemudian menerapkan PSAK No. 14 dengan menghitung ulang menggunakan sistem perpetual dengan dua metode untuk tiga produk (Papan Meja Jahit/PMJ, Papan Meja Obras/PMO, Papan Meja Jahit Singer):
- Metode FIFO → laba usaha Rp 149.940.000
- Metode Average → laba usaha Rp 149.940.200
Hasil keduanya hampir identik karena penelitian hanya mencakup durasi penghitungan satu bulan dengan biaya produksi yang stabil.
| Indikator | Sebelum PSAK 14 | Sesudah (FIFO/Average) |
|---|---|---|
| Laba usaha | Rp 70.400.000 | Rp 149.940.000 |
| Persediaan akhir Singer | Rp 11.700.000 | Rp 13.597.050 |
| Persediaan akhir PMO | Rp 5.750.000 | Rp 7.500.000 |
| Persediaan akhir PMJ | Rp 3.120.000 | Rp 5.825.000 |
Perbedaan yang signifikan ini terjadi karena sebelumnya perusahaan tidak menghitung HPP secara benar, sehingga laba yang dilaporkan jauh lebih kecil dari seharusnya.
Inilah mengapa bisnis harus menghitung HPP secara rutin, agar data keuangan menjadi lebih akurat.
HPP dalam Laporan Keuangan
HPP muncul di dua laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi dan juga neraca.
Sebelum itu, Anda perlu memahami bagaimana cara mencatat HPP ke dalam jurnal:
| Tanggal | Akun | Catatan | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| XX/XX/XXXX | HPP | Bahan yang dibeli | X | |
| Pembelian | X | |||
| Inventaris | X |
1. Laporan Laba Rugi
HPP biasanya ditemukan pada laporan laba rugi di bawah kategori “penjualan” atau “pendapatan.”
Contohnya, pada penelitian HPP Bakso Taman yang kami sebutkan tadi, laporan laba ruginya adalah sebagai berikut:
| Komponen | Jumlah (Rp) |
| Penjualan per bulan | 150.000 |
| Dikurangi HPP | 80.220.000 |
| Laba Kotor | 69.780.000 |
| Dikurangi beban komersial: | |
| – Biaya listrik dan air toko | 300.000 |
| – Biaya sewa | 8.333.333 |
| Total beban komersil | 8.633.333 |
| Laba operasi | 61.146.667 |
| Dikurangi pajak penghasilan (0,5%) | 305.733 |
| Laba bersih | 60.840.933 |
2. Neraca
HPP tidak langsung tertulis di neraca, tapi ada hubungan erat antara HPP dan neraca melalui akun persediaan.
Persediaan barang yang tercantum pada neraca mencerminkan nilai barang yang ada pada tanggal neraca, sedangkan persediaan barang dagangan yang sudah dapat dibebankan sebagai biaya HPP akan tercantum pada laporan laba rugi.
Artinya:
- Persediaan yang sudah terjual → masuk HPP di laba rugi
- Persediaan yang belum terjual → tetap tercatat sebagai aset lancar di neraca.
Neraca mencantumkan inventaris bisnis Anda di bawah aset lancar. Jadi, Anda bisa menggunakan neraca Anda untuk menemukan saldo persediaan akhir Anda.
3 Rekomendasi Aplikasi Penghitung dan Kalkulator HPP

Perhitungan HPP yang akurat membantu pemilik usaha mengetahui biaya produksi yang sebenarnya, sehingga memudahkan penentuan harga jual yang menguntungkan.
Di Indonesia, ada beberapa aplikasi penghitung HPP yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah proses perhitungan ini, terdapat beberapa aplikasi yang dapat digunakan.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi aplikasi penghitung HPP untuk metode penghitungan persediaan dan per produk yang bisa Anda gunakan dalam bisnis Anda:
1. Aplikasi penghitung HPP Kledo
Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis kecil dan menengah.
Aplikasi ini menyediakan fitur lengkap untuk mengelola laporan keuangan, termasuk fitur penghitung HPP yang dapat membantu pengguna memantau biaya produksi dan mengontrol pengeluaran.
Dengan Kledo, Anda dapat menghitung HPP secara otomatis berdasarkan data inventori dan transaksi yang sudah dimasukkan.
Selain itu, antarmukanya yang user-friendly membuat Kledo menjadi pilihan terbaik untuk pemilik bisnis yang ingin menyederhanakan manajemen keuangan mereka.
Fitur Unggulan Kledo:
- Penghitungan HPP otomatis dan akurat dengan metode FIFO dan rata-rata (Average).
- Terintegrasi dengan POS atau aplikasi kasit
- Integrasi inventori untuk pembaruan data real-time.
- Laporan keuangan lengkap dan komprehensif.
- Antarmuka yang mudah digunakan bahkan untuk pemula.
Misalnya, berikut ini adalah alur perhitungan HPP produk menggunakan Kledo:
2. Aplikasi penghitung HPP Opaper
Opaper adalah aplikasi manajemen bisnis yang dirancang untuk bisnis kuliner. Opaper menyediakan kalkulator HPP gratis yang memudahkan pemilik bisnis menghitung biaya produksi dan mengetahui keuntungan per unit produk.
Aplikasi ini membantu Anda mengelola bahan baku, memantau stok, dan memperbarui data HPP secara otomatis, sehingga menghemat waktu dan usaha dalam pengelolaan bisnis.
Keunggulan Opaper:
- Penghitungan HPP yang spesifik untuk industri kuliner.
- Fitur manajemen inventori yang intuitif.
- Penggunaan gratis dengan opsi upgrade ke fitur premium.
3. Aplikasi kasir Majoo
Majoo adalah solusi lengkap untuk pengusaha yang ingin mengoptimalkan manajemen operasional bisnis mereka.
Aplikasi ini tidak hanya menawarkan fitur Point of Sale (POS) tetapi juga penghitungan HPP yang terintegrasi. Majoo memungkinkan Anda untuk mencatat dan menghitung biaya produksi, membantu Anda menetapkan harga jual dengan lebih akurat.
Manfaat Majoo:
- Fitur penghitung HPP yang terintegrasi dengan POS.
- Pelaporan dan analisis keuangan yang komprehensif.
- Pengelolaan inventori yang mudah.
Kesimpulan
Menggunakan kalkulator penghitung HPP akan membantu Anda dalam mengetahui seberapa efisien Anda dalam melakukan manajemen persediaan dalam bisnis.
Selain itu, melacak nilai persediaan Anda sangat penting untuk menentukan angka HPP yang akurat. Software akuntansi yang memiliki fitur manajemen persediaan terlengkap seperti Kledo membantu Anda melacak produk Anda dan memudahkan untuk menganalisisnya.
Anda dapat melacak persediaan dengan mudah dan memberi Anda wawasan yang bagus tentang barang yang Anda beli dan jual.
Dengan software akuntansi Kledo, mudah bagi Anda untuk menghitung harga pokok penjualan karena Anda memiliki semua catatan dan laporan keuangan yang mudah diakses.
JIka Anda tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui tautan ini.
- Biaya Langsung dan Tidak Langsung: Pengertian dan Perbedaannya - 7 April 2026
- Cara Menghitung Biaya Tetap Beserta Rumusnya - 7 April 2026
- Rasio Biaya Variabel: Rumus, Cara Hitung, dan Contohnya - 7 April 2026
