Tidak diragukan lagi bahwa industri properti adalah bisnis yang sangat besar. Dan untuk menghasilkan uang secara konsisten dari industri ini adalah dengan memulai bisnis Anda sendiri.
Tentu saja, memulai bisnis agen properti bisa dibilang cukup rumit. Ada banyak proses yang harus Anda lewati, seperti mencari sertifikasi dan izin resmi yang sesuai, yang biasanya membutuhkan waktu.
Selain itu, Anda juga harus menyusun perencanaan bisnis secara matang serta memastikan kondisi keuangan Anda siap untuk mendukung operasional.
Tertarik? Berikut adalah hal-hal penting yang perlu Anda ketahui sebagai tips memulai bisnis agen properti.
Apa Itu Bisnis Agen Properti?
Bisnis agen properti adalah bisnis yang menangani berbagai aktivitas di bidang properti, seperti membeli, menjual, mengelola, hingga berinvestasi dalam properti.
Beberapa agen menangani seluruh proses tersebut, sementara yang lain hanya berfokus pada jual beli rumah atau properti komersial.
Anda juga bisa menjadi broker properti, yaitu profesional yang memberikan saran kepada klien terkait investasi properti serta membantu mereka selama proses pembelian.
Jika Anda ingin memulai bisnis agen properti dan mendirikan agensi sendiri, bersiaplah untuk bekerja keras. Sebab, proses perizinan dan sertifikasi biasanya memerlukan waktu yang tidak singkat.
Bahkan, Anda bisa menghabiskan waktu hingga dua tahun untuk merencanakan bisnis sebelum benar-benar mulai beroperasi.
Baca Juga: Pembahasan PSAK 13 Tentang Properti Investasi
Lanskap Industri Properti Saat Ini
Salah satu daya tarik bisnis agen properti adalah hambatan masuknya relatif lebih rendah daripada banyak jenis bisnis lainnya.
Anda tidak memerlukan gelar sarjana tertentu, dan dengan dukungan teknologi digital serta konsep co-working, Anda bahkan tidak begitu membutuhkan bangunan kantor fisik.
Jam kerja pun cenderung fleksibel dan bisnis ini bersifat scalable. Anda dapat menangani sedikit atau banyak properti sesuai kapasitas.
Meski suku bunga KPR yang tinggi dan keterbatasan stok properti dapat menurunkan permintaan rumah, minat terhadap properti investasi justru terus meningkat.
Menariknya, profesi agen dan broker properti juga relatif tidak terlalu terancam oleh perkembangan artificial intelligence (AI). Sentuhan manusia tetap sangat penting dalam transaksi besar yang sering kali bersifat emosional.
Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan sisi tantangannya. Komisi besar yang terlihat menggiurkan sebenarnya adalah pendapatan kotor sebelum dikurangi biaya operasional dan kemungkinan pembagian komisi dengan pihak lain dalam transaksi.
Selain itu, waktu yang diinvestasikan juga tidak sedikit. Anda bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan satu penjualan, tanpa pemasukan tetap selama proses tersebut.
Agen dan broker properti pun sering kali harus siap merespons klien hampir 24 jam sehari.
Baca Juga: Tips Membangun Rencana Bisnis Properti Agar Makin Menguntungkan
Tips Memulai Bisnis Agen Properti

Tips 1: Pahami cara kerjanya
Sebelum memulai, penting untuk memahami bagaimana bisnis agen properti sebenarnya berjalan.
Menjadi agen properti bukanlah pekerjaan dengan gaji tetap setiap bulan. Anda menjalankan bisnis sendiri, dan penghasilan Anda bergantung pada transaksi yang berhasil closing.
Industri properti sangat bergantung pada relasi, kepercayaan, dan pemahaman pasar lokal.
Kesuksesan Anda ditentukan oleh kemampuan membangun koneksi, memahami kondisi pasar, serta membimbing klien dalam salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup mereka.
1. Apa Saja yang Dilakukan Agen Properti?
Agen properti membantu klien dalam proses membeli, menjual, atau menyewakan properti. Ketika transaksi berhasil diselesaikan, agen akan mendapatkan komisi yang biasanya berupa persentase dari harga jual.
Komisi tersebut umumnya dibagi antara agen pembeli, agen penjual, dan kantor broker tempat mereka bernaung.
2. Peran Brokerage dalam Bisnis Agen Properti
Sebagian besar agen baru memulai karir dengan bergabung pada brokerage berlisensi.
Nereja bertugas menaungi lisensi Anda, menyediakan akses ke listing properti dan dokumen legal, serta memastikan seluruh aktivitas sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebagai imbalannya, brokerage akan mengambil sebagian kecil dari komisi Anda.
Tips 2: Dapatkan lisensi dan sertifikasi
Untuk menjadi agen properti yang terpercaya, ikutilah sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah mendapatkan lisensi dari BNSP.
Contohnya, seperti LSP Area Indonesia, LSP Broker Properti Indonesia, dan LSP REDI. Sertifikasi ini wajib untuk menjamin profesionalisme dan perlindungan konsumen di sektor properti.
Biaya sertifikasi ini beragam tergantung jenisnya, mulai dari Rp2.5 juta hingga Rp6.5 juta.
Baca Juga: 3 Tips Sukses Investasi Properti yang Wajib Dilakukan, Apa Saja?
Tips 2: Buat Business Plan
Dalam business plan, Anda perlu memetakan berbagai hal seperti:
- Risiko bisnis
- Estimasi biaya operasional
- Proyeksi pendapatan
- Struktur komisi atau pricing
- Target pasar
- Strategi pemasaran
- Tools dan sistem yang akan digunakan (termasuk sistem pengelolaan uang)
Dokumen ini bukan hanya sekadar daftar rencana pribadi, tetapi juga sangat penting jika Anda ingin mengajukan pendanaan ke bank atau investor.
Pihak pemberi dana ingin melihat bahwa Anda telah melakukan riset, memahami risiko, dan memiliki strategi keuangan yang realistis.
Oleh karena itu, bagian proyeksi keuangan dalam business plan harus dibuat debgan detail dan rasional.
3. Lakukan Riset Pasar
Riset pasar bertujuan untuk menguji apakah bisnis agen properti Anda layak dijalankan.
Beberapa hal yang perlu Anda analisis adalah:
- Siapa target market Anda? (misalnya pembeli rumah pertama, investor, keluarga muda, dll.)
- Berapa banyak kompetitor di area tersebut?
- Layanan apa saja yang sudah mereka tawarkan?
- Apa keunggulan yang bisa membuat agen Anda berbeda?
- Mengapa konsumen harus memilih Anda daripada agen lain yang sudah lebih dulu dikenal?
Riset pasar memberikan data yang membantu Anda menentukan apakah peluang bisnis ini realistis dan memiliki potensi pertumbuhan.
Keuntungan lainnya, data riset yang Anda kumpulkan sekarang dapat digunakan sebagai dasar strategi pemasaran di masa depan.
Anda sudah mengetahui siapa target yang tepat dan melalui channel apa mereka paling mudah dijangkau.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Software Akuntansi untuk Developer Perumahan
Tips 4: Bangun brand dan kehadiran online
Setelah mendirikan bisnis Anda, selanjutnya fokuslah agar orang dapat menemukan Anda dengan mudah dan melihat Anda sebagai profesional yang tepercaya.
Mayoritas calon pembeli dan penjual properti mencari informasi melalui Google dan media sosial sebelum menghubungi agen.
Karena itu, brand dan kehadiran online menjadi aset penting untuk membangun kepercayaan bahkan sebelum bertemu langsung.
Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk terlihat profesional. Yang terpenting adalah tampil kredibel, komunikatif, dan mudah dihubungi.
1. Buat Identitas Brand yang Profesional
Mulailah dari hal dasar:
- Logo yang sederhana dan rapi
- Foto profil profesional (bukan selfie)
- Warna dan gaya visual yang konsisten
Brand yang kuat dan membantu Anda lebih mudah diingat di tengah persaingan agen properti yang cukup ketat, terutama di kota-kota besar.
2. Bangun Website Sederhana dan Profesional
Website berfungsi sebagai “kantor digital” Anda. Tidak perlu rumit. Cukup berisi:
- Profil singkat dan pengalaman Anda
- Area layanan (misalnya Jakarta Selatan, Bandung, Surabaya, dll.)
- Kontak yang jelas
- Testimoni klien (jika sudah ada)
- Listing properti unggulan
Anda bisa menggunakan platform seperti WordPress, Wix, atau Webflow untuk membuat website dengan biaya relatif terjangkau.
Pastikan website mobile-friendly, karena sebagian besar pengguna mengakses internet melalui smartphone.
3. Buat dan Optimalkan Profil Bisnis Online
Agar mudah ditemukan secara lokal, Anda perlu membuat atau mengklaim:
- Google Business Profile
- Akun di marketplace properti
- Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan LinkedIn
Lengkapi profil dengan:
- Foto profesional
- Deskripsi layanan yang jelas
- Area spesialisasi
- Nomor kontak aktif
Profil ini membantu Anda muncul di pencarian Google dan memberi calon klien lebih banyak cara untuk menghubungi Anda.
Instagram dan WhatsApp sering menjadi channel utama komunikasi. Jadi, pilih minimal satu atau dua platform yang benar-benar aktif Anda kelola.
4. Gunakan Nomor dan Email Bisnis Terpisah
Pisahkan komunikasi pribadi dan bisnis sejak awal. Gunakan:
- Email profesional dengan domain sendiri (misalnya: nama @namabisnisproperti.com)
- Nomor khusus bisnis (bisa menggunakan nomor kedua atau WhatsApp Business)
WhatsApp Business sangat populer di Indonesia karena memiliki fitur katalog, pesan otomatis, dan label pelanggan yang membantu Anda tetap terorganisir.
Dengan nomor bisnis terpisah, Anda terlihat lebih profesional sekaligus lebih mudah mengatur komunikasi saat jumlah klien mulai bertambah.
Tips 5: Mendapatkan dan mengelola klien

Salah satu tantangan terberat dalam memulai bisnis properti adalah mendapatkan klien pertama.
Berikut tips dari kami:
1. Mulai dari relasi Anda
Klien pertama sering datang dari orang-orang terdekat. Hubungi:
- Keluarga
- Teman
- Rekan kerja lama
- Relasi bisnis sebelumnya
Beri tahu bahwa Anda kini resmi menjadi agen properti dan siap membantu proses jual beli properti.
Rekomendasi dari orang terdekat sangat kuat pengaruhnya. Bahkan jika mereka belum membutuhkan jasa Anda sekarang, mereka bisa merekomendasikan Anda kepada kenalan mereka.
2. Aktif di komunitas dan event lokal
Bisnis agen properti sangat berbasis lokal. Karena itu, Anda perlu hadir secara langsung di lingkungan target pasar Anda.
Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
- Bergabung dengan komunitas bisnis lokal
- Mengikuti acara networking
- Hadir di event properti
- Aktif di komunitas perumahan atau grup warga
- Terlibat dalam kegiatan sosial
Semakin sering orang melihat dan mengenal Anda, semakin tinggi tingkat kepercayaan yang terbentuk.
Selalu siapkan kartu nama atau QR code WhatsApp agar orang mudah menghubungi Anda kembali.
3. Manfaatkan media sosial untuk meningkatkan awareness
Di Indonesia, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook sangat efektif untuk membangun personal branding sebagai agen properti.
Anda bisa membagikan:
- Update harga pasar lokal
- Tips membeli rumah pertama
- Edukasi KPR
- Proses behind-the-scenes transaksi
- Cerita sukses klien
Konten yang edukatif dan relatable jauh lebih efektif daripada hanya memposting listing properti.
5. Minta testimoni dan referral
Setiap kali Anda berhasil menyelesaikan transaksi, mintalah:
- Review Google
- Testimoni tertulis
- Rekomendasi di media sosial
Testimoni meningkatkan kredibilitas Anda secara signifikan, terutama bagi agen baru.
Seiring waktu, banyak agen properti sukses membangun bisnis yang sebagian besar berasal dari klien repeat dan referral.
Baca Juga: Rekomendasi 11 Investasi yang Menguntungkan, Wajib Dicoba!
Rata-Rata Modal Awal dan Potensi Penghasilan Bisnis Properti

1. Perkiraan modal awal
Rata-rata modal awal bisnis agen properti bisa berkisar antara Rp15 juta hingga Rp50 juta, tergantung kota dan skala operasional.
Biaya ini biasanya mencakup:
- Biaya pendidikan dan sertifikasi properti: ± Rp3 juta – Rp10 juta (tergantung lembaga dan pelatihan)
- Biaya bergabung dengan kantor agen/broker: ± Rp5 juta – Rp15 juta (termasuk membership, sistem listing, dll.)
- Legalitas usaha (jika membuat badan usaha): ± Rp2 juta – Rp10 juta
- Marketing awal (logo, website, kartu nama, iklan digital): ± Rp3 juta – Rp10 juta
- Perangkat kerja (laptop, internet, tools CRM, dll.): ± Rp2 juta – Rp5 juta
Biaya bisa ditekan dengan memulai bisnis secara sederhana, menggunakan software terjangkau, serta mengerjakan sebagian kebutuhan desain dan pemasaran sendiri.
2. Biaya operasional bulanan
Rata-rata biaya operasional agen properti berkisar Rp1 juta hingga Rp5 juta per bulan, tergantung aktivitas pemasaran.
Pengeluaran biasanya meliputi:
- Biaya listing platform properti
- Iklan digital (Facebook Ads, Instagram Ads)
- Paket internet dan komunikasi
- Transportasi survei properti
- Biaya administrasi
Mencatat pengeluaran sejak awal sangat penting agar Anda memahami arus kas dan bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.
3. Potensi penghasilan agen properti baru
Penghasilan agen properti sangat bervariasi tergantung lokasi dan performa pribadi. Agen baru biasanya bisa menghasilkan Rp50 juta – Rp150 juta per tahun di fase awal (tergantung jumlah closing).
Komisi biasanya berkisar 2%–5% dari nilai transaksi, yang kemudian dibagi dengan kantor atau broker sesuai sistem yang berlaku.
Contohnya, jika Anda berhasil menjual properti senilai Rp1 miliar dengan komisi 3%, maka total komisi Rp30 juta. Jika menggunakan sistem bagi hasil 50:50, Anda menerima Rp15 juta dari satu transaksi.
Agen yang konsisten dan menjadikan ini sebagai bisnis serius (bukan sekadar pekerjaan sampingan) berpotensi mencapai penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun dalam beberapa tahun ke depan.
4. Membangun profitabilitas jangka panjang
Seiring bertambahnya pengalaman, biaya operasional cenderung stabil, tetapi potensi penghasilannya bisa meningkat signifikan melalui:
- Referral dari klien lama
- Repeat buyer
- Database prospek yang terus berkembang
- Personal branding yang semakin kuat
Semakin lama Anda konsisten, bisnis akan semakin stabil dan prediktif. Pada tahap ini, reputasi Anda menjadi aset terbesar.
Klien mulai datang sendiri karena rekomendasi dan kredibilitas Anda di pasar. Inilah momen ketika bisnis agen properti benar-benar mulai berkembang dan scalable.
Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis Homestay yang Menguntungkan
Kesimpulan
Memulai bisnis agen properti memang menjanjikan, tetapi juga menuntut kesiapan mental, strategi, dan kedisiplinan.
Dari memahami cara kerja industri, mengurus lisensi, menyusun business plan, membangun brand, hingga mencari klien pertama, semuanya membutuhkan perencanaan yang matang.
Selain itu, jangan lupa untuk mengelola keuangan Anda dengan baik. Komisi yang besar sering kali terlihat menggiurkan, tetapi tanpa pencatatan yang rapi, Anda bisa kesulitan mengontrol arus kas, menghitung profit bersih, atau memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.
Gunakan software akuntansi seperti Kledo untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, invoice dan pembayaran, serta melihat laporan keuangan.
Yuk, coba Kledo sekarang juga lewat tautan ini!
- Bagaimana Cara Memulai Bisnis Agen Properti?Ini Tipsnya! - 16 Februari 2026
- 7 Cara Menjaga Brand Voice yang Konsisten - 16 Februari 2026
- Download Template Invoice Excel Gratis & Cara Membuatnya - 16 Februari 2026
