Sebagai pemilik bisnis, Anda tentu tahu betapa pentingnya berinvestasi pada peluang pertumbuhan baru.
Namun, kadang, tidak selalu tersedia dana tunai yang cukup untuk mewujudkan investasi tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, mencari pendanaan biasanya akan sangat membantu. Salah satu jenis pendanaan tersebut adalah term loan.
Nah, sebelum memutuskan menggunakan jenis pinjaman ini, mari pahami apa itu term loan dan bagaimana perbedaannya dengan pilihan pembiayaan lain yang ada.
Apa itu Term Loan?
Term loan atau pinjaman berjangka adalah pinjaman dengan pencairan dana satu kali di awal yang Anda terima dari bank, koperasi kredit, atau lembaga keuangan online.
Pemberi pinjaman menyediakan dana, kemudian Anda mengembalikannya beserta bunga dalam jangka waktu tertentu, mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Suku bunga pinjaman berjangka dapat bersifat tetap atau mengambang, dan umumnya lebih rendah daripada jenis pembiayaan lainnya.
Anda bisa menggunakan pinjaman berjangka untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.
Banyak pemilik bisnis mengajukan pinjaman berjangka untuk membiayai proyek satu kali atau sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Baca Juga: 10 Pinjaman Modal Bank untuk Usaha dan Cara Mengajukannya
Bagaimana Cara Kerja Term Loan?
Anda dapat mengajukan term loan melalui bank, koperasi kredit, atau lembaga keuangan online.
Bank dan koperasi kredit biasanya menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif, tetapi memiliki persyaratan yang lebih ketat sehingga proses persetujuannya cenderung lebih sulit.
Sebaliknya, lembaga keuangan online umumnya menetapkan suku bunga yang lebih tinggi, namun proses pengajuannya lebih sederhana, dengan persetujuan dan pencairan dana yang lebih cepat.
Setelah memilih pemberi pinjaman dan pengajuan Anda disetujui, Anda harus menyetujui suku bunga serta ketentuan pembayaran.
Besarnya bunga akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti riwayat kredit pribadi dan bisnis, arus kas, serta lama bisnis Anda beroperasi.
Jangka waktu pelunasan pinjaman bisnis umumnya berkisar antara tiga hingga sepuluh tahun.
Jika Anda menerima pinjaman dengan suku bunga tetap, tingkat bunga tidak akan berubah selama masa pinjaman.
Sementara itu, pada pinjaman dengan suku bunga mengambang, tingkat bunga akan berubah secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Debt Financing
Kelebihan dan Kekurangan Term Loan

Seperti halnya jenis pembiayaan bisnis lainnya, Anda perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan term loan sebelum mengajukannya.
Kelebihan
- Jangka waktu pembayaran tetap: Anda mengetahui dengan jelas kapan pinjaman harus dilunasi. Jika pinjaman memiliki suku bunga tetap, cicilan bulanan akan tetap sama, sehingga memudahkan perencanaan anggaran.
- Membangun skor kredit bisnis: Melunasi pinjaman secara penuh dan tepat waktu dapat membantu meningkatkan skor kredit bisnis Anda, sehingga mempermudah akses ke pembiayaan di masa depan.
- Tersedia tenor pembayaran yang panjang: Pembayaran yang dibagi dalam beberapa tahun dapat membantu menjaga kestabilan arus kas bisnis.
- Bebas menggunakan dana sesuai kebutuhan: Pinjaman berjangka memberikan fleksibilitas penggunaan dana. Anda dapat memanfaatkannya untuk berbagai keperluan, seperti membeli properti, merekrut karyawan, atau meluncurkan produk baru.
Kekurangan
- Kurang fleksibel: Meskipun cicilan bulanan yang tetap memberikan kestabilan, sistem ini tidak memberikan kelonggaran jika suatu bulan Anda mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran.
- Dapat memerlukan jaminan: Beberapa pinjaman berjangka mengharuskan Anda memberikan aset sebagai jaminan. Jika Anda gagal membayar cicilan tepat waktu, aset tersebut berisiko disita.
- Lebih sulit untuk disetujui: Jika Anda memiliki riwayat kredit yang kurang baik atau terbatas, pengajuan pinjaman bisa lebih sulit daripada jenis pembiayaan bisnis lainnya.
Baca Juga: Ingin Mengajukan Pinjaman Usaha Bunga Kecil? Yuk Coba Ini!
Jenis-Jenis Term Loan

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan term loan, Anda dapat mengajukan pinjaman jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.
Dana dari term loan dapat Anda gunakan untuk memperluas operasional bisnis, membeli peralatan, atau membiayai kampanye pemasaran baru.
Pinjaman berjangka memungkinkan perusahaan yang memiliki keterbatasan arus kas untuk tetap berinvestasi pada peluang baru dan meningkatkan potensi pendapatan.
Jenis pinjaman yang Anda pilih akan bergantung pada karakteristik bisnis serta kebutuhan pendanaan Anda.
1. Term Loan Jangka Pendek
Term loan jangka pendek adalah pinjaman dengan jumlah relatif kecil dan jangka waktu pembayaran yang singkat, umumnya kurang dari satu tahun.
Jenis pinjaman ini cocok untuk memenuhi kebutuhan modal kerja harian. Namun, karena prosesnya lebih mudah dan cepat, term loan jangka pendek biasanya memiliki suku bunga yang lebih tinggi.
2. Term Loan Jangka Menengah
Term loan jangka menengah merupakan pilihan di antara pinjaman jangka pendek dan jangka panjang.
Jangka waktu pembayarannya biasanya berkisar antara 1 sampai 3 tahun, dengan plafon pinjaman hingga sekitar Rp100.000.000
Pinjaman ini cocok bagi bisnis yang ingin membuka cabang baru atau merekrut lebih banyak karyawan. Jenis pembiayaan ini dapat membantu memperluas operasional bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan.
3. Term Loan Jangka Panjang
Term loan jangka panjang menawarkan jumlah pinjaman terbesar dengan jangka waktu pembayaran paling lama. Anda dapat memperoleh pendanaan hingga ratusan juta, dengan tenor pembayaran paling lama.
Jenis pinjaman ini ideal bagi bisnis yang sudah mapan, memiliki riwayat kredit yang sangat baik, serta kondisi keuangan yang stabil.
Term loan jangka panjang biasanya digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Baca Juga: Pinjaman Modal Bank Mandiri Syariah, Tanpa Bunga dan Bebas Riba
Cara Mengajukan Term Loan

Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan saat mengajukan pinjaman berjangka:
1. Siapkan dokumen dengan lengkap
Sebelum mengajukan term loan, sebaiknya Anda menyiapkan seluruh dokumen keuangan terlebih dahulu.
Persyaratan dapat berbeda di setiap lembaga keuangan, namun umumnya Anda akan diminta untuk menyediakan:
- Formulir Permohonan Kredit
- Laporan keuangan
- Rekening koran
- Dokumen jaminan
- Copy perizinan usaha
- Dokumen legalitas
- Copy identitas
2. Ajukan ke beberapa lembaga keuangan
Saat mengajukan term loan, total biaya pinjaman harus menjadi pertimbangan utama. Jika suku bunga terlalu tinggi dan investasi Anda tidak menghasilkan pendapatan tambahan yang sepadan, pinjaman justru dapat menjadi beban.
Oleh karena itu, sebaiknya ajukan ke beberapa lembaga keuangan agar Anda dapat membandingkan suku bunga dan ketentuan pembayaran, lalu memilih pinjaman yang paling terjangkau untuk bisnis Anda.
Banyak pemberi pinjaman menawarkan pra-persetujuan dengan pengecekan kredit ringan, sehingga tidak langsung memengaruhi skor kredit Anda.
3. Bandingkan setiap penawaran
Setelah menerima beberapa penawaran, evaluasi masing-masing dengan cermat. Jangan hanya tergiur oleh jumlah pinjaman terbesar, tetapi perhatikan faktor-faktor berikut:
- APR (Annual Percentage Rate) untuk mengetahui total biaya pinjaman
- Jangka waktu pembayaran, karena sangat memengaruhi kemampuan Anda dalam melunasi pinjaman
- Biaya tambahan yang dikenakan oleh pemberi pinjaman
Beberapa biaya penting yang perlu Anda perhatikan antara lain:
- Origination fee: biaya awal untuk proses pinjaman, biasanya 1–5% dari total pinjaman
- Prepayment penalty: denda jika Anda melunasi pinjaman lebih cepat
- Late fee: denda keterlambatan pembayaran cicilan
- Processing fee: biaya untuk proses analisis dan persetujuan pinjaman
Meskipun suku bunga terlihat rendah dan tenor pembayaran fleksibel, biaya-biaya ini dapat menambah total biaya pinjaman secara signifikan dalam jangka panjang.
4. Finalisasi dan pencairan dana
Setelah memilih lembaga keuangan dan menyetujui seluruh ketentuan dalam kontrak pinjaman, Anda dapat melakukan proses penutupan pinjaman.
Setelah itu, dana biasanya akan cair dalam waktu satu hingga dua hari kerja, tergantung pada kebijakan pemberi pinjaman.
Baca Juga: Jenis Pinjaman Bank Mandiri Beserta Persyaratannya
Kartu Kredit vs Term Loan vs Line of Credit
Selain pinjaman berjangka, ada opsi pembiayaan lain seperti kartu kredit, term loan, dan line of credit.
Ketiganya dapat membantu menutupi kebutuhan biaya bisnis, tetapi masing-masing memiliki fungsi yang sangat berbeda.
Memahami perbedaannya akan membantu Anda menentukan opsi pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Kartu Kredit: Fleksibel tetapi terbatas
Kartu kredit bisnis memberikan akses ke kredit bergulir (revolving credit). Artinya, Anda dapat menggunakan dana hingga batas tertentu, melunasinya, lalu menggunakan kembali sesuai kebutuhan.
Hal ini menjadikannya ideal untuk pengeluaran harian seperti perlengkapan kantor, perjalanan dinas, atau kebutuhan kas jangka pendek.
Namun, kartu kredit umumnya memiliki suku bunga yang lebih tinggi daripada pinjaman, terutama jika Anda tidak melunasi tagihan secara penuh.
Selain itu, limit kredit yang relatif rendah sering kali tidak cukup untuk membiayai investasi dalam jumlah besar.
Term Loan: Terstruktur dan dapat diskalakan
Term loan memberikan dana dalam jumlah besar sekaligus di awal, dengan jadwal pembayaran tetap.
Jenis pinjaman ini paling cocok untuk kebutuhan biaya besar, seperti pembelian peralatan, ekspansi operasional, atau konsolidasi utang. Karena strukturnya lebih jelas, term loan biasanya menawarkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan kartu kredit.
Namun, syarat pinjaman berjangka biasanya memerlukan dokumen yang lebih lengkap, persyaratan yang lebih ketat, serta jaminan untuk jumlah pinjaman yang besar.
Line of Credit: Fleksibel dan dapat digunakan kembali
Line of credit bisnis bekerja seperti gabungan antara pinjaman dan kartu kredit. Anda dapat menarik dana hingga batas tertentu, melunasinya, lalu menggunakan kembali sesuai kebutuhan.
Fleksibilitas ini membuatnya sangat berguna untuk menutup kekurangan arus kas, biaya tak terduga, atau fluktuasi musiman.
Line of credit biasanya memiliki suku bunga lebih rendah dibandingkan kartu kredit, tetapi sering disertai biaya tahunan atau persyaratan jaminan untuk limit yang lebih tinggi.
Baca Juga: Ajukan Pinjaman Bank BTN dengan Mudah, Ini Syarat dan Limitnya
Kesimpulan
Term loan dapat menjadi solusi pembiayaan yang tepat bagi bisnis yang ingin berkembang, melakukan ekspansi, atau meningkatkan operasional tanpa harus mengganggu arus kas secara drastis.
Dengan memahami jenis, manfaat, serta kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa memilih skema pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Jangan lupa, bisnis Anda membutuhkan pengelolaan keuangan yang rapi, akurat, dan terkontrol agar term loan benar-benar memberikan dampak positif bagi bisnis.
Karena itu, gunakanlah software akuntansi seperti Kledo untuk mencatat transaksi, mengelola keuangan, hingga membuat laporan keuangan secara otomatis dan terstruktur, tanpa harus mengandalkan pencatatan manual di Excel yang rentan kesalahan.
Yuk, coba Kledo lewat tautan ini!
- Term Loan adalah: Jenis, Cara Kerja, dan Cara Mengajukan - 23 Januari 2026
- Angel Investor adalah: Cara Menemukan dan Alternatifnya - 23 Januari 2026
- Excel atau Software Akuntansi: Mana yang Lebih Baik? - 23 Januari 2026
