Live Instagram Kledo x Lifepal: Buka Usaha di Masa Pandemi

Lifepal atau PT Lifepal Technologies Indonesia didirikan pada tahun 2018 dan memiliki misi untuk memberikan akses informasi perlindungan finansial bagi semua orang. Bersama Lifepal, Kawan Kledo dapat merencanakan keuangan dan asuransi dengan tepat dan mendapatkan bantuan dari para ahli. Dengan semua misi tersebut, Lifepal mengajak Kledo untuk sharing mengenai cara membuka usaha di masa pandemi. CEO dari Kledo yaitu Ogi Sigit Pornawan bersama Aulia Akbar, Financial Educator dari Lifepal dalam Live Instagram Kledo x Lifepal pada Hari Rabu Pukul 16.00-17.00 WIB.

Beberapa hal yang dibahas dalam Live Intagram tersebut, antara lain:

  1. Teknologi terkini yang digunakan oleh UMKM
  2. Permasalahan yang sering ditemui oleh UMKM
  3. Permasalahan akuntansi yang akan berdampak pada kesehatan bisnis yang sedang dibangun
  4. Cara Kledo membantu pelaku ekonomi atau UMKM di tengah pandemi
  5. Perbedaan Kledo dengan Software Akuntansi lainnya

Untuk lebih lengkapnya mengenai Live Instagram Kledo x Lifepal, berikut transkip diskusi CEO Kledo yaitu Ogi Sigit Pornawan dengan Financial Educator Lifepal yaitu Aulia Akbar:

Apa Itu Kledo

Kledo

Aulia Akbar:

Halo teman-eman semua, selamat datang di IG Live hari ini, balik lagi bersama saya Akbar dan kali ini kita akan kedatangan tamu yaitu CEO Kledo. Di IG Live kali ini kita bakal membahas hal-hal yang berkaitan dengan buka usaha di masa pandemi. Tapi selain itu kita juga bakal ngomongin masalah-masalah yang juga dihadapi oleh UMKM di Indonesia.

Seperti yang diketahui banyak yang mengatakan bahwasanya UMKM itu salah satu penompang Gross Domestic Product di Indonesia. Kalau UMKM maju, otomatis perekonomian Indonesia juga bakal terderek. Tapi di masa pandemi ini banyak juga UMKM yang juga akhirnya harus gulung tikar atau menghadapi permasalahan-permasalahan finansial karena konsumsi melemah karena mereka juga susah untuk jualan.

Tanpa berlama-lama lagi, saya akan langsung undang Mas Ogi Sigit, CEO dari Kledo. Silahkan kalau ada yang mau tanya-tanya bisa ke question box. Selamat sore, Mas Ogi.

Ogi Sigit Pornawan:

Sore. Halo, Mas Akbar.

Aulia Akbar:

Gimana nih kabarnya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Baik, baik.

Aulia Akbar:

Lagi di rumah atau dimana?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, ini di rumah. Kita work from home jadi sebagian besar di rumah.

Aulia Akbar:

Berarti di rumah terus Kledo ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Sebagian besar. Ada juga yang ngantor 25%.

Aulia Akbar:

Berarti Kledo di Jogja ya bisnisnya? Di sebalah mananya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, kita base-nya di Jogja. Di Babarsari, namanya. Deket sama bandara yang lama yaitu Bandara Adisucipto.

Aulia Akbar:

Mas Ogi ini juga merupakan founder dari Jogjacamp ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya.

Aulia Akbar:

Oke Mas Ogi, sekarang mungkin Teman-Teman Lifepal penasaran apa itu Kledo. Mungkin bisa dijelaskan dulu Mas tentang Kledo.

Ogi Sigit Pornawan:

Kledo berdiri sekitar satu tahun yang lalu dengan base di Jogja, tim kita banyak yang berada di kota lain tapi kita pusatnya di Jogja. Kita develop software akuntansi yaitu software untuk mengelola keuangan perusahaan. Software kita ini di cloud jadi data disimpan secara online. Kita baru setahun lauching, belum sampai satu tahun. Awal tahun kemarin pas barengan pandemi kita launching sampai sekarang.

Aulia Akbar:

Jadi ini software cloud gitu ya Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya.

Aulia Akbar:

Kalau boleh tahu user Kledo udah berapa, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Yang udah aktif kita sekitar 5 ribu orang, lebih dari 5 ribu orang yang masih menggunakan Kledo untuk mencatat keuangan mereka. 5 ribu bisnis yang paling tepatnya karena biasanya di satu perusahaan ada pegawai yang menggunakan.

Aulia Akbar:

Jadi, 5 ribu bisnis ya. Itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia berarti ya, Mas.

Ogi Sigit Pornawan:

Benar sekali, di seluruh Indonesia.

Perkembangan UMKM di Indonesia

UMKM

Aulia Akbar:

Kita ngomongnya soal UMKM nih ya Mas, kalau dari data tahun 2018 kan ya PDB UMKM mencapai 8 triliun nilai setara 57,8%, bagaimana kira-kira tanggapan Mas Ogi mengenai kabar ini? Apakah kedepannya bakal lebih booming lagi UMKM atau gimana?

Ogi Sigit Pornawan:

Menurutku nanti negara kita ini akan ditopang oleh UMKM. UMKM itu justru yang akan menjadi mayoritas menopang perekonomian negara kita ini. Apalagi di masa pandemi ini, justru UMKM malah banyak permunculan karena usaha-usaha kecil kayak ada tekanan ada keterpaksaan untuk kita terus berusaha. Kita harus terus bikin apa nih supaya terus bisa bertahan. Menurutku ini UMKM ini malahan akan semakin berkembang di Indonesia dan itu kabar yang bagus.

Aulia Akbar:

Jadi kedepannya, potensi untuk UMKM justru semakin terbuka lebar ya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, semakin terbuka lebar. Jadi, dengan adanya teknologi pemodal besar dengan pemodal kecil jadi deket jaraknya. Dengan adanya teknologi jadi membantu tadi.

Pengelolaan Keuangan UMKM yang Baik

pengelolaan keuangan UMKM

Aulia Akbar:

Tapi kira-kira kalo berbicara mengenai permasalahan yang dialami oleh UMKM, kalo kita masa pandemi pasti kan demand itu turun, selain itu ada nggak sih masalah-masalah krusial yang kira-kira UMKM harus benar-benar memperhatikannya?

Ogi Sigit Pornawan:

Jadi, demand ada yang turun, cuma beberapa hal yang UMKM yang pinter itu malah menemukan ceruk-ceruk baru di masa pandemi sebenarnya. Masalah di usaha mikro dan kecil itu lebih ke manajemen keuangan. Jadi sebenarnya kalau namanya kita berbisnis kan nyari uang ya, tapi banyak uangnya nggak di-manage dengan benar. Contoh kasusu beberapa kayak gini, dia merasa kok laris banget tapi setiap mau gajian agak berat ya, kayak kadang masih nombok, padahal tiap hari banyak orderannya. Kadang dia di marketplace banyak orderannya per hari sampe ratusan yang order, tapi kok berat. Kadang itu nombok malahan, karena simpel aja, keuangannya itu nggak dicatet. Bener-bener, ada uang masuk ya masuk aja, keluar keluar aja, tapi nanti pas anaknya minta uang buat jajan ya dikasih dari situ juga. Mau bayar sekolah juga pakai itu juga. Jadi nggak kelihatan kemarin duitnya berapa, untungnya berapa, sehat nggak nih bisnisnya, apakah harganya perlu dinaikan atau diturunkan biar volumenya naik, itu kan perlu dianalisa. UMKM itu banyak yang masih mengabaikan, yang penting bisa jalan bisnisnya tapi nggak tahu gimana gitu.

Aulia Akbar:

Berarti kurang lebih sama kayak persoalan finance, jadi kayak keuangan kita pribadi, kita gajian tapi kita nggak tahu uangnya itu hilang kemana aja, gitu. Problemnya sama, apalagi ini bisnis malah ini lebih gawat lagi. Terlebih di bisnis ada karyawan juga yang harus dipikirin. Kalau bisnis itu sendiri sudah terkena masalah serius di bagian keuangan, kan bisa jadi potensi apa ya tutup atau gulung tikar, gitu nggak mas kira-kira?

Ogi Sigit Pornawan:

Bener. Bener sekali. Jadi kalo keuangannya nggak rapi, misalkan ada pandemi paling nggak dalam beberapa bulan ngedrop dulu semua industri. Nah, kalo selama ini keuangannya nggak rapi, semua uang masuk nggak dicatet. Tahu-tahu, lho ternyata kita nggak punya tabungan untuk bisnsi ini, kedepannya pake apa nih? Itu kan belum ada perencanaan-perencanaan sampai ke situ, harusnya bisnis kecil apapun itu harus dicatat. Kalo semuanya sudah dicatat dengan rapi, kita jadi tahu, berapa nih aset kita, berapa uang yang kita tahan untuk beberapa bulan ke depan bisa survive. Itu kan pas laris-larisnya asyik aja, uang masuk duitnya buat bayar cicilan yang lain lagi.

Kelola Keuangan UMKM dengan Mudah Bersama Kledo

keuangan UMKM

Aulia Akbar:

Apalagi buat yang punya usaha penting banget buat mencatat keuangan itu sendiri. Mas, kira-kira kalo misalnya Kledo membantu UMKM dalam hal akuntansi, kira-kira apa saja produk dari Kledo untuk membantu UMKM?

Ogi Sigit Pornawan:

Untuk me-manage keuangan perusahaan, di situ kita dapat mencatatkan kita melakukan penjualan ke customer, kita melakukan membeli barang dari vendor, pencatatan biaya operasional, semua itu bisa dicatatkan di Kledo. Sehingga kalau pencatatannya sudah rapi secara otomatis kita akan tahu performa perusahaam kita laba ruginya berapa, sebenarnya kita untung nggak sih di bisnis ini, semacam itu. Di Kledo ada neracanya, ada arus kasnya, kemudian kita akan tahu produk mana sih yang kemaren paling laris, ada berapa persen dari kategori ini dan ini . Banyak performa bisnis yang nanti bisa otomatis tergeneris kalau nanti pakai Kledo. Input-input data biasa kayak nanti juga bisa pakai excel. Kita bisa realtime pakai HP bisa kita lihat performa kita apa aja, tagihan belum dibayar apa aja nih, biaya per bulan paling gede dari mana nih, kita bisa out, semuanya ada di situ. Intinya di situ.

Karena ini kita rancangnya buat UMKM, sehingga kita rancang biar gampang jadi nggak harus orang akuntansi buat ngerti. Kita-kita semua orang bisa pakai Kledo.

Aulia Akbar:

Jadi, user interpreting semua orang bisa pake. Berarti kalau ada pencatatan kita bisa tahu dong rasio-rasio kesehatan dari usaha kita sendiri. Seperti rasio margin laba bersih, gross profit, sampe —- profit margin, jadi bisa kelihatan gitu ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, rasio-rasio bisnis laporan keuangan itu ada banyak banget yang udha kita sediakan. Itu otomatis dan realtime, jadi kita tinggal input data, setiap hari kita bisa langsung mengamati. Ada juga kita menu untuk report untuk eksekutif. Jadi, kita sebagai owner atau sebagai eksekutif kita bisa melihat langsung ringkasan bisnis kita.

Aulia Akbar:

Oke. Jadi kayak semacam laporan tahunan tapi lebih ringkas ya? Dibikin perkuatalan laporan TBK gitu ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Bisa. Jadi bisa difilter mau periode berapa bulan, atau tahun. Semuanya bisa.

Aulia Akbar:

Oke-oke. Nah, Mas, jadi kalau misalnya Mas kan menciptkan sebuah teknologi cloud, kira-kira tantangannya apa sih, Mas? Mengingat di sini banyak UMKM yang kurang paham sama teknologi, mereka ibaratnya masih meraba-raba. Dengan adanya Kledo apa strategi Mas untuk bisa memperkenalkan ke mereka?

Ogi Sigit Pornawan:

Biasanya itu temen-temen yang mau menggunakan Kledo itu ragu dulu. Jadi kan nyatet keuangan nih, berarti ini ada urusan sama akuntansi nggak nih? Bisa nggak nih aku akuntansi? Biasanya sering yang ditanyain itu. Aku nggak ngerti akuntansi. Aku punya bisnis tapi nggak ngerti gimana? Aku nggak punya staf akuntansi nih, aku nggak punya akuntan, nggak punya orang yang input dana. Jadi lebih ke akuntansi bisa nggak sih mereka? Mereka banyak yang merasa nggak bisa, padahal nanti biasanya kita kasih: coba aja bu daftar, nanti setelah daftar dilihat nanti kalau ada yang nggak paham biasa nanya. Biasanya setelah daftar ternyata cuma kayak gini ya. Ternyata nggak sesusah pas di pelajaran SMA dulu yang kredit di kanan atau di kiri. Itu kan mereka kayak nggak enak banget, padahal ini tinggal input aja. Kemarin yang yang beli namanya siapa, berapa barang yang dibeli, barang yang dibeli apa aja, nanti laporannya udah langsung jadi. Gitu.

Aulia Akbar:

Berarti Mas Ogi backgroundnya akuntansi ya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Aku sebenarnya bukan akuntansi. Aku lulusan IT, cuma ya belajar akuntansi untuk memudahkan. Jadi, karena aku bukan orang akuntansi juga ngerti. Jadi jaman sekolah dulu kalo liat akuntansi udah agak…

Aulia Akbar:

Mau muntah duluan ya

Ogi Sigit Pornawan:

Di Kledo juga ada istilah-istilah akuntansi yang menyusahkan malah kita sembunyikan. Jadi, kalo untuk orang yang nggak terlalu ngerti jadi nggak perlu bingung. Tapi kalo ada yang orang akuntan yang pengen masuk advance itu juga bisa fiturnya dinyalain. Sehingga yang fitur-fitur advance bisa dikeluarin. Difoldnya itu nggak akuntansi, gampanglah. Gampang banget.

Aulia Akbar:

Tujuannya untuk meminimalisir adanya kegagalpahaman itulah intinya ya. Sesederhana mungkin bahasanya di Kledo jadi teman-teman bisa mudah memahami tentang pencatatan keuangan itu sendiri. Berarti ini Kledo ada yang gratis dan ada yang berbayar juga ya? Bedanya dimana tuh, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Jadi, kalau kita punya versi yang gratis itu gratisnya selamanya. Jadi, nanti temen-temen bisa daftar saat itu juga bisa make. Itu nggak ada batasan waktu, maksudnya bukan cuma 14 hari. Itu bisa buat selamanya. Ada juga yang versi berbayar. Versi berbayar itu nanti bedanya di fiturnya. Jadi kalo UMKM yang mikro nanti bisa pake yang gratis dulu, nanti kalau usahanya udah berkembang misalkan karyawannya udah ada 10-20 itu udah bisa mulai upgrade paket yang 100 ribu per bulan. Ada juga paket yang di atasnya, nanti kalau perusahaannya udah semakin besar lagi karyawannya ratusan bisa paket yang di atasnya lagi. Jadi perbedaannya cuma di beberapa fitur aja. Jadi, kalo yang usaha mikro emang fiturnya kita sedikitkan, itu juga lebih gampang juga karena semakin banyak juga bingung. Jadi kita sedikitkan dan gratiskan juga.

Aulia Akbar:

Oke, jadi bertahaplah ya untuk itu. Pertama mungkin pertama kali coba-coba kita pake yang gratis dulu lah ya. Terutama buat yang usahanya usaha mikro gitu ya, nanti ketika udah diskale-up banyak ini nanti dia bisa masuk yang pro. Udah berkembang lagi, udah banyak karyawannya, mungkin untuk mempermudah kita masuk yang elit karena emang itu tadi harus dipelajari juga kira-kira ya untuk ini softwarenya dan lain sebagainya. Berarti ini sebenernya bisa membantu siapa aja ya mas ya? Maksudnya nggak cuma mereka yang punya toko online di Instagram, Facebook, tapi melainkan kasarannya pedagang yang punya usaha rumahan yang memang punya B2B itu pun masih bisa ya.

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, bisa. Misalnya kita punya usaha freelance bisa juga pakai ini. Biasanya kita kalo freelance uang masuk langsung jadi uang pribadi, sebanarnya kalo mau dirapiin pake Kledo ini bisa. Jaid kalo kita freelance mau menagih ke customer kan kita tagihannya pake Kledo. Jadi Kledo nanti itu bisa bikin invoice penagihan. Dari invoice itu bisa dikirim ke email, ke sms, jadi kan lebih rapi pencatatannya. Uang masuk sebagai uang bisnis dan pisahkan uang bisnis dengan uang pribadi.

Aulia Akbar:

Berarti freelance bisa ya dnegan fitur invoicing. Nah invoicing ini dia bisa dapat dengan fitur gratis atau harus yang pro atau elit, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Invoicing di tempat gratis udah ada. Kita sediain sekitar 60 template invoice. Jadi nanti bisa pilih yang paling lucu atau paling agak-agak resmi.

Pertanyaan

pertanyaan

Aulia Akbar:

Langsung ke pertanyaannya. Ada yang di kolom komentar dan ada juga yang di DM saya nih, Mas. Ada dari Firli, baru mulai usaha pas pandemi dan alhamdulillah sekarang tetap ramai, ingin nyoba software akuntansi buat pembukuan tapi nggak ngerti akuntansi sama sekali. Gimana nih caranya?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya. Kalau itu paling enak coba aja deh daftar dulu, itu paling butuh satu menit aja langsung masuk. Nanti liat gampang banget kok. Jadi nggak perlu khawatir nggak ngerti akuntansi, nggak ngerti nggak ngerti ekonomi nggak masalah.

Aulia Akbar:

Oke, berarti daftar dulu aja ya di Kledo dot com. Ada step by step dan ada tutorialnya juga kan, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, ada tutorialnya. Kita juga ada live support, jadi biasanya nanti yang masih awal-awal ingin nanya-nanya konsultasi, kita sediain live support itu via WhatsApp. Jadi, temen-temen pakai WhatsApp bisa langsung kontak, kita langsung mensupport, kalau yang punya bisnis mau implementasi konsultasi kita juga ada jasa konsultasinya gratis. Jadi kalau udah pakai Kledo bisa invite kita, kita pakai zoom, kita pandu cara implementasinya gimana atau kalau ini masuk pajaknya gimana ya? Kita bisa bantu.

Aulia Akbar:

Oh, perhitungan pajaknya juga ada ya? Kayak PPH21, PPH23, itu juga ada ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya. Udah otomatis.

Aulia Akbar:

Berarti ini komplit banget ya. Jadi nggak ada alasan lagi nih akuntansi susah. Dari Akbar, punya cita-cita bisnis tapi taku banget kalo gagal atau rugi dikit, mental belum sanggup. Kalau kayak gini, apakah aman melakukan pencatatan keuangan di platform digital? Suka takut sama isu sekarang. Isu data kali ya, ini gimana soal keamanan dari Kledo?

Ogi Sigit Pornawan:

Kadang kita khawatir kalau kita di online itu gimana, aman nggak? Kita menjamin aman, sebenernya kita kasih analoginya selama ini kalau punya email kan emailnya juga nggak disimpan di laptop atau nggak disimpan di HP kan? Tapi emailnya disimpen di servernya Google. Jadi, data di online itu bisa aman juga dna selain itu ada nilai plusnya juga, misalkan data yang disimpan bukan di cloud malah nggak aman. Software akuntansi lama yang nggak cloud itu sering diinstal di laptop atau komputer desktop. Di situ semuanya datanya, udah 20 tahun dirapikan di situ, suatu malam ada maling ngambil desktopnya tuh ilang semua datanya nggak ada di kita. Kalau di sistem cloud, begitu kita masuk ke cloud, kita datanya udah kita yang garasi kan ya. Jadi kita yang meng-back-up-kan, kalau nanti ada di server apa kita juga udah memikirkan itu. Jadi, terima beres aja. Atau misalkan sekarang aku ingin balik lihat data berapa tahun yang lalu, kita juga udah ready, semuanya udah kita sediakan.

Aulia Akbar:

Oke, berarti udah aman lah ya, Mas. Malah, lebih praktis. Itu dia tuh, jadi makanya dipertimbangkanlah kalau misalnya teman-teman mau buka usaha dan memang butuh secama aplikasi pencatatan ya udah pakailah yang ada didtem cloudnya. Jadi aman dan kalau kita manual pakai laptop, seandainya kita offline ya mungkin ada risiko korup juga ya datanya?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, jadi, bisa diakses di mana aja. Misalnya kita punya karyawan nih yang input di kota Surabaya nih terus kita baru jalan-jalan nih ke Bali. Itu kan tetap bisa akses terus gimana nih performa bisnisnya, kita bisa lihat. Tapi kalau kita masukinnya di offline ya nggak bisa ngawasi dari mana aja.

Aulia Akbar:

Di bawa-bawa sama laptopnya ya. Berarti ini Apps ya mas, di Google Playstore ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Kita saat ini masih pakai web, tapi bisa diakses dari itu. Untuk Apps-nya masih kita kembangkan.

Aulia Akbar:

Berarti sekarang masih pakai browser ya berarti. Pakai browser tapi memang lagi proses mengembangan Appsnya. Mungkin di Apple juga kan dirilis juga ya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, nanti dua-duanya akan masuk.

Aulia Akbar:

Oke dari Ratna, mau tanya dong kira-kira perlu rekrut orang nggak buat operasional software ini. Kadang pemilik UMKM agak-agak gaptek. Kira-kira ini gimana nih Mas, tadi kan udah disinggung kalo ini sangat user friendly, kira-kira butuh nggak nih Mas kalo pemiliknya udah rada-rada gaptek kurang bisa memahami teknologi, kira-kira gimana Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Nanti sebenernya bisa dicoba dulu aja. Coba daftar dan pake, jadi gimana kalau misalkan kalau operasikan email di laptop bisa ya pasti bisa juga pake Kledo. Sebenernya nggak susah. Butuh karyawan tersendiri atau nggak tuh lebih ke volume transaksinya. Kalau transaksinya udah banyak banget kita sebagai owner mau input sendiri kan kecapean ya. Nah, kalau udah mulai banyak kita bisa rekrut orang untuk input data. Cuma kalo masalah bisa nggaknya, menurutku bisa-bisa aja. Sebagian besar yang udah daftar kita kasih tahu mereka pada bisa semua.

Aulia Akbar:

Jadi pada dasarnya sebetulnya memang aplikasinya udah user friendly gitu. Tapi kalau misalnya mau bayar orang buat operasional pastikan dulu mungkin keuangan perusahannya juga, ya kan? Kalau masih bisa diinput sendiri, ya input sendiri. dari Desi Murniati, cara daftar yang gratis dan berbayar itu bedanya dimana ya Kak?

Ogi Sigit Pornawan:

Jadi kalau daftar nanti masuk ke Kledo.com/daftar di situ nanti ada pilihannya, mau yang mana. Paket yang gratis selamanya atau mau pake yang pro atau pake yang elit tinggal pilih aja di situ. Kalau pengen nyoba pake yang gratis, pake aja yang gratis selamanya.

Aulia Akbar:

Jadi tinggal masuk ke kledo.com tinggal pilih plannya ada di situ di bagian harga. Ada daftar gratis. Ini juga ada trial 14 hari ya Mas. Ini kalau ada tambahan gudang ini gimana ya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Jadi, kalau mau me-manage gudang, kan kita jualan baju nih, kita ada beberapa gudang. Itu nanti bisa di-manage, jadi gudangnya nggak cuma satu, jadi misalkan baju A itu ditaro di gudang A, baju B di gudang B. Itu ada macem-macem gudangnya. Itu bisa, kita sudah mensupport untuk multi gudang. Jadi, kalau misalkan kita paket langganannya yang pro, disediain untuk dua gudang kita pengen nih ternyata gudangnya tambah dua lagi nih kita bisa add-out tambah gudang sendiri.

Aulia Akbar:

Oke-oke. Jadi, fitur buat mereka yang mungkin buat kayak stok opname gitu ya? Jadi, kalau pro itu 2 gudang elit itu 10 gudang. Kadang kan inventory jadi masalah besar dalam bisnis kan, inventory kan sesuatu yang barang yang sebenernya bukan aset tapi bisa liquid. Ini kan mesti dijual. Itu dia kan memang harus jadi perhatian buat temen-temen pemilik usaha terutama yang jual-jual barang.

Dari Munandari, di Kota Jambi ada ya? Ada ya Mas pasti ya ada di mana-mana.

Ogi Sigit Pornawan:

Iya. Bisa dimana-mana bisa daftar untu support kan bisa online, bisa via zoom, bisa via WhatsApp.

Aulia Akbar:

Nah, itu. Malah lebih gampang ya, pokoknya kalau clouding dimana aja bisa dipake. Tinggal masuk ke websitenya sign-up, di situ isi data diri, silahkan dipake ya.

Hai, salam, sapa dong kaka. Salam balik. Silahkan ya kalau ada yang mau nanya pertanyaannya seputar bisnis boleh dan lainnya. Gimana caranya? Tadi kan udha dijelasin, mungkin bisa diulangi lagi Mas caranya.

Ogi Sigit Pornawan:

Caranya buka websitenya kledo.com K-L-E-D-O dot com, di situ nanti ada daftar gratis klik aja. Isikan data diri sedikit, selesai. Langsung bisa dipakai.

Aulia Akbar:

Jadi masuk ke websiternya Kledo K-L-E-D-O dot com langsung klik di bagian bagian harga ini ya, ada free, pro, elit. Klik daftar gratis ya. Nanti ada lakukan registrasi tinggal ikutin caranya gimana ya.

Dari andrisandre, mau ikutan nanya kan. Kalau misalkan saya punya lebih dari 1 UMKM, bisa nggak? Makasih. Gimana nih Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Ini maksudnya punya lebih dari 1 perusahaan ya?

Aulia Akbar:

Mungkin itu dan aplikasinya dipake di perusahaan berbeda, gimana tuh, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Bisa. Jadi, kalau misalkan nih kita sebagai owner perusahaan kita punya beberapa perusahaan, itu bisa dijadikan satu. Kan satu perusahaan punya anak perusahaan itu juga bisa. Jadi, pake aplikasi Kledo, nanti ada laporan konsolidasi akan perusahaan nanti juga udah bisa. Jadi, untuk multi perusahaan udah disupport.

Aulia Akbar:

Itu, berarti harus yang pro atau yang free ada juga nggak? Atau harus pake yang pro atau elit ya, Mas untuk anak usaha itu?

Ogi Sigit Pornawan:

Kalau yang untuk anak perusahaan itu, biasanya untuk perusahaan yang udah gede ya, jadi kita pakenya yang elit. Tapi kalau punya banyak perusahaan dan masing-masing punya akun sendiri bisa pake yang free. Cuma nanti nggak bisa dikonsolidasikan laporannya gitu.

Aulia Akbar:

Ya, kan kadang-kadang ada laba kan ada laba yang nanti dikasihkan ke induk gitu kan. Itu kan nggak bisa inline ketika seseorang pake accound yang berbeda-beda pasti pake email yang berbeda-beda. Jadi berbeda-beda gitu nggak jadi satu. Jadi jawabannya mas Andris, bisa pake ya. Bahkan ada fitur elit yang mana bisa untuk mencatat keuangan perusahaan sampai anak perusahaan gitu ya.

Hai, Abang-Abang. Halo juga. Silahkan kalau ada yang mau ditanyakan. Ini ada lagi Mas di WhatsApp saya nih, kira-kira untuk buka usaha di masa pandemi apa saja sih yang harus diperhatikan? Mungkin ini bisa diawab tipsnya nih dari Mas Ogi. Buka usaha di masa pandemi.

Ogi Sigit Pornawan:

Nah, kalo di pandemi ini sebenernya banyak malahan celah-celah baru yang di pas masa-masa pandemi apa nih yang banyak diminati, apa yang baru berkembang, itu bisa dicari-cari dulu idenya dari situ. Misalkan nih kalau di masa pandemi yang deket-deket ke teknologi itu malah naik, misalkan pembelian di marketplace itu tambah naik. Karena orang jarang keluar jadi lebih banyak belanja di marketplace, jadi misalkan kita mau jualan di marketplace atau apa. Jadi, kita sesuaikan dengan masa pandemi. Apa yang baru rame di masa pandemi ini. Kita bisa mengikuti di situ. Kalau udah dapat idenya kita eksekusi aja, nanti pasti pas mengeksekusi dari awal kita udah mulai rapi. Modalnya berapa kita siapan, jangan pas ada uang kita masukin jad buat modal kan nggak keliatan dari kemaren nih berapa keluar berapa aja, terus kita nombok apa enggak. Jadi, dari awal kita udah siapin, kita mau modalin berapa, meskipun itu kecilnya cuma 5 juta, ya kita ambil 5 juta dimasukin ke bisnis. Bisnis itu dikelola, nanti akan keliatan gimana hasilnya. Kalo dalam sekian waktu udah keliatan hasilnya, laba-ruginya udah keliatan, bagus nih, kita bisa skeel-up. Apakah kita mau mencari pendanaan di bank, atau mencari pendanaan ke private misalnya. Kalo keuangan kita nggak beres, nih kita mau cari pendanaan di bank juga akan susah, mana nih laporannya kok nggak ada laporan keuangan, misalnya. Gitu sih.

Aulia Akbar:

Pastinya kalau udah ada ide tinggal dieksekusi, cuma hati-hati sama yang namanya permodalan dan keuangan kan ya, karena itu merupakan hal yang sangat fundamental yang mana kalau kita mau skeel-up bakal jadi taruhannya. Cuma, sekarang ya di masa pandemi memang cash itu penting. Kalau bisa orang jualan yang perputarannya cepet, biar dia bisa menghasilkan arus kas yang nggak negatif. Biar dia bisa bayar gaji karyawan dan sebagainya. Jadi di keuangan di perusahaan itu, gimana kita bisa manage dengan baik.

Dari Akbar, mau nanya, kira-kira Kledo udah bermitra dengan siapa aja ya? Mungkin siapa aja nih Mas, UMKM yang udah jadi partner?

Ogi Sigit Pornawan:

UMKM itu banyak banget ya, di tiap-tiap kota itu ada cuma saya nggak hafal nama-nama PT-nya. Banyak banget oengguna, dari misalnya di Bandung yang fashion-fashion itu banyak yang masuk, kemudian di kalo di Jogja perusahaan-perusahaan kerajinan, misalkan kerajinan tas. Macam-macamlah, ada banyak sekali mitra kita. Jadi, udah ada 5 ribu yang bergabung dengan kita, aktif dengan kita kita bantu untuk merapikan keuangannya.

Aulia Akbar:

Kalo start-up ada berapa, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Teknologi ya? Kebanyakan lebih ke perusahaan —- jadi kalo yang startup itu kemarin ada beberapa tapi aku agak lupa namanya yang udah dengan kita.

Aulia Akbar:

Udah ada lah ya. Ini ada pertanyaan lagi, mau mempelajari Kledo terlebih dahulu nih Kak, silahkan. Pelajari dulu produknya nanti kalo udah ini baru stand-up ya. Ada lagi dari WhatsApp saya, kira-kita rasio keuangan seperti apa sih yang dikatakan sehat untuk sebuah bisnis? Kira-kira seperti apa nih dari Mas Ogi?

Ogi Sigit Pornawan:

Kalo untuk paling gampang lihat dari laba-rugi, kalo udah positif, itu udah bagus. Itu aja yang paling penting di situ dulu. Kalo yang dalam-dalam di awal belum ada utang, fokus ke laba-ruginya dulu, ke arus kas dulu udah beres, udah, bisa dilanjutkan. Kalo aku sih paling gampang di situ.

Aulia Akbar:

Paling gampang di laba-rugi ya? Berarti itu labar bersih atau laba yang mana?

Ogi Sigit Pornawan:

Tentunya laba bersih ya. Kalo mikro mestinya kasnya masih terbatas, kita harus ngecek di laba bersihnya dulu.

Aulia Akbar:

Jadi laba bersih ya yang menentukan semuanya. Mungkin kalo misalkan di masa pandemi berdasarkan aset lancar lah ya. Dia punya aset, jadi kayak rasio aset lancar dibanding utang jangka pendeknya dia. Dia punya kayak utang, kredibilitas jangka pendek, jadi otomatis dia masih punya kas yang cukup untuk bayar utang dia sendiri. Yang nggak cukup nanti malah fained.

Dari Ruth, Mas, penasaran dengan sistem security monitoring atau sistem keamanan di Kledo.

Ogi Sigit Pornawan:

Jadi kalo kita sekarang servernya di Amazon. Data center paling gede ya udah yang paling aman. Kalo dari data centernya udah nggak ada masalah, udah sangat aman, Semua perusahaan gede banyak yang pakai itu, kayak Amazon sendiri, Netflix juga pakai Amazon. Dari data centernya kita itu, kemudian kita juga punya enkripsi, setiap kita dari HP atau laptop mengakses ke server itu pakai enkripsi SSL, sehingga data yang dikirimkan dari laptop ke Kledo atau dari Kledo ke laptop, itu nanti dalam kondisi udah dienkripsi. Jadi, kalo di tengah-tengah di entersep itu nggak bisa. Misalkan kita di kafe buka data keuangan di Kledo, admin kafenya nggak bisa lihat tadi kirim data apa aja. Karena data yang untuk komunikasinya udah di enkripsi jadi nggak bisa dibuka.

Aulia Akbar:

Berarti khusus data center di Amazon ya. Sistemnya dijamin aman ya, Mas. Ada dari Gubernur BI, mencatat data keuangan pribadi itu penting nggak sih, walaupun kerepotan? Ada nggak saran gimana bisa mencatat keuangan biar nggak boros, Lifepal? Berarti ini saya yang jawab personal ya.

Sebetulnya bisa dibilang penting apa enggak ya penting banget. Caranya, kita pastinya pakai metode ini, cash flow yaitu pemasukan dan pengeluaran. Kita harus lihat keuangan kita defisit atau surplus, kalau surplus hanya 1% dari keuangan kita ya itu tandanya nggak sehat. Kita juga punya laporan neraca, di Kledo juga ada kan ya neraca ini? Buat gampangnya neraca itu kompilasi aset kita ya. Kita punya properti, kita punya saham, kita punya tabungan, itu masuk ke laporan neraca. Utang juga masuk ke sana. Total aset dikurangi total utang itulah kondisi kita yang sebenernya. Kalo misalkan di perusahaan pasti ada di Kledo ekuitas ada juga kan ya Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Ada.

Aulia Akbar:

Jadi sebenernya pencatatan keuangan bisnis dengan personal mirip-mirip, bedanya itu tadi kalo di bisnis ada ekuitas, di personal nggak ada. tapi rasio-rasionya juga mirip.

Wah ini ada pertanyaan tapi agak-agak serem nih, Mas. Kledo udah pendanaan seri berapa nih, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Kita so far belum membuka pendanaan. Kita masih ada pendanaan dari private tapi kita belum sampai sekarang belum mencari pendanaan.

Aulia Akbar:

Sampai sekarang belum ya, Mas. Setahun Kledo ya, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, kita baru setahun.

Aulia Akbar:

Wah, terjamin berarti ya keamanannya karena pakai Amazon. Pasti ya, terjaminlah. Nih, kira-kira Kledo mau ada trobosan apa nih, Mas? Selain dari kesehatan keuangan?

Ogi Sigit Pornawan:

Jadi, yang sedang kita kembangkan itu, banyak request dari temen-temen yang pake Kledo, yaitu untuk mengintegrasikan dengan marketplace yaitu yang sedang kita kembangkan, sehingga nanti temen-temen yang jualan di beberapa marketplace bisa dimanage dari Kledo. Jadi cukup masuk dari Kledo sehingga bisa memanage ke beberapa marketplace sekaligus. Misalkan jadi kalo ada orang beli dari marketplace nanti langsung masuk datanya ke Kledo. Kemudian stoknya juga akan disesuaikan. Itu yang baru kita kembangkan karena banyak temen-temen yang minta diintegrasikan dengan marketplace itu.

Aulia Akbar:

Oh, berarti mau diintegrasikan sama marketplace. Misalnya dia seller di marketplace yang warna ijo, dia bisa langsung diintegrasikan ke Kledo.

Ogi Sigit Pornawan:

Iya, bener. Karena kalo sekarang prosesnya masih dari marketplace ijo diambil dalam bentuk excel, nanti excelnya diupload ke Kledo. Untuk mempermudahkan nanti akan otomatis singkron.

Aulia Akbar:

Dua bulan pakai Kledo, bagus. Nanti saya juga coba deh pakai Kledo. Tapi saya bingung saya jualannya jasa, Mas. Bisa juga kan, ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Bisa. Banyak juga jasa pakai Kledo.

Aulia Akbar:

Perencanaan keuangan bisa juga ya kita? Perbedaannya kalo jasa kita nggak ada inventory aja palingan ya di pembukuannya? Kurang lebih dan lebih simpel.

Dari panjinamjaelf, awal mula yang dirasain waktu rilis usaha apa ya? Kira-kira apa nih kalau dari pengalamannya Mas Ogi?

Ogi Sigit Pornawan:

Kebetulan kita melanching itu bareng banget sama pandemi baru marak-maraknya. Sempet awal-awal bingung juga, apa kita mau jadi nggak ya ini. Kan itu bisnis malah pada drop namanya baru pandemi. Bisnis pada drop, konsumsi pada drop, kita malah melaunching sesuatu yang banyak bisnis kecil menganggap itu kebutuhan sekunder untuk mencatat sesuatu. Namun akhirnya kita putuskan okelah kita launching aja bareng pandemi ini ternyata malah sebaliknya. Karena adanya pandemi, penetrasi teknologi kan makin masuk ya ke UMKM. Jadi, mereka tuh malah makin melek teknologi, kemudian karena kerjanya remote dari rumah semakin butuh pengawasan keuangannya jadi malahan setelah pandemi jalan satu dua bulan malah jadi rame banget. Yang minat jadi banyak.

Aulia Akbar:

Jadi, kalau dipikir-pikir Kledo lahirnya pada saat pandemi ya Mas malahan? Nah, pada saat itu demand akan software yang untuk manajemen keuangan juga akan tinggi karena banyak WFH dan urgensi untuk memantau kinerja usaha para UMKM. Jadi, dapat user lumayan banyak ya.

Dari Ratna lagi nih, inspirasi bikin aplikasi ini dari mana Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Sebelumnya kan aku udah ada beberapa usaha yang sebelumnya juga biasanya awalnya masalah keuangan itu amburadul dulu. Jadi, pas bikin usaha awal-awal kacau dulu lah, yang penting jalan dulu lah kayak gitu biasanya. Lama-lama baru mulai dibenerin tapi itu kan repot ya. Setelah udah berjalan itu tambah repot lagi buat beresin keuangan usaha yang udah jalan ini. Kemudian nanti masalah pajaknya, wah, dikejar-kejar pajak kita nggak siap bayar pajak. Kita belum narik PPN, lah banyak banget masalah. Aku bikin ini harusnya ada nih software yang gampangin untuk orang-orang yang nggak ngerti akuntansi. Orang-orang yang baru mulai bisnis, itu udah langsung bisa mencatatkan. Nah, kenapa kita bikin pakai yang gratis. Nah, mereka itu nggak perlu awal-awal mengeluarkan duit gitu. Kalau emang belum ada dana pakai aja dulu yang gratis, kalau usahanya berkembang kita ikut berkembang mereka jadi berbayar bayar ke kita. Tapi kalau awal-awal nggak perlu invest dulu. Jadi, inspirasinya dari situ, ingin memudahkan UMKM itu nggak perlu ngeluarin dana, nggak perlu ngeluarin biaya. Nggak perlu susah-susah untuk merapikan keuangannya.

Aulia Akbar:

Jadi, belajar dari pengalaman ya Mas? Keuangan emang sering jadi masalah, dan Mas Ogi punya cita-cita untuk memudahkan UMKM agar keuangan mereka lebih sehat.

Dari Ziggy Ziggy Mas ada nggak tips UMKM dalam kesehatan keuangan? Apa tuh, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Kesehatan keuangan itu yang pertama yang penting adalah dicatat dulu. Tanpa adanya pencatatan pasti nggak akan sehat. Kita nggak ngerti kondisi keuangan kita. Jadi, dicatat dulu, paling nggak yang keluar dicatat, yang masuk dicatat. Itu dulu. Setelah itu dicatat baru kita tuh perlu ada perencanaan, kadang kalau kita berbisnis itu awal-awal asal ambil aja dan asal masukin aja. Jadi, pas kita punya uang dimasukin jadi modal dan pas kita butuh ambil dari situ. Nah, itu bagusnya perlu direncanakan dari awal. Nanti untuk mengeluarkan untuk beli ini, untuk invest ke sini kapan dan pakai uang dana yang mana, dan sebagainya. Jadi, dirancang aja dari awal dan disepakati, kalau foundernya lebih dari satu, bisa disepakati. Nanti kita ini mulai dari bulan ini kita akan merekrut 5 orang lagi untuk ngembangin di bagian ini. Jadi, dari awal sudah rapi.

Aulia Akbar:

Jadi, awalnya dicatat dulu dan direncanakan, jadi biar semuanya tahu, abis itu kalau ada expand atau ada apalah ya, ada momen-momen dimana kita ingin berinvestasi usaha kita, kita rencanakan dari jauh-juah hari.

Ogi Sigit Pornawan:

Bener. Bener.

Aulia Akbar:

Ya, mungkin kalau sedikit tambahan dari saya ya ketahuilah ketika mencatat ketahui yang namanya rasio-rasio, yang berhubungan dengan kesehatan keuangan. Karena kalau mengenai usaha pasti mengenai pengeluaran. Sebagain besar pengeluaran semakin tinggi juga risikonya. Kalau nggak disertai dengan penjualan yang lebih besar.

Dari Akbar lagi, boleh dong Mas minta tips untuk UMKM khususnya yang rintisan yang baru coba-coba buat keuangan, gimana ya? Tadi sih udah disebutin, barang kali ada tips lain nih Mas buat startup. Mungkin khusus buat start-up, rintisan berarti startup. Ada lagi tips lainnya nggak nih Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Kalau untuk UMKM apalagi ya, setelah dicatat nanti direncanakan, nanti setelah direncanakan eksekusinya. Kadang kita eksekusinya kita kurang tertib dengan apa yang kita rencanakan. Jadi, kita udah merencanakan kayak gini gini gini tengah jalan tetap aja nih uangnya diambil asal untuk investasi yang sebelumnya nggak direncanakan. Nanti akan berubah arahnya jadi kacau dan sebagainya. Jadi kalau misalkan mau eksekusinya berbeda ya perlu dibicarakan dulu, dirancang dulu lagi dari awal. Oh, ini mau beli barang, nah dirancang dari awal lagi, stepnya seperti apa nanti baru dieksekusi. Jadi bukan planing udah dibikin tapi eksekusinya masih amburadul lagi.

Aulia Akbar:

Ngomongin soal —– sebetulnya sudah direncanakan dari awal atau saat kita menemui masalahyang kayak self problem baru —, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Nah, kalau pivot itu kalau untuk rintisan tentunya tidak direncanakan. Kita kan kalau bikin usaha pasti merencanakan kita masuk langsung booming, berhasil, gede, tapi kan di tengah jalan ada sesuatu, oh ternyata nih usaha yang kayak gini persaingan udah terlalu banyak. Jadi, kita kalau mau di sini kita akan berdarah-darah nih kita cari aja yang persaingannya masih dikit tapi marginnya masih gede. Kita belokin dikit nih di sini kelihatannya lebih enak, itu bisa. Jadi, kita, apalagi UMKM lebih gampang untuk belok belok jadi keuntungan UMKM itu. Jadi kalau perusahaan gede, udah yang levelnya triliunan, mereka mau belok gede udah susah banget. Harus ada rapat macem-macem, tapi kalau kita sebagai usaha UKM, misalnya ada peluang di sini nih, ita bisa belok ke sini. Tapi harus tetap direncanakan dengan bener-bener. Bukan berarti langsung belok-belok seenaknya. Intinya itu sih. Justru keunggulan buat UMKM.

Aulia Akbar:

Berarti kalau kita bicara pivot itu bener-bener spontanitas, kalau misalnya saya bikin A saya metigasi risiko misalnya someday ini nggak worth kita — ke sini, gitu ya Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Nggak, justru kalau rintisan kita dari awal harus yakin banget ini akan berhasil. Kalau memang belum yakin ya diyakinkan dulu dari idenya dulu. Kita benerin dulu, udah bener-bener yakin tapi kan di tengah jalan ada kemungkinan ada perbedaan persepsi yang harapkan ternyata beda. Itu kita baru bisa pivot di situ. Dari situasi yang ada.

Aulia Akbar:

Dari Mbak Ratna lagi nih, Mas, kalau produk UMKM itu produk digital kayak produk konten, dan lain sebagainya, bisa nggak pakai Kledo?

Ogi Sigit Pornawan:

Bisa. Bisa banget.

Aulia Akbar:

Bisa lah ya. Cuma itu tadi, kalau tadi saya bilang inventory kan mereka nggak punya lah ya, digital atau biasanya paling penyesuaian di situ. Mungkin yang lebih akan menjadi pokok perhatian ketika di produk-produk digital paling account credibel atau tagihan. Kalau dia punya tagihan ke PT A PT B PT C dia sudah bikin kontennya, dia sudah bikin apanya, cuman dia cuma profit di atas kertas doang. Kayak gitu kan. Itu mungkin akan bisa sangat terbantu kalau ada Kledo.

Ogi Sigit Pornawan:

Atau kalau misalkan jasanya berupa rikaring jadi kayak bulanan itu pakai Kledo bisa. Jadi, misalkan niha jasa desain langganan perbulan 500 ribu, misalkan. Kita bisa di Kledo bikin tagihan otomatis setiap bulannya nanti. Kita bikin tagihan sekali, nanti setiap bulan otomatis akan menagihkan ke customernya itu. Jadi, otomatis akan dikirimkan ke emailnya customer. Itu bisa juga.

Aulia Akbar:

Dari Panjanamjaelf, sudah dapat suntikan dari mana nih Mas Kledo? Menunggu suntikan vaksin dulu ya baru suntikan seri A. Tapi plannya belum ada plan ya Mas untuk funreasing ya Kledo?

Ogi Sigit Pornawan:

Kita rencananya masih good strep ya sejauh yang kita bisa. Nanti kalau kita udah nggak bisa goog streping kita akan mencari pendanaan. Tapi so far kita masih good streping.

Aulia Akbar:

Masih good streping ya? Tapi berapa orang sih timnya Kledo, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Sekarang kita 11 orang.

Aulia Akbar:

Sebelas orang ya? Berarti foundernya Mas doang ya?

Ogi Sigit Pornawan:

Foundernya aku sendiri. Terus yang lain ada 10 karyawan.

Aulia Akbar:

Ada 10 orang ya. Doakan ya semoga cepet ya untuk buka fitur baru.

Dari Ridho, gimana pendapat Kakak tentang antam hari ini? Waduh, nanya saham ini. Kalau tanya prediksinya gimana nanti lihat sendiri di pasar besok.

Mas, kalau pencatatan keuangan pribadi apakah bisa menggunakan Kledo? Wah, nih personal ya. Gimana, Mas?

Ogi Sigit Pornawan:

Kalau pengen penggunaan juga bisa. Intinya kalau pencatatan pribadi itu untuk keluar dan masuk. Bisa sih pakai Kledo, cuman terlalu lengkap kalau untuk pribadi.

Akbar Aulia:

Ya, kan kalau bisnis labanya ada banyak. Ada laba kotor, laba bersih, laba operasi, beban ini, nanti yang ada mungkin nggak lebih kompleks lah ya. Nah, mungkin bisa coba fitunya Lifepal, kita punya cek keuangan ya di situ mungkin kalau buat keuangan pribadi. Gimana cara kita cek kesehatannya kita bisa cek di situ. Oke, mas. Mungkin itu pertanyaan-pertanyaan thank you banget Mas Ogi udah join di Instagram Live-nya Lifepal, kapan-kapan semoga kita bisa kerjasama lagi ya Mas.

Ogi Sigit Pornawan:

Oke, sama-sama. Sampai ketemu lagi.

Untuk lebih lengkapnya, Kawan Kledo bisa menontonnya langsung di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *