Apa Itu Mobile Commerce? Cara Mengoptimalkan dan Trennya

mobile commerce banner

Dalam beberapa tahun terakhir, Anda mungkin istilah mobile commerce atau m-commerce yang semakin populer.

Menurut para ahli, setengah dari seluruh penjualan retail online berasal dari smartphone, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan dan mengoptimalkan proses pembelian melalui perangkat mobile.

Artikel ini akan membahas cara kerja mobile commerce, jenis-jenis, manfaat, tantangan dan risiko, hingga cara mengoptimalkan dan tren terbarunya.

Apa Itu Mobile Commerce?

Mobile commerce, yang juga dikenal sebagai mobile ecommerce atau m-commerce, adalah proses melakukan transaksi online melalui perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

M-commerce merupakan bagian dari eCommerce dan perlu menjadi prioritas agar bisnis Anda tidak tertinggal dari para pesaing.

Bentuk m-commerce yang paling umum adalah melakukan pembelian melalui perangkat mobile, namun cakupannya tidak terbatas pada itu saja.

Berikut tujuh contoh mobile commerce yang ada saat ini:

  1. Melakukan pembelian
  2. Social commerce
  3. Mobile banking
  4. Pembayaran atau transaksi mobile
  5. Mobile ticketing
  6. Pembelian dalam aplikasi (in-app purchasing)
  7. Aplikasi marketplace
kledo banner 2

Baca Juga: Perbedaan E-commerce dan Marketplace yang Harus Anda Tahu

Cara Kerja Mobile Commerce

Dasar dari mobile commerce adalah prinsip menyederhanakan customer journey.

Intinya, proses pembelian (mulai dari memilih produk hingga pembayaran) harus sesingkat mungkin dan bisa dilakukan di mana saja: di rumah, di transportasi umum, maupun di kafe.

Skenario umumnya sebagai berikut:

1. Pencarian dan pemilihan produk atau layanan

Pengguna dapat memulai pencarian tidak hanya melalui aplikasi marketplace atau website mobile, tetapi juga dari berbagai titik masuk lainnya, seperti:

  • Rekomendasi dari aplikasi
  • Feed media sosial dengan katalog yang terintegrasi
  • Iklan di blog, channel, dan komunitas online
  • Notifikasi dari brand yang menampilkan pilihan produk.

Platform modern semakin menyesuaikan algoritma dengan kebiasaan pengguna, sehingga mampu menawarkan produk yang relevan bahkan sebelum pengguna mengetikkan kata kunci pencarian.

2. Menambahkan ke keranjang

Pada tahap ini, halaman produk sangat berpengaruh pada keputusan pembelian.

Cantumkan foto dan video berkualitas tinggi, spesifikasi produk yang akurat, hingga informasi terkini tentang ketersediaan stok, harga, dan estimasi pengiriman.

Selain itu, antarmuka juga harus responsif. Dalam konteks mobile, jika halaman produk lambat, berat, dan membutuhkan terlalu banyak klik untuk belanja, maka tingkat konversi bisa menurun.

3. Pembayaran

Semakin sederhana proses pembayaran, semakin besar peluang transaksi untuk selesai. Misalnya, pembeli akan senang jika mereka tidak perlu memasukkan detail pembayaran secara manual.

Jadi, Anda bisa menambahkan fitur untuk menghubungkan kartu bank, menggunakan dompet digital bawaan, sistem pembayaran cepat, QR code, dan metode instan lainnya.

Agar lebih nyaman, sebaiknya sediakan berbagai opsi pembayaran agar pelanggan dapat memilih metode yang paling mereka sukai.

4. Pengiriman dan penerimaan

Produk fisik dikirim melalui jasa kurir, titik pengambilan, atau loker paket.

Sementara itu, produk digital dapat diterima secara instan, misalnya melalui email atau langsung ke akun pribadi pengguna.

Di setiap tahap interaksi, pelanggan didukung oleh mobile marketing. Inilah mekanisme utama untuk membangun dan menjaga minat audiens:

  • Menarik perhatian melalui banner dalam aplikasi, iklan tertarget, dan integrasi media sosial
  • Mempertahankan perhatian melalui notifikasi, remarketing, dan rekomendasi yang personal
  • Mendorong repeat order dengan memberikan penawaran terbatas.

Baca Juga: Apa itu Q Commerce? Berikut adalah Pembahasan Lengkapnya

Apa Saja Jenis Mobile Commerce?

mobile commerce 1

M-commerce bukan hanya soal mengoptimalkan website agar mobile-friendly (meskipun ini juga penting).

Tapi, pelanggan ingin lebih banyak fitur dan sistem yang lebih mudah, dan bisnis pun memprioritaskan hal tersebut, antara lain:

1. Aplikasi pembayaran mobile

Konsumen dapat mengunduh aplikasi ini ke smartphone mereka dan menggunakannya untuk mengirim uang ke teman atau membayar barang dan jasa.

Contohnya, membayar di kasir menggunakan ponsel, memanfaatkan contactless payment dan dompet digital (mobile wallet) sebagai pengganti kartu kredit atau uang tunai.

Aplikasi-aplikasi ini juga memungkinkan konsumen untuk checkout dengan satu klik saja saat berbelanja online.

2. Aplikasi mobile commerce

Aplikasi ini memungkinkan pengguna mencari dan membeli produk langsung dari perangkat mereka tanpa perlu menggunakan browser internet.

Banyak pelanggan mengunduh aplikasi dari brand yang sudah mereka kenal untuk mendapatkan pengalaman belanja yang lebih mulus.

Faktanya, sekitar 76% konsumen menggunakan aplikasi mobile untuk berinteraksi dengan perusahaan.

Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat melacak dan mengelola pesanan, melakukan pengembalian, serta menyimpan produk untuk pembelian di masa mendatang tanpa harus login setiap kali.

Berkat kemudahan dan kecepatannya, aplikasi belanja mobile dengan cepat menjadi channel favorit bagi pelanggan.

3. Social commerce

Social commerce adalah proses jual beli barang dan jasa melalui platform media sosial seperti Facebook, Instagram atau TikTok.

Namun, Indonesia sendiri membatasi social commerce, di mana media sosial sekarang tidak boleh memfasilitasi transaksi jual beli secara langsung, dan hanya boleh melakukan promosi di situsnya.

4. QR code

Dengan memindai kode berbentuk kotak ini, pengguna akan diarahkan ke landing page sebuah brand.

QR code bersifat cepat dan efisien, baik bagi bisnis maupun pelanggan, serta sangat efektif untuk keperluan promosi.

Selain itu, QR code dapat diterapkan hampir di mana saja dan membantu mendorong penjualan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Strategi Penjualan Ecommerce Terbaik di Tahun 2025

Apa Manfaat Mobile Commerce?

mobile commerce 2

Berikut adalah 6 keunggulan m-commerce bagi konsumen dan bisnis:

1. Tersedia kapan saja, 24/7

Pengguna dapat memesan atau membeli produk kapan saja tanpa terikat lokasi atau jam operasional toko offline.

Bagi bisnis, hal ini menguntungkan berarti mereka bisa lebih banyak berinteraksi dengan pelanggan serta peluang lebih besar untuk mendorong pembelian impulsif.

2. Pembayaran cepat dan praktis

Mobile banking, dompet digital bawaan, dan sistem pembayaran instan secara signifikan mempersingkat proses dari pemilihan produk hingga transaksi.

Beberapa ketukan saja di layar atau bahkan konfirmasi sidik jari sudah cukup untuk menyelesaikan pembayaran.

Dengan ini, pembeli bisa membayar pesanan mereka dengan cepat. Bisnis sendiri juga untung karena tidak perlu memikirkan kembalian atau risiko penipuan pembayaran.

3. Pengalaman omnichannel

Mobile commerce terintegrasi dengan channel lain seperti website, media sosial, dan toko offline.

Bagi pelanggan, pendekatan ini jauh lebih nyaman karena keranjang belanja, riwayat pesanan, bonus, dan diskon tersinkronisasi serta dapat diakses di semua touchpoint.

Sebagai contoh, produk yang ditambahkan ke keranjang di website dapat langsung dibayar melalui aplikasi tanpa perlu mencarinya kembali.

4. Personalisasi dan rekomendasi

Berdasarkan riwayat pembelian dan penelusuran, sistem dapat membuat pilihan produk yang dipersonalisasi, menawarkan diskon khusus, serta merekomendasikan produk serupa atau pelengkap.

Komunikasi yang tertarget meningkatkan peluang terjadinya pembelian, sekaligus membuat pelanggan merasa bahwa layanan benar-benar memahami kebutuhan mereka.

5. Memperoleh insight data pelanggan yang lebih mendalam

Mobile commerce memungkinkan bisnis mengumpulkan data konsumen dan memahami customer journey dengan lebih baik.

Pada toko fisik, pelanggan datang ke toko, melakukan pembelian, lalu pergi. Kita tidak pernah tahu mengapa mereka memilih toko Anda atau alasan mereka membeli sesuatu.

Jadi, hanya ada sedikit detail yang bisa dicatat dan disimpan untuk keperluan statistik dan analisis.

Namun melalui mobile commerce, bisnis dapat terhubung dengan pelanggan sejak mereka pertama kali mengunjungi toko, mempertimbangkan produk, hingga akhirnya melakukan pembelian.

Seluruh interaksi ini merupakan sinyal yang sangat berharga, mulai dari minat beli hingga terjadinya pesanan.

6. Waktu yang tepat

Mobile commerce memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan pada waktu yang tepat, bukan setiap saat.

Teknologi iklan berbasis demografi atau lokasi geografis membantu Anda terhubung dengan pelanggan pada momen sebelum mereka memutuskan untuk membeli, sehingga peluang penyelesaian transaksi menjadi lebih besar.

Pelanggan pun akan terbantu karena mendapat iklan yang sesuai dengan kebutuhan atau minat mereka.

Baca Juga: 14 Jenis Iklan yang Harus Pemilik Bisnis Tahu

Apa Tantangan dan Risiko Mobile Commerce?

Meskipun sangat efektif dan pertumbuhannya juga pesat, mobile commerce juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:

1. Persaingan yang tinggi

Lingkungan mobile saat ini dipenuhi berbagai penawaran, sehingga pengguna dapat berpindah dari satu brand ke brand lain hanya dalam hitungan detik.

Akibatnya, mempertahankan pelanggan menjadi semakin sulit dan membutuhkan investasi berkelanjutan dalam bentuk diskon, bonus, penawaran personal, serta program loyalitas.

2. Ketergantungan pada marketplace

Bagi banyak penjual, platform marketplace yang sudah mapan menjadi sumber utama pesanan.

Meski memberikan akses ke audiens yang luas, hal ini juga membawa risiko, seperti biaya platform yang lebih tinggi serta perubahan aturan atau algoritma pencarian yang dapat berdampak signifikan pada penjualan dan pendapatan.

Selain itu, promosi di dalam platform tersebut sering kali memerlukan anggaran iklan dan partisipasi dalam program promosi.

3. Beban teknis dan operasional

Pengembangan dan pemeliharaan aplikasi mobile membutuhkan sumber daya dan tenaga ahli.

Bisnis perlu memastikan kompatibilitas dengan berbagai perangkat dan versi sistem operasi, menyediakan dukungan pengguna, serta memperbaiki bug atau error secara cepat.

4. Ancaman siber dan perlindungan data

Pengelolaan data pribadi dan finansial menjadikan m-commerce target yang menarik bagi pelaku kejahatan siber.

Ancaman umum meliputi tautan phishing, aplikasi tiruan, serta penyadapan data saat menggunakan jaringan terbuka.

Untuk melindungi bisnis dan pelanggan, diperlukan langkah-langkah seperti autentikasi dua faktor, enkripsi data, pembaruan sistem secara berkala, dan pemantauan aktivitas mencurigakan.

Baca Juga: Apa itu Cashless Society? Arti, Manfaat, dan Tantangan

Bagaimana Cara Mengoptimalkan Mobile Commerce?

mobile commerce 3

1. Pastikan website Anda optimal untuk mobile

Jika Anda ingin website Anda memiliki peringkat yang baik di mesin pencari dan menarik, pastikan website Anda tidak hanya sekadar bisa diakses, tetapi juga optimal untuk pengguna mobile.

Beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan antara lain:

  • Periksa setiap perubahan yang Anda lakukan di website, baik pada tampilan desktop maupun mobile.
  • Gunakan font yang mudah dibaca dan cukup besar untuk ditampilkan di berbagai ukuran layar.
  • Gunakan gambar berbentuk persegi atau vertikal agar tetap jelas terlihat di layar kecil.
  • Gunakan fitur mobile-friendly test dari Google untuk mengevaluasi website Anda.
  • Pilih tema responsif untuk toko online.
  • Pastikan pop-up, iklan, dan elemen lainnya tidak menghalangi tampilan di perangkat mobile.
  • Perhatikan kecepatan loading halaman. Gunakan Google PageSpeed Insights untuk memantau waktu muat halaman dan menguranginya semaksimal mungkin agar penjualan online dapat meningkat.

2. Buat konsumen mudah menemukan produk Anda

Dalam mobile commerce, pelanggan sering berbelanja sambil beraktivitas. Konversi dan penjualan terjadi ketika pelanggan dapat menemukan produk yang mereka cari dengan cepat.

Oleh karena itu, optimalkan fitur pencarian produk agar item mudah ditemukan di perangkat mobile.

  • Sertakan meta title dan meta description yang optimal untuk mobile SEO.
  • Buat judul dan teks deskripsi yang lebih singkat agar bisa tampil di layar smartphone tanpa terpotong.
  • Jika pengguna mengakses situs eCommerce melalui browser mobile, halaman harus dapat dimuat dengan cepat dan di-scroll dengan mulus.
  • Buat opsi pembayaran yang beragam, cepat, dan praktis.

3. Jaga konsistensi branding

Aplikasi mobile commerce, website mobile, halaman media sosial, dan channel lainnya merupakan bagian dari satu ekosistem brand.

Jadi, pastikan Anda menggunakan tone komunikasi dan gaya visual yang konsisten, sambil tetap menyesuaikan fitur tertentu untuk pengguna mobile, seperti ukuran font dan pemilihan warna.

  • Gunakan gambar produk berkualitas tinggi
  • Susun halaman produk berdasarkan data pelanggan
  • Tulis deskripsi produk yang jelas, akurat, dan informatif.

4. Terapkan omnichannel marketing

Omnichannel marketing bertujuan menciptakan pengalaman pelanggan yang terintegrasi melalui berbagai channel pemasaran.

Tujuannya adalah menjaga keterlibatan pelanggan secara berkelanjutan dengan brand hingga akhirnya terjadi pembelian.

Beberapa contoh penerapan strategi ini dalam mobile commerce antara lain:

  • Menampilkan iklan retargeting di feed media sosial pelanggan.
  • Mengirim email pengingat untuk keranjang belanja yang ditinggalkan.
  • Mengirim pesan promosi saat pelanggan berada di dekat toko offline Anda.

Untuk menciptakan pengalaman omnichannel yang optimal, mulailah dengan memahami pelanggan Anda.

Semakin baik pemahaman terhadap audiens, semakin besar peluang untuk menjangkau mereka melalui channel yang tepat.

5. Pahami perilaku belanja mobile

Saat ini, aktivitas belanja umumnya terjadi sepanjang hari. Orang-orang mengeluarkan ponsel mereka dan berbelanja dengan cepat pada waktu tertentu.

Misalnya, saat sedang membuka media sosial, mengantre untuk membeli kopi pagi, di sela-sela atau jeda pekerjaan, atau ketika ingin mengisi waktu luang.

Kesimpulannya, pelanggan biasanya sibuk dan memiliki rentang fokus yang singkat. Oleh karena itu, sederhanakan pengalaman belanja agar tetap nyaman bagi pelanggan yang mungkin hanya berbelanja selama beberapa menit.

  • Buat desain UX yang sederhana dan mudah digunakan
  • Sediakan pengalaman omnichannel
  • Masukkan pencarian lokal (local search) ke dalam strategi pemasaran.

Mobile commerce hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan pengalaman belanja dan tidak berdiri sendiri. Pelanggan Anda bisa berada di mana saja.

Jadi, pastikan mereka dapat mengakses toko online Anda melalui channel yang paling mereka sukai.

Baca Juga: Marketing Channel (Saluran Pemasaran): Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Apa Tren Mobile Commerce Terbaru?

ilustrasi tren dalam m commerce

Pelajari berbagai tren mobile commerce terbaru agar brand Anda tetap relevan dan mampu menghadirkan pengalaman belanja yang paling mutakhir bagi pelanggan.

1. Meningkatnya penggunaan aplikasi mobile

Aplikasi mobile mampu menciptakan pengalaman belanja yang lebih natural. Aplikasi umumnya lebih cepat dan memang dirancang khusus untuk penggunaan mobile.

Bahkan sejak 2018, penggunaan aplikasi telah jauh melampaui penggunaan browser di perangkat mobile.

2. One-click checkout

One-click checkout merupakan salah satu tren terbaru dalam eCommerce.

Dengan fitur ini, website akan menggunakan informasi yang telah tersimpan di komputer atau perangkat mobile pengguna (seperti nama, alamat email, alamat pengiriman, dan metode pembayaran pilihan) sehingga pelanggan hanya perlu menekan tombol Checkout.

Kecepatan ini membuat proses pembayaran menjadi sangat mudah. Semakin mudah proses pembelian, semakin besar kemungkinan pelanggan untuk berbelanja di toko Anda.

3. Chatbot

Chatbot umumnya berguna untuk meningkatkan layanan pelanggan dan memperbaiki pengalaman pengguna di website.

Kini, chatbot juga berperan sebagai asisten belanja di perangkat mobile. Chatbot eCommerce dapat mempermudah proses pembelian melalui perangkat mobile.

Selain itu, chatbot juga dapat diterapkan di platform media sosial tertentu, seperti Facebook dan Instagram, untuk semakin memperkuat strategi social commerce.

4. Personalisasi rekomendasi

Personalisasi merupakan elemen penting dalam meningkatkan penjualan toko online, terutama dalam mobile commerce.

Saat berbelanja melalui ponsel, pelanggan cenderung tidak menjelajahi seluruh katalog produk.

Oleh karena itu, bisnis perlu mempermudah pelanggan dalam menemukan produk lain yang relevan melalui rekomendasi yang dipersonalisasi. Anda bisa menggunakan AI untuk memberikan rekomendasi produk yang cepat dan relevan.

Baca Juga: Personalized Marketing, Strategi Jitu Meningkatkan Penjualan

Kesimpulan

Mobile commerce kini merupakan bagian penting dari strategi bisnis modern, karena hampir semua orang berbelanja dari ponsel mereka.

Agar tidak ketinggalan, Anda harus mengoptimalkan mobile commerce Anda, mulai dari optimasi website mobile, menyediakan pengalaman omnichannel, hingga memahami perilaku belanja pelanggan.

Namun selain semua itu, pastikan bahwa bisnis Anda mengelola operasional dan keuangan dengan rapi dan terukur.

Gunakan software akuntansi Kledo yang terintegrasi dengan aplikasi kasir Kledo POS, sehingga dapat mencatat penjualan dari berbagai channel, memantau arus kas, mengelola stok, hingga menyusun laporan keuangan secara otomatis dan real-time.

Yuk, dukung mobile commerce Anda dengan Kledo sekarang juga! Daftar atau coba gratis sekarang lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

7 + one =