Mengetahui PSAK 72 dan Contohnya dalam Pengakuan Pendapatan

psak 72 banner

PSAK 72 Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mengatur bagaimana perusahaan mengakui pendapatan dari suatu transaksi yang mengandung pendapatan. PSAK ini menggantikan PSAK 23 tentang Pengakuan Pendapatan. 

Pendapatan merupakan salah satu komponen penting di dalam laporan keuangan, di mana pendapatan adalah indikator pembentuk laba yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode.

Pendapatan yang diperoleh perusahaan akan disajikan pada laporan laba rugi di akhir periode akuntansi untuk melihat besarnya keuntungan maupun kerugian yang diperoleh perusahaan.

Perusahaan harus melaporkan pendapatan secara wajar untuk menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal dan akurat untuk digunakan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.

Oleh karena itu, proses pengakuan, pencatatan serta pengungkapan pendapatan pada laporan keuangan sudah sewajarnya dilakukan dengan benar berdasarkan prinsip atau pedoman yang berlaku.

Pada artikel ini kami akan menjelaskan secara ringkas apa itu PSAK 72 beserta contoh kasus dan standar akuntansi apa saja yang digantikan oleh PSAK 72.

Apa itu PSAK 72?

PSAK 72 merupakan standar akuntansi baru yang mengatur tentang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dan menjadi standar tunggal yang mengatur pengakuan pendapatan untuk seluruh jenis industri. PSAK 72 memiliki 5 tahap dalam mengakui pendapatan.

5 tahap yang harus dipenuhi perusahaan untuk mengakui pendapatan yaitu mengidentifikasi kontrak, mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan, menentukan harga transaksi, mengalokasikan harga transaksi, dan mengakui pendapatan saat kewajiban pelaksanaan telah dialihkan.

Perusahaan harus menguraikan setiap kontrak dengan pelanggan untuk dapat menghitung pendapatannya, sehingga perhitungan akan lebih jelas dan berdasarkan bukti kontrak.

Prinsip mengenai pengakuan, pencatatan dan pengukuran pendapatan diatur dalam PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2020.

Baca juga: Perbedaan Top Line dan Bottom Line dalam Laporan Keuangan

PSAK apa saja yang digantikan oleh PSAK 72?

PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak Dengan Pelanggan akan menggantikan PSAK berikut:

  1. PSAK 23 Pendapatan
  2. PSAK 34 Kontrak Konstruksi
  3. ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan
  4. ISAK 21 Perjanjian Konstruksi Real Estate
  5. ISAK 27 Pengalihan Aset Dari Pelanggan
  6. PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat
  7. PPSAK 7 Pencabutan PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat

Dengan berlakunya PSAK 72 Pendapatan Dari Kontrak Pelanggan maka pengakuan berbagai transaksi pendapatan yang sebelumnya ditentukan oleh PSAK-PSAK tersebut diatur oleh PSAK 72.

Banner 3 kledo

Model Lima Langkah Dalam Pengakuan Pendapatan Menurut PSAK 72

PSAK 72 Pendapatan dari Kontrak Pelanggan mengenalkan model lima langkah dalam pengakuan pendapatan. Lima langkah dalam pengakuan pendapatan menurut PSAK 72 adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
  2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
  3. Menentukan harga transaksi;
  4. Alokasi harga transaksi untuk kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
  5. Pengakuan pendapatan ketika (atau saat) entitas memenuhi kewajiban kinerja.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas di bawah:

Identifikasi transaksi dengan pelanggan

Pada tahapan awal yang perlu dilakukan adalah identifikasi transaksi yang melibatkan pelanggan. Hal tersebut perlu dilakukan karena PSAK 72 hanya diterapkan untuk kontrak dengan pelanggan, sehingga perlu dilakukan analisa yang mana saja transaksi dengan pelanggan.

Menurut PSAK 72, pelanggan adalah pihak yang memiliki kontrak dengan entitas untuk memperoleh barang atau jasa yang merupakan output dari aktivitas normal entitas untuk dipertukarkan dengan imbalan.

Pihak lawan kontrak bukanlah pelanggan jika, sebagai contoh, pihak lawan kontrak memiliki kontrak dengan entitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas atau proses di mana para pihak dalam kontrak berbagi risiko dan manfaat yang dihasilkan dari aktivitas atau proses (seperti mengembangkan aset dalam suatu pengaturan kolaborasi) daripada untuk memperoleh output dari aktivitas normal entitas.

Dengan demikian maka perusahaan perlu memilah antara transaksi pihak pelanggan dan yang bukan pelanggan.

Perusahaan perlu memeriksa apakah yang saat ini dianggap oleh perusahaan sebagai pelanggan adalah benar merupakan “pelanggan” menurut PSAK 72, karena jika bukan pelanggan maka transaksi tersebut bukanlah transaksi pendapatan melainkan transaksi utang-piutang.

Baca juga: Mengenal Aturan PSAK 71 dalam Akuntansi dan Instrumen Keuangan

Identifikasi kontrak apakah seluruhnya harus mengikuti PSAK 72

psak 72

Suatu kontrak dengan pelanggan perlu diidentifikasi didalamnya apakah mengandung salah satu atau beberapa transaksi berikut:

  1. Transaksi sewa
  2. Kontrak asuransi
  3. Kontrak instrumen keuangan, dan 
  4. Pertukaran non moneter antara entitas dalam lini bisnis yang sama untuk memfasilitasi penjualan kepada pelanggan atau pelanggan potensial.

Jika mengandung salah satu dari transaksi tersebut maka perusahaan harus melihat kepada PSAK terkait.

Hal pertama yang dilakukan adalah menggunakan ketentuan PSAK terkait (contoh jika suatu transaksi mengandung unsur sewa maka  menggunakan PSAK 73) untuk memisahkan komponen terkait 4 jenis transaksi tersebut dan komponen yang tidak masuk ke dalam PSAK terkait.

Untuk komponen yang tidak masuk ke dalam PSAK terkait, akan ditentukan pendapatannya menurut PSAK 72.

Kombinasi kontrak dan perubahan kontrak (Modifikasi kontrak)

PSAK 72 mengambil ketentuan mengenai kombinasi beberapa kontrak yang berasal dari PSAK 34 (Akuntansi Kontrak Konstruksi) yaitu jika perusahaan membuat lebih dari satu kontrak kepada pelanggan yang berkaitan antara satu kontrak dengan kontrak lainnya, maka pengakuan pendapatan tidak dapat dilakukan per masing-masing kontrak melainkan dilakukan secara kombinasi (menjadi sebuah kontrak tunggal).

Jika terdapat perubahan kontrak (modifikasi kontrak) misalkan berkaitan dengan perubahan harga atau kuantitas atau spesifikasi, maka kontrak yang baru akan mempengaruhi nominal harga yang harus dialokasikan dalam pengakuan pendapatan transaksi terkait.

Baca juga: Aturan PSAK 16 Tentang Perlakuan Aset Tetap pada Akuntansi

Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak

Pengakuan pendapatan pada PSAK 72 menekankan kepada pelaksanaan dari setiap kewajiban yang teridentifikasi. Dalam sebuah kontrak (atau kombinasi kontrak/kontrak kombinasian) yang sudah diidentifikasi akan terdapat dua kemungkinan yaitu kontrak tersebut mempunyai kewajiban pelaksanaan tunggal atau beberapa kewajiban pelaksanaan. 

Sesuai Paragraf 27, Perusahaan harus mengidentifikasi apakah terdapat beberapa kewajiban pelaksanaan (jika terdapat barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan), jika dua kriteria berikut terpenuhi:

  1. Pelanggan memperoleh manfaat dari barang atau jasa baik barang atau jasa itu sendiri atau bersama dengan sumber daya lain yang siap tersedia kepada pelanggan (yaitu barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan); dan 
  2. Janji entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari janji lain dalam kontrak (yaitu janji untuk mengalihkan barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan dalam konteks kontrak tersebut). 

Baca juga: Pajak Tangguhan: Perlakuan dalam PSAK 46 dan Contoh Jurnalnya

Contoh kewajiban pelaksanaan tunggal

Contoh dari identifikasi kewajiban pelaksanaan adalah sebagai berikut:

PT XYZ, perusahaan jasa konstruksi, membuat kontrak dengan pelanggannya untuk membangun sebuah pabrik bagi pelanggan.

Perusahaan bertanggung jawab atas seluruh manajemen proyek dan mengidentifikasi berbagai barang dan jasa yang dijanjikan, termasuk jasa teknik, persiapan lahan, pembuatan pondasi, pengadaan, struktur konstruksi, instalasi kelistrikan, air, pendinginan dan pencahayaan, instalasi mesin dan penyelesaian. 

Untuk mengidentifikasikan ada berapa kewajiban pelaksanaan dalam kontrak tersebut, maka perlu dilakukan analisa apakah kedua kriteria menurut PSAK 72 paragraf 27 terpenuhi sebagai berikut:

  1. Kriteria 1 yaitu barang dan jasa yang dijanjikan dapat dianggap bersifat dapat dibedakan, yaitu, pelanggan memperoleh manfaat dari barang dan jasa baik secara terpisah maupun bersama dengan sumber daya yang tersedia lainnya. Dalam kasus ini, PT XYZ atau perusahaan sejenisnya secara juga menjual barang dan jasa tersebut secara terpisah kepada pelanggan lain. Pelangga juga dapat menghasilkan manfaat ekonomik dari barang dan jasa secara individu dengan menggunakan, mengonsumsi, menjual atau menyimpan barang atau jasa tersebut.
  2. Kriteria 2 yaitu tentang janji untuk mengalihkan barang dan jasa dapat diidentifikasi secara terpisah tidak terpenuhi oleh PT XYZ. Sebabnya adalah PT XYZ menyediakan jasa untuk mengintegrasikan barang dan jasa (sebagai input) ke rumah sakit (sebagai output gabungan). 

Karena kedua kriteria dalam PSAK 72 paragraf 27 tidak dipenuhi, barang dan jasa tidak bersifat dapat dibedakan. Perusahaan mencatat seluruh barang dan jasa di dalam kontrak sebagai kewajiban pelaksanaan tunggal. 

Baca juga: Mengetahui PSAK 65 dan Implementasinya dalam Akuntansi

Kapan saat dilakukannya pengakuan pendapatan?

psak 72 3

Dengan terbitnya PSAK 72 (termasuk PSAK 73), pembuat standar akuntansi keuangan menggunakan konsep pengalihan pengendalian (transfer of control) untuk menggantikan transfer risiko dan manfaat sebagai syarat kapan pengakuan pendapatan dapat dilakukan. Hal ini sesuai dengan isi paragraf 31 PSAK 72 sebagai berikut:

Entitas mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memperoleh pengendalian atas aset. 

Saat pengakuan pendapatan menurut PSAK 72 dapat terjadi pada suatu waktu atau sepanjang waktu (seperti yang diberikan pada contoh kasus diatas).

Pada tahapan ini PSAK 72 memberikan panduan pengakuan pendapatan kewajiban pelaksanaan (yang telah diidentifikasi) yaitu wajib dilakukan sepanjang waktu, jika salah satu hal berikut terpenuhi:

  1. Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja entitas saat entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaannya tersebut.
  2. Kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset (sebagai contoh, pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut diciptakan atau ditingkatkan.
  3. Kinerja entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi entitas (lihat dan entitas memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas kinerja yang telah diselesaikan sampai saat ini.

Baca juga: PSAK 46: Pengertian dan Hubungannya Pada Akuntansi dan Perpajakan

Bagaimana perhitungan atas pendapatan yang harus diakui?

Dalam hal pengakuan pendapatan sepanjang waktu maka pendapatan diakui setiap terdapat perkembangan pelaksanaan kewajiban (PSAK menggunakan istilah kemajuan dalam pelaksanaan kewajiban). Kemajuan dalam pelaksanaan kewajiban akan diukur dengan sebuah metode.

Perusahaan harus menerapkan metode tunggal atas pengukuran kemajuan untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang diselesaikan sepanjang waktu dan perusahaan menerapkan metode tersebut secara konsisten terhadap kewajiban pelaksanaan serupa dan dalam keadaan serupa.

Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas mengukur kembali kemajuan terhadap penyelesaian kewajiban pelaksanaan secara penuh yang diselesaikan sepanjang waktu.   Sebagai contoh ada beberapa kewajiban pelaksanaan dalam satu kontrak sebagai berikut:

  1. Kewajiban pelaksanaan A (pengakuan pendapatan pada satu titik waktu)
  2. Kewajiban pelaksanaan B (pengakuan pendapatan pada sepanjang waktu)
  3. Kewajiban pelaksanaan C (pengakuan pendapatan pada sepanjang waktu)

Jika kewajiban pelaksanaan 2 dan 3 adalah serupa maka metode pengukuran pendapatannya haruslah menggunakan metode yang sama (satu metode/metode tunggal). 

Perhitungan pendapatan untuk sepanjang waktu akan bergantung kepada pengukuran kemajuan pelaksanaan kewajiban yaitu menggunakan metode output atau input. 

Metode output

Metode output mengakui pendapatan berdasarkan pengukuran langsung atas nilai barang atau jasa yang dialihkan kepada pelanggan sampai saat ini secara relatif terhadap sisa barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak.

Metode output mencakup metode seperti survei kinerja yang diselesaikan sampai saat ini, penilaian (appraisal) atas hasil yang dicapai, tonggak (milestones) yang dicapai, waktu yang berlalu dan unit yang diproduksi atau unit yang dikirimkan.

Ketika entitas mengevaluasi apakah menerapkan metode output untuk mengukur kemajuannya, entitas mempertimbangkan apakah output yang dipilih akan menggambarkan secara tepat kinerja entitas atas penyelesaian kewajiban pelaksanaan. 

Jika perusahaan memiliki hak atas imbalan dari pelanggan dalam jumlah yang berkaitan langsung dengan nilai bagi pelanggan atas kinerja entitas yang telah diselesaikan sampai saat ini (sebagai contoh, kontrak jasa di mana entitas menagih jumlah tetap untuk setiap jam jasa yang diberikan), perusahaan dapat mengakui pendapatan dalam jumlah di mana perusahaan memiliki hak untuk menagih. 

Baca juga: Aset Kontinjensi dalam Akuntansi dan Aturannya Menurut PSAK

Metode input

Metode input menurut PSAK 72 yaitu mengakui pendapatan berdasarkan usaha atau input entitas atas penyelesaian kewajiban pelaksanaan (sebagai contoh, sumber daya yang dikonsumsi, jam tenaga kerja yang dibebankan, biaya yang terjadi, waktu yang berlalu atau jam mesin yang digunakan) secara relatif terhadap total input yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban pelaksanaan tersebut.

Jika usaha atau input entitas dibebankan merata sepanjang periode kinerja, mungkin sesuai bagi entitas untuk mengakui pendapatan dengan dasar garis lurus.

Alokasi harga transaksi untuk kewajiban pelaksanaan dalam kontrak

Setelah perusahaan mengidentifikasikan apa saja kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, apakah tunggal atau beberapa kewajiban pelaksanaan terpisah, maka yang harus dilakukan berikutnya adalah mengalokasikan harga atas masing-masing kewajiban pelaksanaan tersebut.

Harga yang sudah dialokasikan per masing-masing kewajiban pelaksanaan akan menjadi dasar nilai dalam perhitungan pengakuan pendapatan sesuai pemenuhan kewajiban.

PSAK 72 mensyaratkan alokasi harga dengan memperhitungkan hal-hal berikut, harga jual berdiri sendiri, alokasi diskon, alokasi imbalan variabel, dan perubahan harga transaksi.

Baca juga: Mengenal Metode Pengakuan Pendapatan Berdasarkan PSAK Indonesia

Komponen pendanaan signifikan

PSAK 72 mengenalkan istilah komponen pendanaan signifikan yaitu pendapatan keuangan (pendapatan bunga) harus diidentifikasi dan dipisahkan jumlahnya dari total pendapatan yang diperoleh dari pelanggan. Adanya komponen pendanaan signifikan dapat terindikasikan jika pembayaran dari pelanggan dilakukan lebih lama dari siklus pembayaran normal transaksi sejenis.

Contoh Kasus dalam Penerapan PSAK 72

psak 72 2

Transaksi penjualan unit rumah

PT ABC adalah perusahaan properti yang membangun rumah-rumah (kompleks perumahan) dan menjual rumah yang dibangunnya.

Pembeli menyepakati kontrak penjualan dengan PT ABC untuk sebuah unit rumah dalam pembangunan.

Setiap unit rumah memiliki rencana pembangunan yang serupa dan ukuran yang serupa, yang membedakannya hanya lokasinya. 

Kasus 1

PT ABC dalam kontrak jual-belinya tidak memiliki hak untuk memaksa pembeli rumah untuk membayar atas apa yang telah dikerjakan (dibangun), pembeli hanya wajib untuk membayar jika pelanggan memperoleh kepemilikan fisik atas rumah.

Bagaimana pengakuan pendapatan pada kasus 1 menurut PSAK 72?

Pengakuan pendapatan dari PT ABC dalam transaksi ini adalah saat penyerahan kepemilikan fisik atas rumah dari penjual kepada pembeli.

Dalam PSAK 72 istilah dalam pengakuan pendapatan ini adalah pengakuan pendapatan atas pelaksanaan kewajiban pada waktu tertentu (at a point of time).

Kasus 2 

PT ABC dalam kontrak jual-belinya memiliki hak untuk memaksa pembeli rumah untuk membayar atas apa yang telah dikerjakan (dibangun) hingga saat ini, pembeli wajib untuk membayar jika PT ABC melakukan tagihan atas pembayaran tahapan progres kepada pelanggan.

Bagaimana pengakuan pendapatan pada kasus 2 menurut PSAK 72?

Pengakuan pendapatan dari PT ABC pada transaksi ini adalah mencatat pendapatan dari penjualan rumah yaitu sesuai persentase penyelesaiannya.

PT ABC dapat mencatat pendapatan sesuai dengan jumlah yang ditagihkan kepada pelanggan. Menurut PSAK 72 kasus ini dikategorikan sebagai pengakuan pendapatan atas kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu.

Baca juga: SAK ETAP Adalah: Manfaat, Contoh Penggunaan, dan Bedanya dengan PSAK

Kesimpulan

Melakukan pencatatan pengakuan pendapatan yang sesuai standar dalam akuntansi adalah hal penting untuk Anda lakukan supaya Anda mendapatkan laporan keuangan yang valid dan tidak menyalahi aturan yang ada.

Jika Anda memiliki bisnis yang sedang berkembang, melakukan pencatatan pengakuan pendapatan yang baik juga akan meningkatkan kepercayaan investor dan juga para stakeholders dalam bisnis.

Dengan memahami dan mengetahui PSAK 72, diharapkan Anda bisa lebih dalam mengetahui aturan dalam melakukan pencatatan pengakuan pendapatan sehingga Anda memiliki laporan keuangan yang lebih berkualitas..

Pastikan juga Anda menggunakan software akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia seperti Kledo.

Kledo adalah software akuntansi online buatan Indonesia yang sudah digunakan oleh lebih dari 80 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis dalam mempermudah proses pengelolaan akuntansi mereka.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 2 =