7 Tips yang Akan Membuat Nama Brand Bisnis Jadi Super Unik

membuat-nama-brand

Brand sering kali dibicarakan dalam bisnis. Kawan Kledo pasti sering mendengar istilah ini, namun tahu nggak sih sebenarnya brand itu apa? Brand merupakan identitas yang diberikan pemilik bisnis kepada bisnis yang dikelola agar berbeda dengan bisnis-bisnis lainnya. Jika diibarakan dengan manusia, brand adalah nama dari sebuah bisnis. Kawan Kledo pasti pernah mendengar nama-nama Samsung, Vivo, Oppo, Xiaomi, dan iPhone dalam pembahasan smartphone, nah nama-nama tersebut merupakan brand smartphone.

Brand pertama kali digunakan oleh orang-orang Inggris pada abad ke-19 untuk memberi tanda ke hewan-hewan dan budak dengan cara memberikan cap besi panah di tubuh mereka. Mereka menyebutnya dengan burn pada saat itu. Kata brand kemudian mulai terkenal di Jerman dengan makna yang sama yaitu menandai sesuatu dengan besi panas yaitu brennen.

Saat ini brand memiliki arti identitas diri yang membedakan satu bisnis dengan bisnis yang lainnya. Sedangkan branding diartikan sebagai sebuah kegiatan komunikasi, memperkuat, dan mempertahankan sebuah brand untuk memberikan perspektif pada orang yang melihatnya.

Pentingnya Memilih Nama Brand untuk Bisnis

branda bisnis

Karena brand merupakan identitas suatu bisnis, maka brand sangat penting dimiliki oleh suatu bisnis. Dari brand, masyarakat dapat mengenali suatu produk dan jika produk tersebut memiliki kualitas yang baik, hal ini mampu meningkatkan penjualan produk tersebut. Bagaimana pun orang akan melihat brand terlebih dahulu sebelum membeli. Jika brand tersebut sudah terkenal akan kualitasnya, maka orang tidak akan ragu untuk membelinya.

Tips Memilih Nama Brand Bisnis

brand

Memilih brand untuk bisnis yang akan dijalankan tidak boleh asal, karena kedepannya nama itu yang akan dikenalkan ke masyarakat luas dan yang akan diingat oleh masyarakat. Karena tidak boleh asal ini, banyak calon pebisnis yang mengalami kebingungan saat akan memilih nama brand yang akan digunakan. Bisa jadi Kawan Kledo menjadi salah satu calon pebisnis yang pernah mengalaminya. Daripada Kawan Kledo kebingungan memikirkan nama yang cocok untuk bisnis Kawan Kledo, ada baiknya Kawan Kledo menyimak tips memilih nama brand berikut ini. Semoga membantu!

1. Brand yang Belum Pernah Dipakai

Brand merupakan identitas dari suatu bisnis. Sebelum mengenal pemilik bisnis, orang-orang akan mengenal brand terlebih dahulu. Kawan Kledo tentu tahu merek-merek seperti Samsung, Nokia, Xiaomi, Nesttle, tapi belum tentu tahu siapa pemilik dari brand-brand tersebut. Karena nama ini akan dikenal oleh masyarakat luas, Kawan Kledo tidak boleh menggunakan nama brand yang sudah dipakai oleh orang lain. Selain akan membuat orang bingung, menggunakan brand milik orang lain juga bisa melanggan hukum, terlebih jika brand tersebut sudah didaftarkan secara hukum.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memilih brand bisnis. Kawan Kledo bisa melakukan pencarian di Google dan mengetikan nama brand yang ingin Kawan Kledo pakai, jika sudah ada nama brand serupa Kawan Kledo bisa langsung menggantinya. Kawan Kledo bisa memilih nama dari nama Kawan Kledo, atau apapun yang berhubungan dengan bisnis Kawan Kledo. Selain melakukan mengecekan di Google, Kawan Kledo juga bisa melakukan pengecekan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual supaya lebih aman dalam memilih nama yang belum pernah dipakai oleh bisnis lain.

2. Carilah Nama yang Unik

Tips selanjutnya yang bisa Kawan Kledo lakukan dalam memilih brand bisnis adalah dengan mencari nama yang unik untuk merek bisnis Kawan Kledo. Nama yang unik akan membuat merek bisnis Kawan Kledo mudah diingat oleh masyarakat luas. Brand-brand internasional mudah dikenal oleh masyarakat karena nama-nama mereka yang unik, seperti Google, Yahoo!, Twitter, Coca Cola, dan lainnya.

3. Brand Mudah Diucapkan

Selain memilih nama brand yang unik, Kawan Kledo juga harus membuat nama brand yang mudah diucapkan. Brand yang mudah diucapkan lebih mudah diingat dibandingkan dengan nama brand yang sulit diucapkan. Kawan Kledo bisa menggunakan nama brand dari nama-nama yang ada di sekitar Kawan Kledo. Bisa menggunakan gabungan dari nama Kawan Kledo seperti Bensu yang merupakan gabungan nama dari Ruben Onsu, atau menggunakan nama belakang Kawan Kledo. Selain penggunakan nama-nama itu, Kawan Kledo juga bisa menyesuaikan dengan produk yang dijual. Misalnya penggunaaan nama Sari Roti untuk produk roti.

4. Jangan Buat Brand Terlalu Panjang

Tips berikutnya yang bisa dilakukan untuk membuat nama brand bisnis adalah dengan membuat nama brand yang tidak terlalu panjang. Nama brand yang terlalu panjang akan mempersulit masyarakat luas untuk mengingatnya. Jadi usahakan jangan membuat brand yang terlalu panjang agar mudah diingat oleh masyarakat luas. Kawan Kledo bisa menggunakan satu kata atau maksimal tiga kata untuk membuat nama brand.

5. Memiliki Makna Positif

Sebuah nama harus memiliki makna yang positif. Sama seperti nama yang diberikan orang tua kepada anaknya, pemberian nama untuk bisnis juga harus memiliki makna yang positif. Salah satu contoh brand yang memiliki nama positif adalah Nike. Brand yang didirikan pada tahun 1964 ini memiliki arti Dewi Kemenangan. Karena nama yang unik ini brand sepatu ini sering digunakan oleh para atlet. Dengan memberikan makna positif brand yang Kawan Kledo miliki, itu artinya Kawan Kledo telah mendoakan bisnis Kawan Kledo dengan hal baik sesuai nama yang Kawan Kledo berikan.

6. Mampu Menggambarkan Bisnis

Tips selanjutnya yang bisa dilakukan untuk memilih nama brand bisnis adalah nama tersebut mampu menggambarkan bisnis yang Kawan Kledo kembangkan. Dengan nama yang mampu menggambarkan bisnis, Kawan Kledo akan lebih mudah dalam mengenalkan produk Kawan Kledo atau dalam memasarkan produk Kawan Kledo. Kawan Kledo bisa melihat contoh-contoh brand yang sudah ada baik brand lokal maupun internasional. Salah satu brand lokal yang mampu menggambarkan produk adalah Indomie. Indomie merupakan brand dari produk mie instan yang berasal dari Indonesia. Dengan nama brand ini produk Indomie telah mampu menggambarkan produk mie yang berasal dari Indonesia.

7. Jangan Pakai Singkatan

Tips terakhir yang bisa Kawan Kledo lakukan untuk memilih nama brand bisnis adalah jangan memakai singkatan pada nama brand bisnis yang akan Kawan Kledo kembangkan. Meskipun ada beberapa brand yang memakai singkatan sangat sukses di pasaran, seperti Louis Vilton dengan LV-nya, kemudian Indosat Multimedia Mobile dengan IM3-nya, namun nama singkatan tidak cocok bagi Kawan Kledo yang baru memulai bisnis. Singkatan sering membuat konsumen menjadi bingung, oleh karenanya lebih baik Kawan Kledo tidak menggunakan singkatan.

Perbedaan Brand dengan Branding

merek

Setelah membahas apa itu brand dan bagaimana membuat nama brand yang unik, sekarang aku mau membahas apa itu branding. Kawan Kledo pasti banyak yang bingung untuk membedakan apa itu brand dan apa itu branding. Baik brand atau branding sama-sama berasal dari kata brand tapi ternyata dua kata ini memiliki makna yang berbeda.

Jika brand memiliki makna nama atau identitas yang dimiliki oleh suatu produk, branding memiliki makna sebagai proses atau strategi yang dilakukan untuk menjalin hubungan antara pemilik bisnis dengan konsumen. Bisa dibilang branding merupakan strategi yang dilakukan untuk mengenalkan produk atau bisnis yang sedang dijalankan. Branding sangat penting bagi bisnis, karena dengan cara ini bisnis yang sedang dijalankan dapat dikenal oleh masyarakat dan segmen pasar yang dituju.

Jenis-Jenis Branding

1. Product Branding

Product branding merupakan pemberian identitas kepada suatu produk yang akan membedakannya dengan produk lainnya. Biasanya product branding hanya berfokus pada hasil produk tersebut. Product branding memiliki tujuan untuk mengenalkan produk yang sedang dikembangkan atau produk bisnis kepada masyarakat luas.

2. Culture Branding

Culture branding merupakan pemberian identitas yang disesuaikan dengan keadaan budaya, reputasi, keadaan suatu bangsa, lokasi ataupun orang-orang di daerah tertentu. Culture branding memiliki tujuan untuk mengenalkan budaya di suatu tempat karena biasanya budaya di setiap tempat memiliki perbedaan. Salah satu contoh dari culture branding adalah budaya membungkukan badan di Korea.

3. Personal Branding

Kawan Kledo pasti pernah mendengar istilah personal branding. Personal branding sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh seseorang untuk mengenalkan dirinya di masyarakat umum. Personal branding biasanya dilakukan oleh artis, penyanyi, penulis, dan orang-orang yang ingin terkenal lainnya.

4. Destination Branding

Sebelum dikenal sebagai destination branding, istilah ini lebih dikenal dengan geographic branding. Destination branding memiliki makna sebagai branding yang dilakukan untuk menggambarkan identitas suatu kota, daerah, negara, atau wilayah lainnya. Salah satu produk destination branding adalah Wonderfull Indonesia.

5. Corporate Branding

Aspek-aspek yang ada pada suatu perusahaan yang dimulai dengan produk yang ditawarkan sampai kontribusi karyawan terhadap masyarakat. Beberapa aspek-aspek yang ada pada corporate branding adalah logo, visi perusahaan, website, kualitas, iklan, pemasaran, dan pelayanan.

Kesimpulan

Brand digunakan sebagai identitas dalam suatu bisnis. Masyarakat akan mengenal suatu bisnis lewat brand bisnis tersebut. Untuk itu Kawan Kledo tidak boleh memberikan brand atau merek secara asal. Kawan Kledo bisa mencari brand yang cocok untuk bisnis yang akan Kawan Kledo kembangkan dengan tips-tips di atas.

Selain pentingnya memilih nama brand bisnis yang akan dikembangkan, pengelolaan keuangan yang baik juga sama pentingnya. Kawan Kledo bisa menggunakan software akuntansi dari Kledo untuk mempermudah pengelolaan keuangan. Lebih lanjut tentang Kledo bisa dikunjungi di https://kledo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *