Anggaran Piutang: Pengertian, Manfaat, dan Cara Penyusunannya

anggaran piutang

Dalam sebuah bisnis, mengelola piutang dengan baik adalah salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan secara keseluruhan dalam sebuah bisnis. Salah satu cara dalam melakukan pengelolaan piutang dengan baik adalah dengan melakukan anggaran piutang.

Proses penganggaran piutang dalam sebuah bisnis terkadang belum dijalankan secara maksimal, terutama pada bisnis skala UMKM. Padahal proses ini bisa berperan besar dalam meningkatkan keuntungan bisnis tersebut.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu anggara piutang, manfaat, faktor yang mempengaruhi anggaran piutang, dan juga cara penyusunannya secara terperinci.

Apa itu Anggaran Piutang?

anggaran piutang

Anggaran Piutang adalah anggaran yang merencanakan secara terperinci tentang jumlah piutang perusahaan akibat penjualan secara kredit disertai dengan perubahan-perubahan (pertambahan piutang, piutang tertagih, sisa piutang) dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.

Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan secara kredit memiliki tujuan meningkatkan volume penjualan, dikarenakan meningkat nya tingkat persaingan, mengingat kompetitor yang semakin berani memberikan kredit dengan tujuan meningkatkan penjualan maupun meningkatkan jumlah pasar.

Sedangkan Piutang (receivable) adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditur (pemberi pinjaman) kepada debitur (penerima pinjaman) yang bersedia melunasinya padawaktu mendatang.

Jadi, piutang itu ada karena:

  • Terdapat dua pihak, yaitu kreditur dan debitur,
  • Ada kesediaan debitur untuk melunasi kewajibannya kepada debitur,
  • Ada jarak waktu mulai timbul piutang sampai saat pelunasannya,
  • Ada hak menagih yang dimiliki kreditur.

Anggaran piutang menunjukan besarnya piutang yang terjadi dari waktu ke waktu karena perusahaan mengadakan teransaksi-transaksi penjualan secara kredit, menunjukan jumlah piutang yang tertagih dari waktu ke waktu, serta menunjuakan pula sisa piutang yang belum tertagih dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.

 Memberikan kredit memiliki beberapa resiko, diantaranya adalah resiko tertanamnya harta dalam piutang dan resiko tidak tertagihnya sebagian atau seluruh piutang.

Oleh karena itu perlu ditentukan besarnya anggaran piutang tak tertagih dengan cara menyediakan cadangan pengahpusan piutang sebagai akibat kemungkinan tidak tertagih.

Dengan demikian, kerugian piutang tidak tertagih tidak dianggap sebagai hal yang tidak terduga.

Baca juga: Apa itu Laporan Penjualan? Berikut Pembahasan Lengkap dan Cara Membuatnya

Mengenal berbagai jenis piutang

Piutang dagang

Piutang dagang yaitu piutang yang timbul sebagai akibat menjual barang secara kredit dari usaha pokok perusahaan.

Piutang usaha berbeda dengan piutang dagang. Piutang dagang hanya terdapat pada perusahaan dagang yang menjual barang dagangannya secara kredit.

Sedangkan piutang usaha meliputi seluruh macam jenis perusahaan yang menjual barang atau jasa dari usaha pokoknya secara kredit.

Piutang wesel

Jenis piutang ini yaitu piutang yang didukung janji tertulis dalam bentuk wesel, piutang wesel dan piutang surat berharga dapat terjadi karena menjual barang secara kredit atau pembelian pinjaman dalam bentuk uang, piutang wesel adalah jenis piutang dengan periode kreditnya lebih dari 60 hari.

Piutang surat berharga

Contoh : bilyet giro belum jatuh tempo, cek kosong, dan cek mundur

Beban dibayar dimuka

Contoh : sewa dibayar di muka, iklan di bayar dimuka, bunga di bayar di muka

Setoran jaminan

Contoh : untuk keperluan garansi / jaminan bank dan keperluan menjalinhubungan bisnis lainnya.

Piutang pajak

Contoh : angsuran pajak, pajak masukan, kelebihan bayar pajak.

Piutang usaha

Jenis piutang ini adalah piutang yang timbul sebagai akibat menjual barang atau jasa secarakredit dari usaha pokok perusahaan. Dan jenis piutang ini bisa ditagih dalam waktu antara 30 hingga 60 hari.

Baca juga: Mengetahui Beberapa Dasar Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Apa Saja Manfaat Anggaran Piutang?

Manfaat anggaran piutang bisa dilihat dari dua sisi, yaitu secara umum dan secara khusus.

Secara umum anggaran piutang mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu :

Sebagai pedoman kerja

Sebagai dasar penyusunan anggaran piutang untuk tahun yang akan datang karena telah diketahui jumlah tingkat penerimaan pelunasan piutang bulan-bulan sebelumnya.

Ini bisa menjadikan bisnis memiliki rencana yang lebih jelas berdasarkan modal yang akan mereka dapatkan di masa depan dengan memiliki strategi anggaran piutang yang baik

Sebagai alat pengkoordinasian kerja

Sebagai alat untuk mengendalikan jumlah piutang dalam jangka waktu tagihan supaya tidak terjadi keterlambatan pembayaran kredit penjualan.

Meminimalisir kerugian akibat piutang yang tidak terbayar adalah hal penting dalam proses ini. Oleh sebab itu, proses penganggaran piutang berdampak dalam operasi bisnis dan kebijakan memberikan jumlah piutang.

Sebagai alat pengawas kerja

Untuk menilai kinerja perusahaan dalam mengelola perputaran piutang yang nantinya akan berakibat pada jumlah kas yang ada diperusahaan. Jadi pada intinya, pengelolaan piutang yang baik akan membuat kas bisnis yang sehat.

Sedangkan secara khusus tujuan dari anggaran piutang adalah sebagai dasar penyusunan anggaran kas, karena piutang yang tertagih akan berakibat penambahan terhadap kas.

Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Piutang

Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik, maka taksiran-taksiran yang termuat didalamnya harus cukup akurat, sehingga hasilnya tidak jauh berbeda dengan realisasi kedepannya dalam mengelola piutang

Untuk melakukan taksiran atau forecasting yang akurat diperlukan data informasi yang lengkap dan pengalaman yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya yang diajdikan sebagai faktor-faktor penetapan piutang.

Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalammenyusun anggaran piutang adalah sebagai berikut:

1. Jumlah penjualan

Semakin besar jumlah penjualan akan cendrung semakin besar pula transaksi penjualan secara kredit yang akan dilakukan, sehingga piutang perusahaan juga akan bertambah.

2. Keadaan persaingan di pasar

Semakin tinggi tingkat persaingan di pasar, maka volume penjualan secara kredit juga semakin meningkat.

3. Posisi perusahaan dalam persaingan

Semakin kuat posisi perusahaan di pasaran, maka perusahaan cenderung untuk melakukan penjualan secara tunai, namun sebalik nya jika posisi perusahaan cenderung lemah, maka perusahaan melakukan penjualan secara kredit.

4. Syarat pembayaran (term of payment)

Semakin besar potongan penjualan secara tunai maka piutang akan semakin sedikit, artinya konsumen cenderung membeli secara tunai.

Namun sebaliknya jika potongan penjualan semakin besar maka kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit. Akibatnya piutang perusahaan juga akan semakin besar.

5. Kebijakan perusahaan dalam penagihan piutang

Semakin intens perusahaan melakukan penagihan piutang maka jumlah piutang perusahaan semakin berkurang, namun sebaliknya jika perusahaan tidak aktif maka jumlah piutang juga akan semakin menumpuk.

6. Rencana perusahaan untuk melakukan penjualan secara kredit

Semakin besar rencana penjualan secara kredit, berakibat jumlah piutang juga semakin membesar, demikian juga sebaliknya jika rencana penjualan secara kredit dikurangkan, maka piutang juga semakin kecil.

Contohnya adalah jika perusahaan menganggarkan akan menjual sebagian aktiva tetapnya secara kredit maka hal ini akan menambah jumlah piutang usaha perusahaan.

Baca juga: Analisis Profitabilitas: Pengertian, Fungsi, Metode, dan Tips Melakukannya

Bagaimana Tahapan dalam Menyusun Anggaran Piutang?

anggaran piutang

1. Tentukan persentase penjualan

Hal yang pertma harus Anda lakukan adalah mencari tahu dan menentukan besarnya penjualan tunai dan penjualan kredit yang dihasilkan oleh perusahaan dalam jangka waktu satu bulan, triwulanan, atau jangka waktu tertentu.

2. Menentukan besarnya syarat penjualan kredit

Hal ini akan mempengaruhi jumlah piutang yang akan diterima oleh perrusahaan dan merangsang kepada pelanggan untuk segera melunasi piutangnya.

Misalnya, Anda membolehkan pelanggan untuk melakukan pembelian secara kredit jika jumlah nilai pembelanjaan mereka diatas nilai yang telah Anda buat, atau mereka telah melakukan pembelian berkali-kali.

3. Ketahui persentase piutang tak tertagih pada bisnis Anda

Sebagai pemilik bisnis, pastikan juga Anda mengetahui besaran piutang tak tertagih yang biasanya ditentukan dengan persentase dan sesuai dengan pengalaman periode sebelumnya.

4. Menentukan term of kredit

 Langkah terakhir, Anda harus memastikan Anda memiliki kesepakatan jangka waktu pelunasan hutang yang saling menguntungkan baik bagi Anda maupun konsumen Anda.

Jika memungkinkan, tetapkan denda bagi pelanggan yang melakukan keterlambatan pembayaran, dan terapkan diskon jika pelanggan Anda membayar lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan.

Baca juga: Free Cash Flow: Apa itu dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Tips Terbaik dalam Melakukan Pengelolaan Piutang

1. Selalu perbarui informasi kontak pelanggan

Jika informasi kontak yang Anda miliki untuk pelanggan Anda telah berubah, mereka mungkin tidak menerima faktur yang Anda kirimkan kepada mereka.

Biasakan untuk mengonfirmasi informasi kontak dengan vendor saat mereka melakukan pemesanan.

Memastikan Anda memiliki lebih dari satu cara untuk menghubungi mereka, seperti melalui email dan telepon, juga dapat membantu, karena Anda dapat menindaklanjuti menggunakan informasi kontak sekunder jika perlu.

2. Mengintegrasikan proses persetujuan kredit terstruktur

Memilih untuk menyetujui atau menolak kredit untuk vendor dapat memengaruhi anggaran piutang Anda, jadi penting untuk berkonsultasi dengan departemen keuangan dan akuntansi saat membuat sistem untuk persetujuan kredit.

Tentukan kualifikasi untuk menetapkan jalur kredit dengan perusahaan Anda, termasuk keadaan penimpaan dan penangguhan kredit.

Mengizinkan pelanggan Anda untuk mendaftar melalui sistem otomatis dapat mengurangi kesalahan administrasi dan membantu mencegah penipuan.

Baca juga: Capital Budgeting: Pengertian, Manfaat, Metode dan Cara Penghitungannya

3. Kirim faktur sesegera mungkin

Perusahaan dapat menangani faktur lebih cepat dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika mereka menggunakan penagihan online.

Mengirim faktur secara terjadwal dan teratur memberi pelanggan pesan bahwa faktur Anda penting dan Anda ingin mereka segera membayarnya.

Pertimbangkan untuk mengirimkan faktur setidaknya sekali seminggu atau bahkan sekali sehari selama musim ramai.

Ingin proses yang lebih mudah dalam proses pembuatan dan pengiriman faktur? Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi Kledo.

Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur pembuatan faktur yang praktis dan dinamis. Selain itu Anda juga bisa mengirimkan faktur secara realtime melaui whatsapp atau email ke pelanggan Anda. Hemat waktu, hemat kertas.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secarea grati selama 14 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

Banner 2 kledo

4. Kirim email pengingat

Saat Anda mengumpulkan informasi kontak dari pelanggan Anda, pastikan untuk mendapatkan email mereka.

Bahkan jika mereka lebih suka tagihan kertas, Anda dapat menggunakan email mereka untuk mengirimi mereka pengingat ketika mereka memiliki pembayaran yang akan datang atau jika mereka melewatkan pembayaran mereka.

Menjadwalkan email pengingat pembayaran otomatis untuk setiap pelanggan yang melakukan pemesanan dapat menyederhanakan proses dan juga memberi pelanggan opsi untuk berhenti berlangganan.

Baca juga: Siapa Saja Pemakai Informasi Akuntansi dalam Bisnis?

5. Tetapkan tanggal jatuh tempo lebih awal

Seperti yang kami bahas di paragraf sebelumnya ketentuan pembayaran berbeda-beda di setiap perusahaan bahkan untuk setiap pelanggan, jadi Anda dapat mencoba yang berbeda untuk melihat apa yang memberikan hasil terbaik.

Faktur 60 net memungkinkan pelanggan hingga 60 hari untuk pembayaran. Untuk pelanggan yang menerima faktur besar, pendekatan ini dapat memberi mereka waktu yang mereka butuhkan untuk melunasi hutang.

Namun, vendor dapat menyisihkan tagihan kecil dengan tanggal jatuh tempo yang diperpanjang dan melupakannya. Membuat faktur bersih 60 atau bahkan 10 net dapat membantu meminimalkan masalah ini.

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai anggaran piutang dan cara terbaik dalam mengelola piutang dalam bisnis Anda.

Anggaran oiutang adalah Anggaran yang merencanakan secara terperinci tentang jumlah piutang perusahaan akibat penjualan secara kredit disertai dengan perubahan-perubahan (pertambahan piutang, piutang tertagih, sisa piutang) dari waktu ke waktu selama periodeyang akan datang.

Untuk proses pengelolaan piutang usaha yang lebih mudah dan praktis, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan seperti Kledo.

Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 10 ribu pengguna dari berbagai jenis bisins di Indonesia.

Dengan cara penggunaan yang mudah dan tampilan menarik, Kledo telah menjadi software akuntansi yang mampu memenuhi kebutuhan banyak pelaku usaha yang terus berkembang.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =