9 Cara Memulai Bisnis Cafe Kekinian dari Nol

cara memulai bisnis cafe kekinian banner

Rasanya, bisnis cafe atau coffee shop kekinian semakin marak di Indonesia. Bukan tanpa alasan, orang Indonesia yang dikenal suka bercengkerama dan mengobrol tentunya mencari tempat untuk berkumpul yang nyaman.

Nah, cafe adalah tempat yang ideal untuk itu. Cafe menyajikan makanan dan minuman yang beragam, dan juga berbagai jenis kopi.

Apakah Anda juga ingin mendirikan bisnis cafe kekinian Anda, tapi bingung harus memulainya dari mana?

Jangan khawatir, sebab artikel ini akan membahas 9 cara memulai bisnis cafe kekinian yang bisa Anda praktikkan sekarang juga!

9 Cara Memulai Bisnis Cafe Kekinian

1. Menentukan konsep cafe

Pertama, tentukan konsep cafe kekinian Anda karena ini akan menentukan target pasar, jenis pengalaman yang diberikan, serta keunikan yang membedakan cafe Anda dari para pesaing.

Berikut adalah 3 hal yang bisa Anda pertimbangkan dalam menentukan konsep kafe:

Tema dan suasana

Tema dan suasana kafe harus mampu menciptakan atmosfer yang unik, nyaman, dan sesuai dengan preferensi target pasar Anda.

MIsalnya, ada cafe dengan konsep hangat dan homey, menggunakan furnitur kayu serta pencahayaan lembut, yang targetnya adalah menarik pengunjung yang ingin membaca atau bekerja dengan tenang.

Sementara itu, ada cafe dengan desain modern dan minimalis yang tujuannya menarik generasi muda yang menyukai tren kekinian.

Jadi, tentukan pengalaman pelanggan yang ingin Anda tawarkan dan ciptakan lingkungan yang mencerminkan konsep tersebut.

Menu

Tentukan jenis makanan dan minuman yang akan Anda sajikan serta kesesuaiannya dengan tema cafe.

Apakah Anda akan fokus menyediakan berbagai varian minuman kopi, atau juga menyediakan teh dan smoothie?

Bagaimana dengan makanan? Apakah hanya menyediakan pastry dan dessert, atau juga menu sarapan dan makan siang lengkap? Susun menu yang dapat membedakan cafe Anda dari cafe lain di sekitar lokasi.

Target pelanggan

Siapa pelanggan ideal Anda? Apakah pekerja kantoran yang membutuhkan kopi cepat, mahasiswa yang mencari tempat belajar, atau keluarga yang ingin menikmati brunch di akhir pekan?

Lakukan riset pasar untuk mengetahui demografi dan preferensi calon pelanggan, lalu sesuaikan konsep cafe Anda dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Baca Juga: Berikut 16 Tips Mengembangkan Usaha Kafe Anda

2. Menyusun business plan

Business planning yang baik sangat penting untuk mendapatkan pendanaan dan menjadi panduan saat mengembangkan bisnis cafe kekinian Anda.

Business plan sebaiknya mencakup beberapa bagian berikut:

Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif berisi gambaran singkat mengenai rencana bisnis Anda. Bagian ini mencakup visi dan misi cafe, deskripsi singkat konsep, serta tujuan utama bisnis.

Ringkasan ini harus mampu menjelaskan esensi bisnis Anda dan mengapa cafe Anda memiliki potensi untuk sukses.

Analisis Pasar

Bagian analisis pasar menunjukkan pemahaman Anda terhadap industri kopi dan target pasar.

Lakukan riset mendalam untuk mengidentifikasi target pelanggan, preferensi mereka, serta tingkat persaingan.

Analisis tren pasar, tantangan yang mungkin dihadapi, serta peluang pertumbuhan. Sertakan data dan statistik untuk mendukung hasil analisis Anda.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran menjelaskan bagaimana Anda akan menarik dan mempertahankan pelanggan. Hal ini mencakup brand, iklan, promosi, serta aktivitas pemasaran lainnya.

Tentukan unique selling proposition (USP) dan jelaskan bagaimana cafe Anda berbeda dari kompetitor. Uraikan strategi pemasaran online dan offline, seperti media sosial, email marketing, serta kegiatan komunitas.

Rencana Operasional

Rencana operasional menjelaskan aktivitas harian cafe secara rinci, mulai dari lokasi, tata letak, peralatan, hingga tenaga kerja.

Jelaskan pengelolaan rantai pasok, pengendalian persediaan, serta proses menjaga kualitas produk.

Sertakan jam operasional, standar pelayanan pelanggan, serta kebijakan dan prosedur untuk memastikan operasional berjalan lancar.

Rencana Keuangan

Rencana keuangan mencakup estimasi anggaran, proyeksi pendapatan, serta kebutuhan pendanaan.

Sajikan laporan keuangan secara detail, seperti laporan laba rugi, arus kas, dan neraca. Jelaskan strategi penetapan harga, biaya bahan baku, serta analisis break-even point.

Uraikan kebutuhan modal dan rencana memperoleh pendanaan, baik melalui pinjaman, investor, maupun dana pribadi.

Baca Juga: Contoh Bisnis Plan yang Bisa di Download Gratis

3. Pilih lokasi bisnis

Lokasi merupakan faktor utama yang bisa menentukan keberhasilan bisnis cafe kekinian Anda.

Sebelum memilih lokasi, perhatikan 6 hal ini:

  • Berapa banyak orang yang berlalu-lalang berjalan kaki.
  • Ketersediaan area parkir.
  • Tingkat visibilitas lokasi dari jalan utama.
  • Apakah lalu lintas pejalan kaki cukup untuk menopang operasional cafe.
  • Karakteristik demografi di sekitar lokasi.
  • Aktivitas dan kebiasaan yang disukai oleh masyarakat setempat.

Selain itu, jika Anda hendak menandatangani perjanjian sewa tempat usaha, pahami isi kontraknya dengan benar.

Karena, ketentuan dalam kontrak akan sangat memengaruhi tingkat keuntungan serta nilai jual kembali bisnis Anda di masa depan.

Untuk menghindari risiko, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengacara yang ahli di bidang ini sebelum menandatangani perjanjian apa pun.

Baca Juga: 8 Cara Memilih Lokasi Usaha yang Tepat untuk Anda

4. Mengatur desain dan tata letak cafe

Desain Interior

Desain interior cafe harus mencerminkan konsep yang Anda usung serta menciptakan suasana yang nyaman dan menarik bagi pengunjung.

Perhatikan 3 elemen ini:

  • Tempat Duduk: Sediakan meja dan kursi untuk pelanggan yang datang sendiri atau beramai-ramai. Buat agar tempat duduk mengakomodasi mereka yang hanya ingin mengobrol, ingin WFC, atau sekadar ingin menikmati makanan.
  • Dekorasi: Gunakan karya seni, tanaman, pencahayaan, serta elemen dekoratif lainnya untuk menciptakan lingkungan yang selaras dan menarik. Perhatikan pemilihan warna, tekstur, dan material yang dapat memperkuat estetika keseluruhan ruangan.
  • Area Counter dan Bar: Pastikan area ini dekat dengan peralatan dan bahan baku. Hias area ini agar terlihat menarik, serta dilengkapi dengan display produk yang rapi serta informasi menu yang jelas.

Tata Letak Fungsional

Tata letak yang baik akan mendukung kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Perhatikan 3 aspek ini:

  • Alur Pergerakan: Alur pergerakan pelanggan adalah dari pintu masuk, area tempat duduk, pemesanan, hingga pengambilan pesanan. Pahami alur ini dan ciptakan ruang di mana pelanggan bisa bergerak nyaman, tanpa perlu berdesarkan dengan pelanggan lain atau berpapasan dengan barista yang sibuk membawa nampan makanan.
  • Area Kerja: Area kerja untuk barista dan staf dapur harus dirancang secara efisien agar mendukung produktivitas. Pastikan peralatan, perlengkapan, dan bahan baku mudah dijangkau. Susun area kerja sedemikian rupa untuk meminimalisir pergerakan yang tidak perlu dan memaksimalkan efisiensi.
  • Penyimpanan: Ketersediaan ruang penyimpanan yang memadai sangat penting untuk menjaga kerapian dan kebersihan. Sediakan solusi penyimpanan untuk area depan (front of house) maupun area belakang (back of house).

5. Temukan supplier bahan makanan terbaik

Temukan supplier yang berkualitas dan handal untuk bahan makanan, kopi, dan kebutuhan lainnya.

Pertimbangkan 3 hal ini saat memilih supplier:

  • Kualitas: Bahan berkualitas tinggi menghasilkan rasa yang lebih enak. Minta beberapa sample produk dari supplier untuk memastikan bahannya sesuai standar Anda.
  • Konsistensi: Pastikan supplier konsisten agar tidak ada kasus seperti kehabisan bahan baku. Untuk jaga-jaga, sebaiknya Anda memiliki supplier cadangan.
  • Harga: Bandingkan harga dari berbagai supplier dan negosiasikan persyaratan yang menguntungkan Anda. Biasanya, supplier mau memberikan harga murah jika Anda membeli dalam jumlah besar atau mau bekerja sama dalam jangka panjang.

Baca Juga: SOP Cafe: Contoh dan Cara Menyusunnya

6. Menyiapkan peralatan

Selain itu, Anda juga perlu berinvestasi pada peralatan lain seperti blender, kulkas, mesin kopi, mesin kasir, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Anda bisa membeli peralatan secara langsung menggunakan dana pribadi atau kas, atau menyewanya.

Tidak semua peralatan harus dibeli sekaligus, prioritaskan yang penting dulu sambil mempertimbangkan kebutuhan di masa mendatang.

Selain peralatan untuk memproses makanan atau minuman, Anda juga akan membutuhkan peralatan untuk menangani transaksi, seperti aplikasi kasir atau point of sales.

Sistem point of sale (POS) yang andal sangat penting untuk memproses pesanan dan pembayaran secara efisien. Pilih sistem yang dapat terintegrasi dengan manajemen persediaan dan software akuntansi.

Jika tidak yakin software apa yang bisa Anda gunakan untuk bisnis cafe Anda, Anda bisa mencoba Kledo, software akuntansi yang juga sudah dilengkapi dengan aplikasi kasir Kledo POS.

Kledo POS sudah memiliki program loyalitas pelanggan dan kemampuan pelaporan data. Sementara itu, integrasinya dengan software akuntansi memungkinkan Anda melacak persediaan dan membuat laporan keuangan bisnis secara instan.

Jika tertarik, Anda bisa coba Kledo dengan klik gambar di bawah ini:

kledo banner 3

Baca Juga: 6 Rekomendasi Sistem Kasir Cafe, Kelebihan & Kekurangannya

7. Menyusun menu cafe

Cafe Anda tidak perlu memiliki terlalu banyak menu. Justru, menu yang sederhana dan terfokus sering kali lebih efektif.

Fokuslah pada beberapa minuman kopi berkualitas tinggi serta camilan favorit pelanggan, agar operasional cafe lebih sederhana dan Anda juga bisa menjaga konsistensi rasa.

Menu yang ringkas juga memudahkan pelanggan dalam memilih, mempercepat pelayanan, serta memungkinkan staf Anda menguasai setiap sajian dengan lebih baik.

Pertimbangkan 2 hal ini saat menyusun menu:

  • Variasi: Tawarkan variasi yang cukup seperti kopi, teh, dan minuman lainnya, serta pilihan camilan dan makanan. Jika memungkinkan, sertakan opsi untuk berbagai preferensi diet, seperti vegetarian, vegan, bebas gluten, dan rendah gula. Perbarui menu secara berkala agar tetap menarik dan relevan bagi pelanggan.
  • Menu Andalan (Specialties): Kembangkan minuman khas atau hidangan unik yang membedakan cafe Anda dari kompetitor. Menu andalan ini dapat menjadi fokus utama dalam strategi pemasaran dan menarik pelanggan yang mencari pengalaman berbeda.

8. Rekrut orang yang tepat

Banyak pemilik cafe kesulitan menemukan dan mempertahankan karyawan yang berkualitas.

Sebagian besar pemilik cafe memulai dengan mencari staf yang sudah berpengalaman, dan hal tersebut memang wajar.

Namun, ada hal yang lebih penting daripada pengalaman, yaitu sikap. Keterampilan dapat dipelajari, tetapi sikap kerja jauh lebih sulit untuk dibentuk.

Tentu saja, Anda tetap membutuhkan tingkat pengalaman tertentu, terutama pada tahap awal operasional. Namun, budaya kerja tim yang kuat hanya dapat dibangun dengan merekrut orang yang benar-benar sesuai dengan nilai dan karakter bisnis Anda.

Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mencari kandidat yang paling tepat bagi cafe Anda.

Sistem orientasi dan pelatihan yang baik juga sangat membantu, termasuk pelatihan keterampilan barista dan alur kerja.

Selain itu, saat melakukan perekrutan, Anda perlu memahami ketentuan terkait standar ketenagakerjaan, pajak, serta regulasi lainnya yang berlaku agar operasional bisnis tetap berjalan sesuai aturan.

9. Promosikan cafe Anda

Minggu-minggu dan bulan-bulan sebelum pembukaan cafe merupakan waktu yang tepat untuk memperkenalkan bisnis Anda.

Media sosial akan menjadi sarana promosi terbaik versi digital, sehingga manfaatkan platform tersebut untuk membangun reputasi cafe Anda.

Selain itu, pastikan Anda mendaftarkan cafe di Google Maps agar mudah ditemukan dalam pencarian lokal.

Saat pelanggan datang ke cafe, ajak mereka untuk mengikuti akun media sosial Anda agar mendapatkan informasi terbaru, promo khusus, dan berbagai penawaran menarik lainnya.

Baca Juga: 15 Strategi Pemasaran Kafe yang Wajib Anda Coba

Kesimpulan

Membuka cafe kekinian merupakan perjalanan yang penuh tantangan, namun memberikan kepuasan tersendiri.

Dengan rencana yang matang, kerja keras, serta kemauan untuk berkomitmen, Anda dapat membangun bisnis cafe kekinian yang berkelanjutan.

Kuncinya, selalu siap untuk beradaptasi, dengarkan masukan pelanggan, dan terus berupaya memberikan kualitas terbaik dalam setiap aspek operasional.

Semoga perjalanan Anda dalam membangun bisnis cafe berjalan lancar dan sukses!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

fifteen + 5 =