Cara Mudah Memahami Akuntansi Dasar untuk Pemula, Berani Coba?

Dalam mempelajari akuntansi secara mendasar, pasti tidak lepas dengan pemahaman terkait teori akuntansi dasar. Hal itu dilakukan agar Kawan Kledo tidak kesulitan dalam memahami istilah-istilah akuntansi, yang mungkin cukup asing bagi pemula. Selain itu, Kawan Kledo tidak akan kesulitan melakukan pemahaman akuntansi tingkat menengah, bahkan tingkat lanjut, apabila berhasil memahami akuntansi dasar.

Ilmu akuntansi memang penting untuk dipelajari, sebenarnya tidak hanya bagi pelaku bisnis, tapi juga kita semua dalam kehidupan sehari-hari. Selain sering diterapkan dalam aktivitas keseharian, ilmu akuntansi akan membantu Kawan Kledo dalam bidang ekonomi, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan. Kemampuan akuntansi sangat wajib dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjalankan perusahaan agar terus berkembang dan tujuan tercapai.

Sebelum mempelajari cara memahami akuntansi dasar, akan lebih baik apabila Kawan Kledo mengenal akuntansi secara mendasar. Yuk, kita bahas satu per satu!

Apa sih Akuntansi?

Cara Memahami Akuntansi Dasar bagi Pemula
Cara Memahami Akuntansi Dasar bagi Pemula – https://hrdots.com/

Sebelum paham, akan lebih baik Kawan Kledo berkenalan dengan akuntansi mulai dari pengertian. Jadi, apa itu akuntansi? Akuntansi merupakan sebuah rangkaian proses, mulai dari mencatat, mengklasifikasikan, meringkas, mengolah, serta menyajikan data, atas transaksi dan kejadian, yang berhubungan dengan keuangan. Tujuannya adalah untuk bisa digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, agar mudah dimengerti untuk pengambilan keputusan dan tujuan lainnya.

Transaksi yang dimaksud di sini adalah suatu persetujuan antara kedua belah pihak, di mana salah satu dengan posisi sebagai penjual barang dan jasa, dan pihak lainnya sebagai pembeli. Transaksi bisnis ini harus bisa dinilai secara finansial, termasuk dengan penggunaan mata uang.

Tujuan akuntansi sendiri adalah untuk menyediakan informasi keuangan pada bisnis yang Kawan Kledo jalankan. Informasi keuangan tersebut biasanya berisi analisis kinerja, laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laba rugi, arus kas, perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan.

Komponen Akuntansi

Pernah dengar istilah akun dalam ilmu akuntansi, Kawan Kledo? Dalam pencatatan atau pembukuan akuntansi, transaksi dicatat berdasar golongan atau kategori tertentu. Nah, penggolongan itulah yang merupakan kategori berdasar akun dalam komponen akuntansi. Berdasarkan kategori pencatatannya, terdapat 5 komponen akuntansi yang perlu Kawan Kledo ketahui, yaitu:

Aset atau Aktiva atau Harta

Merupakan segala sesuatu yang mempunyai nilai dan menjadi kepemilikan perusahaan. Aset tidak memandang apakah ada wujudnya maupun tidak. Yang penting, aset memiliki nilai secara finansial dan berguna untuk perusahaan di masa mendatang. Aset sendiri digolongkan lagi menjadi beberapa bagian:

Aset / Aktiva Jangka Pendek (Lancar)

Current assets merupakan akuntansi untuk komponen harta apapun yang masa pencairannya kurang dari satu tahun. Aset lancar atau jangka pendek disebut juga sebagai harga yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Komponen akun yang termasuk dalam aset lancar ini, diantaranya kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, persediaan, biaya dibayar di muka (prepaid).

Aset / Aktiva Jangka Panjang (Tidak Lancar)

Sebaliknya, non-current assets adalah aset jangka panjang dengan komponen harta di mana nilai penuhnya tidak akan direalisasikan dalam satu periode akuntansi. Aset jangka panjang merupakan aset yang tidak likuid. Contohnya yaitu aset tetap, investasi jangka panjang, aset tidak berwujud (hak paten, hak cipta), dan sebagainya.

Liabilitas atau Pasiva atau Utang atau Kewajiban

Jika aktiva adalah harta, maka pasiva merupakan kewajiban yang dimiliki perusahaan untuk membayarkan sejumlah uang dengan nominal tertentu kepada pihak lain. Sebelum mengenal persamaan dasar akuntansi, ketahuilah bahwa salah satu sumber kekayaan dari perusahaan adalah berupa utang. Beberapa akun yang tergolong sebagai kelompok pasiva yaitu:

Liabilitas / Pasiva Jangka Pendek (Lancar)

Seperti layaknya aset lancar, liabilitas lancar juga dapat diartikan sebagai utang lancar yang wajib dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Komponen akun yang termasuk liabilitas lancar adalah utang usaha (jangka pendek), beban yang masih harus dibayar (accrued expense), dan pendapatan diterima di muka (prepaid revenue).

Liabilitas / Pasiva Jangka Panjang (Tidak Lancar)

Non-current liabilities merupakan utang yang pelunasannya dengan jangka waktu lebih dari satu tahun, biasanya di atas 3 (tiga) tahun. Yang termasuk dalam utang jangka panjang yaitu utang obligasi dan utang hipotek.

Equity atau Ekuitas atau Modal

Segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan, sebagai penunjang kinerja dan jalannya perusahaan, adalah modal. Kewajiban perusahaan sendiri, yang paling utama, kepada pemilik modal yang menanamkan modalnya di perusahaan. Selain berupa kas (uang tunai), modal juga bisa berupa aset tetap, seperti bangunan, mesin, peralatan, perlengkapan, dsb. Sumber atas modal sendiri dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu modal internal dan eksternal.

Income atau Pendapatan

Pendapatan merupakan nominal yang terukur secara finansial dan diperoleh perusahaan melalui kegiatan penjualannya kepada customer baik dalam bentuk barang maupun jasa. Selain kegiatan pokok tersebut, pendapatan juga bisa diperoleh dari sewa maupun bunga. Kategori pendapatan sewa dan bunga ini merupakan jenis pendapatan yang diperoleh dari luar usaha. Kedua komponen akun tersebut masuk dalam pendapatan lain-lain.

Expenses atau Beban atau Biaya

Beban merupakan nominal finansial yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Beban merupakan pengeluaran perusahaan, sehingga kebalikan dari akun pendapatan. Beban sendiri tidak hanya terkait operasional, bisa juga bagian dari beban penjualan, beban keuangan, dan lain sebagainya.

Poin Penting Memahami Akuntansi Dasar

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memahami Akuntansi Dasar
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memahami Akuntansi Dasar – https://paychex.com/

Ada beberapa hal yang harus Kawan Kledo perhatikan dalam mempelajari akuntansi dasar. Komponen penting dalam dasar akuntansi ini sebisa mungkin sudah dihapal di luar kepala. Berikut beberapa materi yang berhubungan dengan akuntansi dasar:

Persamaan Dasar

Inti dari segala sumber permasalahan akuntansi adalah di poin ini. Persamaan dasar akuntansi sering Kawan Kledo temukan dalam kehidupan sehari-hari. Output yang dihasilkan berupa laporan keuangan, seperti neraca, laba rugi, arus kas, dan sebagainya. Rumus yang harus Kawan Kledo ingat baik-baik adalah nominal aset sama dengan akumulasi dari kewajiban ditambah modal. Fungsi dari persamaan dasar ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyatakan perubahan yang terjadi pada perusahaan.

Debit dan Kredit

Kawan Kledo pasti tidak asing dengan istilah debit dan kredit. Tetapi, apakah Anda paham maksud dari dua hal tersebut? Di dalam ilmu akuntansi dasar, debit diartikan sebagai kenaikan atau penurunan yang dipengaruhi oleh akun yang bersangkutan. Sebaliknya, kredit merupakan penurunan atau peningkatan yang tergantung pada akun. Debit dan kredit saling berlawanan satu sama lain dan sangat berfungsi dalam penerapan double entry bookkeeping. Ilmu yang harus Kawan Kledo pelajari agar lebih memahami debit dan kredit untuk mencatat jurnal, yaitu terkait posisi saldo normal dalam akuntansi. Apa itu saldo normal? Kawan Kledo bisa baca di sini ya!

Akun T

Ada hal yang harus pahami terkait akun T. Poin ini sangat digunakan dalam pencatatan ketika posting ke buku besar secara manual. Bisa dibilang, akun T adalah perencanaan menggunakan sistem akuntansi. Akun T berisi kenaikan dan penurunan yang terjadi pada setiap pos laporan keuangan. Tiga hal yang mendasari akun T adalah judul, tempat untuk mencatat kenaikan, dan tempat untuk mencatat penurunan.

Laporan Keuangan

Saat ini, laporan keuangan dibagi menjadi 5 (lima) jenis, yaitu Laporan Neraca (Laporan Posisi Keuangan), Laporan Perubahan Modal, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Ayat Jurnal Penyesuaian

AJP (Ayat Jurnal Penyesuaian) dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya terdapat beban depresiasi, beban yang harus dibayar, pendapatan diterima di muka, dan beban dibayar di muka.

Siklus Akuntansi

Poin ini dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara. Yang pertama, secara ringkas dapat diartikan sebagai siklus yang berupa perputaran cash, dilanjut dengan purchasing activity, pembuatan produk, lalu aktivitas penjualan, pencatatan account receivable, aktivitas collection, dan yang terakhir kembali ke cash. Yang kedua, secara lebih lengkap dijelaskan dalam sepuluh bagian. Yaitu diawali dengan menganalisis dan mencatat transaksi yang ada pada jurnal secara lengkap. Kemudian, diakhiri dengan menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

Analisis Transaksi

Setelah dilakukan pencatatan dan proses pembuatan laporan, Kawan Kledo bisa melakukan pengambilan keputusan atas hasil analisa transaksi. Tentu saja analisa yang dilakukan tidak bisa sembarangan, karena ada panduan dan kaidah ilmu dalam melakukan analisis keuangan. Kapan-kapan kita bahas ini dalam artikel tersendiri ya, Kawan Kledo!

Analisis Investasi Modal

Dalam melakukan analisis investasi modal, berdasar ilmu akuntansi, terdapat 2 (dua) metode yang bisa dilakukan, yaitu metode menggunakan nilai kini dan mengabaikan nilai kini. Masing-masing dari metode analisis investasi modal juga dibagi menjadi beberapa jenis.

Operating Leverage

Poin ini menyatakan ilmu perbandingan antara margin kontribusi dengan laba operasional. Dengan begitu, angka operating leverage bisa Kawan Kledo dapatkan dari membagi margin kontribusi dengan operating income. Apa sebenarnya operating leverage? Yaitu suatu ukuran atas pertumbuhan pendapatan operasional pada perusahaan.

Margin of Safety

Komponen terakhir yang tidak kalah penting dalam memahami akuntansi dasar adalah margin keamanan. Hal ini terkait dengan jumlah kelebihan atas penjualan yang dianggarkan (aktual) di atas titik impas volume penjualan. Margin keamanan didapat dari penjualan aktual yang dikurangi dengan perkiraan penjualan pada titik impas, dan hasilnya dibagi dengan penjualan itu sendiri.

Pemisahan Harta Pribadi dengan Bisnis

Dengan memahami akuntansi dasar, Kawan Kledo akan lebih terbuka terkait dengan pengelolaan keuangan. Salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah dengan melakukan pemisahan antara uang pribadi dan keuangan perusahaan. Semua transaksi yang terjadi antara pemilik bisnis dengan perusahaan harus dicatat detail dan jelas. Hal tersebut dilakukan agar penilaian kinerja menjadi lebih objektif, pengambilan keputusan bisnis menjadi lebih jelas, dan menghindari terjadinya kebangkrutan. Bagaimana dengan pengambilan uang untuk keperluan pribadi di perusahaan? Tenang, antara pemilik bisnis dan perusahaan, terdapat dua transaksi yang terjadi dalam akuntansi, yaitu capital (modal) dan drawing (prive).

Kesimpulan

Wajib hukumnya bagi pelaku bisnis untuk memahami akuntansi dasar. Kegiatan bisnis yang Kawan Kledo jalankankan tidak hanya terkait dengan operasional dan aktivitas jual-beli, tetapi juga pengelolaan keuangan. Termasuk sepuluh komponen yang sudah disebutkan di atas, tentu akan berguna bagi Kawan Kledo dalam menjalankan bisnis.

Sudah paham akuntansi dasar? Yuk pake software akuntansi biar manajerial keuangan bisnis lebih rapi. Bingung pilih software yang mana? Ada Kledo lho yang siap membantu pengelolaan bisnis, Kawan Kledo. Selain melakukan pencatatan, Kledo bahkan bisa diandalkan untuk menjalankan proses akuntansi secara otomatis. Bagaimana dengan laporan dan analisis data perusahaan? Beres! Kledo menyediakan lebih dari 30 laporan dan analisis yang bisa Kawan Kledo manfaatkan untuk pengambilan keputusan bisnis. Jangan bingung untuk pake Kledo, bahkan tutorial sudah tersedia dari hal mendasar hingga melakukan hal yang rumit. Yuk daftar Kledo sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *