42 Istilah Akuntansi dalam Bisnis yang Wajib Anda Ketahui

istilah akuntansi

Dalam menjalankan bisnis, berbagai istilah akuntansi seringkali dianggap sebagai bahasa yang berasal dari “planet” lain. Sebenarnya hal ini merupakan sesuatu yang wajar, khususnya bagi orang-orang yang tidak mempunyai latar pendidikan di bidang akuntansi. Berbagai istilah tersebut memang sangat membingungkan.

Akan tetapi, sebagai pelaku bisnis, setidaknya Anda diharuskan untuk tahu dan mengerti makna dasar dari berbagai istilah tersebut.

Mengapa? Sebab, akuntansi tak bisa dipisahkan dari perjalanan bisnis Anda. Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjamin kelancaran bisnis Anda.

Apabila Anda tak mengerti istilah dasar dalam akuntansi, bagaimana Anda bisa tahu kondisi finansial keuangan bisnis Anda?

Namun, Anda tidak usah khawatir. Anda bisa mempelajari berbagai istilah tersebut secara mandiri, kok. Dan, sebenarnya berbagai istilah tersebut sangat mudah untuk dipahami.

Untuk membantu Anda memahami berbagai istilah akuntansi, kami menyusun glosarium sederhana yang mudah untuk dipelajari para pemula.

42 Istilah Akuntansi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang Perlu Diketahui

istilah akuntansi

Berikut merupakan daftar istilah akuntansi yang perlu Anda ketahui, apa saja?

1. Utang Usaha (Account Payable/AP)

Utang usaha atau account payable mencakup semua transaksi yang berkaita dengan pembelian produk atau layanan maupun kegiatan operasional lainnya yang belum dibayar oleh perusahaan.

Akun ini akan dicata sebagai kewajiban (liabilitas) di Neraca karena merupakan utang bisnis yang harus dibayar oleh perusahaan.

2. Piutang Usaha (Account Receivable/AR)

Piutang usaha atau account receivable mencakup semua pendapatan dan penjualan perusahaan yang mana perusahaan belum memperoleh uang secara tunai.

Akun ini dicatat sebagai aset yang kemungkinan akan dikonversi menjadi kas tunai dalam jangke pendek.

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Perusahaan bagi Pemula

3. Biaya yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expense/AE)

Biaya yang masih harus dibayar atau accrued expense merupakan sejumlah biaya yang masih terutang dan harus dibayar oleh perusahaan.

4. Aset (Asset/A)

Aset bisa disebut juga sebagai harta atau aktiva yaitu semua kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan.

Aset sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu aset lancar (current Asset) dan aset tidak lancar (non-current asset).

Adapun aset lancar yaitu aset perusahaan yang mempunyai umur ekonomis kurang dari satu tahun, Sementara aset tidak lancar mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun.

5. Neraca (Balance Sheet/BS)

Neraca atau balance sheet adalah laporan keuangan yang melaporkan semua aset, kewajiba, dan ekuitas perusahaan. Seperti namanya, neraca disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

6. Nilai Buku (Book Value/BV)

Nilai buku atau book value adalah nilai awal suatu aset dikurangi dengan akumulasi penyusutan.

7. Ekuitas (Equity/E)

Ekuitas disebut juga dengan istilah modal yaitu nilai yang menunjukkan sisa aset setelah dikurangi dengan nilai kewajiban.

Adapun selisih pengurangan tersebut dapat Anda akui sebagai ekuitas perusahaan yang merupakan bagian dari pemilik binsi dan investor.

8. Persediaan (Inventory/I)

Persediaan atau inventory merupakan aset yang dibeli oleh perusahaan untuk kemudian dijual kembali kepada pelanggannya. Akun ini akan diakui di neraca sebagai aset tlancar.

9. Kewajiban (Liability/L)

Kewajiban atau liability disebut juga sebagai utang yaitu semua kewajiban yang belum dibayarkan oleh perusahaan. Kewajiban yang umum terjadi di perusahaan seperti utang gaji, utang pajak, dan utang usaha.

10. Laporan Laba Rugi (Income Statement/IS)

Laporan laba rugi atau income statement merupakan bagian dari laporan keuangan. Ini akan menunjukan bagaimana posisi pendapatan dan pengeluaran Anda.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi untuk Pemula Bisnis

11. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok penjualan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sebuah barang atau jasa. Namun, biaya disini tidak termasuk dengan biaya operasional bisnis.

Contoh dari HPP yaitu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

12. Penyusutan (Depreciation/D)

Penyusutan atau depreciation adalah pengurangan nilai aset dari waktu ke waktu karena menurunnya nilai ekonomis aset tersebut.

Pada umunya, aset yang mengalami penyusutan seperti mobil dan peralatan. Penyusutan muncul di laporan laba rugi dan dikategorikan sebagai beban penyusutan dan berdampak langsung pada posisi kas.

13. Beban (Expenses/E)

Bebean atau expenses merupakan semua biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan operasional bisnis.

Beban akan dilaporkan pada laporan laba rugi dan pada awal periode, saldonya akan dinolkan kembali.

Baca juga: Cara Efektif Menghemat Keuangan Pemilik Bisnis UMKM, Pasti Bisa!

14. Margin kotor (Gross Margin/GM)

Margin kotor atau margin gross adalah presentase yang dihitung dari laba kotor dan dibagi dengan total pendapatan selama satu periode akuntansi. Ini mewakili profitabilitas perusahaan setelah dikurangi dengan HPP.

15. Laba Kotor (Gross Profit/GP)

Laba kotor atau gross profit diperoleh dari nilai pendapatan yang dikurangi beban sebelum pajak. Ini akan menunjukkan bagaimana tingkat profitabilitas perusahaan selama periode tertentu.

16. Laba Bersih (Net Income/NI)

Laba bersih atau net income adalah pendapatan bersih yang diperoleh oleh perusahaan. Ini dihitung dengan cara pendapatan dikurangkan dengan semua beban selama periode tertentu termasuk HPP, beban penyusutan, dan pajak.

17. Margin Bersih

Margin bersih adalah presentase yang menggambarkan keuntungan perusahaan. Ini dihitung dengan cara laba bersih dibagi dengan pendapatan selama periode tertentu.

18. Pendapatan (Revenue/R)

Pendapatan atau revenue adalah setiap uang yang masuk ke rekening bisnis Anda atas yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa.

Akun ini akan dilaporkan di laporan laba rugi.

19. Periode Akuntansi

Pada umumnya, laporan keuangan akan dibuat untuk satu periode akuntansi.

Penentuan periode ini berdasarkan kebijakan masing-masing perusahan. Namun, lazimnya satu periode akuntansi memiliki jangka waktu satu tahun yang dimulai dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember.

Baca juga: Mudah Banget! Ini Tips Akuntansi untuk Bisnis Lebih Baik

20. Alokasi

Istilah alokasi menggambarkan prosedur penempatan dana ke berbagai pos transaksi bisnis. Misalnya alokasi dana untuk kegiatan marketing.

21. Badan Usaha

Badan usaha merupakan entitas bisnis yang pendiriannya mempunyai dasar hukum yang kuat. Adapun bentuk badan usaha di Indonesia seperti CV, Firma, Perseroan Terbatas, dan koperasi.

22. Arus Kas (Cash Flow/CF)

Arus kas adalah istilah untuk menggambarkan bagaimana aliran uang yang masuk dan keluar pada bisnis.

Arus kas bersih untuk suatu periode ditentukan dengan cara menghitung saldo kas awal dikurangi dengan saldo kas akhir. Apabila penghitungan menghasilkan angka positif, menandakan bahwa lebih banyak kas yang masuk dibandingkan kas keluar.

23. Akuntan Publik Bersertifikat (CPA)

istilah akuntansi

CPA adalah sebutan bagi profesional yang diperoleh akuntan dengan cara mengikuti ujian CPA dan memenuhi persyaratan pendidikanserta pengalaman kerja tertentu.

Adapun setiap negara mempunyai kebijakan yang berbeda mengenai persyaratan ujian CPA ini.

24. Kredit (Credit/Cr)

Kredit adalah peningkatan atau penambahan pada akun kewajiban dan ekuitas, atau penurunan pada akun aset dan beban.

25. Debit (Db)

Debit adalah peningkatan akun aset dan beban, atau penurunan akun kewajiban dan ekuitas.

26. Diversifikasi

Deiversifikasi adalah sebuah metode yang digunakan untuk menimalisir risiko. Caranya bisa dilakukan dengan memperbanyak jenis usaha agar pemasukan bisnis tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber pendapatan.

Baca juga: 13 Tips Pembukuan Usaha yang Harus Anda Lakukan dalam Bisnis Anda

27. Agen Terdaftar (CA)

Agen terdaftar adalah sebutan akuntan profesional yang telah berhasil mengikuti tes dan menunjukan keahlian pada bidang pajak bisnis dan perorangan.

28. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap atau fixed cost adalah biaya produksi yang bersifat tetap dan tidak akan berubah meskipun terjadi peningkatan jumlah produksi.

29. Buku Besar (General Ledger)

Buku besar atau general ledger adalah catatan lengkap yang merekam seluruh transaksi keuangan perusahaan. Informasi yang tersedia pada buku besar ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan.

30. Peraturan Standar Akuntansi (PSAK)

PSAK merupakan aturan yang harus dipatuhi oleh semua akuntan di Indonesia saat melakukan tindakan akuntansi. Aturan ini dibuat untuk mempermudah analisis laporan keuangan bisnis.

31. Bunga (Interest)

Bunga atau interest adalah tambahan pembayaran yang harus dibayarkan oleh debitur atas pinjaman atau pembelian secara kredit.

32. Jurnal Umun (Entry Journal)

Jurnal umum adalah jurnal yang mencatat setiap perubahan dan pembaruan pada pembukuan. Setiap kolom jurnal harus berisikan tanggal transaksi, akun yang terpengaruh, kolom debit dan kredit, jumlah, dan kode akun.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Jurnal dalam Akuntansi

33. Likuiditas

Istilah ini mengacu pada seberapa aset Anda dapat diubah menjadi uang tunai. Misalnya, saham lebih likuid dibanding rumah karena Anda bisa menjual lebih cepat daripada rumah.

34. Material

Material adalah istilah yang mengacu seberapa penting informasi yang ada di laporan keuangan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bisnis Anda.

Misalnya, apabila perusahaan A menghasilkan pendapatan Rp. 100 Milyar setiap tahunnya, maka uang senilai 100 ribu dapat dianggap sebagai jumlah yang tidak material.

35. Pembelian Kredit (On Account)

Pembelian secara kredit atau on account adalah pembelian yang dilakukan secara non tunai yang akan dibayar di masa mendatang, akan tetapi pembeli dapat langsung menikmati manfaat dari pembelian tersebut.

36. Biaya Overhead

Biaya overhead adalah berbagai biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional bisnis. Namun, biaya ini tidak berhubungan secara langsung pada proses produksi.

37. Penggajian

Penggajian atau akun gaji adalah akun yang menunjukkan pemabayaran gaji karyawan, upah, bonus, dan potongan gaji. Akun ini akan muncul di laporan laba rugi sebagai beban gaji.

38. Nilai Sekarang (Present Value/PV)

Nilai sekarang atau present value adalah istilah yang mengacu pada nilai aset saat ini. Adapun nilai aset dapat berubah dikarenakan adanya inflasi.

39. Bukti Akuntansi

Bukti Akuntansi merupakan dokumen bukti terjadinya transaksi. Secara lebih lengkap, Anda bisa membacanya pada artikel ini.

40. Pengembalian Investasi (ROI)

ROI merupakan presentase pengembalian atas investasi yang Anda lakukan. Cara menghitungnya dengan cara laba investasi dibagi dengan modal awal investasi.

Misalnya Anda menggelontorkan dana 100 juta untuk investasi dan laba investasi yang diperoleh sebesar 200 juta, Ini artinya tingkat ROI Anda sebesar 50%.

41. Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar semua akun di buku besar dengan jumlah saldonya. Total debit harus sama dengan total kredit.

42. Biaya Variabel (Variabel Cost)

Biaya variabel merupakan biaya produksi yang nilai selalu berubah berdasarkan tingkat produksi yang dilakukan. Semakin banyak volume produksi, maka biaya variabel yang dibutuhkan semakin besar.

Baca juga: Biaya Variabel: Pengertian, Contoh, Cara Hitung, dan Bedanya denga Biaya Tetap

Kesimpulan

Banner 2 kledo

Istilah akuntansi merupakan dasar yang penting agar Anda bisa memahami laporan keuangan. 42 istilah di atas merupakan istilah yang seringkali muncul dalam dunia bisnis.

Hal yang tak kalah penting lainnya yaitu menyusun pembukuan agar bisnis Anda berjalan dengan lancar.

Untuk memudahkan proses pembukuan, Anda bisa menggunakan software akuntansi Kledo yang sudah digunakan lebih dari 10 ribu pengguna dari seluruh Indonesia.

Jika Anda ingin mencoba Kledo secara gratis selama 14 hari Anda bisa mengunjungi link ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =