Contoh Pembukuan untuk Reseller dan Panduan Lengkapnya

Dalam menjalankan bisnis reseller, mencatat setiap transaksi keuangan (pembelian dan penjualan) merupakan hal yang sangat penting.

Tanpa pembukuan yang rapi, reseller akan kesulitan mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya, seperti berapa total penjualan, berapa biaya yang sudah dikeluarkan, hingga berapa keuntungan bersih yang diperoleh.

Pembukuan membantu reseller mencatat pemasukan dan pengeluaran serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis,

Tapi, seperti apa pembukuan yang baik untuk reseller? Artikel ini akan membahas contoh pembukuan untuk reseller, komponen utama, dan tools untuk membantunya.

Mengapa Pembukuan Penting bagi Reseller?

Selain membantu reseller memahami kondisi keuangan bisnis, pembukuan memiliki beberapa manfaat lain seperti:

1. Kepatuhan terhadap pajak

Sebagai reseller, Anda berkewajiban membayar pajak atas penghasilan usaha jika omzet penjualan di atas Rp500 juta per tahun.

Bagaimana Anda tahu penghasilan Anda kurang atau lebih dari angka tersebut? Caranya adalah dengan melakukan pembukuan yang baik, sehingga proses pembayaran pajak juga menjadi lebih mudah.

2. Membantu pertumbuhan bisnis

Tidak hanya membantu menuntaskan kewajiban pajak, pembukuan juga membantu Anda yang ingin mengembangkan bisnis.

Dengan memantau keuntungan dan pengeluaran, Anda dapat mengidentifikasi area yang perlu dihemat atau peluang untuk meningkatkan pendapatan.

3. Analisis keuangan

Pembukuan memungkinkan Anda menyusun laporan keuangan yang memberikan gambaran mengenai kesehatan finansial bisnis.

Laporan ini membantu dalam mengambil keputusan dan menetapkan target usaha.

Baca Juga: Cara Jadi Reseller dan Rekomendasi Aplikasi Reseller Terbaik

Apa Saja Komponen Utama dalam Pembukuan Reseller?

contoh pembukuan reseller

Pembukuan reseller tidak perlu serumit pembukuan perusahaan besar. Namun, tetap harus mencakup semua komponen yang menggambarkan kondisi keuangan bisnis dengan tepat.

Berikut adalah komponen utama yang wajib ada dalam pembukuan reseller:

  • Modal Awal: Catatan tentang dana atau aset awal yang digunakan untuk memulai bisnis, baik berupa uang tunai, stok barang, maupun peralatan.
  • Pembelian Stok: Pencatatan setiap pembelian barang dari supplier, termasuk jumlah unit, harga beli per unit, dan total biaya.
  • Penjualan: Catatan setiap transaksi penjualan kepada pembeli, mencakup tanggal, nama produk, harga jual, dan metode pembayaran.
  • Biaya Operasional: Semua pengeluaran yang timbul dalam menjalankan bisnis, seperti ongkos kirim, biaya platform marketplace, kemasan, dan lain-lain.
  • Utang dan Piutang: Catatan utang kepada supplier yang belum dibayar, serta piutang dari pembeli yang belum melunasi pembayaran.
  • Saldo Kas dan Rekening Bisnis: Posisi uang tunai dan saldo di rekening bank yang mencerminkan likuiditas bisnis secara real-time.

Keenam komponen ini saling berkaitan. Tanpa salah satunya, gambaran keuangan bisnis menjadi tidak utuh dan berpotensi menyesatkan keputusan bisnis.

Bagaimana Cara Mencatat Modal Awal?

Modal awal adalah dana pertama yang digunakan untuk memulai bisnis reseller. Modal ini bisa berupa uang tunai, transfer bank, atau aset yang dikonversi menjadi nilai bisnis.

Pencatatan modal awal penting karena menjadi dasar perhitungan perkembangan usaha.

Modal awal dicatat hanya sekali di awal usaha, namun nilainya akan menjadi acuan dalam laporan keuangan selanjutnya.

Format pencatatan modal awal:

TanggalSumber ModalBentukJumlah (Rp)
01/01/2025Tabungan pribadiUang tunai2.000.000
01/01/2025Pinjaman keluargaUang tunai1.000.000
01/01/2025Stok awal (10 pcs)Barang500.000
Total3.500.000

Tips: Pisahkan modal dari uang pribadi, agar mudah mengetahui keuntungan dan kerugian bisnis. Jika modal berasal dari pinjaman, catat sebagai utang, bukan pendapatan.

Bagaimana Cara Mencatat Pembelian Stok?

Pembelian stok adalah transaksi saat reseller membeli barang untuk dijual kembali. Ini merupakan komponen terbesar dalam bisnis reseller.

Yang perlu dicatat:

  • Tanggal pembelian
  • Nama supplier
  • Nama produk
  • Jumlah unit yang dibeli
  • Harga beli per unit
  • Total biaya (termasuk ongkir ke gudang/rumah jika ada)
  • Metode pembayaran (tunai, transfer, atau utang)

Contoh tabel pembelian stok:

TanggalSupplierProdukQtyHarga/Unit (Rp)Total (Rp)Metode Bayar
03/01/2025Toko IndahMasker Kain A50 pcs8.000400.000Transfer
07/01/2025Supplier BTote Bag Polos30 pcs15.000450.000Tunai
15/01/2025Toko IndahMasker Kain A100 pcs7.500750.000Utang

Bagaimana Cara Mencatat Penjualan?

Penjualan adalah sumber utama pendapatan reseller. Setiap transaksi penjualan harus dicatat secara detail, baik tunai maupun kredit.

Yang perlu dicatat:

  • Tanggal transaksi
  • Nama pembeli (bisa disingkat atau dibuat kode untuk privasi)
  • Produk yang dijual
  • Jumlah unit
  • Harga jual per unit
  • Total pemasukan
  • Platform penjualan (Shopee, Tokopedia, WhatsApp, dll.)
  • Status pembayaran (lunas atau belum)

Contoh tabel pencatatan penjualan:

TanggalPembeliProdukQtyHarga Jual/Unit (Rp)Total (Rp)PlatformStatus
05/01/2025Rina S.Masker Kain A3 pcs15.00045.000WhatsAppLunas
06/01/2025Buyer #021Tote Bag Polos1 pcs28.00028.000ShopeeLunas
08/01/2025Dewi R.Masker Kain A5 pcs14.00070.000WhatsAppBelum Lunas

Tips: Jika berjualan di marketplace, jangan hanya mengandalkan laporan dari aplikasi. Tetap buat catatan sendiri karena laporan marketplace tidak selalu memisahkan pendapatan bersih dari potongan komisi dan ongkir.

Baca Juga: 10 Tips Mudah Agar Menjadi Reseller Sukses

Bagaimana Cara Mencatat Biaya Operasional?

contoh pembukuan reseller 2

Biaya operasional adalah semua pengeluaran selain pembelian stok yang diperlukan agar bisnis tetap berjalan.

Contoh biaya operasional reseller:

  • Ongkos kirim ke pembeli (jika ditanggung penjual)
  • Biaya kemasan (plastik, bubble wrap, kardus)
  • Komisi marketplace (biasanya persentase dari harga jual)
  • Biaya iklan (Shopee Ads, Meta Ads, dll.)
  • Pulsa/kuota internet untuk operasional
  • Biaya cetak label atau nota

Contoh tabel pencatatan biaya operasional:

TanggalJenis BiayaKeteranganJumlah (Rp)
05/01/2025OngkirKirim ke Rina S. via JNE12.000
06/01/2025Komisi ShopeePotongan order #021 (5%)1.400
10/01/2025KemasanBeli 100 pcs plastik seal35.000
15/01/2025IklanShopee Ads periode 1–15 Jan50.000

Bagaimana Cara Mencatat Utang dan Piutang?

Utang terjadi ketika reseller membeli stok namun belum membayar lunas kepada supplier.

Piutang terjadi ketika pembeli sudah menerima barang namun belum membayar penuh.

Catat keduanya secara terpisah agar tidak mengganggu arus kas.

Contoh pembukuan utang piutang reseller:

TanggalSupplierKeteranganJumlah (Rp)Jatuh TempoStatus
15/01/2025Toko IndahPembelian 100 pcs Masker A750.00030/01/2025Belum Lunas
20/01/2025Supplier BPembelian Tote Bag300.00005/02/2025Belum Lunas

Contoh pembukuan piutang pembeli:

TanggalPembeliProdukTotal (Rp)DP (Rp)Sisa (Rp)Target Lunas
08/01/2025Dewi R.Masker Kain A (5 pcs)70.00035.00035.00015/01/2025

Bagaimana Cara Mencatat Saldo Kas dan Rekening Bisnis?

Saldo kas dan rekening bisnis mencerminkan uang yang benar-benar tersedia untuk digunakan.

Pencatatannya dilakukan dengan rumus berikut:

Saldo akhir = saldo awal + pemasukan − pengeluaran

Contoh pembukuan saldo harian reseller:

TanggalKeteranganPemasukan (Rp)Pengeluaran (Rp)Saldo (Rp)
01/01/2025Saldo awal3.500.000
03/01/2025Beli stok Masker A400.0003.100.000
05/01/2025Penjualan ke Rina S.45.0003.145.000
05/01/2025Ongkir ke Rina S.12.0003.133.000

Baca Juga: Perbedaan Reseller dan Dropship, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Contoh Pembukuan Reseller Sederhana

contoh pembukuan reseller 3

Berikut adalah beberapa contoh pembukuan untuk reseller:

Pembukuan harian untuk reseller

Pembukuan harian bertujuan merekam semua transaksi yang terjadi dalam satu hari secara kronologis.

Format ini penting karena nantinya akan menjadi dasar semua laporan keuangan reseller.

Contoh pembukuan harian reseller untuk tanggal 10 Juni 2025:

No.Sumber PemasukanProdukQtyHarga (Rp)Total (Rp)Metode
1Penjualan WA -Siti M.Masker Kain A515.00075.000Transfer BCA
2Penjualan ShopeeTote Bag Polos228.00056.000ShopeePay
3Pelunasan piutang – Dewi R.35.000Transfer BRI
Total Pemasukan Hari Ini166.000

Contoh tabel pengeluaran harian

No.WaktuJenis PengeluaranKeteranganJumlah (Rp)
109.30OngkirPengiriman ke Siti M. via SiCepat10.000
211.45OngkirPengiriman Shopee via J&T9.000
313.00KemasanBeli plastik + stiker logo25.000
Total Pengeluaran Hari Ini44.000

Contoh Tabel Arus Kas Harian

KeteranganJumlah (Rp)
Saldo awal (awal hari)3.133.000
(+) Total pemasukan hari ini166.000
(−) Total pengeluaran hari ini44.000
Saldo akhir (akhir hari)3.255.000

Pembukuan bulanan untuk reseller

Reseller bisa menyusun rekap bulanan dari akumulasi pencatatan harian. Fungsinya untuk mengevaluasi performa bisnis dalam satu bulan.

Contoh rekap penjualan bulanan untuk bulan Juni 2025:

ProdukTotal Unit TerjualTotal Pendapatan Kotor (Rp)Platform Dominan
Masker Kain A185 pcs2.647.000WhatsApp
Tote Bag Polos62 pcs1.736.000Shopee
Total247 pcs4.383.000

Contoh rekap pembelian stok bulanan Juni 2025:

SupplierProdukTotal UnitTotal Pembelian (Rp)Sudah Dibayar (Rp)Sisa Utang (Rp)
Toko IndahMasker Kain A200 pcs1.550.000800.000750.000
Supplier BTote Bag Polos80 pcs1.200.000900.000300.000
Total280 pcs2.750.0001.700.0001.050.000

Contoh rekap biaya operasional bulanan Juni 2025

Jenis BiayaTotal (Rp)
Ongkos kirim318.000
Kemasan (plastik, bubble wrap, dll.)87.000
Komisi marketplace (Shopee, Tokopedia)124.000
Biaya iklan100.000
Pulsa/kuota internet50.000
Total Biaya Operasional679.000

Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana Reseller

KeteranganJumlah (Rp)
PENDAPATAN
Total penjualan (pendapatan kotor)4.383.000
HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)
Total pembelian stok yang terjual(2.750.000)
Laba Kotor1.633.000
BIAYA OPERASIONAL
Ongkir(318.000)
Kemasan(87.000)
Komisi marketplace(124.000)
Iklan(100.000)
Internet(50.000)
Total Biaya Operasional(679.000)
LABA BERSIH954.000

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi dan Download Templatenya Gratis

Aplikasi Apa yang Bisa Digunakan untuk Pembukuan Reseller?

Pembukuan reseller bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan aplikasi digital. Saat ini, banyak tools yang membantu mencatat transaksi, mengelola stok, hingga membuat laporan keuangan secara otomatis.

Berikut kami jelaskan daftar tools tersebut:

1. Excel

Excel adalah salah satu alat pembukuan paling populer karena fleksibel dan gratis.

Kelebihan Excel:

  • Bisa digunakan tanpa koneksi internet
  • Fleksibel untuk membuat format pembukuan sesuai kebutuhan
  • Mendukung perhitungan otomatis menggunakan rumus
  • Cocok untuk bisnis kecil atau reseller pemula
  • Bisa digunakan untuk analisis sederhana seperti grafik dan laporan

Kekurangannya, Excel tidak otomatis terhubung dengan transaksi penjualan. Jadi, Anda perlu menginput transaksi secara manual setiap hari. Ini bisa menghabiskan banyak waktu jika kuantitas transaksi Anda cukup besar.

2. Spreadsheet

Google Sheets memiliki fungsi yang mirip dengan Excel, tetapi berbasis cloud sehingga lebih fleksibel untuk kolaborasi.

Kelebihan Google Sheets:

  • Bisa diakses dari mana saja selama ada internet
  • Data otomatis tersimpan di cloud
  • Bisa digunakan secara kolaboratif oleh tim
  • Lebih mudah dibagikan ke partner bisnis atau admin
  • Terintegrasi dengan berbagai tools Google lainnya

Google Sheets sangat cocok untuk reseller yang ingin memantau bisnis secara real-time atau bekerja dengan tim kecil.

3. Aplikasi pembukuan

Selain spreadsheet, ada banyak aplikasi pembukuan yang dirancang khusus untuk UMKM dan reseller. Aplikasi ini biasanya lebih praktis karena sudah menyediakan fitur otomatis seperti pencatatan transaksi, laporan keuangan, dan manajemen stok.

Namun, aplikasi seperti ini biasanya berbayar, meski ada yang menyediakan versi gratisnya tetapi fiturnya lebih terbatas.

Contoh aplikasi pembukuan yang cocok untuk bisnis di Indonesia adalah Kledo, BukuWarung, BukuKas, dan Majoo.

Baca Juga: Cara Lengkap Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Sederhana

Kesimpulan

Pembukuan yang sederhana pada dasarnya sudah cukup untuk membantu Anda sebagai reseller memahami alur keuangan bisnis.

Dengan mencatat transaksi harian, merangkum data bulanan, serta menyusun laporan laba rugi, reseller dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bisnis yang sedang dijalankan.

Selain itu, terapkan disipin dalam melakukan pembukuan. Karena semakin konsisten Anda, maka semakin mudah juga untuk mengontrol keuangan, menghindari kerugian, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Anda juga bisa menggunakan tool seperti aplikasi pembukuan Kledo yang membawa berbagai fitur seperti integrasi marketplace, pencatatan transaksi, dan pelaporan keuangan.

Coba Kledo gratis untuk membantu pembukuan Anda.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

19 − 12 =