Pada tanggal 24 Juli kemarin, Kledo menggandeng Kanca Kreasi Indonesia (agensi strategic marketing dari Yogyakarta) untuk menyelenggarakan webinar bertajuk “Dari Review ke Repeat Order: Membangun Bisnis yang Dipercaya Pelanggan & Sehat Keuangannya”,
Narasumber untuk webinar kali ini adalah Farchan Nabil Charisna Zakie, MBA., CDM., C.ICTPM (Owner sekaligus Brand Strategist Kanca Kreasi Indonesia) dan Citra Amelia Putri (Senior Consultant Kledo).
Webinar ini membahas topik membangun reputasi brand di era digital yang serba multi-channel, dimana ada banyak sekali channel untuk membantu brand eksis.
Tujuan webinar ini adalah mengedukasi peserta terkait mindset marketing yang benar di era digital, memilih channel yang tepat untuk pemasaran, sampai edukasi untuk meningkatkan kredibilitas bisnis.
Memahami Marketing Mindset yang Tepat
Mindset terkait marketing seringkali disalahpahami oleh pelaku bisnis. Menurut pengalaman Farchan ketika mengobrol dengan business owners, mereka mengira marketing hanya soal mengelola media sosial, memasang iklan digital, atau menggunakan jasa KOL.
Padahal, konten media sosial yang viral belum tentu menghasilkan penjualan, dan placement di beberapa channel juga belum tentu memberikan pengembalian investasi yang sesuai.
Marketing adalah disiplin yang jauh lebih luas dari sekadar pemilihan platform.
“Marketing management adalah ilmu manajerial berbasis data yang bertujuan mencapai, mengonversi, dan mempertahankan pelanggan.”
– Farchan Nabil Charisna Zakie, Brand Strategist Kanca Kreasi
Ada 8 area yang sebaiknya difokuskan dalam marketing, yaitu:
- Objectives/tujuan bisnis yang ingin dicapai
- Target audiens
- Unique value proposition
- Matrix
- Channel (Paid, earned, shared)
- Budget
- Funnel (TOFU, MOFU, BOFU)
- Customer lifetime value
Meski begitu, ini marketing tetap tidak berubah: bisnis tetap harus menjawab apakah mereka benar-benar menciptakan value untuk customer. Yang berubah di era digital ini adalah tools, channel, dan kelimpahan data.
Perbedaan Marketing, Selling, dan Branding
Sebelum lanjut ke pembahasan mengenai channel marketing, perlu kita ketahui lebih dulu bahwa ada tiga elemen yang harus berjalan beriringan dalam setiap strategi bisnis, yaitu :marketing, selling, dan branding.
Marketing
Marketing fokus menjawab kebutuhan pasar. Tugasnya adalah menciptakan nilai dan awareness dari masyarakat.
Karena itu, marketing merupakan strategi jangka panjang.
Contoh kegiatan marketing adalah riset. segmentasi pelanggan, dan strategi digital.
Selling
Selling berfokus pada transaksi dan closing. Karena tugas utamanya adalah mendapatkan pembelian, maka ia termasuk strategi jangka pendek.
Pemilik bisnis harus memiliki mindset: “Bagaimana agar orang mau membeli produk kita?”
Cara yang ditempuh untuk selling bisa menawarkan produk dan diskon.
Branding
Branding adalah strategi untuk membangun loyalitas, identitas, dan persepsi pelanggan. Ini adalah strategi jangka sangat panjang yang fokusnya agar brand Anda mudah diingat oleh orang-orang.
Contoh kegiatan branding adalah membuat logo, pesan merek, dan memberikan pengalaman yang konsisten pada konsumen.
Ketiga strategi ini harus dijalankan bersama-sama, dan ketiganya bisa dilakukan berdasarkan data.
Baca Juga: Rekap Webinar: Kledo X EnforceA – Anti Panik Tax Season
Membangun Ekosistem Digital untuk Bisnis

Apakah membangun ekosistem digital berarti bisnis harus hadir di semua channel digital? Jawabannya tidak.
Farchan menegaskan bahwa keputusan channel harus selalu kembali ke data dan objectives, bukan mengikuti tren platform yang sedang populer.
Dalam framework marketing, channel berperan sebagai enabler atau katalis, bukan tujuan utama. Ada 3 jenis channel yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis:
- Paid media seperti Social Media Ads, Google Ads, dan KOL
- Owned media seperti website, blog, dan akun media sosial milik sendiri
- Earned media yang mencakup eksposur organik seperti review pelanggan, word-of-mouth, dan backlink.
Selain itu, bisnis juga perlu memerhatikan funnel pelanggan, yaitu:
Top of Funnel (TOFU)
Di tahap TOFU, kita berusaha memperkenalkan bisnis kita, karena saat bisnis baru berdiri, maka tidak ada yang mengenalnya.
Srategi yang tepat untuk tahap TOFU adalah:
- Menaikkan awareness: Social media ads, SEO, dan konten blog yang informatif
- Menaikkan interest: Membuat konten edukasi (tips, FAQ, dan how-to) serta webinar
Middle of Funnel (MOFU)
MOFU adalah tahap pertimbangan. Misalnya, jika orang sudah mengenal brand kita, maka kita perlu strategi agar mereka yang sudah mengenal mau membeli.
Strategi yang tepat untuk tahap MOFU:
- Consideration: Review pelanggan dan testimoni, studi kasus, dan email
- Mendorong konversi: Dengan menawarkan flash sale atau menggunakan CTA yang kuat.
Bottom of Funnel (BOFU)
Ini adalah funnel agar kita bisa mempertahankan pembeli dan mendorong mereka melakukan repeat order.
Strategi yang tepat untuk tahap BOFU:
- Mendorong loyalitas: Dengan membuat progran loyalitas atau menawarkan email eksklusif untuk pelanggan
- Advokasi: Membuat program referral atau UGC
Baca Juga: Rekap Webinar: Kledo X Disera Tentang Personal Branding untuk Bisnis
Contoh Channel yang Sering Digunakan Pebisnis

Dua contoh channel bisnis yang paling umum digunakan adalah website dan sosial media. Keduanya punya peran yang berbeda, namun tujuannya sama, yaitu agar audiens mudah menemukan bisnis di internet.
Website berfungsi sebagai “rumah” digital bisnis. Pelanggan cenderung lebih percaya pada bisnis yang mudah ditemukan di Google.
Optimasinya bisa dilakukan secara organik melalui SEO dan riset kata kunci, atau melalui jalur berbayar seperti Google Ads dan backlink.
Sementara itu, media sosial berperan untuk menjangkau audiens di platform yang tepat, dengan strategi dan jenis konten yang berbeda-beda tergantung platformnya.
Farchan merangkum kunci optimasi keduanya dalam satu formula sederhana: kata kunci yang tepat, konten yang relevan, channel yang sesuai, dan CTA yang jelas. Kombinasi inilah yang menghasilkan potensi leads.
Baca Juga: Rekap Webinar: Kledo X Asia Commerce
Membangun Kredibilitas Bisnis Lewat Data
Selain marketing yang mempertemukan bisnis dengan pelanggan, bisnis juga kerap perlu berhubungan dengan pihak lain seperti investor, bank, atau bisnis lain.
Dalam berhubungan dengan pihak-pihak di atas, bisnis menunjukkan kredibilitasnya, yang bisa diperlihatkan dalam hal keuangan seperti data dan angka yang bisa dipertanggungjawabkan.
Ini biasanya menjadi tantangan bagi UMKM, karena UMKM jarang memiliki data keuangan yang pasti, masih menggabungkan pencatatan keuangan, serta tidak membuat laporan keuangan.
Lalu, bagaimana bisnis (terutama UMKM) bisa membangun kredibilitas?
Jika review membuat orang percaya untuk membeli sekali, laporan keuangan membuat orang percaya untuk bekerja sama dalam jangka panjang.
– Citra Amelia Putri, Senior Consultant Kledo
Menurutnya, bisnis bisa membangun kredibilitas keuangan dengan hal berikut:
- Menggunakan sistem untuk alur bisnis yang lebih baik
- Memisahkan uang pribadi dan bisnis
- Selalu mencatat transaksi masuk dan keluar
- Review laporan keuangan secara berkala
- Mendokumentasikan pemasukan dan pengeluaran
Baca Juga: Rekap Webinar Kledo x Brothway: Dapur Sehat, Bisnis Hebat
Bagaimana Kledo Membantu Bisnis Meningkatkan Kredibilitas Data Keuangan
Webinar Kledo memberikan wawasan penting bahwa membangun ekosistem digital bukan tentang hadir di semua platform sekaligus, tetapi lebih tentang memahami objectives bisnis secara mendalam dan memilih channel yang benar-benar relevan berdasarkan data.
Sebelum memilih platform atau membuat konten, pastikan tujuan bisnis sudah jelas. Channel hanyalah alat, bukan strategi itu sendiri.
Selain itu, kualitas channel lebih penting dari kuantitasnya. Lebih baik menguasai satu atau dua channel secara mendalam daripada hadir di semua platform tanpa strategi yang jelas
Dengan membangun strategi digital yang berangkat dari objectives yang jelas, bisnis rintisan dapat tumbuh lebih terarah dan efisien, tidak menghabiskan waktu dan anggaran untuk channel yang tidak relevan, tetapi fokus membangun reputasi yang nyata di tempat audiens mereka berada.
- Rekap Webinar: Kledo x Kanca Kreasi Indonesia - 28 Juli 2026
- Contoh Pembukuan untuk Reseller dan Panduan Lengkapnya - 28 Juli 2026
- Runway Startup: Cara Hitung,dan Tips Memperpanjangnya - 27 Juli 2026