8 Langkah Mudah Menyusun Laporan Laba Rugi Multiple Step

laporan laba rugi multiple step banner

Banyak yang bilang bahwa dalam mengelola keuangan bisnis, Anda harus memerhatikan semua detail yang ada.

Misalnya, mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, lalu memisahkan pendapatan dan beban ke dalam kategori berbeda agar mengetahui kinerja keuangan bisnis.

Semua proses ini bisa terasa rumit dan melelahkan. Lalu, apakah ada cara mudah untuk tetap mengikuti arus data keuangan dan mengklasifikasikannya

Untuk mengatasinya, langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah menyusun laporan laba rugi multiple step.

Artikel ini akan membahas apa itu laporan laba rugi multiple step, bagaimana cara menyusunnya, contoh, dan perbedaannya dengan single step.

Apa Itu Laporan Laba Rugi Multiple Step?

Laporan laba rugi multiple step atau laporan laba rugi bertahap adalah salah satu dari dua jenis laporan laba rugi yang umum digunakan dalam laporan keuangan. Jenis lainnya adalah laporan laba rugi single step.

Laporan ini menyajikan hasil keuangan perusahaan dengan cara memisahkan pendapatan, biaya, dan beban ke dalam beberapa bagian yang berbeda.

Jenis laporan ini memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai kinerja perusahaan, sehingga memudahkan analisis yang lebih mendalam.

Laporan ini terdiri dari 3 tahapan perhitungan yang masing-masing menghasilkan ukuran laba yang mencerminkan aspek berbeda dari kinerja keuangan perusahaan.

3 komponen tersebut adalah:

  • Laba Kotor: Laba kotor merupakan ukuran laba yang menunjukkan sisa pendapatan setelah harga pokok penjualan dikurangkan dari pendapatan bersih.
  • Laba Operasional: Ukuran profitabilitas yang menunjukkan laba yang tersisa setelah beban operasional dikurangkan dari laba kotor.
  • Laba Bersih: Laba bersih, atau laba setelah pajak, merupakan ukuran profitabilitas akuntansi di mana seluruh biaya, baik operasional maupun non-operasional, telah dikurangkan dari pendapatan bersih.
kledo banner 1

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi dari Berbagai Jenis Bisnis dan Templatenya

Jenis Bisnis Apa yang Menggunakan Laporan Laba Rugi Multiple Step?

Laporan laba rugi multiple step sangat bermanfaat bagi banyak jenis bisnis, terutama untuk perusahaan berskala besar yang pencatatan keuangannya rumit.

Secara umum, laporan laba rugi multiple step sangat relevan bagi perusahaan yang:

  • Beroperasi di berbagai sektor, seperti manufaktur, retail, grosir, dan jasa
  • Memiliki investasi
  • Memiliki jumlah karyawan yang banyak
  • Memiliki pendapatan atau biaya non-operasional
  • Melakukan transaksi keuangan yang kompleks
  • Ingin tetap patuh terhadap standar GAAP dan regulasi lainnya

Bagi perusahaan-perusahaan tersebut, laporan laba rugi multiple step lebih bagus karena mampu memberikan analisis yang lebih mendalam daripada single step.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Laba Rugi Untuk Pemula

Perbedaan Laporan Laba Rugi Multiple Step dan Single Step

Laporan laba rugi multi-step dan laporan laba rugi single-step adalah dua format yang berbeda untuk menyajikan kinerja keuangan perusahaan, khususnya terkait pendapatan, beban, dan laba bersih.

Berikut adalah perbedaan utama di antara keduanya:

Multiple StepSingle Step
StrukturMemisahkan pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian ke dalam beberapa bagian. Ada bagian aktivitas operasional dan non-operasional.Semua komponen (pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian) disajikan bersamaan tanpa dikelompokkan.
Kesesuaian PenggunaanPerusahaan besar dengan tata kelola keuangan yang rumit (contoh: perusahaan manufaktur barang elektronik internasional) Usaha kecil dengan tata keuangan sederhana (contoh: restoran keluarga skala kecil)
Metode PenghitunganMengikuti rumus: Total Pendapatan – Total PengeluaranPendapatan dipisah-pisah berdasarkan kategori operasional dan non operasional, masing-masing ada rumusnya sendiri

Penjelasan lebih lanjut:

1. Struktur

Pada multiple step income statement, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian dipisahkan ke dalam beberapa bagian.

Terdapat bagian khusus untuk aktivitas operasional, seperti penjualan, biaya langsung, dan beban yang berkaitan langsung dengan kegiatan utama bisnis.

Selain itu, terdapat bagian terpisah untuk aktivitas non-operasional, seperti pendapatan investasi serta keuntungan atau kerugian dari penjualan aset dan pos sejenis lainnya.

Pemisahan ini membuat kinerja operasional perusahaan dapat dianalisis dengan lebih jelas.

Sebaliknya, pada single step income statement, seluruh unsur keuangan (pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian) digabungkan dalam satu rangkuman tanpa pengelompokan lebih lanjut.

Format ini lebih sederhana dan langsung, karena semua komponen disajikan dalam satu tahap perhitungan.

2. Kesesuaian keggunaan

Multiple step income statement umumnya digunakan oleh perusahaan besar dengan aktivitas dan struktur keuangan yang lebih kompleks.

Format ini banyak digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan eksternal karena mampu memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kinerja operasional.

Sementara itu, single step income statement lebih cocok untuk usaha kecil dengan struktur keuangan yang sederhana.

Laporan ini juga sering digunakan untuk pelaporan internal, ketika perusahaan hanya membutuhkan gambaran umum mengenai kinerja keuangan.

3. Metode penghitungan

Pada laporan laba rugi multiple step, perhitungan laba dilakukan secara bertahap, mulai dari laba kotor, laba operasional, hingga laba bersih. Berikut tiga rumus utama yang digunakan:

Laba Kotor: Pendapatan – HPP

Laba Operasional: Laba Kotor – Biaya Operasional

Laba Bersih: Pendapatan Total – (HPP + Biaya Operasional + Bunga + Pajak)

Pada laporan laba rugi single step, perhitungan laba bersih dilakukan dengan satu langkah sederhana, yaitu:

Laba Bersih: Total Pendapatan – Total Pengeluaran

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Retail dan Templatenya

8 Langkah Menyusun Laporan Laba Rugi Multiple Step

Menyusun laporan laba rugi multi-step merupakan proses yang lebih kompleks daripada single-step.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk menyusun multi-step bagi bisnis Anda.

1. Menentukan periode pelaporan

laporan laba rugi multiple step 1

Sebelum menyusun laporan laba rugi, Anda perlu menentukan periode pelaporan. Umumnya, laporan laba rugi disusun secara bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Penyusunan laporan secara bulanan dapat membantu Anda memantau perubahan laba dari waktu ke waktu.

Dengan pencatatan data yang akurat, Anda dapat memperoleh wawasan penting untuk pengambilan keputusan bisnis, seperti menentukan apakah perusahaan perlu berinvestasi pada peralatan baru.

2. Membuat header dokumen

Bagian header memuat informasi penting bagi pembaca seperti nama perusahaan, jenis dokumen (laporan laba rugi), serta periode pelaporan yang dicakup dalam laporan tersebut.

3. Menambahkan biaya operasional

Bagian paling atas dari laporan laba rugi berisi aktivitas operasional perusahaan.

Langkah pertama adalah mencatat laba operasional, yaitu pendapatan penjualan yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa perusahaan.

4. Menambahkan biaya operasional

Selanjutnya, masukkan seluruh biaya operasional ke dalam bagian aktivitas operasional.

Beban ini mencakup HPP serta biaya lainnya seperti biaya iklan, gaji karyawan, dan biaya administrasi, termasuk perlengkapan kantor dan sewa.

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

5. Menghitung laba kotor

Untuk menghitung laba kotor, kurangi penjualan bersih dengan harga pokok penjualan (HPP). Cantumkan hasil perhitungan tersebut sebagai pos tersendiri di bawah HPP dengan judul laba kotor.

6. Menghitung laba operasional

Langkah berikutnya adalah menghitung laba operasional. Caranya, kurangi laba kotor dengan seluruh biaya operasional.

Hasil perhitungan ini dicantumkan pada bagian akhir aktivitas operasional dengan judul Laba Operasional Bersih atau pendapatan dari operasi.

7. Menambahkan laba non operasional dan pengeluaran

Pada bagian bawah laporan laba rugi, di bawah aktivitas operasional, buat bagian khusus untuk aktivitas non-operasional.

Masukkan pendapatan dan beban yang berasal dari aktivitas non-operasional, seperti pendapatan bunga serta keuntungan atau kerugian dari penjualan atau pembelian investasi.

8. Menghitung pendapatan bersih

Langkah terakhir dalam menyusun laporan laba rugi multi-step adalah menghitung pendapatan bersih.

Caranya, jumlahkan pendapatan operasional dengan seluruh pos non-operasional. Cantumkan hasil akhirnya di bagian paling bawah laporan sebagai pendapatan bersih.

Jika nilainya positif, perusahaan mencatat laba. Jika nilainya negatif, berarti perusahaan mengalami rugi.

Bagi Anda yang masih baru dalam menyusun laporan laba rugi atau belum yakin dengan strukturnya, penggunaan template laporan laba rugi siap pakai dapat membantu menyederhanakan proses penyusunan.

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Apotek dan Template Gratisnya

Keunggulan dan Kekurangan Laporan Laba Rugi Multiple Step

laporan laba rugi multiple step 2

Laporan laba rugi multi step menyajikan informasi keuangan bisnis yang yang lebih rinci, sehingga Anda lebih memahami kinerja operasional dan total pendapatan perusahaan.

Meskipun penyusunannya membutuhkan usaha yang lebih besar daripada metode single step, keunggulan laporan ini antara lain:

  • Menyajikan analisis yang lebih mendetail atas pendapatan dan beban yang terjadi.
  • Memudahkan analisis terhadap berbagai unit atau lini bisnis dalam perusahaan.
  • Membantu mengevaluasi aktivitas operasional sehari-hari secara terpisah.
  • Memberikan gambaran yang lebih jelas bagi investor.
  • Memungkinkan perbandingan kinerja perusahaan saat ini dengan periode sebelumnya.

Namun, salah satu kelemahan dari multi step adalah proses penyusunannya yang relatif memakan waktu dan tenaga bagi tim akuntansi, karena tingkat perinciannya yang tinggi dalam pengelolaan dan pencatatan data.

Dalam metode ini, setiap jenis pendapatan dan beban harus diklasifikasikan secara cermat, serta setiap transaksi harus dicatat dengan sangat teliti.

Kesalahan kecil sekalipun dapat menyebabkan investor menarik kesimpulan yang keliru mengenai kondisi perusahaan, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap bisnis.

Baca Juga: 5 Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui dan Contohnya

Contoh Laporan Laba Rugi Multiple Step

Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi multiple step dari sebuah perusahaan fiktif:

laporan laba rugi multiple step 3 (1)

Baca Juga: Omset dan Profit: Pengertian dan Perbedaannya Dalam Bisnis

Kesimpulan

Laporan laba rugi multiple step memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap mengenai kinerja keuangan perusahaan daripada format single step.

Dengan memisahkan pendapatan dan beban operasional serta non-operasional, perusahaan dapat menilai secara lebih akurat seberapa efektif aktivitas inti bisnis dalam menghasilkan laba.

Software akuntansi Kledo membantu memudahkan Anda dalam mempersiapkan laporan laba rugi multi step.

Hemat waktu Anda karena Kledo bisa mengeliminasi tugas-tugas manual, membuat invoice otomatis, mencatat biaya, serta memiliki fitur manajemen persediaan yang lengkap.

Yuk, coba Kledo gratis lewat tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

two × 4 =