Download Gratis Template Laporan Laba Rugi Multiple Step

laporan laba rugi multiple step banner

Banyak yang bilang bahwa dalam mengelola keuangan bisnis, Anda harus memerhatikan semua detail yang ada.

Misalnya, mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, lalu memisahkan pendapatan dan beban ke dalam kategori berbeda agar mengetahui kinerja keuangan bisnis.

Semua proses ini bisa terasa rumit dan melelahkan. Lalu, apakah ada cara mudah untuk tetap mengikuti arus data keuangan dan mengklasifikasikannya

Untuk mengatasinya, langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah menyusun laporan laba rugi multiple step.

Artikel ini akan membahas apa itu laporan laba rugi multiple step, bagaimana cara menyusunnya, contoh, dan perbedaannya dengan single step.

Apa Itu Laporan Laba Rugi Multiple Step?

Laporan laba rugi multiple step atau laporan laba rugi bertahap adalah salah satu dari dua jenis laporan laba rugi yang umum digunakan dalam laporan keuangan. Jenis lainnya adalah laporan laba rugi single step.

Laporan ini menyajikan hasil keuangan perusahaan dengan cara memisahkan pendapatan, biaya, dan beban ke dalam beberapa bagian yang berbeda.

Jenis laporan ini memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai kinerja perusahaan, sehingga memudahkan analisis yang lebih mendalam.

Laporan ini terdiri dari 3 tahapan perhitungan yang masing-masing menghasilkan ukuran laba yang mencerminkan aspek berbeda dari kinerja keuangan bisnis.

3 tahapan tersebut adalah:

  • Laba Kotor: Laba kotor merupakan ukuran laba yang menunjukkan sisa pendapatan setelah harga pokok penjualan dikurangkan dari pendapatan bersih.
  • Laba Operasional: Ukuran profitabilitas yang menunjukkan laba yang tersisa setelah beban operasional dikurangkan dari laba kotor.
  • Laba Bersih: Laba bersih, atau laba setelah pajak, merupakan ukuran profitabilitas akuntansi di mana seluruh biaya, baik operasional maupun non-operasional, telah dikurangkan dari pendapatan bersih.
kledo banner 1

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi dari Berbagai Jenis Bisnis dan Templatenya

Komponen Utama Laporan Laba Rugi Multiple Step

Dalam format multiple step, perhitungan laba dilakukan secara bertahap, dimulai dari pendapatan yang dikurangi dengan beban utama untuk mendapatkan laba kotor (gross profit).

Selanjutnya, laporan laba rugi multiple step memisahkan pendapatan dan beban operasional dari pos non-operasional.

Pemisahan ini membantu perusahaan melihat kinerja bisnis utama sekaligus mengetahui pengaruh pendapatan dan beban di luar kegiatan operasional terhadap laba bersih (net profit).

Berikut merupakan komponen laporan laba rugi:

1. Pendapatan Usaha (Revenue)

Pendapatan usaha adalah penghasilan yang diperoleh dari kegiatan utama bisnis, seperti penjualan barang bagi bisnis dagang atau pendapatan jasa bagi bisnis jasa. Dalam laporan laba rugi multiple step, pendapatan usaha dipisahkan dari pendapatan yang berasal dari aktivitas di luar kegiatan utama bisnis.

1. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold (COGS) adalah biaya yang secara langsung berkaitan dengan barang yang dijual atau produk yang dihasilkan.

Pada bisnis dagang, HPP dapat mencakup biaya perolehan barang yang terjual, sedangkan pada bisnis manufaktur dapat mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi.

HPP kemudian dikurangkan dari pendapatan untuk menentukan laba kotor.

Misalnya, bisnis membeli barang dagangan senilai Rp30 juta dan menjualnya senilai Rp50 juta, maka HPP-nya Rp30 juta dan selisihnya menjadi laba kotor sebelum memperhitungkan beban operasional.

2. Laba Kotor (Gross Profit)

Laba kotor adalah selisih antara pendapatan usaha dan HPP. Rumusnya:

Laba Kotor = Pendapatan − HPP

Angka ini menunjukkan seberapa besar hasil yang diperoleh bisnis dari aktivitas penjualan sebelum dikurangi beban operasional.

Karena itu, laba kotor dapat membantu pemilik bisnis melihat efisiensi harga jual dan biaya barang yang dijual.

2. Beban Operasional

Beban operasional adalah biaya yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari.

Dalam laporan laba rugi multiple step, beban ini dikelompokkan menjadi 2:

  • Beban penjualan: Biaya iklan, komisi penjualan, dan ongkos pengiriman
  • Beban administrasi dan umum: Gaji karyawan administrasi, sewa kantor, listrik, internet, dan perlengkapan kantor

3. Laba Operasi

Laba operasi menunjukkan hasil yang diperoleh bisnis dari kegiatan utamanya setelah memperhitungkan HPP dan beban operasional.

Rumusnya:

Laba Operasi = Laba Kotor − Beban Operasional

Laba operasi penting karena menunjukkan kinerja bisnis utama tanpa dipengaruhi oleh faktor di luar kegiatan operasional, seperti pendapatan bunga atau beban bunga pinjaman.

4. Pendapatan dan Beban Non-Operasional

Pendapatan dan beban non-operasional berasal dari aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan utama bisnis.

Contohnya adalah pendapatan bunga dari deposito dan beban bunga atas pinjaman bank.

Pemisahan pos ini menjadi salah satu keunggulan laporan laba rugi multiple step karena Anda bisa membedakan laba yang berasal dari operasional utama dengan hasil dari aktivitas lainnya.

5. Laba Bersih (Net Profit)

Laba bersih adalah keuntungan yang tersisa setelah seluruh pendapatan dan beban, termasuk pajak, diperhitungkan.

Laba Bersih = Laba Operasi + Pendapatan Non-Operasional − Beban Non-Operasional − Pajak

Laba bersih menjadi hasil akhir laporan laba rugi dan menunjukkan berapa besar keuntungan yang benar-benar diperoleh bisnis dalam suatu periode.

Baca Juga: Contoh Income Statement, Format, Komponen, dan Cara Membuatnya

Jenis Bisnis Apa yang Menggunakan Laporan Laba Rugi Multiple Step?

Laporan laba rugi multiple step sangat bermanfaat bagi banyak jenis bisnis, terutama untuk perusahaan berskala besar yang pencatatan keuangannya rumit.

Secara umum, laporan laba rugi multiple step sangat relevan bagi perusahaan yang:

  • Beroperasi di berbagai sektor, seperti manufaktur, retail, grosir, dan jasa
  • Memiliki investasi
  • Memiliki jumlah karyawan yang banyak
  • Memiliki pendapatan atau biaya non-operasional
  • Melakukan transaksi keuangan yang kompleks
  • Ingin tetap patuh terhadap standar GAAP dan regulasi lainnya

Bagi perusahaan-perusahaan tersebut, laporan laba rugi multiple step lebih bagus karena mampu memberikan analisis yang lebih mendalam daripada single step.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Laba Rugi Untuk Pemula

Perbedaan Laporan Laba Rugi Multiple Step dan Single Step

Laporan laba rugi multi-step dan laporan laba rugi single-step adalah dua format yang berbeda untuk menyajikan kinerja keuangan perusahaan, khususnya terkait pendapatan, beban, dan laba bersih.

Berikut adalah perbedaan utama di antara keduanya:

Multiple StepSingle Step
StrukturMemisahkan pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian ke dalam beberapa bagian. Ada bagian aktivitas operasional dan non-operasional.Semua komponen (pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian) disajikan bersamaan tanpa dikelompokkan.
Kesesuaian PenggunaanPerusahaan besar dengan tata kelola keuangan yang rumit (contoh: perusahaan manufaktur barang elektronik internasional) Usaha kecil dengan tata keuangan sederhana (contoh: restoran keluarga skala kecil)
Metode PenghitunganMengikuti rumus: Total Pendapatan – Total PengeluaranPendapatan dipisah-pisah berdasarkan kategori operasional dan non operasional, masing-masing ada rumusnya sendiri

Penjelasan lebih lanjut:

1. Struktur

Pada multiple step income statement, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian dipisahkan ke dalam beberapa bagian.

Terdapat bagian khusus untuk aktivitas operasional, seperti penjualan, biaya langsung, dan beban yang berkaitan langsung dengan kegiatan utama bisnis.

Selain itu, terdapat bagian terpisah untuk aktivitas non-operasional, seperti pendapatan investasi serta keuntungan atau kerugian dari penjualan aset dan pos sejenis lainnya.

Pemisahan ini membuat kinerja operasional perusahaan dapat dianalisis dengan lebih jelas.

Sebaliknya, pada single step income statement, seluruh unsur keuangan (pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian) digabungkan dalam satu rangkuman tanpa pengelompokan lebih lanjut.

Format ini lebih sederhana dan langsung, karena semua komponen disajikan dalam satu tahap perhitungan.

2. Kesesuaian keggunaan

Multiple step income statement umumnya digunakan oleh perusahaan besar dengan aktivitas dan struktur keuangan yang lebih kompleks.

Format ini banyak digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan eksternal karena mampu memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kinerja operasional.

Sementara itu, single step income statement lebih cocok untuk usaha kecil dengan struktur keuangan yang sederhana.

Laporan ini juga sering digunakan untuk pelaporan internal, ketika perusahaan hanya membutuhkan gambaran umum mengenai kinerja keuangan.

3. Metode penghitungan

Pada laporan laba rugi multiple step, perhitungan laba dilakukan secara bertahap, mulai dari laba kotor, laba operasional, hingga laba bersih. Berikut tiga rumus utama yang digunakan:

Laba Kotor: Pendapatan – HPP

Laba Operasional: Laba Kotor – Biaya Operasional

Laba Bersih: Pendapatan Total – (HPP + Biaya Operasional + Bunga + Pajak)

Pada laporan laba rugi single step, perhitungan laba bersih dilakukan dengan satu langkah sederhana, yaitu:

Laba Bersih: Total Pendapatan – Total Pengeluaran

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Retail dan Templatenya

8 Langkah Menyusun Laporan Laba Rugi Multiple Step

Menyusun laporan laba rugi multi-step merupakan proses yang lebih kompleks daripada single-step.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk menyusun multi-step bagi bisnis Anda.

1. Menentukan periode pelaporan

laporan laba rugi multiple step 1

Sebelum menyusun laporan laba rugi, Anda perlu menentukan periode pelaporan. Umumnya, laporan laba rugi disusun secara bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Penyusunan laporan secara bulanan dapat membantu Anda memantau perubahan laba dari waktu ke waktu.

Dengan pencatatan data yang akurat, Anda dapat memperoleh wawasan penting untuk pengambilan keputusan bisnis, seperti menentukan apakah perusahaan perlu berinvestasi pada peralatan baru.

2. Membuat header dokumen

Bagian header memuat informasi penting bagi pembaca seperti nama perusahaan, jenis dokumen (laporan laba rugi), serta periode pelaporan yang dicakup dalam laporan tersebut.

3. Menambahkan pendapatan usaha

Catat seluruh pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa selama periode pelaporan.

Jika terdapat retur penjualan atau potongan penjualan, kurangi jumlah tersebut dari penjualan untuk mendapatkan penjualan bersih.

4. Mencatat HPP dan Menghitung Laba Kotor

Setelah mencatat pendapatan, masukkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang berkaitan dengan barang atau produk yang terjual.

Selanjutnya, hitung laba kotor dengan mengurangi penjualan bersih dengan HPP.

Laba Kotor = Penjualan Bersih − HPP

Hasil perhitungan tersebut dicantumkan sebagai pos tersendiri dalam laporan laba rugi.

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

5. Mencatat Beban Operasional dan Menghitung Laba Operasi

Berikutnya, catat seluruh beban yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Beban ini dapat dikelompokkan menjadi beban penjualan serta beban administrasi dan umum, seperti biaya iklan, gaji karyawan, sewa, dan perlengkapan kantor.

Setelah seluruh beban operasional dicatat, hitung laba operasi dengan mengurangi laba kotor dengan total beban operasional.

Laba Operasi = Laba Kotor − Beban Operasional

6. Mencatat Pendapatan dan Beban Non-Operasional

Di bawah bagian operasional, buat bagian khusus untuk pendapatan dan beban non-operasional. Pos ini berasal dari aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan utama perusahaan.

Contohnya adalah pendapatan bunga dari deposito, beban bunga pinjaman, serta keuntungan atau kerugian dari penjualan investasi atau aset tertentu.

Pemisahan ini membantu Anda melihat dengan jelas berapa laba yang berasal dari kegiatan utama bisnis dan berapa yang dipengaruhi aktivitas di luar operasional.

7. Menghitung Pajak Penghasilan

Setelah laba operasi dan pos non-operasional diperhitungkan, Anda dapat menentukan laba sebelum pajak.

Selanjutnya, hitung pajak penghasilan yang menjadi kewajiban perusahaan.

Tarif PPh Badan di Indonesia dapat berbeda tergantung pada kondisi dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Karena itu, gunakan tarif dan fasilitas pajak yang sesuai dengan kondisi perusahaan saat menyusun laporan.

8. Menghitung Laba Bersih

Langkah terakhir adalah menghitung laba bersih sebagai hasil akhir laporan laba rugi. Caranya, kurangi laba sebelum pajak dengan pajak penghasilan.

Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak − Pajak Penghasilan

Jika hasil perhitungan bernilai positif, perusahaan mencatat laba. Sebaliknya, jika hasilnya negatif, perusahaan mengalami rugi.

Laba bersih dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja bisnis dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penggunaan laba, termasuk pembagian dividen sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Apotek dan Template Gratisnya

Download Template Laporan Laba Rugi Multiple Step Siap Pakai

Jika Anda belum terbiasa menyusun laporan laba rugi, template laporan laba rugi multiple step siap pakai kami dapat membantu Anda memahami struktur sekaligus mempermudah proses penyusunannya.

Baca Juga: Laporan Laba Rugi Komprehensif: Definisi, Tujuan, dan Bentuk Laporannya

Keunggulan dan Kekurangan Laporan Laba Rugi Multiple Step

laporan laba rugi multiple step 2

Laporan laba rugi multi step menyajikan informasi keuangan bisnis yang yang lebih rinci, sehingga Anda lebih memahami kinerja operasional dan total pendapatan perusahaan.

Meskipun penyusunannya membutuhkan usaha yang lebih besar daripada metode single step, keunggulan laporan ini antara lain:

  • Menyajikan analisis yang lebih mendetail atas pendapatan dan beban yang terjadi.
  • Memudahkan analisis terhadap berbagai unit atau lini bisnis dalam perusahaan.
  • Membantu mengevaluasi aktivitas operasional sehari-hari secara terpisah.
  • Memberikan gambaran yang lebih jelas bagi investor.
  • Memungkinkan perbandingan kinerja perusahaan saat ini dengan periode sebelumnya.

Namun, salah satu kelemahan dari multi step adalah proses penyusunannya yang relatif memakan waktu dan tenaga bagi tim akuntansi, karena tingkat perinciannya yang tinggi dalam pengelolaan dan pencatatan data.

Dalam metode ini, setiap jenis pendapatan dan beban harus diklasifikasikan secara cermat, serta setiap transaksi harus dicatat dengan sangat teliti.

Kesalahan kecil sekalipun dapat menyebabkan investor menarik kesimpulan yang keliru mengenai kondisi perusahaan, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap bisnis.

Baca Juga: 5 Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui dan Contohnya

Contoh Laporan Laba Rugi Multiple Step

Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi multiple step dari sebuah perusahaan fiktif:

laporan laba rugi multiple step 3 (1)

Baca Juga: Omset dan Profit: Pengertian dan Perbedaannya Dalam Bisnis

Kesimpulan

Laporan laba rugi multiple step memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap mengenai kinerja keuangan perusahaan daripada format single step.

Dengan memisahkan pendapatan dan beban operasional serta non-operasional, perusahaan dapat menilai secara lebih akurat seberapa efektif aktivitas inti bisnis dalam menghasilkan laba.

Software akuntansi Kledo membantu memudahkan Anda dalam mempersiapkan laporan laba rugi multi step.

Hemat waktu Anda karena Kledo bisa mengeliminasi tugas-tugas manual, membuat invoice otomatis, mencatat biaya, serta memiliki fitur manajemen persediaan yang lengkap.

Yuk, coba Kledo gratis lewat tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

two × 1 =