Manajemen Persediaan Bisnis Butik: Tantangan dan Tipsnya

manajemen persediaan bisnis butik banner

Manajemen persediaan untuk toko butik adalah hal yang sangat krusial.

Bayangkan Anda adalah hendak membeli baju batik untuk menghadiri sebuah acara penting, dan Anda sudah menemukan incaran Anda di butik X.

Namun ternyata, ukuran baju batik yang pas untuk Anda sudah habis. Yang lebih menyebalkan lagi, butik itu tidak memberi tahu Anda kapan mereka akan restock.

Apa boleh buat, Anda terpaksa harus mencari di toko butik lain, kan? Nah, ternyata banyak pembeli yang juga pernah mengalami ini.

Jadi, apa yang akan Anda lakukan untuk menghindari stock out? Caranya adalah dengan menerapkan pengelolaan inventaris yang efektif.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pentingnya manajemen persediaan bisnis butik, tantangan yang biasa dihadapi, dan tips mengelolanya.

Apa Pentingnya Manajemen Persediaan Bisnis Butik?

Selain memastikan pelanggan mendapatkan produk yang mereka inginkan tepat waktu, manajemen persediaan yang efektif dalam butik dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan keuntungan.

1. Meningkatkan pengalaman pelanggan

Jika manajemen persediaan butik dikelola dengan baik, Anda bisa menyediakan produk dalam ukuran dan warna yang pelanggan inginkan.

Ketika pelanggan merasa dapat mengandalkan bisnis Anda untuk selalu memiliki barang yang mereka cari, kemungkinan mereka untuk kembali berbelanja akan lebih tinggi.

2. Mencegah penumpukan persediaan dan mengurangi biaya penyimpanan

Persediaan berlebih dapat menjadi beban besar bagi bisnis ritel karena menyerap modal dan memakan ruang penyimpanan.

Dengan menyesuaikan jumlah stok sesuai permintaan konsumen, Anda dapat menghindari pembelian berlebihan dan menekan biaya yang tidak perlu.

3. Meningkatkan pelaporan keuangan

Dengan memantau jumlah persediaan, biaya, dan tingkat perputaran barang, Anda akan memperoleh data keuangan secara real-time.

Data yang akurat ini membuat analisis margin keuntungan, arus kas, dan neraca menjadi lebih akurat, sehingga Anda bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat.

Selain itu, informasi ini membantu mengidentifikasi area yang perlu Anda perbaiki dan merencanakan pertumbuhan ke depan.

4. Mencegah penyusutan persediaan

Penyusutan persediaan (termasuk kerugian akibat pencurian, kesalahan, atau kecurangan) dapat merugikan bisnis.

Dengan menerapkan sistem pelacakan yang kuat, Anda dapat memantau stok secara ketat dan mendeteksi lebih awal jika ada perbedaan.

pos banner 2

Baca Juga: Tips Membangun Fashion Brand yang Sukses Dari Nol

Tantangan dalam Manajemen Persediaan Bisnis Butik

manajemen persediaan bisnis butik 1

Berikut ini adalah tantangan yang sering dihadapi bisnis butik:

1. Kelebihan stok dan kehabisan stok

Menjaga keseimbangan stok di bisnis butik sangat sulit karena tren yang cepat berubah dan sulitnya memprediksi permintaan.

Akibatnya, butik dapat:

  • Mengalami kelebihan stok yang mengikat modal dan meningkatkan biaya penyimpanan, atau
  • Kehabisan stok yang mengakibatkan hilangnya penjualan, turunnya pendapatan, kekecewaan pelanggan, hingga turunnya reputasi brand.

2. Ketepatan peramalan permintaan

Faktor seperti musim penjualan, perubahan tren pasar, dan pergeseran preferensi pembeli membuat peramalan permintaan di industri fashion menjadi rumit.

Peramalan yang tidak akurat dapat menimbulkan ketidakseimbangan stok yang merugikan, baik berupa kelebihan maupun kekurangan barang.

3. Pengelolaan banyak SKU

Persediaan harus dikelola hingga tingkat unit atau SKU (Stock Keeping Unit).

Produsen pakaian menghasilkan banyak variasi produk dengan beragam warna, ukuran, dan bahan yang menciptakan jumlah SKU sangat besar.

Untuk mengelolanya dengan baik, dibutuhkan sistem pelacakan yang presisi.

4. Fluktuasi persediaan musiman

Tren fashion berganti setiap musim, dan produk tertentu laku lebih baik pada waktu tertentu.

Fluktuasi ini membuat penyesuaian stok agar selaras dengan pola permintaan musiman menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Tips Membangun Usaha Butik dari Nol dan Mengembangkannya

5. Sistem pelacakan yang tidak efisien

Banyak bisnis butik yang masih menggunakan metode manual atau sistem pelacakan yang terpisah, sehingga memicu ketidakakuratan data, keterlambatan pesanan, dan kontrol persediaan yang terbatas.

Mengingat tantangan musiman, perubahan tren, serta banyaknya SKU, sistem seperti ini kurang memadai untuk kebutuhan industri apparel.

6. Multichannel inventory management

Banyak butik menjual produk melalui berbagai kanal seperti toko fisik, platform e-commerce milik sendiri, maupun marketplace.

Memantau perubahan stok di berbagai saluran ini merupakan tantangan, tetapi penting untuk mencegah kehabisan barang atau menjual produk yang sudah tidak tersedia.

7. Tingginya biaya penyimpanan dan penahanan stok

Kelebihan persediaan meningkatkan biaya gudang dan biaya terkait lainnya.

Di industri pakaian, masalah ini semakin besar karena tren cepat berubah dan sering adanya peluncuran produk baru.

Baca Juga: 15 Tips Marketing Toko Pakaian Secara Online

Tips Manajemen Persediaan Bisnis Butik yang Efisien

manajemen persediaan bisnis butik 2

Manajemen persediaan yang solid sangat penting bagi bisnis butik untuk memenuhi permintaan pelanggan, menjaga arus kas positif, mengendalikan biaya, dan melindungi margin keuntungan.

Berikut 10 pendekatan yang terbukti efektif untuk manajemen persediaan butik Anda:

1. Terapkan pelacakan persediaan secara real-time

Memantau persediaan di semua lokasi secara real-time memastikan stok data selalu akurat, sehingga Anda bisa memenuhi pesanan pelanggan tanpa risiko overselling.

Sistem manajemen persediaan yang terintegrasi dengan teknologi pemindaian atau pelabelan membantu menyinkronkan data stok di gudang dan kanal penjualan, sekaligus mencegah kesalahan atau selisih data.

2. Gunakan software manajemen persediaan otomatis

Berinvestasilah pada teknologi yang bisa mengotomatisaskan proses seperti pemrosesan pesanan dan pemesanan ulang, untuk mengurangi kerja manual dan risiko kesalahan manusia.

Sistem ini juga memusatkan data yang dapat Anda analisis untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Jika terintegrasi dalam program ERP atau Enterprise Resource Planning, informasi persediaan dapat dibagikan ke seluruh divisi seperti keuangan, rantai pasok, penjualan, pemasaran, hingga HR.

3. Optimalkan stok dengan demand forecasting

Kemampuan memprediksi permintaan pelanggan berdasarkan data penjualan historis, perubahan musiman, dan tren pasar sangat penting.

Gunakan software Anda untuk membantu menyesuaikan keputusan pembelian stok sesuai perkiraan permintaan, sehingga risiko kelebihan atau kekurangan stok berkurang.

4. Kategorikan SKU barang dengan jelas

Saat menyusun persediaan untuk bisnis butik, mulailah dengan mengatur SKU secara sistematis.

Kelompokkan produk berdasarkan ukuran, warna, dan gaya untuk memudahkan Anda dalam menghitung dan menemukannya nanti.

Hal ini akan menghemat waktu, meminimalkan kesalahan, dan menjaga daftar persediaan tetap akurat di kemudian hari.

Sistem yang terorganisir juga membantu mengurangi kesalahan dari anggota tim.

Jika Anda sudah membuat sistem yang intuitif, tim pun bisa bekerja dengan lancar, bahkan tanpa Anda perlu mengawasi mereka.

Baca Juga: Kesulitan Mengelola Stok Ribuan SKU? Terapkan 6 Tips Ini!

5. Kembangkan strategi inventory turnover

Salah satu aspek penting dalam memantau persediaan pakaian adalah inventory turnover atau perputaran persediaan, yaitu seberapa sering stok terjual dan diganti dalam periode tertentu.

Rumusnya adalah membagi cost of goods sold (COGS) dengan nilai rata-rata persediaan.

Tingkat perputaran yang tinggi menunjukkan produk cepat terjual, sementara tingkat yang rendah menandakan adanya kelebihan stok atau barang yang kurang diminati.

Setelah itu, gunakan informasi ini untuk menetapkan reorder point seperti yang kami jelaskan di bawah ini

6. Siapkan sistem pemesanan ulang yang efisien

manajemen persediaan bisnis butik 3

Butik harus tahu kapan harus mengisi kembali stok yang menipis untuk mencegah kehabisan barang.

Mengandalkan proses manual akan mempersulit pekerjaan, sehingga akan lebih efektif jika Anda menggunakan sistem otomatis dengan titik pemesanan ulang (reorder point).

Ini adalah fitur yang memungkinkan sistem mengirim notifikasi ketika stok rendah, sambil mempertimbangkan waktu pengiriman, logistik, dan perubahan permintaan.

Salah satu software yang memiliki fitur ini adalah software akuntansi Kledo yang juga memiliki fitur inventaris lainnya.

7. Lakukan audit stok dan cycle count secara berkala

Untuk mengurangi risiko kehilangan, kesalahan, atau penyusutan persediaan, penting melakukan audit stok secara rutin.

Audit membantu mengidentifikasi selisih data dan memastikan keakuratan catatan persediaan.

Anda bisa mengaudit produk bernilai tinggi sekali seminggu, menggunakan alat seperti pemindai barcode atau tag RFID untuk mencocokkan catatan fisik dan digital.

8. Integrasikan persediaan di berbagai channel penjualan

Penjualan multisaluran memperluas jangkauan bisnis, tetapi memerlukan integrasi data persediaan dari semua kanal agar terhindar dari overselling atau kekosongan stok.

Sistem manajemen persediaan terpusat yang menyinkronkan data penjualan di semua kanal memastikan informasi stok selalu terbaru.

Baca Juga: Marketing Channel (Saluran Pemasaran): Fungsi, Jenis, dan Contohnya

9. Kelola stok yang bergerak lambat dengan diskon atau promosi

Persediaan yang tidak cepat terjual dapat merugikan bisnis. Untuk mengatasinya, Anda bisa menerapkan strategi seperti diskon besar, flash sale, atau bundling dengan produk laris lain.

Hal ini dapat membantu mengubah dead stock atau barang yang tidak terjual dalam waktu lama menjadi arus kas positif dan membebaskan ruang gudang.

10. Bangun proses retur yang efisien

Tingkat retur barang fashion, terutama yang dibeli secara online, tergolong tinggi.

Pelanggan mengharapkan proses retur dan penukaran yang mudah. Sementara itu, butik juga ingin mempercepat proses ini agar tidak ada delay dan mereka bisa segera menjualnya kembali.

Karena itu, buatlah sistem pengembalian yang teratur. Jika perlu, gunakan software Anda untuk mengotomatiskan proses ini.

11. Pantau tren dan preferensi pelanggan

Dalam manajemen persediaan butik, Anda harus selalu selangkah lebih maju dalam mengikuti tren agar tahu produk apa yang perlu bisnis Anda sediakan.

Kuncinya adalah memahami keinginan pelanggan bahkan sebelum mereka memintanya.

Caranya? Pantau laporan fashion, acara industri, dan tren di media sosial. Gabungkan dengan data penjualan terkini untuk menyesuaikan pesanan seiring perkembangan tren.

Tujuannya sederhana: sediakan produk yang laku, dan hindari stok yang tidak bergerak.

12. Ikuti selebriti dan influencer

Salah satu sumber permintaan terbesar di industri fashion adalah apa yang dikenakan selebriti dan influencer.

Pilihan gaya dari seorang selebriti terkenal dapat memicu tren besar hanya dalam waktu singkat.

Saat ini, selebriti dan influencer memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan fashion global, baik melalui media sosial, karpet merah, maupun kolaborasi brand.

Dengan berinteraksi langsung dengan audiens di platform sosial, influencer dari berbagai latar belakang dan kelompok sosial-ekonomi telah memperluas sumber tren, menjadikan industri fashion lebih beragam dan dinamis.

Baca Juga: Tips Memilih Influencer Untuk Pemasaran yang Berhasil

Kesimpulan

Manajemen persediaan adalah kunci untuk menjaga bisnis butik Anda tetap berjalan lancar.

Jika Anda masih menggunakan metode manual yang ketinggalan zaman dalam mengelola persediaan, maka prosesnya bisa memakan waktu yang jauh lebih lama.

Karena itu, gunakanlah software yang tepat untuk mengelola inventaris Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk meninjau rasio perputaran barang, mengetahui kapan harus memesan stok kembali, dan selalu melihat tren.

Gunakan aplikasi kasir seperti Kledo POS untuk mencatat transaksi Anda dan mengetahui laporan penjualan secara lengkap.

Kledo POS juga terintegrasi dengan software akuntansi Kledo, software dengan banyak fitur inventaris yang bisa memudahkan manajemen persediaan bisnis butik Anda.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba Kledo POS lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

13 − six =