Tentukan Harga Jual Produk dengan Cara Berikut Ini

Tentukan Harga Jual Produk dengan Cara Berikut Ini

Sebagai seorang pebisnis baru, banyak hal yang harus dilakukan untuk memulai sebuah bisnis. Mulai dari mendapatkan ide, merancang rencana bisnis, melakukan survei, sampai akhirnya membuka bisnis. Namun dalam semua proses tersebut, ada satu hal yang sangat penting dan sering membuat pebisnis pemula mendadak galau, yaitu menentukan harga jual produk.

Menentukan harga jual produk menjadi kunci sukses sebuah bisnis, karena harga jual ini akan langsung berhubungan dengan pasar. Harga jual dapat menjadi strategi bisnis. Namun karena tidak ada yang pasti dalam strategi bisnis, kamu harus terus memantau dan melakukan pendekatan yang sesuai dengan keadaan pasar. Selain itu, dalam menentukan harga jual juga ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan. Berikut faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual produk:

Faktor-faktor yang Menjadi Pertimbangan dalam Menentukan Harga Jual Produk

menghitung harga jual produk

Sebagai seorang pebisnis, kamu tidak boleh asal dalam menentukan harga jual. Harga jual yang terlalu tinggi akan berpengaruh kepada minat konsumen untuk membeli produkmu. Harga jual yang terlalu rendah akan mengakibatkan kerugian pada bisnismu. Untuk itu diperlukan pertimbangan yang matang dalam menentukan harga jual. Lalu apa saja yang harus dipertimbangkan dalam menentukan harga jual produk?

1. Siapa Konsumen Bisnismu

Hal pertama yang harus kamu pertimbangkan dalam menentukan harga jual adalah konsumen bisnismu. Kamu harus mengenali siapa konsumen dari bisnismu. Lalu bagaimana cara mengetahui konsumen yang tepat dalam bisnis? Caranya adalah dengan melakukan riset pasar atau kamu juga bisa melakukan survei melalui media sosial atau email lengkap dengan informasi produk.

Survei konsumen ini bertujuan agar pemilik bisnis mengatahui apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen dan juga mengetahui tingkat perekonomian target konsumen yang ingin dituju. Hal ini dapat mencegah ketidaksesuaian harga produk dengan kemampuan konsumen untuk membeli, sehingga produk dapat lebih mudah untuk diterima konsumen.

2. Kengetahui Biaya yang Dikeluarkan

Cara untuk menentukan harga jual adalah dengan cara menutup biaya yang dikeluarkan dan menghitung laba. Dengan begitu, kamu harus mengetahui berapa banyak biaya produksi. Selain itu, kamu juga harus mengetahui berapa banyak produk yang harus kamu jual untuk mendapatkan keuntungan. Biaya suatu produk lebih dari biaya pokok barang tersebut, belum lagi jika dihitung biaya-biaya lainnya seperti sewa, peralatan, penyusuta, atau biaya pengiriman.

3. Ketahui Target Pendapatan

Mengetahui target pendapatan atau target laba menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Dalam menentukan target pendapatan, banyak hal yang harus diperhatikan seperti faktor biaya produksi, pemasaran, dan jumlah penjualan produk. Pendapatan yang besar bisa dilakukan dengan cara memasang harga jual yang tinggi atau dengan menjual produk dengan skala besar.

4. Kompetitor Bisnis

Kompetitor merupakan pesain dari bisnis yang kamu jalankan. Dalam berbisnis, kompetitor menjadi hal yang harus dipertimbangkan karena berhubungan dengan persaingan pasar. Begitu juga dalam menentukan harga jual, kompetitor menjadi faktor pertimbangan. Produk yang memiliki harga jual lebih rendah tentu akan lebih diminati pelanggan dibandingkan produk dengan harga jual lebih tinggi. Selain tinggi-rendahnya harga jual, kamu juga bermain di sektor kualitas produk. Produk dengan kualitas baik tetap memiliki daya tarik sendiri meskipun dijual dengan harga yang lebih tinggi.

5. Pasar yang Dituju

Harga suatu produk harus sesuai dengan pangsa pasar yang dituju, jika tidak maka produk tidak akan laku di pasaran dan kalah dengan produk lainnya. Oleh karena itu mengetahui pasar yang dituju menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Misalnya, kamu ingin menjual pakaian dengan pangsa pasar di desa, tentu kamu harus mengikuti selera orang-orang di desa termasuk untuk tingkatan harga. Masyarakat di desa biasanya tidak terlalu peduli dengan barang asli atau KW, yang penting harganya murah. Beda dengan masyarakat di kota yang rela merogoh kocek cukup dalam demi membeli barang original.

Cara Menentukan Harga Jual Produk

strategi penjualan

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pebisnis adalah menganggap harga menjadi penentu penjualan. Padahal, sejatinya yang menentukan laris atau tidaknya suatu produk bukan dari harga tetapi dari pemasaran atau marketing. Produk yang memiliki strategi pemasaran yang baik akan memiliki daya tarik tersendiri meskipun dijual dengan harga yang tinggi. Kamu bisa mempelajari sendiri bagaimana strategi pemasaran yang baik atau kamu bisa merekrut orang-orang dari pemasaran ke dalam tim bisnismu.

1. Hitung Bahan Baku

Bahan baku menjadi kebutuhan dalam membuat sebuah produk. Sehingga langkah awal untuk menentukan harga jual produk adalah dengan menghitung bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya dalam bisnis buket kain flanel, bahan baku yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

Kain flanel : 16.000/meter

Tangkai bunga : 8.000/lusin

Kain spoonbond : 10.000/meter

Lem tembak : 8.000/lusin

Salah satu tips yang bisa kamu lakukan dalam menyiasati bahan baku adalah dengan cara membeli bahan baku dalam jumlah banyak secara sekaligus. Apalagi buat kamu yang beli bahan baku di luar daerah, pembelian dalam jumlah banyak dapat menghemat ongkos kirim. Bahan baku termasuk dalam kategori variable cost yang artinya dapat berubah setiap saat. Makanya jangan heran jika harga produk dapat berubah setiap saat karena mengikuti harga bahan baku yang digunakan.

2. Hitung Upah Waktu dan Tenaga

Upah menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam penentuan harga jual produk. Upah di sini termasuk upah untuk karyawan dan juga upah untuk pemilik. Sebagai pemilik, kamu juga harus mendapatkan upah atas kerja kerasmu menjalankan bisnis. Dalam menentukan upah, kamu dapat menghitung waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk. Semakin besar jumlah waktu dan tenaga yang dibutuhkan, semakin tinggi pula upah yang harus dikeluarkan.

Jika bisnismu termasuk bisnis yang sudah besar, kamu bisa mengikuti standar upah di daerah tempatmu berbisnis dan waktu kerja juga dapat disesuaikan, namun jika usaha masih terbilang kecil dan juga baru, kamu dapat bertanya kepada orang-orang yang berpengalaman. Biasanya di kaskus sering ada diskusi tentang penentuan upah, kamu bisa membacanya di sana atau bertanya di sana.

3. Hitung Biaya Operasional Lainnya

Biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan saat menjalankan suatu bisnis. Biaya ini meliputi biaya transportasi, biaya pengiriman, biaya promosi, biaya sewa dan biaya penyusutan. Agar perhitungan biaya ini akurat, kamu harus merencanakan berapa banyak barang yang akan diproduksi. Dengan begitu kamu dapat menghitung keseluruhan biaya operasional yang digunakan untuk proses produksi.

Strategi dalam Menaikan dan Menurunkan Harga

menghitung harga jual diskon

Dalam menentukan harga jual diperlukan strategi yang akan berubah-ubah setiap waktu. Hal ini tergantung bagaimana keadaan pasar dan faktor-faktor lainnya seperti harga bahan pokok dan tingkat popularitas produk tersebut.

1. Menaikan Harga

Dalam berbisnis, kamu harus melakukan inovasi agar bisnis dapat bersaing di pasar. Dengan melakukan ini artinya akan ada penambahan biaya atas inovasi yang dilakukan. Misalnya, penambahan toping pada minuman boba. Karena ada bahan baku tambahan, maka harga jual juga ikut bertambah.

Selain itu, menaikan harga juga menjadi bagian dari pengelolaan bisnis yang terencana. Jika kamu tidak pernah menaikan harga, bisnismu tidak akan dapat berlangsung lama. Memantau biaya produksi dan harga secara berkala akan membuat bisnis dapat bertahan lama. Kamu bisa melakukannya dengan memperhatikan volume penjualan setelah melakukan perubahan harga. Kamu juga harus mendengarkan masukan dari pelanggan dan jangan menaikan harga terlalu tajam terlebih di saat bisnis masih dalam tahap pengembangan.

Kamu bisa melakukan penaikan harga di waktu tepat, seperti saat terjadi kenaikan harga pada bahan pokok. Dengan begitu pelanggan dapat lebih menerima kenaikan harga yang diberikan oleh bisnismu.

2. Menurunkan Harga

Menurunkan harga dapat dilakukan dengan cara memberikan diskon kepada pelanggan atau dengan cara memberikan hadiah seperti giveaway kepada pelanggan. Diskon atau giveaway juga menjadi salah satu strategi dalam menarik minat pembeli dan juga dapat dilakukan untuk menaikan followers di sosial media bisnismu.

Harga Pokok Penjualan

hpp

Harga pokok penjualan atau Costs of Good Sold (COGS) merupakan seluruh biaya langsung yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh barang atau jasa yang dijual. Banyak yang menganggap harga jual sama dengan harga pokok penjualan, namun kenyataannya keduanya berbeda. Harga pokok penjualan keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa yang dijual, sedangkan harga jual merupakan besaran harga yang dibebankan kepada konsumen. HPP biasanya mencangkup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Penghitungan HPP bertujuan untuk mengetahui besaran biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi barang atau jasa. HPP memiliki beberapa komponen sebagai berikut:

Persediaan awal

Persediaan awal merupakan persediaan barang yang ada pada saat awal periode atau awal tahun buku berjalan.

Persediaan barang

Persediaan barang merupakan persediaan barang yang ada pada akhirnya periode atau akhir tahun buku berjalan.

Pembelian bersih

Pembelian bersih merupakan keseluruhan pembelian yang dilakukan perusahaan. Baik secara tunai atau kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian, dan dikurangi oleh potongan pembelian atau retur pembelian.

Cara menghitung harga pokok produksi

HPP= barang bersedia untuk dijual – persediaan akhir

Keterangan:

Barang tersedia untuk dijual = persediaan barang dagangan awal + pembelian bersih

Contoh:

PT DEF, Yogyakarta 31 Mei 2020

  • Persediaan barang dagangan: Rp15.000.000,00
  • Pembelian: Rp75.000.000,00
  • Beban angkut pembelian: Rp1.000.000,00
  • Retur pembelian: Rp2.000.000,00
  • Potongan pembelian: Rp2.000.000,00
  • Persediaan barang dagang (akhir): Rp5.000.000,00

Penghitungan HPP :

  • Pembelian bersih: (Rp75.000.000,00 + Rp1.000.000,00) – (Rp2.000.000,00 + Rp2.000.000,00) = 72.000.000,00
  • Barang tersedia untuk dijual: Rp15.000.000,00 + Rp72.000.000,00 = Rp87.000.000,00
  • Harga pokok penjualan: Rp87.000.000,00 – Rp5.000.000,00 = Rp82.000.000,00

Penentuan Harga Jual

menghitung harga jual produk

Setelah menentukan harga pokok produksi dari produk yang dijual, tahap selanjutnya adalah menentukan harga jual dari produk. Berikut rumus dan cara menentukan harga jual:

Harga jual = biaya total + margin

Contoh: usaha bunga flanel yang kamu kembangkan mendapatkan pesanan sebanyak 50 buket. Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi bunga flanel adalah Rp 2.000.00,00 dengan rincian sebagai berikut:

Biaya bahan baku: Rp800.000,00

Biaya tenaga kerja: Rp1.000.000,00

Biaya lain-lain: Rp200.000,00

Jika kamu menginginkan laba sebesar 10%, maka penghitungannya:

Harga total: biaya total+laba = Rp2.000.000,00 + (Rp2.000.000,00 x 10%)= Rp2.200.000,00.

Dengan begitu harga untuk setiap tangkainya adalah Rp44.000,00.

Selain cara di atas, kamu juga bisa menentukan harga jual dengan cara menambahkan laba yang kamu inginkan ke harga modal per produk. Misalnya kamu ingin mendapatkan laba sebesar Rp10.000,00 dan produk yang kamu jual memiliki modal sebesar Rp40.000,00, berarti harga jual yang diperoleh adalah Rp50.000,00.

Kesimpulan

Menentukan harga jual suatu produk merupakan suatu keharusan bagi pemilik bisnis. Kamu bisa menggunakan cara di atas dalam menentukan harga jual, baik dengan cara persentase ataupun dengan cara menambahkan laba yang diinginkan. Selain menentukan harga jual, ada satu hal lagi yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis yaitu pengelolaan keuangan bisnis. Kamu bisa menggunakan jasa akuntan atau jika ingin lebih mudah dan praktis, kamu bisa menggunakan software akuntansi dari Kledo. Selain akan mempermudah pengelolaan bisnis, Kledo juga bisa digunakan secara gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *