Apa Saja Metrik Pemasaran dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

Metrik pemasaran

Apakah Anda seorang pebisnis yang ingin meningkatkan performa pemasaran bisnis? Jika iya, maka memahami dan memantau metrik pemasaran adalah kunci sukses Anda.

Metrik pemasaran adalah cara untuk mengukur performa kampanye pemasaran Anda, sehingga Anda bisa mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan hasil.

Namun, dengan begitu banyak metrik yang tersedia, memilih metrik yang relevan dan mengerti cara menggunakannya bisa menjadi rumit.

Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas metrik pemasaran yang paling penting dan relevan untuk bisnis Anda.

Selain itu, kami juga akan memberikan tips dan trik untuk memanfaatkannya dengan lebih efektif.

Apa yang Dimaksud Metrik Pemasaran?

Pengertian metrik pemasaran

Metrik pemasaran adalah data atau informasi yang digunakan untuk mengukur performa kampanye pemasaran Anda.

Metrik ini dapat memberikan Anda wawasan yang lebih baik tentang apa yang sedang terjadi dalam kampanye pemasaran.

Sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan hasil pemasaran.

Metrik pemasaran juga dikenal dengan nama lain seperti kinerja pemasaran (marketing performance), ukuran kinerja kunci (key performance metrics/KPIs), atau indikator kinerja (performance indicators).

Istilah-istilah tersebut merujuk pada data yang digunakan untuk mengukur performa pemasaran dan membantu dalam mengambil keputusan strategis untuk bisnis.

Baca juga: 9 Jenis Loyalty Program, Tips Membuatnya, Contoh, dan Manfaatnya

Mengapa Metrik Pemasaran Penting untuk Kesuksesan Bisnis?

Dalam menjalankan pemasaran bisnis, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan.

Mulai dari membuat strategi yang tepat hingga mengevaluasi hasilnya. Salah satu hal yang penting untuk dipahami adalah metrik pemasaran.

Mengapa metrik pemasaran begitu penting?

Menurut studi Google yang dilakukan bersama dengan MIT, 89% pemasar terkemuka menggunakan metrik strategis, seperti pendapatan kotor, pangsa pasar, atau CLV, untuk mengukur keefektifan kampanye mereka.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda perlu memahami metrik pemasaran dan memantau performa bisnis Anda secara teratur.

Membantu mengukur performa kampanye pemasaran

Metrik pemasaran membantu Anda mengukur performa kampanye pemasaran Anda.

Dengan mengukur berbagai metrik pemasaran, Anda dapat mengetahui apa yang sedang berjalan dengan baik dan apa yang tidak.

Dengan memahami performa kampanye pemasaran Anda, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dan mengubah strategi Anda jika diperlukan.

Pengambilan keputusan yang tepat

Metrik pemasaran membantu Anda mengambil keputusan yang tepat untuk bisnis Anda.

Misalnya, jika Anda mengetahui bahwa biaya per klik (CPC) iklan Anda sangat tinggi dan tidak efektif, maka Anda dapat memutuskan untuk mengubah strategi pemasaran Anda.

Dengan memantau metrik pemasaran secara teratur, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan mengubah strategi Anda dengan lebih cepat.

Baca juga: Activity Based Costing: Pembahasan Lengkap dan Cara Penerapannya di Bisnis

Membantu menyesuaikan strategi pemasaran

Metrik pemasaran membantu Anda menyesuaikan strategi pemasaran Anda. Dengan memantau metrik pemasaran, Anda dapat mengetahui apa yang sedang berjalan dengan baik dan apa yang tidak.

Jika Anda mengetahui bahwa tingkat konversi Anda rendah, Anda dapat mengubah taktik pemasaran Anda untuk meningkatkan konversi.

Dengan memahami dan memantau metrik pemasaran, Anda dapat membuat strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan hasil bisnis Anda.

Meningkatkan pengalaman pelanggan

Metrik pemasaran juga dapat membantu Anda meningkatkan pengalaman pelanggan.

Dengan memantau tingkat kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan, Anda dapat mengetahui apa yang pelanggan Anda sukai dan tidak sukai tentang produk Anda.

Dengan demikian, Anda dapat membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mempertahankan pelanggan setia.

Baca juga: MRP Adalah: Pengertian, Fungsi, Konsep, dan Cara Kerjanya

Banner 1 kledo

Apakah Metrik Pemasaran Internet Berbeda dari Metrik Konvesional?

Sebagian besar metrik pemasaran internet dapat dilacak secara otomatis. Sedangkan, metrik konvensional dapat memberikan hasil yang ambigu karena Anda tidak bisa mengecek langsung bagaimana impact kinerja pemasaran.

Perbedaan besar lainnya adalah mengenai variasi. Ada jauh lebih banyak saluran pemasaran digital daripada saluran tradisional. Dikarenakan semakin banyaknya aplikasi media sosial, jenis pemasaran konten, dan ruang iklan virtual. 

Namun, keduanya penting, dan Anda tidak boleh menjalankan kampanye pemasaran tanpa melacak kemajuan kinerja pemasaran yang Anda jalankan.

Baca juga: Contoh Referral Marketing, Manfaat, dan Strategi Menjalankannya

Bagaimana Cara Mengatur Metrik Pemasaran yang Utama?

Mengatur metrik pemasaran yang utama dapat membantu Anda fokus pada ukuran kinerja yang paling penting untuk mencapai tujuan bisnis Anda.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatur metrik marketing yang utama:

Tentukan tujuan bisnis Anda

Sebelum Anda dapat mengatur metrik marketing yang utama, penting untuk menetapkan tujuan bisnis Anda terlebih dahulu.

Apakah tujuan Anda adalah meningkatkan penjualan, meningkatkan kesadaran merek, atau meningkatkan retensi pelanggan?

Setelah Anda menentukan tujuan bisnis Anda, Anda dapat menentukan metrik marketing yang paling relevan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pilih metrik pemasaran yang relevan

Setelah Anda menentukan tujuan bisnis Anda, pilihlah metrik marketing yang paling relevan untuk mencapai tujuan tersebut.

Misalnya, jika tujuan bisnis Anda adalah meningkatkan penjualan, maka metrik marketing seperti penjualan, konversi, dan nilai rata-rata pembelian dapat menjadi metrik yang relevan.

Pastikan juga untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti biaya dan waktu yang diperlukan untuk melacak metrik tersebut.

Fokus pada metrik yang dapat diukur

Metrik marketing yang utama haruslah metrik yang dapat diukur. Pastikan bahwa data yang dibutuhkan untuk melacak metrik tersebut tersedia dan dapat diakses dengan mudah.

Gunakan alat analisis yang sesuai untuk mengumpulkan data dan analisis.

Tetapkan target

Setelah Anda menetapkan metrik marketing yang utama, tetapkan target yang realistis untuk setiap metrik.

Target harus mencerminkan tujuan bisnis Anda dan dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia.

Jika Anda tidak menetapkan target, maka akan sulit untuk mengevaluasi keberhasilan kampanye pemasaran Anda.

Pantau metrik secara teratur

Metrik pemasaran yang utama harus dipantau secara teratur untuk memastikan bahwa kampanye pemasaran Anda berjalan dengan baik.

Gunakan alat analisis yang sesuai untuk memantau metrik tersebut dan perbarui target jika diperlukan.

Dengan memantau metrik secara teratur, Anda dapat mengidentifikasi perubahan yang perlu dilakukan pada kinerja marketing yang Anda lakukan.

Baca juga: Akuntansi Bisnis Ritel: Pengertian dan Pembahasan Lengkapnya

Contoh Metrik Pemasaran Teratas dan Cara Mengukurnya

cara mengukur kinerja pemasaran

Berikut adalah beberapa istilah yang harus diketahui, dengan definisi dan contoh yang dapat Anda gunakan untuk membangun portofolio metrik pemasaran yang berdampak tinggi untuk bisnis Anda:

1. Cost per acquisition (CPA)   

CPA adalah jumlah biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru. Jumlah biaya dapat berbeda menurut kampanye, saluran, dan lama pemasaran. 

CPA Dianggap sebagai salah satu metrik terpenting dalam pemasaran, terutama di era pemasaran digital.

Meskipun Anda dapat menghitung CPA keseluruhan sebagai indikator keberhasilan keseluruhan dengan anggaran pemasaran, CPA tingkat saluran digunakan secara rutin untuk mengoptimalkan alokasi anggaran ke berbagai saluran pemasaran.

Cara mengukurnya

Kumpulkan laporan biaya pemasaran dan data penjualan untuk mengukur CPA Anda.

Kemudian hitung dengan membagi pengeluaran pemasaran dengan jumlah pelanggan yang diperoleh (konversi). Berikut perhitungannya:

CPA = Biaya pemasaran : Jumlah konversi

CPA sebenarnya adalah metrik keuangan yang sangat berguna yang dapat digunakan untuk menilai dampak pendapatan dari upaya pemasaran. Untuk itu, fokuslah untuk menurunkan CPA bisnis Anda dari waktu ke waktu secara berkelanjutan. 

2. Cost per lead (CPL)

Sebelum Anda dapat memperoleh pelanggan baru, Anda harus mendatangkan prospek baru.

Cost per lead atau biaya per prospek mengukur jumlah uang yang harus dikeluarkan dari setiap prospek baru menurut kampanye, saluran, atau pengeluaran keseluruhan.

Metrik penjualan dan pemasaran ini membantu pengguna membuat sasaran yang lebih baik, melacak ROI, dan menyesuaikan anggaran.

Anggaran terkait CPL mencakup item seperti penempatan iklan berbayar dan platform pemantauan media sosial. 

Cara mengukurnya

Total CPL sama dengan total uang yang dihabiskan untuk pemasaran dibagi dengan jumlah prospek baru yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu.

Perhitungan seperti ini berguna untuk dilakukan setiap tiga bulan atau, jika Anda memiliki tingkat penjualan yang tinggi, bisa dilakukan sebulan sekali. 

Selain itu, penting untuk memiliki sistem yang memungkinkan Anda melihat dan mencatat dari mana setiap prospek berasal.

Jika tidak, data Anda mungkin akan tercampur dengan data di luar pemasaran.

3. Customer lifetime value (CLV) 

Customer lifetime value adalah jumlah uang yang diperkirakan akan dibelanjakan oleh satu akun atau orang untuk bisnis Anda dari pembelian pertama hingga terakhir.

Penghitungan ini didasarkan pada model penetapan harga, potensi peningkatan penjualan, dan data perkiraan lainnya seperti catatan riwayat untuk pelanggan serupa.

Dalam pemasaran, CLV membuktikan bahwa kualitas seringkali lebih baik daripada kuantitas.

Jadi harus ada beberapa kampanye yang ditujukan untuk pelanggan yang sudah ada untuk mempertahankannya dalam jangka panjang. 

Cara mengukurnya

CLV = Rata-Rata Nilai Pelanggan x Rata-Rata Umur Pelanggan

Baca juga: Pengertian Rasio Efisiensi, Jenis, dan Cara Hitungnya

4. Click-through rate (CTR) 

Click-through rate (CTR) adalah berapa kali iklan, tautan, atau situs web diklik dibandingkan dengan jumlah tayangan.

Rasio klik-tayang yang tinggi (sekitar 4%) berarti iklan berhasil ditampilkan secara persuasif dan ditempatkan dengan baik.

Cara mengukurnya

Platform iklan berbayar seperti Facebook menawarkan data analisis ini secara gratis di dalam platform.

Namun, Anda juga bisa menghitung secara manual dengan cara:

 CTR = Jumlah klik pengunjung : Jumlah tayangan iklan

5. Bounce rate 

Pada dasarnya, bounce rate adalah persentase pengunjung situs web yang melihat satu halaman dan langsung meninggalkan halaman tersebut.

Memiliki bounce rate yang tinggi menunjukkan bahwa konten atau penawaran Anda tidak membuat orang berlama-lama berada di situs, yang juga berarti kegagalan jalur penjualan.

Dan hal tersebut bisa menjadi salah satu indikator kegagalan proses penjualan.

Jika bounce rate Anda tinggi, Anda mungkin perlu memperbaiki landing page Anda. Salah satu caranya dengan memperbaiki call to action (CTA) yang Anda tawarkan.

Jadi, pastikan CTA Anda harus :

  • Relevan 
  • Menarik 
  • Dan dengan jelas menentukan langkah apa yang harus diambil pengunjung selanjutnya

Cara mengukurnya

Pertama, cari tahu apa itu analitik pemasaran, dan informasi apa yang Anda butuhkan dari data Anda.

Alat analisis situs web seperti Google Analytics akan secara otomatis menghitung bounce rate untuk Anda.

Trik memperbaikinya adalah dengan menurunkan persentase dari waktu ke waktu.

Sempurnanya, bounce rate Anda adalah 0%. Namun secara umum, sebuah website dianggap berhasil jika bounce rate-nya kurang dari 40%.

6. Pencapaian prospek

Pencapaian sasaran juga dikenal sebagai prospek di mana calon pelanggan mau melakukan apa yang Anda arahkan untuk mereka.

Misalnya, mengklik tombol CTA di landing page atau mengisis email ke formulir yang telah disediakan untuk menerima konten yang dapat diunduh merupakan contoh konversi.

Metrik pemasaran ini bekerja dengan baik untuk mengukur jumlah pada semua tahapan funneling.

Cara mengukurnya

Unit pengukuran untuk pencapaian prospek berbeda untuk setiap platform. Secara umum, Anda dapat menghitung total prospek yang telah mengambil tindakan yang Anda minta untuk mereka lakukan.

Anda dapat melacaknya secara manual atau dengan menggunakan alat pemasaran digital yang tersedia untuk platform khusus tersebut. 

Misalnya, Anda dapat menggunakan artikel LinkedIn dengan CTA yang meminta pembaca untuk berlangganan buletin Anda di tautan yang disediakan.

Setiap individu yang mengklik tautan dan berhasil melakukan tindakan itu sama dengan satu konversi.

Baca juga: Pentingnya Change Management (Manajemen Perubahan) dalam Strategi Bisnis

7. Tingkat konversi prospek ke pelanggan

Penting untuk mengukur berapa banyak prospek yang dihasilkan oleh upaya pemasaran Anda.

Tetapi jika Anda berhenti di situ, Anda kehilangan bagian penting dari teka-teki ini yakni berapa banyak prospek yang benar-benar berubah menjadi pelanggan?

Mengetahui angka ini dapat memberi tahu Anda apakah tim penjualan Anda memerlukan jumlah prospek yang lebih tinggi, prospek berkualitas lebih tinggi, atau konten pendukung tambahan untuk membantu mencapai kesepakatan.

Bagaimana mengukurnya

Tolok ukur untuk tingkat konversi akan berbedea menurut industri, tetapi dengan beberapa menit Googling akan memberi Anda pemahaman yang kuat tentang angka yang harus Anda tuju.

Menurut Capterra, tingkat konversi situs web software B2B berada pada rata-rata 7%. Sedangkan bisnis 5% dan ritel 3%.

Penting juga untuk mempertimbangkan tingkat konversi pada setiap tahap funneling, karena tahapan funneling tengah dan bawah secara teoritis harus lebih tinggi daripada tahapan funneling atas. 

8. Multi-touch attribution

Sangat sedikit orang yang meneliti dan membeli selama sesi penjelajahan web yang sama.

Kebanyakan orang akan mulai mencari produk atau menemukan konten, mengklik ke situs web Anda dan melihat-lihat blog Anda.

Kemudian beberapa hari atau minggu kemudian, mereka akan mencari nama perusahaan Anda, klik iklan berbayar, dan baru melakukan pembelian. 

Dengan hanya memberi perhatian pada titik konversi, Anda tidak mendapatkan gambaran lengkap tentang perjalanan pelanggan.

Hal ini artinya Anda meremehkan aspek utama kinerja pemasaran Anda.

Cara mengukurnya

Ada banyak jenis model pengukuran yang dapat Anda gunakan, bergantung pada apa yang ingin Anda pelajari dan cara kerja organisasi pemasaran Anda.

Model Atribusi Berbentuk W adalah salah satu cara untuk mengukur pada setiap tahap funneling.

Mulai dari ketika pelanggan melakukan klik pertama, konversi prospek hingga penciptaan peluang. Sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perjalanan pelanggan.

Dalam model pengaitan ini, 30% kredit diberikan ke klik pertama, 30% kredit diberikan ke klik yang menghasilkan konversi prospek, dan 30% diberikan ke klik yang menciptakan peluang.

Sementara 10% dari kredit diberikan untuk perjalanan pelanggan lainnya. 

9. Engaged time 

Tidaklah cukup hanya mengukur waktu yang dihabiskan di halaman website karena Anda tidak tahu apakah pelanggan Anda aktif membaca konten Anda.

Melacak engaged time memungkinkan Anda mengetahui berapa lama pengguna secara aktif memperhatikan konten Anda dan seberapa berharganya konten tersebut bagi audiens target Anda.

Cara mengukurnya

Perangkat lunak analitik konten seperti plugin WordPress dapat melacak aktivitas pengguna.

Termasuk mengklik, menggunakan keyboard, dan visibilitas halaman, untuk menentukan apakah pembaca secara aktif terlibat dengan konten Anda atau justru sebaliknya. 

Baca juga: Disputed Invoices: Pengertian, Penyebab, dan Solusi

10. Kualitas backlink

Mesin pencari menilai situs web berkualitas tinggi sebagai website yang dapat dipercaya dan bereputasi baik.

Situs web berkualitas rendah berdampak negatif terhadap ranking website di Google.

Oleh karena itu, jauh lebih penting untuk memiliki lebih sedikit backlink berkualitas tinggi daripada lusinan backlink berkualitas rendah. 

Alih-alih melacak jumlah backlink masuk yang Anda dapatkan, fokuslah pada pertanyaan-pertanyaan ini:

Bagaimana backlink mampu membantu Anda menaikkan ranking website untuk kata kunci tertentu? Apakah lalu lintas organik Anda meningkat? 

Cara mengukurnya

Untuk menentukan kualitas link, periksa apakah situs tersebut: 

  • Relevan dengan situs Anda
  • Dapat dipercaya
  • Menautkan ke situs berisi spam lainnya, seperti perjudian online, pinjaman gaji, dll.
  • Menjual link

11. Social media engagement

Meskipun bagus untuk memiliki banyak pengikut di seluruh platform media sosial Anda, namun hal itu tidak membantu bisnis Anda jika mereka mengabaikan Anda.

Berapa banyak orang yang mengklik dan berinteraksi dengan postingan Anda? Dan siapa mereka?

Menjawab pertanyaan ini akan membantu memastikan Anda mengirimkan konten yang tepat kepada orang yang tepat di tempat yang tepat.

Cara mengukurnya

Jenis engagement bervariasi tergantung pada platform media sosial yang Anda gunakan.

Lakukan analisis berapa skor engagement Facebook melalui jumlah klik, like, share, dan komentar, retweet Twitter, balasan, atau favorit, suka, komentar, atau repin Pinterest, suka, komentar, atau bagikan Google+, dll.

12. Pelanggan yang tidak terlibat

Beberapa orang yang berlangganan tidak akan selamanya menggunakan produk Anda. Itulah sebabnya begitu banyak pemasar mengawasi berapa banyak pelanggan yang berhenti berlangganan.

Tetapi tidak semua orang akan melalui proses berhenti berlangganan, terutama ketika dibutuhkan lebih sedikit klik untuk mengabaikan email yang tidak menarik. 

Cara mengukurnya

Tentukan definisi organisasi pemasaran Anda tentang “pelanggan yang tidak terlibat”.

Apakah seseorang yang tidak mengklik email dalam tiga bulan? Atau 1 Tahun?

Kemudian, pertimbangkan menghentikan berlangganan otomatis yang akan menghapus penerima ini dari daftar pelanggan Anda.

Terakhir kirim email yang memberi tahu mereka bahwa mereka telah berhenti berlangganan. 

Baca juga: Perbedaan Manajemen Produk dan Pengembangan Produk

13. Tingkat konversi situs web

Banyak upaya pemasaran dilakukan untuk mengarahkan traffiic ke situs web Anda.

Kemudian, Anda pasti ingin mengawasi berapa banyak orang yang berhasil Anda tarik ke situs Anda dan dari mana mereka berasal.

Namun jika Anda hanya berfokus pada kunjungan tanpa penekanan yang sama pada konversi, Anda membuang-buang waktu dan uang. 

Melakukan sedikit usaha untuk menaikkan tingkat konversi dapat berdampak besar pada bisnis Anda.

Bayangkan perbedaan yang bahkan dapat dilakukan oleh peningkatan 1% atau 2% pada pelanggan baru untuk keuntungan Anda. 

Cara mengukurnya

Pertama, tentukan apa yang memenuhi syarat sebagai konversi.

Apakah ini pembelian? Pemesanan konsultasi atau meminta informasi tambahan? Mendaftar untuk uji coba gratis?

Setelah Anda mengetahui apa yang ingin Anda ukur, siapkan landing page yang hanya akan dilihat pengunjung setelah mereka melakukan konversi.

14. Rasio MQL ke SQL

MQL, atau Marketing Qualified Leads, secara umum didefinisikan sebagai prospek terbawah yang telah mengindikasikan bahwa mereka siap untuk membeli.

Atau setidaknya mereka mau berbicara dengan tim sales, dengan mengunduh panduan pembelian, meminta demo, atau mendaftar untuk uji coba gratis.

Sedangkan Sales Qualified Leads (SQL) adalah pelanggan potensial yang menurut penjualan siap untuk ditindaklanjuti secara langsung. 

Melihat persentase MQL yang diterima sebagai SQL adalah indikator yang baik untuk kesehatan saluran Anda dan kemampuan tim pemasaran untuk memenuhi syarat dan menyaring prospek.

Ini juga merupakan indikasi yang bagus tentang seberapa baik keselarasan tim pemasaran dan penjualan Anda karena rasio yang rendah menjadi tanda bahaya bahwa ada keterputusan antara pemasaran dan penjualan. 

Cara mengukurnya

Bagilah jumlah SQL dengan jumlah MQL untuk menghitung Tingkat Konversi MQL ke SQL Anda. 

Berapa tolok ukur yang bagus? Setelah menganalisis ratusan perusahaan, Implisit menemukan bahwa tingkat konversi rata-rata adalah 13%, dan membutuhkan waktu rata-rata 84 hari untuk melakukan konversi.

Namun perlu diingat bahwa angka ini sangat bervariasi tergantung dari sumber leadnya.

Misalnya, prospek situs web dikonversi rata-rata 31,3%, rujukan 24,7%, dan webinar 17,8%. Kampanye email berkonversi hanya 0,9%, daftar prospek 2,5%, dan acara 4,2%. 

15. Metrik internal

Penting untuk memperhatikan metrik eksternal seperti kuantitas prospek, kualitas, dan konversi.

Tetapi jika salah satu metrik di atas mulai menurun, bagaimana Anda tahu apa yang harus diperbaiki jika Anda tidak memperhatikan bagaimana pekerjaan itu dilakukan? 

Untuk itu mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya internal Anda, jangan hanya memercayai insting Anda.

Buat tim pemasaran Anda berjalan efektif dengan melacak jumlah jam yang tidak efekti, pekerjaan berulang yang dapat diotomatisasi, mengatasi gangguan yang tidak perlu, dan efisiensi proses peninjauan dan persetujuan Anda. 

Cara mengukurnya

Sering-seringlah melakukan rapat dengan tim Anda untuk mengidentifikasi hambatan dan mengumpulkan umpan balik tentang bagaimana proses kerja dapat ditingkatkan.

Baca juga: Cara Menghitung Persentase Diskon Beserta Rumus dan Contoh Kasusnya

Kesimpulan

Dalam dunia pemasaran, metrik pemasaran sangatlah penting untuk membantu Anda mengukur dan memahami kinerja kampanye pemasaran Anda.

Dengan mengatur metrik pemasaran yang utama dan memantau mereka secara teratur, Anda dapat fokus pada ukuran kinerja yang paling relevan dan penting untuk mencapai tujuan bisnis Anda.

Perlu digarisbawahi bahwa keuangan menjadi metrik penting dalam pemasaran. Oleh karenanya, Anda harus memastikan bahwa keuangan bisnis telah dikelola dengan tepat. Salah satu caranya dengan menggunakan software akuntansi Kledo.

Kledo adalah software akuntansi yang dirancang khusus untuk membantu pengusaha dan pelaku bisnis memudahkan proses akuntansi mereka.

Dengan fitur-fitur lengkap seperti pembuatan 30 laporan keuangan, manajemen inventaris, aplikasi incvoice, dan masih banyak lagi, dapat membantu Anda mengoptimalkan kinerja keuangan bisnis.

Kledo merupakan software berbasis cloud jadi Anda bisa memantau kondisi keuangan bisnis dari mana saja dan kapan saja Anda butuhkan.

Mau coba gratis? Tentu bisa, dong. Caranya, cukup klik tautan ini dan dapatkan akses gratis menggunakan Kledo selama 14 hari bahkan selamanya.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 5 =