Persaingan bisnis online semakin ketat seiring dengan meningkatnya jumlah online shop dan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Calon pelanggan kini memiliki banyak pilihan dan dapat dengan mudah membandingkan harga, kualitas, serta pengalaman berbelanja hanya dalam hitungan detik.
Jika online shop tidak memiliki strategi penjualan yang tepat, peluang untuk kehilangan pelanggan pun semakin besar.
Artikel ini akan membahas berbagai faktor yang memengaruhi penjualan online shop beserta strategi meningkatkan penjualannya.
Faktor Apa yang Memengaruhi Penjualan Online Shop?
Keputusan pelanggan untuk membeli atau meninggalkan online shop dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini:
1. Kepercayaan dan kredibilitas
Kepercayaan adalah segalanya dalam online shop. Jika pembeli tidak merasa aman, mereka akan meninggalkan website dalam hitungan detik.
Untuk membangun kredibilitas, mulai dari hal-hal dasar seperti:
- Menyediakan metode pembayaran yang aman,
- Mencantumkan informasi kontak yang jelas
- Membuat kebijakan yang transparan.
- Menambahkan ulasan terverifikasi atau trust badge
2. Pengalaman pengguna website (UX)
Pengalaman website yang mulus dapat menjadi penentu utama keberhasilan atau kegagalan penjualan.
- Kecepatan: Riset Google menunjukkan bahwa keterlambatan loading satu detik saja dapat menurunkan konversi hingga 20%.
- Navigasi yang jelas: Menu, filter, dan fitur pencarian yang andal memudahkan pelanggan menemukan produk dengan cepat.
- Konsistensi: Penggunaan font, warna, dan tata letak yang selaras dengan brand membuat pengunjung betah berlama-lama.
- Desain yang aksesibel: Jangan lupakan pengguna dengan kebutuhan khusus. Fitur seperti alt text, navigasi keyboard, dan kompatibilitas text-to-speech sangat penting.
Anggap website Anda seperti toko fisik. Apakah Anda mau masuk ke toko dengan petunjuk yang tidak jelas atau lorong yang berantakan? Prinsip yang sama berlaku di dunia online.
3. Harga dan persepsi nilai
Bukan sekadar soal harga termurah, melainkan bagaimana meyakinkan pelanggan bahwa mereka mendapatkan nilai yang sepadan.
- Tampilkan penghematan secara jelas, baik dalam bentuk persentase diskon maupun keterangan “hemat RpX”.
- Batas minimum gratis ongkir (misalnya “Belanja Rp500.000 gratis ongkir”) dapat mendorong pelanggan menambah isi keranjang.
- Tabel perbandingan membantu pelanggan memahami keunggulan produk Anda dibandingkan kompetitor.
Tujuannya adalah menunjukkan alasan mengapa produk Anda layak dibeli dengan harga tersebut.
Baca Juga: 12 Cara Menentukan Harga Jual Produk, Apa Saja?
4. Detail produk

Halaman produk adalah titik akhir pengambilan keputusan. Karena itu, semua informasi di sini harus meyakinkan pelanggan untuk membeli.
- Foto: Gunakan gambar berkualitas tinggi dari berbagai sudut, saat produk digunakan, dan dalam konteks nyata.
- Deskripsi produk: Jelaskan produk secara ringkas namun detail, mencakup ukuran, bahan, fitur, serta manfaat produk dalam menyelesaikan masalah pelanggan.
- Video demo: Video singkat sangat efektif untuk menunjukkan fitur, terutama untuk produk teknologi atau peralatan rumah tangga.
5. Pengiriman dan pengembalian
Kebijakan pengiriman dan retur dapat menentukan pengalaman belanja secara keseluruhan.
Sebanyak 84% pelanggan lebih cenderung berbelanja di brand yang menawarkan retur gratis karena hal ini mengurangi risiko pembelian online.
Pelanggan juga menginginkan opsi pengiriman yang fleksibel, seperti pengiriman di hari yang sama, keesokan hari, atau pengambilan di toko.
6. Personalisasi
Pelanggan senang merasa diperhatikan, dan personalisasi adalah salah satu cara mewujudkannya.
Contohnya, menampilkan rekomendasi “produk yang mungkin Anda sukai” berdasarkan riwayat pencarian, atau mengirimkan diskon khusus ulang tahun, dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan.
7. Social proof
Banyak pembeli yang lebih percaya pada pengalaman orang lain daripada iklan. Itulah sebabnya ulasan, testimoni, dan konten buatan pengguna memiliki pengaruh besar.
- Tampilkan ulasan terbaik atau foto pelanggan langsung di halaman produk.
- Dorong pelanggan memberikan ulasan melalui email setelah pembelian.
- Gunakan konten buatan pengguna di media sosial untuk membangun koneksi yang lebih autentik.
Untuk brand yang menargetkan audiens muda, kerja sama dengan influencer juga sangat efektif.
Melihat kreator favorit mereka merekomendasikan produk membuat produk tersebut terasa lebih menarik.
Baca Juga: Strategi Online Shop Ini Wajib Dilakukan untuk Raih Kesuksesan
Strategi Meningkatkan Penjualan Online Shop
1. Pahami target audiens Anda
Produk yang hebat sekalipun bisa kurang laku jika branding dan marketing-nya tidak sejalan dengan target audiens.
Berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat menentukan target audiens:
- Bagaimana produk atau layanan saya sesuai dengan gaya hidup mereka?
- Masalah apa dalam kehidupan pribadi atau profesional mereka yang dapat diselesaikan oleh produk saya?
- Bagaimana produk saya dapat meningkatkan atau memperkaya waktu luang mereka?
- Produk dan layanan lain apa yang biasa mereka beli, dan bagaimana saya bisa memanfaatkan kebiasaan belanja tersebut?
- Jika produk atau layanan saya bukan pilihan utama mereka, apa yang menjadi pilihan utama tersebut dan mengapa?
Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan di atas adalah dengan wawancara, survei, serta analisis lanskap pemasaran.
2. Identifikasi keunikan produk atau layanan Anda
Dengan menekankan keunikan produk, Anda dapat menarik pelanggan yang memang mencari karakteristik tertentu.
Misalnya, jika Anda memiliki toko coklat dengan varian rasa yang tidak biasa, seperti coklat chili atau coklat red velvet, sebaiknya promosikan rasa-rasa unik tersebut daripada rasa yang sudah biasa seperti cokelat atau vanila.
3. Sediakan berbagai metode pembayaran
Sebagian orang lebih nyaman menggunakan metode seperti e-wallet atau QRIS, sementara yang lain lebih memilih transfer bank langsung atau COD.
Lakukan riset mengenai metode pembayaran yang paling digunakan target audiens Anda dan pertimbangkan untuk menambahkan opsi yang belum tersedia.
4. Sederhanakan proses checkout
Proses checkout yang sederhana dapat meningkatkan penjualan dengan mempersingkat waktu antara pelanggan memasukkan produk ke keranjang hingga menyelesaikan transaksi.
Anda bisa menyediakan opsi checkout tanpa harus login atau sign up terlebih dahulu Sebab, jika mereka harus mengisi data diri yang panjang, bisa saja mereka akan membatalkan pembelian.
Baca Juga: Ini Cara Online Shop Go Internasional, Wajib Dicoba!
Bagaimana Strategi Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Online Shop?
1. Search Engine Optimization (SEO)

Banyak calon pelanggan menggunakan mesin pencari seperti Google untuk menemukan produk dan layanan.
SEO adalah salah satu strategi untuk membantu online shop Anda menjangkau pelanggan baru dengan meningkatkan peluang bisnis muncul di posisi atas hasil pencarian.
Tips SEO sederhana:
- Gunakan kata dan frasa yang menggambarkan produk yang Anda jual: Gunakan kata kunci yang merepresentasikan produk atau layanan bisnis Anda secara konsisten. Misalnya, jika Anda menjual selimut rajut buatan tangan, gunakan frasa “selimut rajut handmade” atau “selimut rajut buatan tangan”.
- Cantumkan nama dan deskripsi produk secara spesifik: Jika toko online Anda menjual TV bekas, sertakan detail penting pada nama produk, seperti ukuran layar, tipe atau model, tahun produksi, dan kondisi barang. Pada deskripsi produk, tambahkan fitur lain yang sering dicari calon pembeli, misalnya “kualitas gambar resolusi tinggi” atau “bisa Netflix”.
- Lakukan riset keyword secara mandiri (DIY): Ketik kata atau frasa yang kemungkinan digunakan calon pelanggan saat mencari produk atau layanan Anda di Google. Perhatikan hasil pencarian teratas, lalu perhatikan bagaimana kompetitor mendeskripsikan bisnis dan produknya. Kata dan frasa yang sering muncul bisa menjadi inspirasi untuk konten website Anda.
2. Optimalkan pencarian lokal (local SEO)
Jika bisnis Anda menargetkan pelanggan di area tertentu, optimalkan SEO lokal dengan menambahkan kata kunci berbasis lokasi.
Sebagai contoh, jika Anda menjalankan jasa penitipan hewan peliharaan, pelanggan Anda tentu berasal dari area sekitar.
Daripada menggunakan kata kunci umum seperti “penitipan hewan terbaik”, Anda sebaiknya menggunakan kata kunci yang lebih spesifik, misalnya “penitipan hewan terbaik di Bandung” atau “dog daycare Jakarta Selatan”.
Cara ini akan meningkatkan peluang bisnis Anda muncul di hasil pencarian pelanggan yang memang berada di area tersebut.
Pendekatan ini juga membantu mengurangi kemungkinan website Anda muncul di hasil pencarian orang-orang yang bukan target pasar karena lokasi mereka terlalu jauh dari bisnis Anda.
Baca Juga: Tips Mengelola Bisnis Online Shop Termudah, Coba Sekarang!
3. Social Media Marketing
Strategi selanjutnya untuk meningkatkan penjualan online shop adalah dengan mempromosikan toko Anda di media sosial.
Media sosial bagus untuk membangun awareness dan menciptakan buzz seputar produk maupun layanan bisnis Anda.
Selain itu, media sosial juga lebih terasa personal dan tentu saja relatif hemat biaya karena Anda bisa berinvestasi pada konten organik maupun iklan berbayar.
Namun, penting untuk mengetahui platform mana yang harus Anda fokuskan.
Contohnya, LinkedIn lebih cocok untuk menjangkau profesional dan segmen B2B, sementara TikTok memungkinkan Anda menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.
Berikut tips social media marketing untuk membantu menjangkau lebih banyak orang secara online:
- Gunakan hashtag yang relevan: Pemilihan hashtag yang tepat membantu konten Anda ditemukan lebih banyak orang, karena pengguna media sosial sering menelusuri hashtag tertentu untuk menemukan konten sesuai minat mereka.
- Posting konten yang beragam: Tidak ada yang ingin mengikuti akun yang setiap hari hanya memposting artikel blog. Variasikan jenis konten Anda, seperti artikel, video, carousel, dan infografis agar audiens tetap tertarik dan terlibat.
- Lakukan audit akun: Jika Anda sudah aktif melakukan social media marketing, sebaiknya lakukan audit akun setidaknya satu kali dalam setahun. Evaluasi konsistensi branding, performa konten, serta peluang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dengan lebih efektif.
- Gunakan tone dan voice yang konsisten: Suara dan gaya komunikasi brand harus konsisten di semua channel marketing, Baik saat membuat video di TikTok maupun konten di Instagram.
- Posting secara konsisten: Memiliki jadwal posting yang teratur membantu memastikan audiens mendapatkan konten yang menarik secara konsisten. Posting yang terlalu jarang atau terlalu sering dapat membuat pengikut berhenti mengikuti akun Anda.
- Bangun interaksi dengan audiens: Usahakan untuk merespons DM dan komentar secepat mungkin, terutama jika berkaitan dengan pertanyaan atau masalah layanan pelanggan.
4. Partnership

Menjalin partnership dengan usaha lain memungkinkan Anda menjangkau audiens baru sekaligus melakukan promosi silang produk.
Carilah brand yang memiliki target audiens serupa, tetapi menawarkan produk yang berbeda dan saling melengkapi.
Misalnya, jika Anda menjual produk makanan ringan di online shop, Anda bisa bekerja sama dengan bisnis yang menjual produk minuman untuk saling mempromosikan produk masing-masing dan menjangkau lebih banyak foodies.
Anda juga dapat membangun partnership dengan jenis bisnis lain, misalnya dengan blogger atau content creator, untuk meningkatkan awareness dan memperluas jangkauan audiens.
Baca Juga: Partnership Marketing: Pengertian, Strategi, Tantangan, dan Contohnya
5. Iklan PPC (Pay-Per-Click)
Iklan pay-per-click (PPC) memungkinkan Anda menjangkau calon pelanggan dengan lebih cepat daripada metode organik, meskipun umumnya membutuhkan biaya yang lebih besar.
Ada berbagai jenis iklan PPC, seperti Google Ads dan iklan di media sosial.
Dalam PPC, Anda hanya membayar ketika iklan diklik. Dengan strategi dan anggaran yang tepat, kampanye ini dapat menampilkan bisnis Anda kepada ribuan bahkan jutaan orang.
Pada iklan PPC di media sosial, iklan akan muncul di feed pengguna, sedangkan pada iklan mesin pencari, iklan akan ditampilkan berdasarkan keyword tertentu yang relevan dengan produk atau layanan Anda.
6. Bekerja sama dengan influencer
Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan kerja sama dengan satu atau beberapa content creator untuk meningkatkan brand awareness sekaligus mendorong penjualan.
Strategi ini efektif untuk memperluas jangkauan dan membangun kredibilitas di mata calon pelanggan, terutama pada segmen audiens yang lebih spesifik atau niche.
Bentuk kerja sama influencer marketing sangat beragam. Salah satunya adalah program pemberian produk gratis (unpaid gifting), di mana brand mengirimkan produk kepada influencer dengan harapan mendapatkan ulasan atau eksposur.
Bentuk lainnya adalah kerja sama jangka panjang sebagai brand ambassador, yang bertujuan membangun hubungan berkelanjutan dengan influencer.
Salah satu cara paling efektif memanfaatkan influencer marketing untuk meningkatkan penjualan adalah dengan membagikan kode kupon.
Pilih influencer yang memiliki audiens sesuai dengan target pelanggan Anda, lalu berikan kompensasi agar mereka membagikan kode diskon kepada para pengikutnya.
Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Online Shop Fashion Ini Wajib Dicoba, Mudah!
Kesimpulan
Jadi, itulah strategi meningkatkan penjualan online shop yang bisa Anda terapkan. Sebelum menerapkan salah satu dari strategi di atas, Anda perlu memahami faktor yang memengaruhi penjualan terlebih dahulu.
Setelah memahami faktor-faktor tersebut dan mengoptimalkannya, terapkan strategi-strategi di atas untuk meningkatkan penjualan online shop Anda.
Setiap strategi memiliki peran masing-masing dalam menarik perhatian calon pembeli, membangun kepercayaan, dan mendorong keputusan pembelian.
Jangan lupa untuk mengelola keuangan Anda dengan software akuntansi Kledo yang memiliki fitur laporan keuangan, pencatatan aset, dan manajemen persediaan secara lengkap.
Yuk, coba Kledo gratis lewat tautan ini!
- Strategi Meningkatkan Penjualan Online Shop agar Omzet Naik - 30 Januari 2026
- Akuntansi Cash Basis: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya - 30 Januari 2026
- Promotional Pricing: Mengenal 7 Jenis dan Tips Menerapkannya - 28 Januari 2026
