Pengertian Ekonomi Kreatif dan Peluang Bisnis yang Bisa Anda Coba

ekonomi kreatif

Seiring dengan berkembangnya teknologi, bisnis dalam industri ekonomi kreatif saat ini menjadi tulang punggung ekonomi di berbagai banyak negara di dunia, tidak terkecuali di Indonesia

Disisi lain, kesuksesan dalam bidang ekonomi saat ini, hanya bisa didapatkan jika pelaku bisnis mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah secara konstan sebagaimana perkembangan ekonomi yang selalu terikat dengan proses teknologi, ketidakpastian masa depan, dan lain sebagainya.

Konsep ekonomi kreatif sendiri merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu ekonomi kreatif beserta peluang bisnis didalamnya yang bisa Anda pilih jika Anda berniat membangun sebuah bisnis.

Apa itu Ekonomi Kreatif?

ekonomi kreatif

Definisi ekonomi kreatif modern terus berkembang. Ketika John Howkins mempopulerkan istilah “ekonomi kreatif” pada tahun 2001, ia menerapkan istilah tersebut pada seni, barang dan jasa budaya, mainan dan gim, serta enelitian dan pengembangan.

Model ekonomi kreatif yang paling umum memiliki banyak elemen. Model berbasis kreativitas Howkins mencakup semua jenis kreativitas, baik yang diekspresikan dalam seni atau inovasi.

Model berbasis budaya yang lebih sempit berkonsentrasi pada seni, desain, dan media, dan biasanya terbatas pada industri yang dinominasikan.

Istilah ini semakin mengacu pada semua aktivitas ekonomi yang bergantung pada kreativitas individu seseorang untuk nilai ekonominya, apakah hasilnya memiliki unsur budaya atau tidak.

Dalam penggunaan ini, ekonomi kreatif terjadi di mana pun kreativitas individu merupakan sumber nilai utama dan penyebab utama suatu transaksi.

Ada beberapa cara untuk mengukur ekonomi kreatif. Dimungkinkan untuk menggunakan indikator yang sama seperti pada ekonomi lainnya, seperti output produsen, pengeluaran konsumen, lapangan kerja dan perdagangan.

Bisnis juga menggunakan penilaian, rantai nilai, harga dan data transaksional. Ada indikator tambahan kekayaan intelektual. Namun, mengukur intangibles seperti ide, desain, merek, dan gaya menghadirkan tantangan.

Lebih jauh lagi, sifat pekerjaannya berbeda, dengan proporsi pekerja paruh waktu yang tinggi dan dengan banyak transaksi yang bersifat non-finansial.

Baca juga: Pengertian Proyeksi Pendapatan, Cara dan Metode Penghitungannya

Apakah Ekonomi Kreatif Berpeluang di Indonesia?

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, perkembangan sektor ekonomi kreatif tumbuh 5,76 persen atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional 5,74 persen.

Nilai tambahnya mencapai Rp 641,8 triliun atau tujuh persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.

Penyerapan tenaga kerja industri kreatif mencapai 11,8 juta orang atau 10,7 persen dari angkatan kerja nasional.

Jumlah unit usahanya mencapai 5,4 juta unit atau 9,7 persen dari total nasional, sedangkan aktivitas ekspornya mencapai Rp 118 triliun atau 5,7 persen dari total ekspor nasional.

Mengingat peluang ini, Indonesia sebagai negara berkembang harus mendorong industri kreatif sebagai penggerak ekonomi. Itu perlu dilakukan guna mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang ekonomi melalui pengelolaan sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Ekonomi Manajerial: Komponen, Konsep, Prinsip, dan Ruang Lingkupnya

Karakteristik Ekonomi Kreatif

Menurut Gramedia.com, terdapat beberapa karakteristik yang dapat menggambarkan seperti apa sektor ekonomi kreatif tersebut. Berikut adalah ciri-ciri utama dari ekonomi kreatif:

1. Memiliki kreasi intelektual

Karateristik yang pertama ialah memiliki kreasi intelektual. Kreasi intelektual yang dimaksud ialah sangat dibutuhkannya kreativitas serta keahlian lainnya dalam masing-masing jenis sektor.

2. Mudah diganti

Mudah diganti yang dimaksud disini adalah suatu jenis inovasi dalam bidang tersebut harus selalu dikembangkan sesuai dengan aktivitas ekonomi, maka dari itu kreasi dan inovasi yang ada diharapkan mudah diganti untuk menyesuaikan pasar dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

3. Distribusi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung

Adanya distribusi secara langsung dan tidak langsung menjadi salah satu karakteristik ekonomi kreatif, pasalnya hal tersebut didasarkan pada kebijakan yang ada di dalam perusahaan serta dengan memperhatikan kebutuhan konsumen.

4. Memerlukan kerja sama

Kerja sama merupakan hal penting yang selalu hadir dalam setiap bidang pekerjaan apapun.

Dalam bidang ekonomi kreatif misalnya, kerja sama antara pihak pengusaha dan pemerintah yang mengatur kebijakan sangatlah penting untuk kelancaran proses yang sedang dijalani.

5. Berbasis pada ide

Ide merupakan hal utama yang harus disiapkan dalam bidang ekonomi kreatif. Ide dari setiap kepala pasti berbeda-beda, maka dari itu gagasan tersebut harus dikembangkan demi menciptakan inovasi dan kreativitas dalam bidang ekonomi ini.

6. Tidak memiliki batasans

Tidak memiliki batasan dalam bidang ekonomi kreatif dapat diartikan bahwa inovasi dan kreativitas dari setiap orang yang terlibat dalam menciptakan suatu produk di bidang tersebut tidak memiliki batasan yang pasti.

7. Memiliki nilai budaya

Ekonomi kreatif mempunyai nilai-nilai budaya. Beberapa usaha kreatif yang mengandung nilai-nilai budaya, seperti usaha batik, usaha kerajinan tangan, usaha film, dan lain-lain.

Karena itu, produk-produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai-nilai budaya bisa diekspor.

Baca juga: Ekonomi Digital: Arti Pentingnya, Jenis, dan Contohnya

Banner 2 kledo

Berbagai Jenis Sub Sektor Ekonomi Kreatif di Indonesia

Dilansir dari kemenparekraf.go.id, berikut adalah 17 sub sektor inustri ekonomi kreatif di Indonesia:

1. Periklanan (advertising):

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan, yakni komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu.

Hal ini meliputi proses kreasi, operasi, dan distribusi dari periklanan yang dihasilkan, misalnya riset pasar, perencanaan komunikasi periklanan, media periklanan luar ruang, produksi material periklanan, promosi dan kampanye relasi publik.

Selain itu, tampilan periklanan di media cetak (surat kabar dan majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan media reklame sejenis lainnya, distribusi dan delivery advertising materials or samples, serta penyewaan kolom untuk iklan

2. Kriya (craft)

ekonomi kreatif

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat atau dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai proses penyelesaian produknya.

Antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu dan besi), kaca, porselen, kain, marmer, tanah liat, dan kapur.

Produk kerajinan atau kruyaw pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).

3. Desain Interior

Dalam dua dekade terakhir perkembangan sub sektor ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat yang ditandai meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap jasa desainer interior.

Desain interior sendiri adalah salah satu cabang seni rupa dan desain yang fokus terhadap perancangan ruang dan berbagai elemen-elemennya di dalam suatu bangunan.

Baca juga: Barang Ekonomis: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

4. Fesyen (fashion)

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultasi lini produk berikut distribusi produk fesyen.

5. Video, Film dan Fotografi

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film.

Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi atau festival film.

6. Pengembangan Permainan (game)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi.

Sub-sektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi, bahkan untuk keperlua e-sport.

7. Musik

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi atau komposisi, pertunjukkan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

8. Seni Pertunjukkan (showbiz)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukkan.

Misalnya, pertunjukkan wayang, balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukkan, tata panggung, dan tata pencahayaan.

9. Penerbitan dan Percetakan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita.

Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi, saham dan surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya.

Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.

Baca juga: Globalisasi Ekonomi dan Dampaknya bagi Dunia Bisnis

10. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software)

Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi, termasuk layanan jasa komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

11. Televisi & Radio (broadcasting)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar) siaran radio dan televisi.

12. Riset dan Pengembangan (R&D)

Kegiatan kreatif terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi, serta mengambil manfaat terapan dari ilmu dan teknologi tersebut guna perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Termasuk yang berkaitan dengan humaniora, seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.

13. Arsitektur

Sub sektor ekonomi kreatif yang memiliki peranan yang penting dalam menampilkan karakter budaya bangsa, serta berperan dalam pembangunan sebuah kota yang terencana dengan baik.

14. Kuliner

Dengan banyaknya ragam kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, industri kreatif kuliner menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan.

Mulai dari makanan daerah sampai makanan kekinian, usaha kuliner menjadi peluang bisnis terbaik.

15. Seni Rupa

Indonesia memiliki potensi seni rupa terbesar di Asia Tenggara baik secara kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, produktivitas, serta potensi pasar.

Kegiatan kreatif di Industri ini bisa seperti pameran lukisan, patung, atau benda seni lainnya.

16. Desain Komunikasi Visual

Desain grafis atau desain komunikasi visual berperan mendukung pertumbuhan bisnis hingga bahkan kelancaran program-program Pemerintah, yang dibarengi pertumbuhan praktisi lokal kompeten.

17. Desain Produk

Desain produk merupakan proses kreasi sebuah produk yang menggabungkan unsur fungsi dengan estetika sehingga bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Ini bisa seperti menciptakan produk baru untuk dijual oleh suatu bisnis kepada pelanggannya.

Dalam sebuah desain produk, kamu juga akan menggunakan kemampuan seperti empati dan observasi yang digunakan untuk memahami audiens seutuhnya mulai dari kebiasaan, tingkah laku, kebutuhan dan keinginan.

Selain itu, desain produk juga harus bermanfaat untuk kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Baca juga: Prinsip Ekonomi: 10 Prinsip dan Juga Contohnya yang Harus Anda Ketahui

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan mengenai ekonomi kreatif. Mulai dari pengertian ekonomi kreatif hingga jenis sub sektor yang bisa menjadi peluang bisnis untuk Anda.

Bisnis yang lancar adalah impian bagi setiap orang, namun kebanyakan orang tidak mengetahui kunci membuat bisnis itu lebih sukses dan lancar.

Kunci dari keberhasilan bisnis tersebut salah satunya ialah percaya diri, jangan mudah menyerah dan mengorganisir seluruh proses bisnis dengan teatur, termasuk melakukan pencatatan transaksi dan pembukuan.

Pembukuan salah satu hal penting untuk kemajuan bisnis Anda. Karena jika Anda memiliki pembukuan yang berantakan dan tidak sesuai dengan data keuangan yang sebenarnya dan akan berdampak pada bisnis Anda.

Pergunakanlah software akuntansi untuk mempermudah proses pembukuan bisnis Anda, agar pembukuan Anda lebih rapih dan memanimalisir kesalahan yang Anda buat.

Salah satu software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur terlengkap adalah Kledo

Kledo adalah salah satu software akuntansi terbaik buatan indonesia dengan harga yang relatif murah bagi semua bisnis. Hanya dengan 140 ribu/bulan Anda bisa mendapatkan fitur terlengkap untuk bisnis dan dapat di akses dimana saja dan kapan saja.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atrau selamanya melalui tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 6 =