Dalam laporan arus kas, financing activities adalah bagian yang mencatat seluruh transaksi masuk dan keluar terkait dengan perolehan serta pengembalian modal jangka panjang perusahaan.
Aktivitas pendanaan ini mencakup hubungan finansial antara bisnis Anda dengan pihak eksternal, seperti perbankan, investor, maupun pemegang saham.
Melalui catatan ini, Anda dapat memantau secara transparan bagaimana modal awal didapatkan dan bagaimana keuntungan atau kewajiban didistribusikan kembali kepada mereka.
Memahami pos ini dengan baik akan membantu Anda menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan beban utang yang harus ditanggung di masa depan.
Untuk membantu Anda memahaminya secara mendalam, artikel ini akan membahas mulai dari pengertian lengkapnya, fungsi penting, contoh transaksi masuk dan keluar, hingga cara mudah menganalisisnya di laporan arus kas Anda.
Apa Itu Financing Activities dalam Laporan Arus Kas?

Berdasarkan PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas (Ikatan Akuntan Indonesia) dan IAS 7 (Statement of Cash Flows) dari IFRS Foundation, financing activities adaah aktivitas yang menyebabkan perubahan dalam ukuran serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Pos ini berfokus penuh pada pengelolaan capital structure (struktur modal) jangka panjang.
Jika aktivitas operasional mencatat transaksi harian penentu laba-rugi bersih, maka aktivitas pendanaan ini menunjukkan bagaimana perusahaan memperoleh dan mengelola pendanaan untuk mendanai aset tersebut.
Dalam sebuah cash flow statement, pos ini berfungsi sebagai penyedia likuiditas utama ketika arus kas operasional belum mencukupi untuk membiayai ekspansi besar.
Semua dana segar yang masuk dari penambahan modal atau pinjaman dicatat sebagai arus kas masuk, sedangkan pengeluaran kas untuk penyelesaian kewajiban dicatat sebagai arus kas keluar.
Pemantauan pos ini secara konsisten memberikan gambaran nyata mengenai tingkat financial leverage (rasio utang) perusahaan dari waktu ke waktu.
Baca juga: Laporan Arus Kas: Contoh, Studi Kasus, Cara Membuat dan Membacanya

Apa Tujuan Financing Activities pada Laporan Arus Kas?
Perusahaan menyusun bagian aktivitas pendanaan dalam laporan arus kas untuk memberikan informasi yang jelas mengenai perubahan struktur modal.
Catatan ini membantu manajemen dan pihak eksternal dalam memantau seluruh transaksi keuangan yang memengaruhi utang jangka panjang dan ekuitas perusahaan.
Berikut adalah empat tujuan utama dari pencatatan financing activities pada laporan arus kas:
Menunjukkan Asal Sumber Dana Perusahaan
Pos ini bertujuan untuk menunjukkan asal-usul modal yang diperoleh oleh perusahaan secara transparan.
Melalui catatan ini, Anda dapat mengetahui apakah perusahaan mendapatkan dana segar dari setoran modal pemilik, penerbitan saham baru, atau dari pinjaman pihak ketiga seperti bank.
Menunjukkan Penggunaan Dana yang Berkaitan dengan Modal dan Utang
Selain mencatat dana masuk, pos ini berfungsi untuk mendokumentasikan seluruh aliran kas keluar yang digunakan untuk menyelesaikan kewajiban jangka panjang.
Transaksi yang tercatat di sini meliputi pembayaran pokok utang bank, pelunasan obligasi, dan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Menggambarkan Strategi Pembiayaan Bisnis
Aktivitas pendanaan berfungsi untuk mencerminkan kebijakan keuangan yang diambil oleh manajemen perusahaan.
Data pada pos ini menunjukkan apakah perusahaan memilih untuk membiayai pertumbuhan bisnis dengan menggunakan utang (leverage) atau dengan mengoptimalkan modal sendiri.
Membantu Investor Menilai Struktur Pendanaan Perusahaan
Bagi pihak eksternal, pos ini bertujuan untuk menyediakan data dasar dalam menganalisis risiko keuangan perusahaan.
Investor dan kreditor menggunakan informasi ini untuk menghitung rasio utang terhadap ekuitas, sehingga mereka dapat menilai stabilitas keuangan perusahaan sebelum memberikan investasi atau pinjaman baru.
Baca juga: Invoice Financing: Pembahasan Lengkap dan Cara Kerjanya
Apakah Bunga dan Dividen Termasuk Financing Activities?
Perlakuan klasifikasi arus kas untuk bunga dan dividen dapat bervariasi tergantung pada standar akuntansi yang diadopsi oleh perusahaan:
- Berdasarkan IFRS (IAS 7): Perusahaan diberikan pilihan konsisten. Bunga yang dibayar dan dividen yang dibayar dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan. Namun, keduanya juga boleh dimasukkan ke aktivitas operasi.
- Berdasarkan PSAK 2: Secara umum, dividen yang dibayarkan diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya modal. Sementara itu, beban bunga yang dibayarkan biasanya diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi karena memengaruhi penentuan laba atau rugi bersih periode berjalan.
Apa Saja Contoh Financing Activities?

Transaksi dalam aktivitas pendanaan secara garis besar terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu transaksi yang menghasilkan aliran kas masuk (penerimaan dana) dan transaksi yang menyebabkan aliran kas keluar (penggunaan dana).
Berikut adalah rincian contoh transaksi dari masing-masing kategori tersebut:
Penerimaan Dana dari Pendanaan
Transaksi kas masuk pada pos ini terjadi ketika perusahaan berhasil memperoleh modal tambahan, baik melalui utang maupun ekuitas.
- Penerbitan Saham Baru (Issuance of Shares)
Ketika perusahaan membutuhkan modal besar untuk ekspansi, perusahaan dapat menerbitkan dan menjual saham baru ke publik atau pasar modal. Uang hasil penjualan saham tersebut dicatat sebagai arus kas masuk di bagian aktivitas pendanaan. - Penerimaan Pinjaman Bank
Penerimaan dana yang berasal dari pengajuan kredit atau pinjaman jangka panjang ke bank akan langsung menambah saldo kas perusahaan. Transaksi ini diakui sebagai utang bank di dalam neraca dan masuk sebagai kas masuk pada financing activities. - Penerbitan Obligasi Perusahaan
Perusahaan dapat menerbitkan surat utang atau obligasi kepada masyarakat atau investor institusi. Dana tunai yang diterima dari para pembeli obligasi tersebut merupakan arus kas masuk yang wajib dikembalikan beserta bunganya pada masa jatuh tempo. - Penerimaan Modal dari Investor
Untuk perusahaan berskala UMKM atau yang belum melantai di bursa saham, penerimaan modal terjadi saat pemilik atau investor swasta (angel investor/venture capital) menyetorkan dana tunai secara langsung untuk menambah modal kerja perusahaan.
Penggunaan Dana untuk Pendanaan
Transaksi kas keluar pada pos ini terjadi ketika perusahaan mengeluarkan uang tunai untuk memenuhi kewajiban modal atau mengembalikan hak para penyedia dana.
- Pembayaran Utang Pinjaman
Setiap bulan atau periode tertentu, perusahaan harus membayar cicilan utang kepada bank. Bagian dari pembayaran yang mengurangi pokok utang (bukan bunga) dicatat sebagai arus kas keluar pada aktivitas pendanaan. - Pembayaran Dividen kepada Pemegang Saham
Ketika perusahaan menghasilkan laba dan memutuskan untuk membagikan sebagian keuntungan tersebut kepada pemilik saham, transaksi pembayaran dividen tunai ini dicatat sebagai pengurangan kas di pos pendanaan. - Pembelian Kembali Saham (Share Buyback)
Perusahaan terkadang memilih untuk membeli kembali saham mereka yang sudah beredar di pasar. Transaksi buyback ini membutuhkan pengeluaran kas yang besar, sehingga dicatat sebagai arus kas keluar pada financing activities. - Pelunasan Obligasi
Saat surat utang atau obligasi yang diterbitkan perusahaan telah mencapai tanggal jatuh tempo, perusahaan wajib membayar kembali seluruh nilai nominal obligasi tersebut kepada para pemegang surat utang. Pelunasan ini merupakan transaksi arus kas keluar jangka panjang.
Baca juga: Contoh Laporan Keuangan SPPG dan Template Excel yang Bisa Didownload
Bagaimana Financing Activities Dicatat dalam Laporan Arus Kas?
Pencatatan aktivitas pendanaan dalam laporan arus kas menggunakan metode langsung maupun tidak langsung tetap mengikuti prinsip pergerakan kas aktual (cash basis).
Setiap transaksi dinilai berdasarkan dampaknya terhadap posisi kas perusahaan, apakah menambah atau mengurangi saldo kas yang tersedia.
Berikut adalah mekanisme pencatatan dari masing-masing komponen transaksi pendanaan tersebut:
Arus Kas Masuk dari Aktivitas Pendanaan
Semua transaksi yang menghasilkan penerimaan uang tunai dari sumber modal luar akan dicatat sebagai angka positif (menambah kas).
Nilai kas masuk ini diperoleh dari total akumulasi modal yang disetor oleh pemilik, hasil penjualan saham baru, pencairan pinjaman bank, serta penerbitan surat utang pada periode berjalan.
Arus Kas Keluar dari Aktivitas Pendanaan
Semua transaksi yang mengakibatkan perusahaan mengeluarkan uang tunai untuk menyelesaikan kewajiban modal akan dicatat sebagai angka negatif atau ditulis di dalam tanda kurung ( ) yang berarti mengurangi kas.
Komponen ini meliputi pembayaran nominal pokok utang, biaya pembelian kembali saham, pelunasan obligasi jatuh tempo, serta realisasi pembayaran dividen tunai.
Pengaruh Transaksi Pendanaan terhadap Saldo Kas
Selisih antara total arus kas masuk dan total arus kas keluar akan menghasilkan nilai Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan (Net Cash Used in/Provided by Financing Activities).
Jika hasilnya positif, berarti perusahaan menerima lebih banyak modal daripada yang dikembalikan. Sebaliknya, jika hasilnya negatif, berarti perusahaan mengeluarkan lebih banyak kas untuk mendanai kewajiban modal dan utang pada periode tersebut.
Nilai bersih ini kemudian digabungkan dengan arus kas operasional dan investasi untuk menentukan kenaikan atau penurunan bersih saldo kas akhir perusahaan.
Contoh Tabel Pencatatan
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah contoh format penyajian bagian financing activities di dalam laporan arus kas perusahaan:
| Keterangan Aktivitas Pendanaan | Jumlah (Rupiah) |
| Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: | |
| Penerimaan dari Pinjaman Bank | Rp150.000.000 |
| Penerimaan dari Setoran Modal Pemilik | Rp50.000.000 |
| Pembayaran Pokok Pinjaman Bank | (Rp30.000.000) |
| Pembayaran Dividen Tunai kepada Pemegang Saham | (Rp15.000.000) |
| Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan | Rp155.000.000 |
Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Perusahaan Bagi Pemula
Apa Perbedaan Financing Activities, Operating Activities, dan Investing Activities?

Laporan arus kas wajib memisahkan seluruh transaksi ke dalam tiga klasifikasi utama berdasarkan fungsi ekonominya.
Pemisahan ini bertujuan agar pembaca laporan keuangan dapat mengidentifikasi aktivitas mana yang menjadi penggerak utama likuiditas perusahaan, apakah dari efisiensi operasional, ekspansi aset, atau struktur pendanaan.
Berikut adalah karakteristik mendasar dari ketiga aktivitas tersebut berdasarkan standar pelaporan keuangan:
- Operating Activities Mencatat Aktivitas Utama Operasional Bisnis
Operating activities (aktivitas operasi) merupakan indikator utama untuk menilai apakah operasional perusahaan mampu menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi, dan membayar dividen tanpa mengandalkan sumber pendanaan eksternal. Transaksi yang dicatat di sini bersumber langsung dari akun-akun Pendapatan dan Beban pada Laporan Laba Rugi, serta akun Aset Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek pada Neraca (seperti piutang usaha, persediaan, dan utang usaha). - Investing Activities Mencatat Pembelian atau Penjualan Aset Jangka Panjang
Investing activities (aktivitas investasi) mencerminkan pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh sumber daya yang bertujuan menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Pos ini hanya mencatat transaksi yang memengaruhi akun Aset Non-Lancar (Aset Tetap dan Aset Tidak Berwujud) pada Neraca. Aliran kas keluar biasanya berupa belanja modal (capital expenditure) untuk pembelian tanah atau mesin, sedangkan aliran kas masuk berasal dari penjualan aset tetap tersebut atau divestasi instrumen keuangan jangka panjang. - Financing Activities Mencatat Transaksi Modal dan Kewajiban
Berbeda dengan dua pos sebelumnya, financing activities (aktivitas pendanaan) berfokus penuh pada transaksi yang mengubah volume dan komposisi modal serta pinjaman jangka panjang perusahaan. Pos ini mengukur hubungan keuangan antara perusahaan dengan para penyedia ekuitas dan utang jangka panjang. Akun Neraca yang dipengaruhi oleh aktivitas ini secara eksklusif adalah akun Kewajiban Jangka Panjang (seperti utang bank jangka panjang dan obligasi) serta akun Ekuitas (seperti modal saham, tambahan modal disetor, dan saham treasuri).
Tabel Perbandingan Klasifikasi Arus Kas
Berdasarkan PSAK 2 (Laporan Arus Kas), berikut adalah tabel komparasi teknis untuk membedakan ketiga komponen arus kas secara instan:
| Kriteria Pembeda | Operating Activities (Operasi) | Investing Activities (Investasi) | Financing Activities (Pendanaan) |
| Sumber Utama Transaksi | Transaksi penentu laba-rugi bersih perusahaan. | Transaksi perolehan dan pelepasan aset jangka panjang. | Transaksi perolehan dan pengembalian modal/utang jangka panjang. |
| Pos Neraca Terkait | Aset Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek. | Aset Tetap, Aset Tak Berwujud, dan Investasi Jangka Panjang. | Kewajiban Jangka Panjang dan Ekuitas Pemilik. |
| Indikator Kesehatan | Nilai positif menunjukkan efisiensi operasional harian. | Nilai negatif umumnya menunjukkan perusahaan sedang melakukan ekspansi. | Nilai negatif menunjukkan perusahaan sedang melunasi utang/membagi laba. |
| Perlakuan Pajak & Bunga | Arus kas dari pembayaran pajak penghasilan (PPh). | Penerimaan pendapatan dividen atau bunga dari investasi luar. | Pembayaran dividen kepada pemegang saham perusahaan. |
Bagaimana Cara Menghitung Arus Kas dari Financing Activities?
Proses penghitungan arus kas dari aktivitas pendanaan dilakukan secara sistematis dengan mengumpulkan data dari Laporan Posisi Keuangan (Neraca) komparatif dua periode berjalan dan Laporan Laba Rugi.
Penghitungan ini bertujuan untuk mendapatkan nilai bersih dari seluruh pergerakan modal jangka panjang perusahaan.
Secara matematis, berikut adalah rumus dasar yang digunakan untuk menghitung arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan = Kas Masuk – Kas Keluar
Untuk mengaplikasikan rumus tersebut dalam pembukuan keuangan, Anda perlu mengikuti tiga tahapan kalkulasi berikut ini:
Langkah 1. Identifikasi Transaksi Pendanaan
Langkah awal adalah memisahkan transaksi pendanaan dari transaksi operasional dan investasi.
Fokuskan pencarian pada perubahan saldo rekening Kewajiban Jangka Panjang dan Ekuitas di dalam Neraca komparatif.
Sebagai contoh, jika saldo Utang Bank meningkat dari tahun lalu, artinya terdapat transaksi pendanaan berupa penambahan pinjaman baru. Sebaliknya, jika akun Saldo Laba (Retained Earnings) berubah setelah memperhitungkan laba bersih tahun berjalan, hal itu mengindikasikan adanya transaksi pengumuman atau pembayaran dividen.
Langkah 2. Hitung Total Arus Kas Masuk
Kumpulkan seluruh nilai transaksi yang menambah saldo kas perusahaan dari sektor modal.
Jumlahkan semua komponen penerimaan, seperti dana tunai hasil penerbitan saham baru, pencairan pinjaman bank baru, atau hasil penjualan obligasi perusahaan. Nilai akumulasi dari seluruh komponen ini akan menjadi total Cash Inflows (arus kas masuk) dalam rumus pendanaan.
Langkah 3. Kurangi dengan Total Arus Kas Keluar
Langkah terakhir adalah menjumlahkan seluruh transaksi pengeluaran kas yang berkaitan dengan pemenuhan kewajiban modal (Cash Outflows), kemudian menggunakannya sebagai pengurang total arus kas masuk.
Komponen pengurang ini mencakup pembayaran nominal pokok cicilan utang bank, dana untuk pembelian kembali saham (share buyback), serta realisasi pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham.
Hasil akhir dari pengurangan ini akan menunjukkan nilai arus kas bersih dari aktivitas pendanaan pada periode tersebut.
Baca juga: 24 KPI dan Metrik dalam Pengelolaan Arus Kas Bisnis
Apa Arti Nilai Positif dan Negatif pada Financing Activities?
Hasil bersih dari aktivitas pendanaan harus diinterpretasikan secara kontekstual berdasarkan kondisi riil perusahaan, bukan sekadar pelabelan baik atau buruk.
1. Financing Activities Bernilai Positif
Nilai positif menunjukkan bahwa jumlah penerimaan dana pendanaan eksternal lebih besar daripada jumlah modal yang dikembalikan pada periode tersebut.
Kondisi ini jamak terjadi pada perusahaan tahap awal (growth/startup) yang membutuhkan suntikan modal besar untuk membiayai belanja modal ekspansif.
2. Financing Activities Bernilai Negatif
Nilai negatif menunjukkan perusahaan mengeluarkan lebih banyak kas untuk pembayaran pendanaan.
Interpretasi kondisi ini bervariasi bergantung pada keputusan manajerial yang melatarbelakanginya:
| Kondisi Riil Perusahaan | Interpretasi Finansial |
| Melunasi Pokok Utang Bank | Menunjukkan penguatan struktur modal dan penurunan risiko beban bunga masa depan. |
| Membagikan Dividen Tunai | Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mendistribusikan laba bersih secara sehat kepada investor. |
| Kehilangan Akses Pinjaman | Bisa menunjukkan tekanan finansial di mana perusahaan terpaksa menggunakan kas operasi akibat penolakan kredit baru. |
Bagaimana Investor Membaca Financing Activities?
Investor profesional menggunakan pos ini untuk menganalisis keberlanjutan model bisnis perusahaan. Investor akan memperhatikan tiga poin utama:
- Tingkat Ketergantungan Utang: Perusahaan yang konsisten memiliki arus kas pendanaan positif dari utang baru berisiko mengalami kendala likuiditas saat jatuh tempo.
- Stabilitas Pembayaran Dividen: Arus kas keluar reguler untuk dividen mencerminkan perusahaan memiliki performa keuangan yang matang (mature) dan stabil.
- Efek Dilusi Saham: Penerbitan saham baru secara masif mengindikasikan adanya dilusi kepemilikan saham bagi investor lama demi mendapatkan modal kerja.
Contoh Financing Activities dalam Laporan Arus Kas Perusahaan
Untuk memahami penerapan konsep ini secara praktis, Anda perlu melihat bagaimana transaksi pendanaan dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan riil.
Melalui contoh visual dan analisis di bawah ini, Anda dapat mempelajari mekanisme pencatatan hingga cara menarik kesimpulan dari angka-angka tersebut.
Contoh Transaksi Perusahaan
Sebagai ilustrasi, PT Kledo Berhati Nyaman pada tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember memiliki data transaksi pendanaan sebagai berikut:
- Menerbitkan saham baru untuk penambahan modal kerja sebesar Rp250.000.000 (Kas Masuk).
- Memperoleh pinjaman investasi jangka panjang dari Bank Mandiri sebesar Rp100.000.000 (Kas Masuk).
- Membayar angsuran pokok pinjaman bank sebesar Rp50.000.000 (Kas Keluar).
- Membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp30.000.000 (Kas Keluar).
Cara Membaca Bagian Financing Activities
Berdasarkan data transaksi di atas, berikut adalah penyusunan format pos aktivitas pendanaan di dalam laporan arus kas:
PT Kledo Berhati Nyaman
Laporan Arus Kas (Sebagian)
Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember
| Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: | |
| Penerimaan dari Penerbitan Saham | Rp250.000.000 |
| Penerimaan dari Pinjaman Bank Jangka Panjang | Rp100.000.000 |
| Pembayaran Pokok Pinjaman Bank | (Rp50.000.000) |
| Pembayaran Dividen Tunai | (Rp30.000.000) |
| Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan | Rp270.000.000 |
Cara membaca tabel di atas adalah dengan melihat tanda kurung ( ) yang memisahkan antara arus uang masuk dan keluar.
Nilai Rp270.000.000 diperoleh dari total kas masuk (Rp350.000.000) dikurangi total kas keluar (Rp80.000.000).
Karena hasilnya tidak berada dalam tanda kurung, maka pos pendanaan perusahaan ini menghasilkan nilai positif.
Interpretasi Perubahan Kas dari Aktivitas Pendanaan
Nilai akhir positif sebesar Rp270.000.000 menunjukkan bahwa PT Kledo Berhati Nyaman berada dalam fase akumulasi modal eksternal yang cukup besar.
Perusahaan berhasil menghimpun dana segar senilai Rp350.000.000 melalui instrumen ekuitas dan utang, sementara kewajiban yang diselesaikan hanya sebesar Rp80.000.000.
Secara analisis keuangan, kondisi ini mengindikasikan dua hal utama:
- Kesiapan Ekspansi: Perusahaan memiliki likuiditas tambahan yang siap dialokasikan untuk aktivitas investasi, seperti pembelian aset tetap atau pengembangan infrastruktur baru.
- Risiko Masa Depan: Walaupun kas saat ini bertambah besar, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga pertumbuhan laba agar mampu membayar sisa pokok pinjaman bank beserta bunganya, serta memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi para pemegang saham baru di periode mendatang.
Baca juga: SOP Keuangan Perusahaan: Contoh dan Download Template Di Sini!
Kesimpulan
Memahami financing activities membantu Anda memantau pergerakan modal jangka panjang dan menjaga struktur pendanaan bisnis tetap sehat.
Nilai positif atau negatif pada pos ini mencerminkan strategi keuangan perusahaan, apakah sedang menghimpun modal untuk ekspansi atau fokus melunasi kewajiban serta membagikan keuntungan kepada investor.
Menyusun laporan arus kas secara manual tentu membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak terjadi kesalahan input data. Untuk mempermudah pembukuan bisnis, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi Kledo.
Di Kledo, fitur Laporan Arus Kas serta puluhan jenis laporan keuangan lainnya sudah terintegrasi dan otomatis dibuat oleh sistem tanpa perlu repot menghitung manual.
Anda dapat mempelajari fitur pembukuan lengkap di sini. Jika Anda ingin langsung menguji kemudahan sistemnya untuk bisnis Anda, silakan coba langsung aplikasi Kledo secara gratis melalui tautan ini.