SOP Keuangan Perusahaan: Contoh dan Download Template Di Sini!

SOP keuangan perusahaan

Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan perusahaan adalah serangkaian pedoman tertulis yang mengatur bagaimana perusahaan mengelola aspek keuangan mereka.

SOP ini mencakup proses, aturan, dan langkah-langkah yang harus diikuti oleh staf keuangan dan manajemen keuangan dalam organisasi.

Di artikel ini, kami akan menjelaskan mengenai pengertian SOP keuangan perusahaan, fungsi, komponen, dan bagaimana cara menyusunnya.

Pengertian SOP Keuangan Perusahaan

Pengertian SOP keuangan perusahaan

Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan perusahaan adalah serangkaian pedoman tertulis yang mengatur cara perusahaan dalam mengelola aspek keuangan mereka.

SOP ini mencakup seperangkat aturan dan langkah-langkah yang harus diikuti oleh staf keuangan dan manajemen keuangan untuk menjaga supaya keuangan perusahaan tetap teratur, transparan, dan sesuai dengan peraturan.

Fungsi SOP Keuangan bagi Perusahaan

SOP keuangan perusahaan memiliki beberapa fungsi penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Dalam rangka memahami secara mendalam dan lebih luas, berikut adalah beberapa fungsi utama SOP keuangan:

Mengatur pengelolaan keuangan

SOP keuangan memberikan kerangka kerja yang jelas untuk mengatur dan mengelola semua aspek keuangan perusahaan.

Hal inini membantu perusahaan menjaga keteraturan dalam pengelolaan keuangan yang mereka lakukan.

Menjaga transparansi dan akuntabilitas

Melalui SOP, perusahaan menciptakan tingkat transparansi yang tinggi dalam mengelola keuangan.

Dengan tercitapnya transparansi, semua pihak yang terlibat memahami bagaimana keputusan keuangan diambil dan siapa yang bertanggung jawab atasnya.

Mencegah terjadinya fraud dan penyalahgunaan

SOP juga berfungsi untuk mencegah terjadinya kecurangan keuangan (fraud) dan penyalahgunaan dana. Dengan prosedur yang ketat, perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko.

Manajemen risiko keuangan

SOP keuangan mencakup prosedur pengendalian internal yang dirancang untuk mengelola risiko keuangan.

Hal ini mencakup pemantauan aliran kas, pengelolaan utang, dan manajemen investasi.

Pengambilan keputusan yang akuntabel

SOP memberikan pedoman yang diperlukan untuk pengambilan keputusan keuangan yang tepat.

Hal ini berguna untuk membantu perusahaan dalam merencanakan dan mengelola anggaran, serta menilai dampak finansial dari keputusan strategis.

Pemantauan kinerja keuangan

Melalui SOP, perusahaan dapat secara teratur memantau dan mengevaluasi kinerja keuangan mereka yang dapat membantu dalam mengidentifikasi masalah potensial dan mengambil tindakan perbaikan.

Pengawasan audit

Ketika perusahaan menghadapi audit internal atau eksternal, SOP keuangan memberikan panduan yang jelas untuk memastikan audit berjalan dengan lancar.

Banner 1 kledo

Komponen yang Harus Ada di SOP Keuangan Perusahaan

SOP keuangan perusahaan adalah panduan atau prosedur tertulis yang digunakan untuk mengatur dan mengendalikan semua aktivitas keuangan perusahaan.

SOP berfungsi untuk memastikan bahwa keuangan perusahaan dijalankan dengan efisien, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Berikut adalah komponen-komponen utama dalam SOP keuangan:

Tujuan dan ruang lingkup

Bagian ini menjelaskan mengapa SOP tersebut dibuat dan sejauh mana cakupannya. Tujuannya adalah agar semua orang yang terlibat dalam keuangan perusahaan memahami pentingnya SOP ini.

Tata kelola keuangan

Bagian ini mencakup pengaturan organisasi keuangan perusahaan. Hal mungkin mencakup struktur departemen keuangan, tugas dan tanggung jawab setiap departemen, serta siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan keuangan.

Misalnya, CFO (Chief Financial Officer) biasanya memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan keuangan.

Prosedur penyusunan anggaran

Detail penting adalah bagaimana anggaran perusahaan disusun. Pada bagian ini dapat dijelaskan bagaimana ketentuan proses pengajuan anggaran oleh departemen yang berbeda, proses persetujuan, dan cara mengelola anggaran sepanjang tahun.

Pengendalian pengeluaran

Bagian ini akan lebih mendalam dengan menjelaskan proses persetujuan pengeluaran, apakah ada batasan tertentu yang perlu diikuti, dan bagaimana setiap pengeluaran dicatat dan diaudit.

Pelaporan keuangan

Anda bisa menjelaskan bagaimana laporan keuangan disusun. Pada bab ini Anda bisa menyebutkan jadwal penyusunan laporan, siapa yang bertanggung jawab, dan apakah ada persyaratan khusus dalam penyusunan laporan seperti standar akuntansi tertentu yang digunakan.

Audit dan pengawasan

Dalam bagian ini, Anda bisa merinci lebih jauh tentang prosedur audit internal dan eksternal.

Misalnya, bagaimana audit internal dilakukan secara berkala untuk memeriksa kepatuhan internal terhadap prosedur, sementara audit eksternal melibatkan pihak luar yang memeriksa laporan keuangan.

Kebijakan perpajakan

Anda bisa menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola perpajakan, seperti penghitungan dan pelaporan pajak penghasilan, PPN, dan kewajiban pajak lainnya.

Ini termasuk perpajakan lokal dan internasional jika perusahaan beroperasi di berbagai negara.

Manajemen kas dan investasi

Di sini, Anda dapat membahas lebih detail tentang cara perusahaan mengelola kasnya, termasuk kebijakan investasi.

Misalnya, apakah ada batasan pada investasi jangka pendek atau jangka panjang, serta bagaimana pengendalian likuiditas diatur.

Tata kelola risiko keuangan

Anda dapat menjelaskan lebih lanjut tentang cara perusahaan mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko finansial.

Bagian ini bisa termasuk penggunaan instrumen keuangan derivatif atau metode lain untuk mengurangi risiko mata uang asing atau fluktuasi suku bunga.

Format SOP Keuangan dan Akuntansi Perusahaan

Format SOP KEUANGAN PERUSAHAAN

SOP sangat penting untuk memastikan konsistensi operasional bisnis serta memastikan bahwa perusahaan patuh terhadap persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku.

Nah, di bawah ini merupakan format SOP keuangan dan akuntansi perusahaan sederhana yang dapat Anda jadikan sebagai rujukan dalam menyusun SOP ini:

Bagian 1. Tujuan SOP

SOP keuangan perusahaan dimaksudkan untuk memberikan panduan yang jelas dan terstruktur kepada semua anggota tim keuangan.

Tujuannya adalah untuk memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas keuangan, memitigasi risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan dan peraturan perpajakan.

Bagian 2. Pendahuluan

Di bagian ini, Anda perlu menguraikan informasi tentang perusahaan yang relevan untuk konteks SOP.

Ini termasuk deskripsi singkat tentang perusahaan, sejarah singkatnya, dan latar belakang singkat mengenai mengapa SOP ini diperlukan.

Anda juga perlu mendefinisikan ruang lingkup SOP, yaitu tugas dan proses yang akan dicakup dalam dokumen ini.

Bagian 3. Tata kelola keuangan

Struktur organisasi keuangan

Jelaskan bagaimana departemen keuangan diorganisasi, termasuk bagan struktur dan hierarki. Siapa yang bertanggung jawab atas apa, dan bagaimana komunikasi dalam departemen dilakukan.

Wewenang dan tanggung jawab

Rincikan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim keuangan. Misalnya, siapa yang berwenang menyetujui transaksi keuangan tertentu, dan siapa yang bertanggung jawab untuk melaporkan keuangan perusahaan.

Alur persetujuan transaksi keuangan

Jelaskan bagaimana transaksi keuangan diproses dari awal hingga akhir, termasuk persetujuan yang diperlukan dan prosedur untuk menghindari kecurangan atau kesalahan.

Bagian 4. Akuntansi

Kebijakan akuntansi

Identifikasi kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan, seperti metode pengakuan pendapatan, penilaian aset, dan lainnya.

Pengakuan pendapatan

Jelaskan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mengenali pendapatan, baik itu pendapatan penjualan, sewa, atau sumber pendapatan lainnya.

Penilaian aset

Terangkan metode dan kriteria yang digunakan untuk menilai aset perusahaan, seperti persediaan, tanah, bangunan, dan aset tetap lainnya.

Penggantian persediaan

Berikan langkah-langkah yang harus diikuti saat menggantikan persediaan, termasuk perhitungan dan pemantauan persediaan.

Penyusunan laporan keuangan

Rincikan prosedur penyusunan laporan keuangan, termasuk jadwal, konten, dan persyaratan pelaporan.

Bagian 5. Pengelolaan kas dan rekening bank

Pengendalian pengeluaran kas

Jelaskan bagaimana perusahaan mengelola dan mengendalikan pengeluaran kas harian, termasuk prosedur validasi dan persetujuan.

Penyusunan rekonsiliasi bank bulanan

Terangkan cara menyusun rekonsiliasi bank bulanan untuk memastikan kecocokan antara catatan perusahaan dan bank.

Prosedur penyetoran dana

Jelaskan bagaimana dana yang diterima oleh perusahaan disetor ke rekening bank yang sesuai.

Bagian 6. Manajemen risiko keuangan

  • Identifikasi risiko keuangan: Tinjau potensi risiko keuangan yang dapat memengaruhi perusahaan, seperti fluktuasi mata uang, suku bunga, atau risiko piutang.
  • Tindakan mitigasi risiko: Jelaskan langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk mengurangi atau mengelola risiko-risiko tersebut.
  • Manajemen utang: Rincikan bagaimana perusahaan mengelola utangnya, termasuk prosedur pinjaman dan pembayaran.

Bagian 7. Pajak dan kepatuhan perpajakan

  • Proses pelaporan pajak: Jelaskan bagaimana perusahaan melaporkan pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai (PPN), atau pajak lainnya kepada otoritas pajak.
  • Kewajiban perpajakan: Terangkan kewajiban perusahaan dalam mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku dan prosedur untuk pembayaran pajak.
  • Perubahan peraturan pajak: Jelaskan bagaimana perusahaan mengidentifikasi dan mengelola perubahan dalam peraturan pajak yang dapat memengaruhi bisnis mereka.

Bagian 8. Laporan dan analisis keuangan

  • Penyusunan laporan keuangan bulanan: Jelaskan cara menyusun laporan keuangan bulanan, termasuk jadwal pelaporan dan prosedur yang digunakan.
  • Analisis kinerja keuangan: Rincikan proses analisis kinerja keuangan untuk memahami tren dan kinerja keuangan perusahaan.
  • Perbandingan anggaran vs. aktual: Jelaskan bagaimana perusahaan membandingkan hasil aktual dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Bagian 9. Pelatihan dan pengembangan karyawan

  • Program pelatihan: Tinjau program pelatihan yang tersedia bagi anggota tim keuangan untuk meningkatkan kompetensi mereka.
  • Pengembangan keahlian: Jelaskan upaya perusahaan dalam pengembangan keahlian dan pengetahuan karyawan dalam bidang keuangan dan akuntansi.

Bagian 10. Perubahan dan pemeliharaan SOP

  • Proses perubahan SOP: Rincikan bagaimana SOP diperbarui, termasuk langkah-langkah untuk mengusulkan perubahan, persetujuan, dan implementasi.
  • Revisi terakhir: Catat riwayat revisi terakhir SOP dan penyimpanan versi sebelumnya

Bagian 11. Lampiran

  • Dokumen pendukung: Sertakan formulir, format dokumen, atau panduan yang digunakan dalam proses keuangan.
  • Daftar kontak penting: Cantumkan daftar kontak yang penting dalam departemen keuangan.

Komponen SOP keuangan perusahaan yang sudah kami sebutkan sifatnya opsional dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Download Template SOP Keuangan Perusahaan

Untuk memudahkan proses penyusunan SOP keuangan perusahana, di bawah ini kami bagikan template yang dapat Anda unduh secara gratis:

[DOWNLOAD TEMPLATE SOP KEUANGAN PERUSAHAAN]

[DOWNLOAD TEMPLATE SOP KEUANGAN PERUSAHAAN – 2]

Jenis-Jenis SOP Keuangan dan Akuntansi Perusahaan

Berikut adalah beberapa jenis SOP keuangan dan akuntansi yang dibutuhkan perusahaan:

1. SOP piutang

Piutang usaha mengacu pada pembayaran terutang kepada perusahaan atas barang dan jasa yang dipasoknya kepada pelanggan secara kredit.

Berikut adalah SOP yang ditetapkan untuk mengelola piutang perusahaan:

  • Prosedur pemrosesan pembayaran dapat mencakup pedoman penagihan, pembuatan faktur, pencatatan pembayaran, pembaruan akun pelanggan, dan penerimaan berbagai bentuk pembayaran.
  • Prosedur pengelolaan utang untuk menangani pelanggan yang gagal bayar, keterlambatan pembayaran dan aturan untuk memulai tindakan hukum bila diperlukan.
  • Prosedur komunikasi pelanggan untuk berbicara dengan pelanggan mengenai saldo terutang, pengingat pembayaran, dan instruksi untuk menangani perselisihan dan pertanyaan pelanggan.
  • Prosedur pelaporan dan analisis untuk menghasilkan laporan yang berkaitan dengan piutang.

2. SOP hutang

Hutang dagang mencakup jumlah hutang perusahaan kepada kreditur selama beberapa waktu. Prosedur operasi standar hutang meliputi: 

  • Pemrosesan faktur mengatur prosedur untuk menerima, meninjau, dan memproses faktur vendor, mengonfirmasi penerimaan barang atau jasa, dan memeriksa perbedaan atau kesalahan pengiriman barang/jasa.
  • Alur approval menguraikan alur persetujuan untuk faktur dan menentukan pihak atau departemen yang bertanggung jawab untuk meninjau dan menyetujui faktur di berbagai tingkat. 
  • Syarat dan ketentuan pembayaran menentukan syarat dan ketentuan pembayaran yang diikuti tim terkait, seperti tanggal jatuh tempo pembayaran, diskon pembayaran awal, dan denda keterlambatan pembayaran. 
  • Pemrosesan pembayaran menguraikan prosedur untuk memproses pembayaran vendor, memperoleh tanda tangan atau otorisasi yang diperlukan, dan mengelola dokumentasi.
  • Manajemen vendor mencakup pedoman untuk mengelola hubungan vendor, memperbarui informasi vendor, dan menyelesaikan pertanyaan atau masalah vendor apa pun.

3. SOP kepatuhan perpajakan

SOP kepatuhan pajak diperlukan agar tim keuangan dan akuntansi tetap sejalan dengan hukum dan melindungi perusahaan dari masalah terkait perpajakan. 

Berikut beberapa hal yang dicakup dan dipantau oleh SOP perpajakan:

  • Mengidentifikasi undang-undang perpajakan dan peraturan yang relevan dengan bisnis.
  • Pedoman yang ditetapkan untuk memelihara catatan pajak yang akurat dan terorganisir
  • Menetapkan tenggat waktu untuk menyampaikan laporan pajak dan pembayaran, serta menetapkan tanggung jawab bagi pihak yang terlibat dalam pengajuan dan pembayaran.
  • Proses yang ditetapkan untuk melakukan pemeriksaan kepatuhan berkala, audit internal, penilaian mandiri, atau melibatkan profesional pajak eksternal untuk meninjau kepatuhan pajak dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
  • Mengidentifikasi pedoman untuk mendokumentasikan keputusan, tindakan, dan prosedur terkait perpajakan untuk menangani pemeriksaan dan perselisihan pajak.

4. SOP pengelolaan arus kas

SOP pengelolaan arus kas mengendalikan dan memantau pergerakan dana masuk dan keluar perusahaan sehingga terdapat cukup uang tunai untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. 

Beberapa SOP pengelolaan arus kas tersebut antara lain:

  • Peramalan arus kas menguraikan metode, alat, dan jadwal untuk memproyeksikan arus kas masuk dan arus kas keluar. 
  • Manajemen pengeluaran mendefinisikan prosedur untuk penganggaran, pemantauan, dan pengendalian pengeluaran, termasuk pedoman untuk meninjau dan menyetujui pengeluaran, menegosiasikan persyaratan pembayaran dengan vendor, dan mengoptimalkan arus kas keluar.
  • Pemantauan arus kas menyusun prosedur untuk memantau arus kas secara rutin, merencanakan frekuensi analisis arus kas, seperti harian, mingguan, atau bulanan, dan menentukan metrik atau indikator utama yang akan dilacak.
  • Pelaporan arus kas menetapkan persyaratan pelaporan untuk pengelolaan arus kas, prosedur untuk menghasilkan laporan arus kas, proyeksi, dan laporan relevan lainnya.

5. SOP perbankan dan investasi

Sektor perbankan dan investasi perlu diatur secara ketat karena kepercayaan serta kerahasiaan sangat penting. 

SOP sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap standar industri dan mencakup berbagai aktivitas perbankan dan investasi, beberapa di antaranya meliputi:

  • Mendefinisikan dengan jelas peran dan tanggung jawab berbagai pemangku kepentingan di perbankan dan unit investasi, termasuk karyawan, manajer, petugas kepatuhan, dan auditor.
  • Menguraikan undang-undang, peraturan, dan standar industri yang relevan yang mengatur aktivitas perbankan dan investasi serta panduan untuk mematuhinya.
  • Menjelaskan proses melakukan uji tuntas (due diligence) pelanggan secara menyeluruh.
  • Merinci prosedur pembukaan dan pemeliharaan rekening pelanggan, termasuk dokumenyang diperlukan, proses persetujuan, penilaian risiko, dan peninjauan berkala.
  • Menjelaskan rangkaian produk dan layanan investasi yang ditawarkan unit perbankan, seperti tabungan, deposito, reksadana, dan perdagangan surat berharga.
  • Merinci kerangka manajemen risiko untuk unit perbankan dan investasi, yang mencakup bidang-bidang seperti risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, dan kepatuhan serta menetapkan prosedur untuk identifikasi, penilaian, pemantauan, dan mitigasi risiko.
  • Menguraikan tata cara pemrosesan berbagai transaksi, termasuk penyetoran, penarikan, transfer dana, pencairan pinjaman, dan perintah investasi.
  • Menetapkan prosedur untuk menangani masalah, seperti penipuan, pelanggaran keamanan, pelanggaran data, dan keluhan pelanggan serta menguraikan langkah-langkah untuk pelaporan, investigasi, resolusi, dan eskalasi insiden.

6. SOP rekonsiliasi bank

SOP rekonsiliasi bank menguraikan proses untuk mencocokkan saldo rekening organisasi dengan informasi yang dicatat dalam catatan. 

Hal ini penting untuk memberikan transparansi dan mencegah terjadinya ketidaksesuaian dalam transaksi yang diproses oleh bank. 

SOP rekonsiliasi bank biasanya mencakup langkah-langkah berikut:

  • Petunjuk untuk mengumpulkan laporan bank
  • Prosedur terperinci untuk merekonsiliasi rekening dan memverifikasi cek dan pembayaran untuk memastikan konsistensi.
  • Pedoman untuk menyelidiki perbedaan yang diidentifikasi selama proses rekonsiliasi.
  • Uraikan langkah-langkah untuk menyetujui rekonsiliasi yang final dan telah selesai. 
  • Menetapkan prosedur untuk mendokumentasikan dan menyimpan catatan rekonsiliasi.

7. Manajemen tugas berulang dan pengingat pembayaran

Manajemen tugas dan pengingat pembayaran yang berulang sangat penting untuk organisasi dan manajemen keuangan yang efisien. SOP ini meliputi:

  • SOP manajemen tugas berulang menguraikan cara mengelola tugas berulang yang harus dilakukan secara rutin, seperti laporan bulanan, pemeliharaan rutin, atau pertemuan terjadwal.
  • SOP pengingat pembayaran menguraikan bagaimana perusahaan menangani pengingat pembayaran dan platform atau software apa pun yang digunakan untuk mengotomatiskan proses pengingat pembayaran.

8. Metodologi persetujuan dan alur proses

Metodologi persetujuan dan SOP alur proses dirancang untuk menetapkan pedoman dan prosedur yang jelas untuk memperoleh persetujuan dalam suatu organisasi. 

SOP ini memberikan instruksi rinci untuk:

  • Memulai permintaan persetujuan.
  • Mendefinisikan kriteria persetujuan.
  • Menentukan tingkat otoritas yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang berbeda.
  • Menetapkan aturan dan pedoman untuk mendapatkan persetujuan.
  • Mengarahkan proposal melalui saluran yang tepat.

9. SOP pengelolaan kas kecil

SOP ini berlaku bagi seluruh pegawai yang bertugas menangani dana kas kecil atau melakukan pengeluaran kas kecil atas nama perusahaan. 

SOP kas kecil biasanya mencakup hal-hal berikut:

  • Penyiapan dana kas kecil.
  • Pengeluaran kas kecil.
  • Pengisian kembali kas kecil.
  • Pelaporan dan pencatatan dana kas kecil.
  • Audit dan kepatuhan kas kecil.

Cara Menyusun SOP Keuangan Perusahaan

Tujuan SOP akuntansi dan perusahaan adalah menjelaskan prosedur yang jelas, mudah diikuti, dan relevan. 

Berikut merupakan langkah-langkah untuk menyusun SOP akuntansi dan keuangan:

1. Mendefinisikan dengan jelas tujuan, peran dan tanggung jawab

Mulailah menulis SOP dengan menyatakan secara jelas maksud dan tujuan pembuatan SOP. 

Hal ini membantu pengguna memahami ruang lingkup dan tujuan prosedur sehingga pembaca bisa memahami apa yang menjadi ekpektasi atas penyusunan SOP.

2. Gunakan format dan struktur konsisten

Gunakan format dan struktur yang konsisten untuk semua SOP di departemen akuntansi. 

Hal ini bertujuan agar staff semakin terbiasa dengan format SOP dan mendukung kemudahan penggunaan bagi karyawan yang perlu mengacu pada berbagai prosedur.

3. Gunakan bahasa yang jelas dan lugas

Tulislah SOP dengan bahasa yang jelas untuk memastikan siapa pun yang mengakses dokumen SOP mengetahui apa yang harus dilakukan setelahnya. 

Gunakan bullet point atau poin-poin untuk menguraikan setiap tindakan atau tugas serta hindari akronim dan istilah teknis kecuali diperlukan. 

Selain itu, jelaskan saat menggunakan istilah khusus dan lengkapi instruksi tertulis dengan alat bantu visual seperti diagram alur untuk memperjelas proses yang kompleks.

Untuk mempercepat pembelajaran, gunakan contoh atau contoh dokumen, seperti formulir atau laporan yang telah diisi, untuk mengilustrasikan format atau konten yang diharapkan.

4. Gunakan referensi yang relevan

Tambahkan referensi SOP yang terkait atau sumber daya relevan lainnya, seperti kebijakan akuntansi atau panduan penggunaan software untuk menyediakan sumber informasi tambahan bila diperlukan.

5. Melakukan review dan update secara berkala

Tinjau dan perbarui SOP secara berkala untuk memastikan SOP tetap akurat dan mencerminkan setiap perubahan dalam proses, peraturan, atau praktiknya. 

Pastikan untuk meminta umpan balik dari karyawan yang menggunakan SOP untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

6. Pelatihan dan komunikasi

Tidaklah cukup hanya membuat SOP dan meminta karyawan untuk memahminya secara mandiri. Anda juga harus memberikan pelatihan dan orientasi kepada karyawan dalam proses penggunaan SOP. 

Bahkan setelah menyelesaikan SOP, Anda harus tetap berkoordinasi dnegan tim dan komunikasikan setiap perubahan agar semua pengguna memahami SOP tersebut.

Contoh SOP Keuangan Perusahan

Di bawah ini merupakan contoh SOP keuangan dan akuntansi perusahaan yang bisa dijadikan sebagai referensi ketika menyusun SOP:

Contoh SOP keuangan perusahaan
Contoh 2
Contoh 3

Selain contoh tersebut, di bawah ini kami bagikan contoh SOP keuangan perusahaan yang dapat Anda akses melalui tautan berikut:

[CONTOH SOP KEUANGAN PERUSAHAAN]

Kesimpulan

Itulah pembahasan mengenai SOP keuangan perusaahaan mulai dari definisi, pengertian, komponen, cara membuat, dan contoh template yang bisa Anda unduh secara gratis.

SOP keuangan dibuat guna memastikan bahwa keuangan perusahaan dikelola secara efektif dan mencegah terjadinya kecurangan maupun pemborosan yang dapat merugikan perusahaan.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi seperti Kledo.

Kledo merupakan software yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan keuangan bisnis dan dapat digunakan untuk berbagai jenis bisnis baik jasa, dagang, manufaktur, dan lainnya.

Mulai dari 139 ribu per bulannya, Anda sudah bisa menggunakan fitur terlengkap dari Kledo. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, gunakan Kledo gratis selama 14 hari bahkan selamanya sekarang juga melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two − one =