Pengertian Marginal Utility: Rumus dan Penerapannya dalam Bisnis

marginal utility banner

Marginal utility adalah ukuran yang mendefinisikan kepuasan tambahan yang diterima pelanggan dari satu unit produk atau layanan.

Jika dipahami dengan benar, konsep ini bisa membantu Anda memahami bagaimana konsumen menentukan jumlah produk yang ingin mereka beli dan bagaimana kepuasan memengaruhinya.

Setelah itu, Anda juga bisa menerapkannya pada strategi penjualan di bisnis Anda. Penasaran?

Dalam artikel ini, kita akan mengetahui pentingnya marginal utility, penerapannya dalam bisnis, dan pengaruhnya terhadap pilihan konsumen.

Apa Itu Marginal Utility?

Marginal utility adalah tambahan kepuasan atau manfaat yang konsumen rasakan ketika mengonsumsi satu unit tambahan barang atau jasa.

Misalnya, seseorang yang sedang haus membeli segelas air. Gelas pertama memberikan manfaat yang sangat besar karena bisa menghapus dahaga.

Jika ia membeli gelas kedua, air tersebut masih memberikan manfaat, tetapi kemungkinan tidak sebesar gelas pertama. Gelas ketiga mungkin memberikan manfaat yang lebih kecil lagi.

Marginal utility membantu menjelaskan perilaku konsumen dalam memutuskan apa yang akan mereka beli.

Anda bisa mengetahui:

  • Perilaku konsumen: mengapa konsumen membeli produk dalam jumlah tertentu.
  • Keputusan pembelian: bagaimana konsumen menentukan apakah pembelian tambahan masih memberikan manfaat.
  • Hubungan manfaat dan harga: konsumen cenderung mempertimbangkan manfaat yang diperoleh dibandingkan harga produk.
  • Permintaan produk: perubahan manfaat yang dirasakan konsumen dapat memengaruhi jumlah produk yang ingin dibeli.

Dengan memahami marginal utility, Anda sebagai pebisnis dapat melihat keputusan konsumen dari sisi nilai yang mereka rasakan, bukan hanya dari harga produk.

kledo banner 1

Baca Juga: Tips dan Metrik Manajemen Keuangan Bisnis UKM Serta Tantangannya

Apa Rumus Marginal Utility?

Marginal utility dapat dihitung dengan membandingkan perubahan total utility dengan perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.

Rumus marginal utility adalah:

MU = ΔTU / ΔQ

Keterangan:

  • MU (Marginal Utility) = tambahan kepuasan atau manfaat.
  • ΔTU (Change in Total Utility) = perubahan total utility.
  • ΔQ (Change in Quantity) = perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.

Jika jumlah konsumsi bertambah satu unit, rumusnya menjadi:

MU = Total Utility baru − Total Utility sebelumnya

Sebagai contoh, jika total utility setelah mengonsumsi 2 unit produk adalah 18 dan setelah mengonsumsi 3 unit menjadi 24, maka marginal utility unit ketiga adalah:

MU = 24 − 18 = 6

Artinya, unit ketiga memberikan tambahan kepuasan sebesar 6 unit utility.

Contoh perhitungan:

Misalnya seorang konsumen mengonsumsi suatu produk secara bertahap. Tingkat kepuasan yang diperoleh dapat digambarkan sebagai berikut:

Jumlah Produk Total Utility Marginal Utility
1 10 10
2 18 8
3 24 6
4 28 4
5 30 2

Marginal utility diperoleh dari selisih total utility antara satu tingkat konsumsi dengan tingkat sebelumnya.

  • Unit pertama: 10 − 0 = 10
  • Unit kedua: 18 − 10 = 8
  • Unit ketiga: 24 − 18 = 6
  • Unit keempat: 28 − 24 = 4
  • Unit kelima: 30 − 28 = 2

Dari tabel tersebut terlihat bahwa total utility tetap meningkat, tetapi tambahan manfaat dari setiap unit berikutnya semakin kecil.

Pola inilah yang menjadi dasar dari konsep law of diminishing marginal utility atau hukum utilitas marginal yang semakin menurun.

Apa Itu Law of Diminishing Marginal Utility?

Law of diminishing marginal utility adalah hukum yang menyatakan bahwa marginal utility cenderung menurun ketika seseorang terus mengonsumsi unit tambahan dari barang atau jasa yang sama, dengan asumsi faktor lainnya tetap.

Contohnya, ketika seseorang sangat lapar, makanan pertama yang dimakan membuat mereka kenyang dan merasa puas. Makanan kedua masih terasa memuaskan, tapi sudah tidak seenak makanan pertama.

Setelah kenyang, tambahan makanan berikutnya memberikan manfaat yang semakin kecil dan bahkan bisa membuat mual atau sakit perut.

Inilah alasan mengapa marginal utility pada tabel sebelumnya turun dari 10 menjadi 8, kemudian 6, 4, dan 2.

Catatan: Hukum ini merupakan kecenderungan ekonomi. Pada kenyataannya, tingkat kepuasan dapat dipengaruhi oleh kondisi konsumen, jenis produk, waktu, maupun konteks konsumsi.

Baca Juga: Tindakan Ekonomi: Pengertian, Tujuan dan Jenis-Jenisnya

Apa Hubungan antara Total Utility dan Marginal Utility?

Total utility dan marginal utility saling berkaitan karena marginal utility menunjukkan perubahan yang terjadi pada total utility ketika konsumsi bertambah.

Hubungannya dapat dilihat dari tiga kondisi:

  • Jika marginal utility positif, total utility masih meningkat.
  • Jika marginal utility sama dengan nol, total utility berada pada titik maksimum.
  • Jika marginal utility negatif, total utility mulai menurun.

Misalnya, seorang konsumen mendapatkan total utility sebesar 28 setelah mengonsumsi empat unit produk.

Ketika mengonsumsi unit kelima, total utility meningkat menjadi 30. Berarti unit kelima memiliki marginal utility positif sebesar 2.

Sebaliknya, jika konsumsi unit berikutnya justru membuat total utility turun, marginal utility-nya menjadi negatif.

Hubungan ini menjelaskan kapan tambahan konsumsi masih memberikan manfaat dan kapan tambahan konsumsi justru tidak lagi menguntungkan bagi konsumen.

Tabel perbedaan marginal utility dan total utility:

Aspek Marginal Utility Total Utility
Pengertian Tambahan manfaat dari satu unit barang atau jasa Total manfaat dari seluruh unit yang dikonsumsi
Fokus Manfaat dari satu unit tambahan Manfaat dari seluruh unit yang dikonsumsi
Perhitungan Perubahan Total Utility ÷ perubahan jumlah konsumsi Penjumlahan manfaat dari setiap unit yang dikonsumsi
Penggunaan Menganalisis manfaat dari keputusan konsumsi tambahan Menganalisis keseluruhan manfaat yang diperoleh konsumen

Baca Juga: Memahami Indeks Harga: Arti, Jenis, Kegunaan, dan Rumusnya

Apa Saja Penerapan Marginal Utility dalam Bisnis?

marginal utility 1

Marginal utility tidak hanya digunakan untuk menjelaskan teori perilaku konsumen. Konsep ini juga dapat digunakan untuk menyusun berbagai strategi bisnis:

– Menentukan keputusan pembelian konsumen

Konsumen dapat membandingkan manfaat tambahan yang diperoleh dari suatu produk dengan harga yang harus mereka bayarkan.

Ketika konsumen menganggap manfaat tambahan dari produk sudah tidak sebanding dengan biayanya, konsumen mungkin memilih untuk tidak melakukan pembelian berikutnya.

– Memahami permintaan produk

Semakin banyak produk yang dikonsumsi, semakin kecil juga manfaat tambahan yang dirasakan, sehingga kesediaan konsumen untuk membayar unit tambahan juga berubah.

Misalnya sebuah kedai kopi menjual kopi susu seharga Rp20.000. Pada pembelian pertama, konsumen mendapatkan manfaat yang tinggi karena memang sedang ingin minum kopi.

Namun, setelah membeli satu atau dua gelas, manfaat dari membeli gelas berikutnya bisa semakin kecil.

Karena itu, jika ingin menaikkan jumlah produk yang dibeli konsumen, tidak bisa dengan mengandalkan kopi susu saja, tapi harus ada produk lain yang memberikan nilai baru. Misalnya, kopi hitam atau roti.

– Menentukan strategi harga dan promosi

Apakah Anda tahu kenapa toko donat biasanya menjual bundling beli selusin gratis selusin, atau beli selusin diskon sekian persen? Itu juga bentuk marginal utility.

Misalnya sebuah toko menjual donat seharga Rp10.000 per buah. Konsumen mungkin bersedia membeli satu atau dua donat dengan harga normal.

Namun, semakin banyak donat yang dibeli, manfaat tambahan dari setiap donat bisa semakin kecil.

Bisnis kemudian menawarkan promo-promo besar tadi agar harga per donat menjadi lebih murah sehingga konsumen punya alasan untuk membeli lebih banyak sekaligus.

Baca Juga: Barang Ekonomis: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Apa Itu Paradox of Value dalam Marginal Utility?

marginal utility 2

Paradox of value atau paradoks nilai menjelaskan mengapa barang yang sangat penting bagi kehidupan belum tentu memiliki harga pasar yang tinggi, sedangkan barang yang kurang penting dapat memiliki harga yang jauh lebih tinggi.

Contoh mudah adalah air dan berlian.

Air sangat penting bagi kehidupan, tetapi dalam kondisi normal air relatif mudah diperoleh sehingga tambahan satu unit air mungkin memberikan manfaat yang kecil bagi seseorang yang sudah memiliki cukup air.

Berlian tidak sepenting air untuk bertahan hidup, tetapi jumlahnya lebih terbatas dan tambahan unitnya dapat memberikan nilai yang tinggi bagi konsumen tertentu.

Marginal utility membantu menjelaskan paradoks tersebut karena nilai ekonomi suatu barang tidak hanya ditentukan oleh seberapa penting barang tersebut secara keseluruhan, tetapi juga oleh manfaat tambahan dari unit terakhir yang dikonsumsi.

Baca Juga: 16 Konsep Dasar Keuangan yang Wajib Diketahui Pelaku Bisnis

Apa Kekurangan Teori Marginal Utility?

Meskipun berguna untuk menjelaskan perilaku konsumen, teori marginal utility memiliki beberapa keterbatasan.

1. Sulit mengukur kepuasan secara objektif

Utility merupakan konsep yang berkaitan dengan kepuasan konsumen.

Tapi pada kenyataannya, kepuasan seseorang tidak bisa diukur dengan angka.

2. Perilaku konsumen tidak selalu rasional

Teori ekonomi sering menggunakan asumsi bahwa konsumen selalu berusaha untuk memaksimalkan manfaat yang mereka dapatkan.

Namun, keputusan mereka biasanya juga dipengaruhi oleh emosi, kebiasaan, tren, impuls, atau pengaruh sosial.

3. Preferensi konsumen dapat berubah

Marginal utility juga dapat berubah ketika kondisi konsumen berubah. Produk yang hari ini manfaatnya kecil bisa saja memberi manfaat besar di kondisi tertentu.

Karena itu, sebaiknya pahami marginal utility sebagai alat untuk menganalisis kecenderungan keputusan konsumen, bukan untuk prediksi yang pasti.

Baca juga: Pendapatan Marginal (Marginal Revenue) Adalah: Ini Pembahasan Lengkapnya

Bagaimana Cara Membuat Keputusan Marginal dengan Akuntansi?

marginal utility 3

Akuntansi dapat membantu bisnis membuat keputusan marginal dengan menyediakan data tentang pendapatan dan biaya yang berubah ketika bisnis mengambil suatu keputusan tambahan.

1. Tentukan keputusan tambahan yang ingin dibuat

Pertama, tentukan keputusan yang ingin dievaluasi. Keputusan marginal biasanya berkaitan dengan pilihan untuk menambah atau mengurangi aktivitas bisnis.

Contohnya:

  • Menerima pesanan tambahan.
  • Menambah jumlah produksi.
  • Menambah jam operasional.
  • Memberikan diskon untuk meningkatkan penjualan.
  • Membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar.
  • Menjual produk tambahan.

Dengan menentukan keputusan secara spesifik, bisnis dapat mengetahui pendapatan dan biaya apa saja yang perlu diperhitungkan.

2. Hitung tambahan pendapatan yang diperoleh

Selanjutnya, hitung berapa pendapatan tambahan yang dihasilkan jika keputusan tersebut diambil.

Misalnya, toko mendapat pesanan tambahan 100 kotak kue dengan harga Rp50.000 per kotak. Maka tambahan pendapatannya adalah:

100 × Rp50.000 = Rp5.000.000

3. Hitung biaya tambahan yang muncul

Setelah mengetahui tambahan pendapatan, hitung biaya yang benar-benar bertambah akibat keputusan tersebut.

Misalnya untuk memproduksi 100 kotak kue tambahan, bakery membutuhkan:

  • Bahan baku: Rp2.000.000
  • Kemasan: Rp500.000
  • Tenaga kerja tambahan: Rp800.000
  • Biaya pengiriman: Rp300.000

Total biaya tambahan adalah Rp3.600.000.

Dalam analisis marginal, fokus utamanya adalah biaya yang berubah akibat keputusan tersebut, bukan seluruh biaya bisnis.

Biaya tetap yang tidak berubah karena adanya pesanan tambahan tidak perlu dianggap sebagai biaya marginal.

4. Bandingkan tambahan pendapatan dan biaya

Dalam contoh tersebut, tambahan pendapat jika mengambil pesanan 100 kotak adalah Rp5 juta, sementara tambahan biaya yang harus diambil adalah Rp3.6 juta.

Artinya, pesanan tambahan tersebut secara finansial memberikan kontribusi positif sebesar Rp1.400.000, selama tidak ada faktor penting lain yang perlu dipertimbangkan.

5. Gunakan hasil analisis untuk mengambil keputusan

Jika tambahan pendapatan lebih besar daripada tambahan biaya, keputusan tersebut berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap keuntungan.

Sebaliknya, jika tambahan biaya lebih besar daripada tambahan pendapatan, bisnis perlu mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Bisnis juga perlu melihat faktor lain seperti kapasitas produksi, ketersediaan tenaga kerja, arus kas, dan dampaknya terhadap pelanggan yang sudah ada.

Bagaimana software akuntansi membantu keputusan marginal?

Software akuntansi dapat membantu menyediakan data yang diperlukan untuk melakukan analisis tersebut, seperti:

  • Data penjualan dan pendapatan.
  • Harga pokok penjualan (HPP).
  • Biaya operasional.
  • Biaya variabel.
  • Margin keuntungan.
  • Riwayat transaksi dan laporan keuangan.

Dengan data-data di atas, Anda tidak perlu mengira-ngira lagi untuk membuat keputusan bisnis.

Baca juga: Cost of Revenue Adalah: Komponen dan Contohnya

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai marginal utility dalam sebuah proses keputusan pembelian pelanggan terhadap produk Anda.

Mengetahui utilitas marjinal yang tepat juga akan membantu Anda untuk menetapkan harga produk yang sesuai.

Dalam proses penetapan harga, penting juga untuk menghitung semua biaya pengeluaran yang ada dalam setiap produk. Biaya ini bisa termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, maupun biaya pemasaran.

Anda harus mencatat setiap biaya dalam bisnis pada sistem akuntansi yang sesuai standar supaya memudahkan Anda dalam mengambil keputusan yang valid berdasarkan data keuangan.

Belum memiliki sistem akuntansi modern? Gunakan software akuntansi online yang mudah digunakan seperti Kledo.

Kledo adalah software akuntansi Indonesia yang memiliki fitur terlengkap, mudah digunakan, dan harga terjangkau.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui tautan ini.

sugi priharto

Tinggalkan Komentar

eight − 1 =