Pendapatan Marginal (Marginal Revenue) Adalah: Ini Pembahasan Lengkapnya

pendapatan marginal

Pendapatan marginal adalah konsep yang sangat penting dalam dunia ekonomi. Istilah ini mengacu pada jumlah tambahan pendapatan yang dihasilkan ketika jumlah produksi atau penjualan suatu produk atau jasa ditingkatkan satu unit lagi.

Dalam bisnis, memahami konsep pendapatan marginal sangatlah penting karena dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat dalam mengoptimalkan produksi dan penjualan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang apa itu pendapatan marginal, bagaimana menghitungnya, dan mengapa penting bagi bisnis Anda.

Selain itu, kita juga akan membahas beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan marginal dan membuat bisnis Anda lebih menguntungkan.

Jadi, baca terus artikel ini untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang pendapatan marginal!

Pengertian Pendapatan Marginal Adalah:

gambar 1

Pendapatan marginal atau marginal revenue (MR) adalah perubahan pendapatan total yang dihasilkan dari penambahan satu unit produk atau penjualan tambahan.

Dalam kata lain, MR adalah pendapatan tambahan yang diterima oleh produsen ketika mereka menjual satu unit tambahan dari produknya.

MR penting dalam analisis ekonomi karena memungkinkan perusahaan untuk menentukan level optimal produksi dan harga produk.

Jika MR lebih besar dari biaya margin, maka produsen dapat meningkatkan keuntungan mereka dengan meningkatkan produksi dan penjualan.

Namun, jika MR kurang dari biaya margin, maka produsen harus menurunkan harga atau mengurangi produksi untuk menghindari kerugian.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Persediaan dalam Banyak Bisnis

Apa Saja Fungsi Pendapatan Marginal?

Pendapatan marginal (Marginal Revenue/MR) memiliki beberapa fungsi dalam analisis ekonomi, antara lain:

Menentukan tingkat produksi yang optimal

MR membantu perusahaan dalam menentukan tingkat produksi yang optimal. Tingkat produksi yang optimal terjadi ketika MR sama dengan biaya marginal.

Oleh karena itu, dengan mengetahui MR, perusahaan dapat mengetahui tingkat produksi yang akan menghasilkan keuntungan maksimal.

Menentukan harga optimal

MR juga membantu perusahaan dalam menentukan harga optimal untuk produk mereka.

Jika MR lebih besar dari biaya marginal, maka perusahaan dapat menaikkan harga produk mereka. Namun, jika MR lebih kecil dari biaya marginal, perusahaan harus menurunkan harga produk mereka.

Menganalisis persaingan pasar

MR juga membantu perusahaan dalam menganalisis persaingan di pasar.

Jika MR positif, maka pasar cenderung tidak terlalu kompetitif. Namun, jika MR negatif, maka pasar cenderung lebih kompetitif dan perusahaan mungkin perlu menyesuaikan harga mereka untuk tetap kompetitif.

Mengukur efisiensi

MR juga dapat digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam memaksimalkan pendapatan.

Semakin besar MR, semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan pendapatan tambahan dari setiap unit produk yang dijual.

Membantu dalam pengambilan keputusan jangka panjang

MR juga dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan jangka panjang, seperti menentukan investasi dan ekspansi.

Dengan mengetahui MR saat ini, perusahaan dapat memprediksi pendapatan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat tentang investasi dan ekspansi.

Banner 1 kledo

Baca juga: Solvabilitas dan Likuiditas: Pengertian dan Perbedaanya dalam Keuangan Bisnis

Rumus Pendapatan Marginal

Rumus untuk menghitung marginal revenue adalah sebagai berikut:

MR = ΔTR / ΔQ

Di mana:

  • MR adalah marginal revenue
  • ΔTR adalah perubahan total pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan ketika penjualan meningkat satu unit
  • ΔQ adalah penambahan satu unit penjualan.

Dengan menggunakan rumus di atas, kita dapat menghitung berapa banyak pendapatan tambahan yang akan dihasilkan oleh perusahaan ketika mereka menjual satu unit tambahan dari produk mereka.

Baca juga: Apa itu Margin of Safety dalam Akutansi?

Langkah-Langkah Menghitung Pendapatan Marginal

Berikut adalah langkah-langkah yang lebih terperinci untuk menghitung marginal revenue:

Langkah 1: Hitung pendapatan total

Hitunglah pendapatan total dari penjualan produk dengan cara mengalikan harga dengan jumlah unit yang terjual.

Misalnya, sebuah perusahaan menjual 1000 unit produk dengan harga Rp. 10.000 per unit. Maka pendapatan total yang dihasilkan adalah:

Pendapatan total = Harga per unit x Jumlah unit terjual

Pendapatan total = Rp. 10.000 x 1000

Pendapatan total = Rp. 10.000.000

Langkah 2: Tingkatkan jumlah penjualan unit

Tingkatkan jumlah penjualan sebesar x unit dan hitung kembali pendapatan total yang dihasilkan.

Dalam contoh ini, perusahaan meningkatkan penjualan sebesar 25 unit dari 100 unit menjadi 1.250 unit.

Hitung pendapatan total yang dihasilkan setelah penjualan meningkat satu unit, yaitu:

Pendapatan total baru = Harga per unit x Jumlah unit terjual setelah penjualan meningkat

Pendapatan total baru = Rp. 10.000 x 1.250

Pendapatan total baru = Rp. 12.500.000

Langkah 3: Hitung perubahan pendapatan total

Kurangi pendapatan total awal dari pendapatan total yang baru untuk mendapatkan perubahan pendapatan total.

Dalam contoh ini, hitung perubahan pendapatan total dengan mengurangi pendapatan total sebelumnya (Rp. 10.000.000) dari pendapatan total baru (Rp. 12.500.000), yaitu:

Perubahan pendapatan total = Pendapatan total baru – Pendapatan total awal

Perubahan pendapatan total = Rp. 12.500.000 – Rp. 10.000.000

Perubahan pendapatan total = Rp. 2.500.000

Langkah 4: Hitung pendapatan marginal

Bagi perubahan pendapatan total dengan penambahan jumlah penjualan satu unit untuk mendapatkan nilai MR.

Dalam contoh ini, hitung pendapatan marginal dengan membagi perubahan pendapatan total (Rp. 2.500.000) dengan penambahan jumlah penjualan unit, yaitu:

Pendapatan marginal = Perubahan pendapatan total : Penambahan jumlah penjualan satu unit

Pendapatan marginal = Rp. 2.500.000 : 250

Pendapatan marginal = Rp. 10.000

Jadi, ketika perusahaan menjual satu unit produk tambahan, mereka akan menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp. 10.000.

Baca juga: 11 Cara Melacak Pengeluaran Bisnis dan Tips Menguranginya

Bagaimana Cara Kerja Pendapatan Marjinal?

Pendapatan marjinal bekerja dengan mengukur pendapatan tambahan yang dihasilkan setiap penjualan tambahan suatu produk. Biasanya, pendapatan marjinal relatif stabil, tetapi pada titik tertentu mulai turun.

Pada grafik kurva penawaran dan permintaan, kurva pendapatan marjinal akan muncul di bawah kurva permintaan.

Begitu perusahaan memenuhi permintaan pelanggannya, ia harus menurunkan harga produknya untuk menghasilkan permintaan dan penjualan tambahan.

Saat perusahaan menurunkan harga, pendapatan yang dihasilkan oleh setiap penjualan tambahan lebih rendah daripada pendapatan yang dihasilkan oleh setiap penjualan sebelumnya.

Secara ekstrem, pendapatan marjinal untuk suatu produk mendekati nol karena perusahaan menurunkan harga menjadi nol untuk memaksimalkan permintaan.

Pada kenyataannya, perusahaan akan berhenti menurunkan harga ketika mereka mulai kehilangan uang pada setiap penjualan. Itu berarti bahwa pendapatan marjinal biasanya tetap pada atau di atas biaya produksi marjinal.

Baca juga: Bad Debt Expense: Pengertian, Metode, dan Cara Jurnalnya

Apa Kurva Pendapatan Marginal?

kurva pendapatan marginal

Kurva pendapatan marjinal adalah representasi grafis dari perubahan pendapatan marjinal karena permintaan akan suatu produk berubah.

Untuk menghasilkan permintaan tambahan atas barang atau jasa, perusahaan harus menurunkan harga produk tersebut.

Karena itu, kurva pendapatan marjinal turun di bawah kurva permintaan pada grafik. Ketika permintaan meningkat, pendapatan marjinal turun karena harga harus turun agar permintaan naik.

Baca juga: Balanced Scorecard: Pengertian Lengkap dan Cara Membuatnya

Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Marginal Revenue

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi marginal revenue:

Harga

Penurunan harga produk akan menyebabkan peningkatan penjualan, namun mengurangi marginal revenue karena harga yang lebih rendah pada penjualan tambahan.

Jumlah unit yang dijual

Semakin banyak unit yang dijual, semakin kecil pendapatan marginalnya. Sebaliknya, semakin sedikit unit yang dijual, semakin besar pendapatan marginalnya.

Elastisitas permintaan

Jika permintaan untuk produk sangat elastis, peningkatan harga dapat menyebabkan penurunan penjualan dan marginal revenue.

Sebaliknya, jika permintaan sangat tidak elastis, perubahan harga akan memiliki dampak kecil pada penjualan dan marginal revenue.

Biaya produksi

Jika biaya produksi untuk setiap unit produk menurun, maka marginal revenue akan meningkat. Sebaliknya, jika biaya produksi meningkat, pendapatan marginal akan menurun.

Persaingan

Tingkat persaingan di pasar juga dapat mempengaruhi marginal revenue.

Jika persaingan ketat, perusahaan mungkin tidak dapat menaikkan harga produk mereka tanpa kehilangan pangsa pasar, yang dapat menyebabkan penurunan pendapatan marginal.

Tingkat penetapan harga

Tingkat penetapan harga yang tepat dapat membantu perusahaan untuk memaksimalkan marginal revenue mereka.

Jika perusahaan menetapkan harga produk terlalu tinggi, maka mereka dapat kehilangan pangsa pasar dan mengurangi pendapatan marginal mereka.

Di sisi lain, jika perusahaan menetapkan harga produk terlalu rendah, mereka dapat meningkatkan penjualan namun mengurangi pendapatan marginal.

Tingkat keuntungan

Tingkat keuntungan yang diinginkan oleh perusahaan juga dapat mempengaruhi penetapan harga dan marginal revenue.

Perusahaan yang ingin memaksimalkan keuntungan mereka mungkin menetapkan harga yang lebih tinggi, yang dapat mengurangi penjualan dan marginal revenue.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat dalam menetapkan harga produk mereka dan memaksimalkan marginal revenue mereka.

Baca juga: Contoh Impairment Loss dalam Aset Beserta Jurnalnya

Strategi Meningkatkan Marginal Revenue

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan Marginal Revenue:

Penentuan harga yang tepat

Menentukan harga jual yang tepat adalah faktor penting dalam meningkatkan MR.

Perusahaan harus memperhatikan biaya produksi dan harga pesaing dalam menetapkan harga jual yang optimal untuk produknya.

Peningkatan kualitas produk

Peningkatan kualitas produk dapat meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan, yang dapat meningkatkan permintaan dan MR.

Namun, perlu diingat bahwa peningkatan kualitas harus disesuaikan dengan harga jual yang tepat agar tidak mengurangi keuntungan perusahaan.

Promosi dan pemasaran

Promosi dan pemasaran yang efektif dapat meningkatkan kesadaran dan minat pelanggan terhadap produk perusahaan.

Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan MR, asalkan biaya promosi dan pemasaran tetap terkendali.

Inovasi produk

Inovasi produk dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan membedakan produk perusahaan dari pesaing.

Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan MR, namun perlu diperhatikan bahwa biaya riset dan pengembangan harus diimbangi dengan keuntungan yang dihasilkan.

Diversifikasi produk

Diversifikasi produk dapat meningkatkan kesempatan penjualan dan MR, dengan menghadirkan produk yang berbeda-beda yang dapat menarik minat berbagai segmen pelanggan.

Mengoptimalkan kapasitas produksi

Meningkatkan kapasitas produksi dapat meningkatkan penjualan dan MR, namun perlu diperhatikan bahwa biaya tambahan untuk meningkatkan kapasitas harus seimbang dengan keuntungan tambahan yang dihasilkan.

Baca juga: Mengenal Apa itu Cost Recovery dalam Akuntansi Bisnis

Kesimpulan

Pendapatan marginal (Marginal Revenue/MR) adalah perubahan pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan ketika penjualan suatu produk ditingkatkan satu unit.

MR sangat penting dalam pengambilan keputusan bisnis, karena dapat membantu perusahaan untuk mengetahui tingkat optimal produksi dan harga jual produk.

Dalam artikel ini, telah dibahas tentang fungsi MR, faktor-faktor yang mempengaruhi MR, dan strategi untuk meningkatkan MR.

Guna memudahkan pengelolaan laporan keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Kledo.

Kledo merupakan software akuntansi online berbasis cloud buatan anak bangsa yang memiliki fitur terlengkap, mulai dari aplikasi invoice, 30 jenis laporan keuangan, software inventory, dan masih banyak lagi.

Mulai dari 139 ribu saja, Anda sudah bisa menggunakan Kledo dengan fitur paket terlengkap. Anda juga bisa lho mencoba Kledo gratis selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − one =