Pengendalian Mutu Bisnis: Jenis, Metode, dan Contohnya

pengendalian mutu bisnis banner

Pengendalian mutu bisnis atau quality control adalah usaha untuk memastikan bahwa produk dan layanan bisnis selalu memenuhi standar tertinggi.

Ini adalah pendekatan yang membantu perusahaan mengantisipasi potensi masalah sekaligus memperkuat reputasi.

Jika diterapkan dengan baik, pengendalian mutu bisnis tidak akan memperlambat produksi atau meningkatkan biaya, tapi justru bisa meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya.

Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu pengendalian mutu bisnis, berbagai jenisnya, manfaatnya, serta bagaimana penerapannya .

Apa Itu Pengendalian Mutu Bisnis?

Pengendalian mutu bisnis adalah serangkaian prosedur yang bisnis gunakan untuk menilai kesesuaian, efektivitas, dan kondisi produk maupun layanan mereka.

Proses ini mencakup berbagai teknik, aktivitas, dan tindakan untuk mengarahkan proses kerja sekaligus menghilangkan potensi kesalahan.

Tujuan utama pengendalian mutu adalah mencegah, mengidentifikasi, dan memperbaiki kesalahan atau cacat yang ada pada produk.

Dengan begitu, bisnis dapat menghasilkan produk berkualitas dan sesuai standar, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.

kledo banner 1

Baca Juga: Good Manufacturing Practice adalah: Pengertian & Manfaatnya

Jenis-Jenis Pengendalian Mutu Bisnis

Anda beberapa jenis pengendalian mutu, tergantung pada pendekatan dan kriteria evaluasi yang digunakan:

1. Pengendalian mutu statistik (Statistical Quality Control/SQC)

Jenis ini mengumpulkan dan menganalisis data untuk menilai kinerja produk atau layanan.

Contohnya adalah mengambil sampel dari sejumlah batch produksi dan menggunakan indikator statistik untuk memastikan apakah hasilnya telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

2. Pengendalian Mutu Proses

Perusahaan meninjau proses produksi dan/atau penyampaian layanan untuk menemukan peluang perbaikan serta memastikan setiap tahap berjalan sesuai standar.

Proses ini dapat mencakup identifikasi hambatan (bottleneck) atau penyimpangan dalam alur kerja.

3. Pengendalian Mutu Produk

Metode ini berfokus pada hasil akhir. Tujuannya adalah memastikan bahwa produk atau layanan yang telah selesai diproduksi benar-benar memenuhi kriteria dan spesifikasi yang telah ditentukan.

4. Pengendalian Mutu Eksternal

Jenis ini dilakukan oleh pihak independen atau pihak ketiga yang meninjau proses perusahaan dari sudut pandang yang objektif dan tidak memihak.

5. Pengendalian Mutu Internal

Pengendalian ini dilakukan oleh karyawan di dalam perusahaan sendiri sebagai bagian dari sistem pengawasan dan evaluasi rutin.

Baca Juga: Total Quality Management (TQM): Pengertian, Elemen & Penerapannya

Empat Metode Umum Pengendalian Mutu Bisnis

1. Metode Taguchi

Metode Taguchi dalam pengendalian mutu berfokus pada riset dan pengembangan (R&D), desain produk, serta tahap pengembangan untuk meminimalkisir kemungkinan produk cacat dan kegagalan selama proses manufaktur.

Pendekatan ini menekankan bahwa desain merupakan faktor yang lebih penting daripada proses produksi itu sendiri.

Tujuannya adalah menghilangkan variasi produksi sebelum benar-benar terjadi, sehingga mencegah potensi penyimpangan sejak tahap perancangan.

2. X-Bar Chart

X-Bar Chart adalah alat populer dalam pengendalian mutu bisnis yang membantu melacak tingkat variasi dari atribut yang sedang diuji.

Pada grafik ini:

  • Sumbu Y menunjukkan batas toleransi variasi.
  • Sumbu X menunjukkan sampel pengujian.

Dengan menganalisis pola variasi melalui X-Bar Chart, perusahaan dapat menentukan apakah kesalahan terjadi secara acak atau sistematis.

Informasi ini membantu manajemen mengambil langkah perbaikan yang tepat dan terarah.

3. Metode Inspeksi 100%

Metode inspeksi 100% adalah bentuk pengendalian mutu bisnis yang lengkap, karena melibatkan pemeriksaan dan evaluasi setiap bagian produk untuk menghilangkan kesalahan.

Proses ini biasanya membutuhkan:

  • Data produksi yang detail
  • Sistem analisis persediaan atau software pendukung

Namun, metode ini memiliki tantangan, seperti:

Sebagai contoh, jika inspeksi 100% diterapkan pada produk seperti buah organik, proses pemeriksaan dapat menyebabkan produk jadi cepat rusak, sehingga memengaruhi kemampuan distributor untuk menjualnya.

4. Metode Six Sigma

Six Sigma adalah metode manajemen kualitas dan peningkatan proses manufaktur yang bertujuan meminimalkan penyimpangan.

Metode ini mengukur dan menganalisis data terkait kualitas produk serta proses produksi untuk:

  • Mengidentifikasi penyebab cacat
  • Menentukan solusi yang tepat

Dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, Six Sigma hanya menoleransi sekitar 3,4 kesalahan per satu juta produk.

Fokus utamanya adalah mengoptimalkan dan terus meningkatkan proses produksi, memastikan kualitas sejak awal, serta mencegah terjadinya kecacatan produk.

Baca Juga: Manajemen Mutu: Pengertian, Fungsi, Komponen, Prinsip dan Contohnya

Mengapa Pengendalian Mutu Bisnis Penting?

pengendalian mutu bisnis 1

Berikut 8 alasan mengapa pengendalian mutu menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan:

1. Meningkatkan kesadaran terhadap konsep kualitas

Pengendalian mutu bisnis mendorong karyawan untuk selalu mempertimbangkan aspek kualitas dalam setiap tahap produksi.

Hal ini membantu perusahaan mencapai standar kualitas yang telah ditetapkan di setiap proses kerja.

2. Menurunkan biaya produksi

Pengendalian mutu berfokus pada pemeriksaan hasil produksi serta perbaikan terhadap produk yang tidak memenuhi standar.

Dengan mendeteksi kesalahan lebih awal, perusahaan dapat mengurangi pemborosan dan menekan biaya produksi secara keseluruhan.

3. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Sistem pengendalian mutu bisnis yang efektif memastikan pelanggan menerima produk yang bebas dari kesalahan dan cacat.

Hal ini berdampak langsung pada tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan.

4. Meningkatkan reputasi perusahaan

Memproduksi barang berkualitas tinggi yang memenuhi standar mutu berarti perusahaan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dampaknya, reputasi perusahaan di pasar akan semakin baik.

5. Meningkatkan semangat kerja karyawan

Menghasilkan produk bernilai tinggi bagi konsumen dapat meningkatkan kebanggaan dan moral karyawan.

Ketika mereka mengetahui bahwa produk yang mereka hasilkan berkualitas, motivasi kerja pun ikut meningkat.

6. Memperbaiki metode produksi

Proses pengendalian mutu bisnis membantu menyederhanakan dan meningkatkan proses produksi.

Ini berarti metode dan teknik kerja terus berkembang, sehingga produktivitas menjadi lebih tinggi.

7. Meningkatkan penjualan

Reputasi yang baik karena kualitas produk yang unggul akan menarik lebih banyak pelanggan baru dan pada akhirnya meningkatkan penjualan.

8. Memastikan penggunaan sumber daya yang efektif

Pengendalian mutu bisnis membantu perusahaan memanfaatkan bahan baku dan sumber daya secara lebih efisien dengan mengurangi limbah serta meningkatkan efektivitas operasional.

Baca Juga: Manajemen Bisnis: Pengertian Lengkap dan Tips Mengelolanya

Bagaimana Pengendalian Mutu Bisnis Dilakukan di Perusahaan?

pengendalian mutu bisnis 2

Proses pengendalian mutu bisnis yang efektif umumnya terdiri dari beberapa tahapan berikut:

1. Pengembangan Kriteria Evaluasi

Langkah pertama adalah menetapkan standar dan spesifikasi yang harus dicapai produk serta dipenuhi di hadapan pelanggan.

Misalnya, tim pengendalian mutu harus menentukan:

  • Jumlah sampel yang akan diambil
  • Metode pengujian yang digunakan
  • Parameter kualitas yang menjadi acuan

Standar ini menjadi dasar dalam seluruh proses evaluasi kualitas.

2. Pengujian Bahan Baku dan Setiap Tahap Produksi

Pengendalian mutu bisnis yang efektif mengharuskan pengujian di seluruh tahapan produksi.

Proses biasanya mulai dari:

  • Pemeriksaan spesifikasi bahan baku sebelum digunakan
  • Pengujian di setiap tahap produksi secara bertahap

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi secara tepat di tahap mana masalah atau penyimpangan terjadi.

3. Perbaikan Masalah

Setelah tahap bermasalah teridentifikasi, tim harus menemukan solusi yang tepat agar kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang.

Solusi dapat berupa:

  • Perbaikan prosedur kerja
  • Penyesuaian mesin atau peralatan
  • Pelatihan ulang karyawan
  • Penggantian pemasok bahan baku

4. Pengumpulan Data dan Pengambilan Keputusan

Setelah proses selesai, tim mengumpulkan data, menyusun laporan, dan menyerahkannya kepada manajemen untuk ditinjau.

Manajemen kemudian akan:

  • Mengevaluasi proses produksi
  • Menentukan tindakan lanjutan
  • Memutuskan apakah produk cacat diperbaiki atau dimusnahkan

Jika ada banyak produk bermasalah, perusahaan perlu menyusun rencana perbaikan proses manufaktur atau bahkan mengganti sumber bahan baku.

Baca Juga: Manajemen Risiko: Pengertian, Prinsip, Tahapan, dan Fungsinya

Contoh Pengendalian Mutu Bisnis dalam Beberapa Industri

Pengendalian Mutu Bisnis dalam Industri Konstruksi

pengendalian mutu bisnis 3

Dalam industri konstruksi, pengendalian mutu bisnis menjadi hal yang wajib agar proyek bisa berhasil secara keseluruhan serta menjamin keselamatan kerja.

Apalagi, mengingat satu kesalahan saja bisa mahal harganya di industri ini.

Beberapa praktik penting meliputi:

  • Inspeksi dan audit rutin untuk mengidentifikasi penyimpangan dari gambar desain atau standar bangunan, sehingga koreksi dapat dilakukan lebih awal dan mencegah pekerjaan ulang (rework).
  • Pengujian material konstruksi, seperti uji kekuatan beton atau pemeriksaan sistem kelistrikan, guna memastikan material memenuhi standar dan mampu menahan beban sesuai perencanaan.
  • Pengawasan kepatuhan terhadap standar industri, agar proyek sesuai dengan spesifikasi teknis dan regulasi yang berlaku.

Dengan pengendalian mutu bisnis yang baik, hasil akhir proyek dapat memenuhi bahkan melampaui ekspektasi klien, sekaligus menjaga reputasi perusahaan konstruksi.

Pengendalian Mutu Bisnis dalam Layanan Kesehatan

Dalam sektor layanan kesehatan, pengendalian mutu sangat penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan pasien, hasil pengobatan, dan kualitas layanan secara keseluruhan.

Penerapan pengendalian mutu yang efektif dapat:

  • Memastikan diagnosis yang akurat dan tepat waktu, misalnya melalui pemeriksaan ulang hasil tes atau program uji kompetensi bagi tenaga medis.
  • Memantau pemberian obat, termasuk ketepatan dosis dan dokumentasi yang benar untuk mencegah kesalahan medis atau reaksi merugikan.
  • Menerapkan protokol pengendalian infeksi, termasuk prosedur sterilisasi rutin untuk menjaga lingkungan yang higienis dan mengurangi risiko infeksi terkait layanan kesehatan.

Dengan sistem pengendalian mutu yang terstruktur, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan layanan yang lebih aman dan berkualitas tinggi kepada pasien.

Baca Juga: Biaya Kualitas: Pengertian, Jenis, Cara Hitung, dan Tips Mereduksinya

Mengapa Bisnis Modern Membutuhkan Software Akuntansi untuk Pengendalian Mutu?

Software akuntansi mampu membantu perusahaan mengontrol kualitas secara tidak langsung dari sisi finansial.

Menyediakan Data yang Akurat dan Real-Time

Pengendalian mutu yang efektif harus didukung data yang valid, seperti biaya produksi, harga pokok penjualan, margin per produk, hingga tingkat retur pelanggan. Jika data masih tersebar dan dicatat secara manual, risiko kesalahan akan meningkat.

Dengan software akuntansi seperti Kledo, bisnis dapat memantau laporan keuangan, arus kas, serta pergerakan persediaan secara otomatis dan real-time. Hal ini membuat proses evaluasi mutu lebih cepat dan berbasis angka, bukan asumsi.

Mengontrol Biaya Produksi agar Tetap Efisien

Salah satu indikator kualitas proses bisnis adalah efisiensi biaya. Produk yang sering mengalami reject, pemborosan bahan baku, atau kesalahan produksi akan meningkatkan biaya dan menurunkan margin keuntungan.

Software akuntansi membantu bisnis melacak biaya bahan baku, yang membantu Anda membandingkan estimasi dan realisasi anggaran, serta menganalisis produk dengan margin rendah.

Dengan begitu, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah lebih awal dan segera melakukan perbaikan.

Pengendalian Persediaan untuk Menjaga Kualitas Produk

Manajemen stok yang buruk dapat berdampak langsung pada kualitas. Bahan baku yang kedaluwarsa, stok yang menumpuk, atau kekurangan stok saat permintaan tinggi dapat mengganggu operasional.

Melalui fitur inventory dalam software akuntansi, bisnis dapat memantau stok secara otomatis, mengatur batas minimum persediaan, serta melihat laporan pergerakan barang. Pengendalian persediaan yang baik akan membantu menjaga kualitas produk tetap konsisten.

Standarisasi Proses dan Dokumentasi yang Lebih Rapi

Pengendalian mutu membutuhkan dokumentasi yang tertata, seperti invoice, purchase order, laporan pembelian, dan laporan keuangan. Sistem manual sering kali menimbulkan kesalahan pencatatan dan data yang tidak sinkron.

Software akuntansi membantu menstandarkan seluruh proses administrasi dan pencatatan transaksi, sehingga audit internal maupun eksternal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan transparan.

Analisis Kinerja Produk dan Cabang Secara Detail

Bisnis modern sering memiliki banyak produk, cabang, dan channel penjualan. Tanpa sistem terintegrasi, sulit mengetahui produk mana yang paling menguntungkan atau cabang mana yang paling efisien.

Dengan laporan yang tersegmentasi, software akuntansi memungkinkan manajemen melakukan evaluasi menyeluruh dan memfokuskan perbaikan mutu pada area yang benar-benar membutuhkan perhatian.

Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis

Laporan seperti laba rugi, arus kas, dan analisis margin membantu manajemen menentukan langkah strategis, seperti mengganti supplier, menyesuaikan harga, atau menghentikan produk yang tidak menguntungkan.

Keputusan yang didukung data keuangan yang akurat akan meningkatkan efektivitas pengendalian mutu sekaligus menjaga kesehatan finansial bisnis.

Baca Juga: Kualitas Produk: Pengertian, Indikator, dan Cara Meningkatkannya

Kesimpulan

Pengendalian mutu bisnis adalah langkah yang bertujuan untuk mencegah, mengidentifikasi, dan memperbaiki kesalahan atau cacat yang ada pada produk.

Dengan begitu, bisnis dapat menghasilkan produk berkualitas dan sesuai standar, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.

Di era digital, pengendalian mutu harus didukung oleh data yang akurat, real-time, dan terintegrasi. Gunakan software akuntansi Kledo untuk mengontrol biaya, memantau persediaan, menganalisis margin, serta memastikan setiap proses terdokumentasi dengan baik.

Yuk, coba Kledo sekarang lewat tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

sixteen − 16 =