Kenapa Bisnis Harus Punya Program Membership? Ini Manfaatnya!

program membership banner

Program membership bisa meningkatkan retensi pelanggan, menambah nilai pembelian, dan membuat orang-orang ingin berbelanja terus di bisnis Anda.

Makanya, tidak heran banyak bisnis di era digital sekarang yang menyelenggarakan program membership dalam berbagai bentuk.

Selain menguntungkan bisnis, program membership juga membawa banyak manfaat bagi pelanggan.

Berikut kami jelaskan mengenai manfaat program membership dan cara membuatnya agar bisnis tidak merugi.

Apa Itu Program Membership?

Program membership adalah program yang memberikan pelanggan akses eksklusif ke berbagai keuntungan, konten, atau diskon sebagai imbalan atas aktivitas mereka.

Program ini dirancang agar pelanggan mau berkomitmen pada bisnis Anda, sementara Anda juga bisa memberikan nilai yang membuat mereka tetap tertarik untuk menjadi anggota.

Apakah program membership dan program loyalitas sama?

Tidak. Keduanya saling berkaitan, tetapi program membership dan program loyalitas (loyalty program) bukanlah hal yang sama.

Berikut perbedaan utamanya:

AspekMembership ProgramProgram Loyalitas
Tujuan utamaMenciptakan rasa eksklusif dan komitmen terhadap brandMendorong pelanggan melakukan pembelian berulang
Cara mendapatkan manfaatLangsung setelah menjadi anggota (mendaftar atau membayar biaya keanggotaan)Harus diperoleh dengan melakukan tindakan tertentu, seperti berbelanja, mengumpulkan poin, atau mencapai level tertentu
Biaya bergabungBisa gratis atau berbayarUmumnya gratis
FokusStatus keanggotaan dan akses eksklusifPenghargaan atas loyalitas pelanggan
Contoh manfaatGratis ongkir, akses produk eksklusif, diskon khusus anggota, acara khususPoin yang dapat ditukar hadiah, cashback, voucher, bonus ulang tahun

Saat ini, banyak brand menggabungkan program membership dan loyalitas dalam satu ekosistem.

Misalnyanya, semua pelanggan bisa mengikuti program loyalitas dan mengumpulkan poin. Tapi, hanya yang membayar biaya bulanan/tahunan yang bisa mendapat keuntungan lain seperti gratis ongkir, lebih banyak diskon dan voucher, atau akses ke produk eksklusif.

Program mana yang lebih cocok untuk bisnis?

  • Program loyalitas cocok untuk bisnis dengan frekuensi pembelian tinggi, seperti minimarket, restoran, coffee shop, salon, atau toko kosmetik. Tujuannya adalah mendorong pelanggan kembali berbelanja lebih sering.
  • Membership program lebih cocok jika bisnis memiliki nilai eksklusif atau mampu menawarkan manfaat yang berkelanjutan, misalnya komunitas premium, layanan berlangganan, gym, atau retail dengan keuntungan khusus bagi anggota.
kledo banner 1

Baca Juga: Penting! Hindari 6 Kesalahan Dalam Program Loyalitas Ini

Apa Manfaat Membuat Program Membership?

program membership 3

Program membership bisa menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue), meningkatkan loyalitas pelanggan, memperbesar nilai transaksi, hingga memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang perilaku konsumen.

1. Menghasilkan Pendapatan yang Lebih Stabil

Salah satu manfaat terbesar dari membership program adalah menciptakan pendapatan yang dapat diprediksi.

Dalam program berbayar, pelanggan biasanya dikenai biaya keanggotaan secara bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Pendapatan yang masuk secara rutin membuat bisnis lebih mudah mengelola arus kas, menyusun anggaran, dan melakukan perencanaan jangka panjang.

Bahkan membership gratis pun dapat meningkatkan pendapatan secara tidak langsung karena mendorong pelanggan untuk terus berbelanja di toko Anda daripada beralih ke kompetitor.

2. Meningkatkan Loyalitas dan Retensi Pelanggan

Ketika seseorang memutuskan menjadi anggota, mereka tidak lagi hanya bertransaksi, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan brand.

Mereka akan bertahan pada brand karena berbagai keuntungan seperti diskon khusus, gratis ongkos kirim, akses eksklusif, atau konten premium.

Akibatnya, pelanggan menjadi lebih jarang berpindah ke kompetitor sehingga tingkat retensi meningkat dan bisnis bisa menekan biaya untuk memperoleh pelanggan baru.

3. Meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV)

Customer Lifetime Value (CLV) adalah total nilai pendapatan yang dapat dihasilkan seorang pelanggan selama berhubungan dengan bisnis Anda.

Program ini membantu meningkatkan CLV karena anggota cenderung lebih sering berbelanja, menghabiskan lebih banyak uang dalam setiap transaksi, serta bertahan menjadi pelanggan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Pada membership berbayar, pelanggan juga biasanya terdorong untuk memanfaatkan manfaat yang telah mereka bayar sehingga frekuensi pembelian maupun nilai rata-rata transaksi (average order value) ikut meningkat.

Baca Juga: 10 Metrik Untuk Mengukur Efisiensi Keuangan Bisnis & Rumusnya

4. Membangun Komunitas yang Lebih Kuat

program membership 1

Jika Anda menyelenggarakan acara khusus untuk member, Anda dapat menciptakan ikatan emosi antara pelanggan dan brand, sehingga mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga merasa menjadi bagian dari komunitas.

Komunitas yang kuat juga dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan (engagement), mendorong rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth), dan menciptakan pelanggan yang secara sukarela mempromosikan brand Anda.

5. Memungkinkan Personalisasi yang Lebih Baik

Semakin sering pelanggan berinteraksi melalui program membership, maka semakin banyak data yang bisa dikumpulkan, seperti produk favorit, kebiasaan berbelanja, waktu pembelian, hingga preferensi promosi.

Data tersebut memungkinkan bisnis memberikan pengalaman yang lebih personal, misalnya melalui:

  • Rekomendasi produk yang relevan,
  • Penawaran khusus sesuai kebutuhan pelanggan,
  • Promosi berdasarkan riwayat pembelian,
  • Konten yang disesuaikan dengan minat masing-masing anggota.

Personalisasi yang tepat bisa membuka peluang upselling, cross-selling, dan pembelian berulang.

6. Memberikan Insight untuk Strategi Bisnis

Setiap aktivitas anggota menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.

Misalnya, bisnis dapat mengetahui:

  • Manfaat membership yang paling sering digunakan,
  • Produk yang paling diminati anggota,
  • Pengaruh membership terhadap frekuensi pembelian,
  • Tingkat retensi pelanggan,
  • Segmen pelanggan yang paling menguntungkan.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyempurnakan membership program, meningkatkan efektivitas pemasaran, mengembangkan produk baru, serta membuat segmentasi pelanggan menjadi lebih akurat.

Baca Juga: 5 Jenis Strategi Segmentasi Pasar dan Tips untuk Memilihanya

Bagaimana Cara Membuat Program Membership agar Bisnis Tidak Rugi?

program membership 2

Agar program membership tidak menjadi bumerang, Anda perlu menghitung agar nilai yang pelanggan terima lebih besar daripada biaya yang bisnis keluarkan.

Untuk itu, berikut adalah beberapa tips agar program membership Anda bisa memberikan laba dalam jangka panjang tapi tetap menarik untuk pelanggan:

1. Memahami unit economics

Sebelum merancang program, Anda perlu memperhatikan 4 metrik berikut:

Customer Lifetime Value (CLV/LTV)

CLV adalah total nilai bersih yang dihasilkan satu pelanggan sepanjang hubungannya dengan bisnis Anda.

Rumus CLV = Average Order Value × Frekuensi Pembelian per Tahun × Rata-Rata Masa Hidup Pelanggan (tahun)

Atau, Anda bisa mencoba rumus lain yang lebih akurat:

CLV = (Gross Margin per Transaksi × Frekuensi Pembelian) / Churn Rate Tahunan

Mengapa CLV penting? Ini karena benefit program membership harus selalu lebih kecil dari selisih CLV member vs. non-member.

Jika member yang menggunakan program Anda tidak menghasilkan CLV lebih tinggi dari biaya program, program tersebut tidak menguntungkan secara finansial.

Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC mengukur berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu member baru, termasuk biaya iklan, onboarding, biaya admin pendaftaran, dan sejenisnya.

LTV harus lebih besar dari CAC agar program layak secara finansial, namun besarannya tergantung dari jenis industri Anda. Misalnya, di industri SaaS, umumnya LTV harus 3x lebih besar dari CAC.

Margin kontribusi per member

Setelah member menggunakan semua benefit yang dijanjikan (diskon, poin, hadiah, akses eksklusif), berapa margin kontribusi yang tersisa per transaksi?

Jika seorang member rata-rata berbelanja Rp500.000 per transaksi dengan gross margin 40%, gross profit-nya adalah Rp200.000.

Jika benefit program memberikan diskon 15%, biaya program per transaksi adalah Rp75.000, menyisakan contribution margin efektif Rp125.000.

Pertanyaannya, apakah member yang bergabung lebih sering bertransaksi sehingga total contribution margin-nya lebih tinggi dari non-member?

Jika tidak, program Anda hanya memindahkan margin ke tangan member tanpa menambah volume.

2. Pilih program membership yang sesuai dengan bisnis

Ada 4 model program yang bisa Anda pilih, berikut penjelasannya:

– Program berbasis poin

Skema: Pelanggan mendapat poin per transaksi, lalu menukarnya dengan hadiah.

Kelebihan:

  • Fleksibel
  • Mudah dipahami konsumen
  • Cenderung menguntungkan bisnis

Kelemahan:

  • Sulit membangun loyalitas emosi, hanya loyalitas transaksi

– Program berbasis tier

Skema: Terdiri dari beberapa tingkatan seperti Silver, Gold, dan Platinum. Member naik tier berdasarkan akumulasi spending atau frekuensi transaksi dalam periode tertentu.

Model ini digunakan oleh AlfaGift, Sephora, dan Starbucks Rewards.

Kelebihan: Mengarahkan benefit terbesar ke segmen member dengan nilai tertinggi. Tier bawah mendapat benefit minimal dengan biaya minimal, sementara tier atas mendapat benefit premium yang diimbangi dengan volume transaksi yang lebih besar.

Kekurangan: jika tier terlalu mudah dicapai, member kelas menengah yang sebenarnya tidak menghasilkan margin tinggi bisa menikmati benefit yang terlalu mahal untuk bisnis.

– Membership berbayar

Skema: Member membayar biaya langganan (bulanan atau tahunan) untuk mendapatkan akses ke benefit eksklusif.

Model ini dipopulerkan oleh Amazon Prime, dan berdasarkan laporan publik Amazon, menghasilkan spending per anggota yang jauh lebih tinggi dibanding non-member.

Kelebihan: Biaya program sebagian besar ditanggung member itu sendiri melalui iuran, sehingga tekanan pada margin bisnis jauh lebih kecil.

Kekurangan: Nilai benefit yang ditawarkan harus secara jelas melebihi nilai iuran agar anggota mau bergabung dan memperpanjang.

– Program loyalitas koalisi

Skema: Melibatkan beberapa brand atau merchant sekaligus, di mana poin dapat diperoleh dan ditukarkan lintas partner.

Kelebihan:

  • Membagi biaya akuisisi antar partner
  • Perceived value lebih tinggi

Kekurangan:

  • Operasionalnya jauh lebih kompleks karena ada pembagian data dan penghasilan dengan partner
  • Kontrol atas pengakaman member lebih terbatas

Baca Juga: Program Loyalitas Restoran: Definisi, Manfaat, dan Contohnya

3. Lakukan analisis RFM

RFM (Recency, Frequency, Monetary) adalah framework segmentasi pelanggan yang membagi pelanggan berdasarkan tiga kriteria:

  • Recency: seberapa baru member terakhir bertransaksi
  • Frequency: seberapa sering member bertransaksi dalam periode tertentu
  • Monetary: seberapa besar total nilai transaksi member

Dari analisis ini, Anda bisa membagi pelanggan ke dalam segmen dan melakukan tindakan. Contohnya:

SegmenPenjelasanTindakan
ChampionsMember paling berhargaPertahankan, beri akses eksklusif, dan jadikan brand advocate.
At-Risk High ValueDulu aktif dan besar transaksinya, tapi belakangan tidak aktifSegera reaktivasi, karena cost-nya lebih rendah dari akuisisi member baru
Potensi LoyalBaru bergabung dan aktifBerinvestasi di segmen ini karena berpotensi menghasilkan Champions di masa depan
Low Value ChurnedSudah lama bergabung tapi tidak aktif dan nilai transaksinya sedikitJika CAC reaktivasi mendekati CAC akuisisi baru, mungkin lebih efisien mengalihkan budget.

4. Audit program membership

Setelah membuat program, jangan lupa untuk mengevaluasinya secara rutin, agar Anda tahu apakah program tersebut membawa keuntungan atau justru sebaliknya.

Audit 3 Bulan Pertama (Post-Launch)

Cari tahu apakah asumsi awal terkait program terbukti? Apakah redemption rate, enrollment rate, dan revenue per member sesuai proyeksi? Jika ada penyimpangan, identifikasi penyebabnya sebelum berlanjut lebih lama.

Audit 6–12 Bulan

Lakukan analisis kohort untuk mengetahui bagaimana perilaku member yang bergabung di bulan pertama dibandingkan dengan bulan keenam, apakah ada tier yang margin-nya negatif, atau apakah struktur benefit perlu diubah?

Audit Tahunan

Review apakah program masih relevan dengan strategi bisnis, apakah ada perubahan kompetitif yang perlu direspons, dan apakah platform teknologi masih memadai.

Baca Juga: Manfaat, Jenis, dan Contoh Program Loyalitas Bisnis Retail

Kesimpulan

Program membership bisa menjadi strategi untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan pelanggan.

Jika dirancang dengan baik, program ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong pembelian berulang, memperbesar Customer Lifetime Value (CLV), serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi bisnis.

Namun, keberhasilan membership program sangat bergantung pada kemampuan Anda mengukur hasilnya.

Bisnis perlu memantau biaya program, tingkat retensi anggota, frekuensi pembelian, hingga dampaknya terhadap profitabilitas agar manfaat yang diberikan tidak justru mengurangi keuntungan.

Untuk mempermudah proses tersebut, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi seperti Kledo. Dengan fitur pencatatan penjualan, pengelolaan pelanggan, laporan keuangan real-time, serta lebih dari 50 jenis laporan bisnis dan keuangan, Kledo membantu Anda mengevaluasi apakah membership program benar-benar meningkatkan pendapatan dan loyalitas pelanggan atau masih memerlukan penyesuaian.

Coba Kledo gratis lewat tautan ini dan rasakan kemudahannya untuk bisnis.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

seven − 2 =