Panduan Lengkap Cara Memilih Software Akuntansi Rekonsiliasi Bank

cara memilih software akuntansi rekonsiliasi bank

Rekonsiliasi bank adalah salah satu proses keuangan yang paling kritis sekaligus paling memakan waktu, terutama jika masih dikerjakan secara manual menggunakan spreadsheet.

Karena itu, banyak bisnis yang menggunakan software akuntansi dengan fitur rekonsiliasi untuk mempersingkat proses yang biasanya memakan waktu berhari-hari dalam hitungan jam.

Namun, memilih software rekonsiliasi bank bukan perkara mudah. Software yang ideal untuk startup dengan puluhan transaksi per bulan belum tentu cocok untuk bisnis UMKM yang lebih menginginkan software yang mudah digunakan namun tetap mumpuni.

Artikel ini membahas cara memilih software akuntansi rekonsiliasi bank dengan mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari kriteria dan skala bisnis.

Apa Itu Software Akuntansi Rekonsiliasi Bank?

Software akuntansi adalah aplikasi digital yang mengotomatiskan dan mengelola transaksi keuangan suatu usaha.

Software ini bisa digunakan untuk membantu berbagai kebutuhan bisnis, termasuk rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan catatan transaksi kas internal perusahaan dengan informasi dalam laporan bank (rekening koran) untuk memastikan saldo keduanya sama.

Tujuan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

  • Memastikan jumlah kas di pembukuan dan bank sama
  • Mendeteksi kesalahan seperti salah input nominal, salah hitung, atau duplikat pencatatan yang mungkin dilakukan oleh staff usaha atau pihak bank
  • Menjadi alat kontrol internal untuk melindungi aset perusahaan dari penyalahgunaan.
kledo banner 2

Baca Juga: 5 Contoh Soal Rekonsiliasi Bank dan Jurnal Penyesuaiannya

Perbedaan Proses Rekonsiliasi Bank Manual dengan Software Akuntansi

Proses rekonsiliasi bank bisa dilakukan baik secara manual maupun menggunakan software akuntansi. Namun, cara manual membutuhkan ketelitian tinggi dan cukup menyita waktu.

Sementara itu, rekonsiliasi dengan software jauh lebih cepat, praktis, dan bebas kesalahan karena aplikasi yang akan melakukan pencocokannya.

Berikut merupakan langkah-langkah rekonsiliasi bank manual dan menggunakan software akuntansi, supaya Anda bisa membandingkan prosesnya sendiri:

Rekonsiliasi bank manual

1. Siapkan dokumen yang dibutuhkan

Yang Anda butuhkan adalah:

  • Laporan rekening koran dari bank untuk bulan berjalan
  • Buku kas/jurnal kas perusahaan
  • Rekonsiliasi bulan sebelumnya sebagai acuan (jika ada)

2. Tentukan saldo awal

Pastikan saldo akhir bulan lalu di rekonsiliasi sebelumnya cocok dengan saldo awal bulan ini, baik di buku maupun di rekening koran.

3. Identifikasi Perbedaan

Berikut adalah perbedaan yang umum ditemukan dalam proses rekonsiliasi:

Penyebab SelisihPenjelasan
Deposit in transitSetoran sudah dicatat di buku, tapi belum masuk di bank
Outstanding checkCek sudah dikeluarkan, tapi belum dicairkan penerima
Bank chargesBiaya administrasi bank belum dicatat di buku
ErrorKesalahan pencatatan di salah satu pihak
Pendapatan bungaBunga dari bank belum dicatat di buku perusahaan

4. Buat Jurnal Penyesuaian

Setelah rekonsiliasi selesai, catat transaksi yang ada di bank tapi belum di buku (misalnya biaya admin, bunga) ke dalam jurnal akuntansi.

Rekonsiliasi bank dengan software

Software akuntansi umumnya mengotomasi sebagian besar proses ini. Alurnya biasanya seperti berikut:

1. Import Data Rekening Koran

Upload file rekening koran dari bank (biasanya format .csv atau .xlsx, tergantung bank). Beberapa software akuntansi seperti Kledo menyediakan fitur Bank Connect untuk menghubungkan rekening koran bank BCA dengan sistem.

2. Proses Matching

Di proses ini, Anda bertugas mencocokkan transaksi di rekening koran dengan transaksi di dalam sistem. Beberapa software mungkin sudah menyediakan proses matching otomatis.

3. Review Transaksi yang Tidak Cocok

Transaksi yang tidak berhasil dicocokkan otomatis akan ditampilkan untuk di-review manual. Lalu, Anda bisa mencocokkan secara manual, membuat transaksi baru, atau menjadikannya pengecualian.

4. Konfirmasi dan Selesai

Setelah semua transaksi cocok, rekonsiliasi ditandai sebagai selesai dan jurnal penyesuaian bisa dibuat otomatis.

Baca Juga: Cara Melakukan Rekonsiliasi Bank: Ini Langkah Mudahnya

Manfaat Software Akuntansi untuk Rekonsiliasi Bank

Software akuntansi membantu proses rekonsiliasi bank dengan membawa berbagai manfaat seperti mengurangi kesalahan pencatatan, menghemat waktu rekonsiliasi, sampai mengurangi risiko fraud.

Berikut merupakan penjelasannya:

1. Mengurangi kesalahan pencatatan

Rekonsiliasi manual sangat rentan terhadap human error seperti salah ketik angka, transaksi tercatat dua kali (double entry), hingga melewatkan transaksi.

Software akuntansi mengurangi risiko ini karena data transaksi diinput sekali dan sistem mencatatnya secara konsisten di seluruh modul yang relevan.

2. Menghemat waktu rekonsiliasi

Secara manual, rekonsiliasi bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari jika volume transaksinya tinggi.

Dengan software, proses pencocokan transaksi antara buku besar dan rekening koran bisa dilakukan dalam hitungan menit, terutama jika data rekening koran bisa diimpor langsung ke sistem seperti yang tersedia di Kledo.

Dengan Kledo, Anda bisa import bank statement dengan 2 cara, yaitu manual dan integrasi bank feed.

Manual berarti Anda hanya perlu mengunggah bank statement seperti ini:

cara memilih software akuntansi rekonsiliasi bank 2

Sementara itu, metode Bank Feed memungkinkan Anda mengintegrasikan sistem dengan mutasi bank, sehingga tidak perlu mengunggah bank statement secara manual.

3. Mempercepat proses tutup buku

Rekonsiliasi bank adalah salah satu tahap yang sering menjadi bottleneck dalam proses tutup buku bulanan atau tahunan.

Jika rekonsiliasi bisa selesai lebih cepat dan dengan hasil yang lebih akurat, seluruh siklus penutupan buku ikut terdampak positif juga.

4. Meningkatkan ketepatan laporan keuangan

Laporan keuangan bisa akurat jika datanya bersih dan sudah diverifikasi. Software akuntansi memastikan bahwa hanya transaksi yang sudah direkonsiliasi dan dikonfirmasi yang masuk ke laporan akhir.

5. Membantu audit internal dan eksternal

Software akuntansi menyimpan audit trail secara otomati, mencatat siapa yang menginput transaksi, kapan, dan perubahan apa yang dilakukan.

Jadi ketika auditor meminta bukti rekonsiliasi, semua data sudah tersedia dan terstruktur di sistem, lengkap dengan riwayat perubahannya.

6. Mengurangi risiko fraud

Rekonsiliasi bank yang dilakukan secara rutin dan sistematis adalah salah satu kontrol internal yang paling efektif untuk mendeteksi kecurangan.

Software akuntansi memperkuat kontrol ini dengan beberapa cara: pembatasan akses berdasarkan peran (role-based access) dan pencatatan aktivitas pengguna secara otomatis.

Baca Juga: Metode Rekonsiliasi Bank, Komponen, dan Contoh Soalnya

Apa Saja Kriteria dalam Memilih Software Akuntansi Rekonsiliasi Bank?

cara memilih software akuntansi rekonsiliasi bank

Sebelum memilih software rekonsiliasi bank, ada kriteria yang harus Anda pertimbangkan seperti keberadaan fitur tertentu, dukungan pelanggan, hingga harga.

1. Bank Feed Otomatis

Fitur ini memungkinkan software terhubung langsung ke rekening bank sehingga data mutasi masuk ke sistem secara otomatis tanpa perlu upload manual.

Dengan bank feed, tim keuangan tidak perlu mengunduh laporan rekening koran dari internet banking lalu mengimpornya secara berkala karena data sudah tersedia di sistem secara real-time atau mendekati real-time.

Ketersediaan fitur ini bergantung pada dukungan dari masing-masing bank, sehingga tidak semua rekening bank bisa terhubung ke semua software.

2. Rekonsiliasi massal

Alih-alih mencocokkan transaksi satu per satu, fitur rekonsiliasi massal memungkinkan pengguna memproses banyak transaksi sekaligus dalam beberapa klik.

Fitur rekonsiliasi massal ini tersedia di Kledo, yang membantu Anda mencocokkan banyak transaksi dalam sistem secara langsung tanpa perlu mencocokkan satu per satu dengan mutasi bank secara manual.

3. Dashboard keuangan

Dashboard yang baik menyajikan status rekonsiliasi secara visual dan mudah dipahami, misalnya berapa transaksi yang sudah cocok, berapa yang masih pending, dan apakah ada selisih yang belum terselesaikan.

Dengan dashboard, Anda bisa memantau kemajuan rekonsiliasi tanpa harus masuk ke detail transaksi satu per satu.

4. Audit Log

Setiap perubahan yang terjadi dalam proses rekonsiliasi seperti siapa yang mengubah, apa yang diubah, dan kapan harus tercatat secara otomatis dan permanen di sistem.

Audit log ini tidak bisa dihapus atau dimodifikasi, sehingga menjadi bukti yang dapat diandalkan saat audit internal maupun eksternal.

Tanpa audit log yang solid, sulit untuk membuktikan bahwa proses rekonsiliasi telah dilakukan dengan benar dan tidak ada manipulasi data.

5. Integrasi API

API (Application Programming Interface) memungkinkan software terhubung dengan sistem lain yang digunakan bisnis seperti platform e-commerce atau sistem payroll.

Dengan integrasi API, data mengalir antar sistem secara otomatis tanpa perlu input ulang secara manual.

6. Fitur keamanan

Karena menangani data keuangan yang sensitif, maka software akuntansi idealnya harus memiliki fitur keamanan yang mumpuni. Misalnya, seperti enkrispi data, kontrol hak akses berdasarkan peran, dan memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku.

7. Impor data otomatis

Impor data otomatis adalah fitur utama yang harus dimiliki karena ini memastikan Anda tidak perlu lagi memasukkan transaksi satu per satu, yang sangat memakan waktu.

8. Multi-user

Rekonsiliasi bank jarang dikerjakan oleh satu orang saja, biasanya melibatkan staf akuntansi dan manajer keuangan.

Jadi, pastikan software mendukung banyak pengguna secara bersamaan dengan hak akses yang dapat diatur per peran.

Pastikan juga tidak ada batasan jumlah pengguna yang terlalu ketat di paket yang Anda pertimbangkan, karena beberapa vendor menghitung jumlah user sebagai faktor penentu harga. Atinya, biaya bisa bertambah signifikan seiring pertumbuhan tim.

9. Customer support

Salah satu cara terbaik untuk memilih software akuntansi rekonsiliasi bank yang andal adalah melihat kualitas dukungannya.

Kualitas dukungan yang baik bisa membantu Anda terutama saat menghadapi masalah teknis saat penggunaan aplikasi.

Periksa apakah tersedia dukungan di beberapa saluran seperti email, tiket, telepon, live chat, atau hanya salah satunya saja.

Cek juga apakah terdapat basis pengetahuan (knowledge base) atau komunitas pengguna yang aktif untuk pertanyaan yang lebih umum.

Checklist Memilih Software Akuntansi Rekonsiliasi Bank

KriteriaYaTidak
Rekonsiliasi otomatis
Integrasi bank
Multi-user
Audit trail
Dashboard
Integrasi API
Multi-currency
Customer support
Keamanan data
Harga sesuai anggaran

Baca Juga: Pengertian dan Tahapan Account Reconciliation dalam Proses Akuntansi

Bagaimana Cara Memilih Software Akuntansi Rekonsiliasi yang Sesuai dengan Ukuran Bisnis?

cara memilih software akuntansi rekonsiliasi bank 3

Kebutuhan rekonsiliasi bank sebuah retail kecil berbeda jauh dengan kebutuhan perusahaan manufaktur dengan puluhan rekening bank.

Software yang terlalu sederhana bisa membatasi pertumbuhan, sementara software yang terlalu kompleks bisananya terlalu mahal dan membebani tim yang tidak membutuhkan fitur-fitur canggihnya.

Berikut tips kami dalam memilih software akuntansi untuk rekonsiliasi bank yang sesuai dengan skala bisnis.

1. UMKM

UMKM umumnya memiliki volume transaksi yang relatif rendah, satu hingga beberapa rekening bank, dan tim keuangan yang kecil, bahkan sering kali hanya satu orang yang merangkap beberapa peran sekaligus.

Untuk skala ini, prioritas utama bukan pada kelengkapan fitur, melainkan seberapa mudah penggunaan software itu dan seberapa terjangkau harganya.

Yang perlu Anda prioritaskan jika mencari software akuntansi rekonsiliasi bank untuk UMKM:

  • Antarmuka yang intuitif dan mudah dipelajari tanpa pelatihan intensif
  • Harga berlangganan yang terjangkau, idealnya dengan paket bulanan tanpa komitmen jangka panjang
  • Fitur dasar rekonsiliasi yang berfungsi dengan baik seperti import statement bank dan pencocokan transaksi manual yang terorganisir
  • Dukungan pelanggan yang responsif dalam Bahasa Indonesia

Fitur-fitur canggih seperti approval workflow berlapis atau integrasi api kemungkinan besar belum dibutuhkan di tahap ini dan sebaiknya tidak menjadi prioritas evaluasi.

2. Perusahaan Menengah

Perusahaan menengah biasanya sudah memiliki tim keuangan yang lebih terstruktur, volume transaksi yang lebih tinggi, dan mungkin sudah menggunakan beberapa sistem terpisah untuk operasional, payroll, dan akuntansi. Di tahap ini, perusahaan cenderung membutuhkan efisiensi dan integrasi antar sistem.

Yang perlu diprioritaskan:

  • Kemampuan integrasi dengan sistem lain yang sudah digunakan (ERP, payroll, perpajakan)
  • Fitur yang mempercepat pencocokan transaksi, terutama jika volume transaksi sudah mencapai ratusan per bulan
  • Kontrol akses berdasarkan peran untuk memisahkan tanggung jawab antar anggota tim keuangan
  • Audit trail yang solid untuk keperluan review internal
  • Skalabilitas, pastikan software masih mampu mengakomodasi pertumbuhan bisnis dalam dua hingga tiga tahun ke depan tanpa harus migrasi sistem

3. Enterprise

Perusahaan besar memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi: volume transaksi yang sangat besar, struktur organisasi berlapis, kebutuhan pelaporan yang kompleks, dan standar keamanan serta kepatuhan yang ketat.

Di level ini, kemampuan teknis dan fleksibilitas software biasanya menjadi faktor utama, bukan kemudahan penggunaan semata.

Yang perlu diprioritaskan:

  • Otomasi rekonsiliasi yang tinggi untuk menangani volume transaksi besar secara efisien
  • Approval workflow berlapis yang dapat dikonfigurasi sesuai struktur organisasi
  • Keamanan data tingkat enterprise dengan enkripsi, audit log, dan akses berbasis role
  • Kemampuan pelaporan yang fleksibel dan dapat dikustomisasi
  • SLA yang jelas dan tertuang dalam kontrak
  • Dukungan implementasi dan onboarding yang komprehensif dari vendor

Untuk skala enterprise, proses evaluasi software biasanya lebih panjang dan melibatkan tim IT, tim keuangan, dan manajemen secara bersamaan. Ini wajar dan sebaiknya tidak dipercepat.

4. Perusahaan dengan banyak rekening bank

Bisnis tertentu, misalnya perusahaan properti, holding company, atau bisnis dengan kas yang dipisah per proyek bisa memiliki banyak rekening bank meski skalanya tidak selalu besar.

Tantangan utamanya adalah memastikan rekonsiliasi untuk semua rekening dapat dilakukan dalam satu sistem tanpa harus berpindah-pindah platform.

Yang perlu diprioritaskan:

  • Dukungan multi-rekening dalam satu dashboard terpadu
  • Kemampuan melihat status rekonsiliasi semua rekening sekaligus
  • Klarifikasi apakah fitur bank feed tersedia untuk semua bank yang digunakan, atau hanya bank tertentu
  • Laporan yang dapat memisahkan data per rekening maupun menggabungkannya sesuai kebutuhan

5. Perusahaan Multi-Cabang

Perusahaan yang beroperasi di beberapa lokasi atau cabang memiliki tantangan tambahan: transaksi terjadi di banyak titik, namun pelaporan dan rekonsiliasi perlu dikonsolidasi di level pusat. Tidak semua software akuntansi dirancang untuk menangani struktur ini dengan baik.

Yang perlu diprioritaskan:

  • Kemampuan manajemen multi-entitas atau multi-cabang dalam satu sistem
  • Kontrol akses yang dapat membatasi setiap cabang hanya melihat data mereka sendiri, sementara pusat dapat mengakses semua data
  • Konsolidasi laporan rekonsiliasi dari semua cabang secara otomatis
  • Kemampuan audit yang dapat menelusuri transaksi hingga ke level cabang jika diperlukan

Baca Juga: Cara Melakukan Rekonsiliasi Kas Kecil dan Tahapannya

Kesimpulan

Untuk memilih software akuntansi rekonsiliasi bank yang tepat memang membutuhkan banyak pertimbangan mulai dari fitur teknis sampai kesesuaian dengan skala bisnis.

Umumnya, tidak ada satu software pun yang sempurna untuk semua jenis bisnis, semua tergantung skala bisnis, jenis industri, sampai kebutuhan bisnis masing-masing.

Yang penting, sebelum memilih, libatkan tim keuangan yang akan menggunakan software tersebut, manfaatkan masa trial atau demo, dan pertimbangkan kebutuhan jangka panjang.

Jika Anda ingin mencoba mulai dari software yang ramah untuk bisnis UMKM hingga perusahaan menengah di Indonesia, Kledo bisa menjadi pilihan.

Kledo menyediakan fitur rekonsiliasi bank dengan kemudahan import statement bank dalam format CSV dan XLSX, serta koneksi langsung dengan rekening BCA melalui fitur Bank Connect, sehingga proses rekonsiliasi lebih terorganisir dibanding mengerjakan semuanya di spreadsheet.

Coba Kledo sekarang juga dan rasakan rekonsiliasi bank yang lebih mudah dan cepat!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

seventeen + fourteen =