Apa itu Value For Money? Berikut Pengertian Lengkap dan Cara Membuat Produknya

value for money

Sebagai seorang konsumen, tentu kita mencari barang value for money untuk pilihan terbaik berdasarkan harga dan kualitas. Namun bagaimana jika Anda adalah seorang pemilik bisnis atau pembuat produk?

Settiap pemiliki bisnis juga bisa membuat produk atau layanannya menjadi value for money baik bagi Anda maupun konsumen Anda. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum membuat layanan atau produk tersebut.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas secara mendalam apa itu value for money dan cara membuat produk yang value for money bagi bisnis Anda.

Apa itu Value for Money?

value for money

Value atau nilai sering didefinisikan dari berbagai perspektif tergantung pada sudut pandang individu.

Setiap orang akan memberi tahu Anda apa yang mereka pikirkan tentang sebuah value tersebut, terutama dalam hal melakukan pembelian barang atau mencari layanan tertentu.

Namun demikian, ketika aspek moneter dimasukkan ke dalam nilai, maka keseluruhan konsep tersebut mendapat makna yang berbeda.

Itu selalu penting untuk berada dalam posisi mengidentifikasi dan membedakan produk berdasarkan nilai moneter dan nilai itu sendiri.

Value for money digambarkan sebagai barang yang memenuhi ukuran kualitas, yang mengevaluasi biaya fiskal pembelian terhadap manfaat, mengingat faktor-faktor seperti instalasi, tujuan, pemeliharaan, dan pembuangan antara lain.

Mereka juga dapat digambarkan sebagai produk yang berasal dari setiap akuisisi atau setiap penjumlahan jumlah uang yang dikeluarkan dengan harga pembelian minimum serta efektivitas dan efisiensi maksimum dari pembelian tertentu.

Berbeda dari kedengarannya, produk-produk ini bukan hanya tentang menghemat uang tetapi juga tentang memastikan bisnis tetap efektif, efisien dan ekonomis.

Ekonomis, efisiensi, dan efektivitas adalah dua elemen utama yang membentuk jenis produk ini sehingga Anda harus melihat ketiga aspek ini setiap kali Anda melakukan pembelian produk untuk bisnis Anda.

Beberapa faktor penting untuk dipertimbangkan dalam membuat produk value for money akan kita bahas dibawah ini.

Baca juga: Ingin Endorse Selebgram? Perhatikan Hal Berikut Ini

5 Faktor Penting Saat Membuat Produk Value for Money

Biaya perawatan atau penggantian

Ketika Anda membuat produk atau layanan yang value for money. Anda juga perlu memahami dan mengitung jumlah biaya perawatannya untuk efisiensi yang lebih baik atau menggantinya saat dibutuhkan.

Lebih penting lagi, memahami biaya-biaya ini akan memungkinkan konsumen Anda untuk membuat pilihan apakah mereka akan membelinya atau tidak.

Biaya

Anda perlu mengidentifikasi jumlah produk tertentu yang Anda buat dan apakah fitur dan manfaatnya memenuhi harga yang ditetapkan atau tidak.

Ini akan membantu Anda dalam memutuskan apakah itu akan menjadi produk yang ideal untuk dimiliki atau tidak.

Keunikan

Penting juga untuk mengetahui apa yang membuat produk tertentu menonjol di antara yang lain.

Ini misalnya menghadirkan fitur yang akan membuat produk menarik karena dapat menawarkan sesuatu yang belum tentu disediakan oleh orang lain, oleh karena itu ini merupkan pertimbangan yang penting saat Anda membuat produk atau layanan.

Urgensi

Eemen lain yang perlu diingat adalah seberapa cepat konsumen Anda membutuhkan produk atau seberapa cepat produk tersebut dapat membantu konsumen menyelesaikan berbagai masalah yang mereka butuhkan?

Ketika Anda mengevaluasi dengan benar, Anda akan menentukan apakah produk tersebut layak dijual atau tidak.

Satu kali atau terus menerus

Hal lain yang perlu Anda ingat ketika melakukan pengembangan prosuk yang baik adalah apakah itu akan diperlukan sekali dan tidak akan pernah diperlukan lagi atau apakah itu adalah sesuatu yang akan terus akan konsumen Anda beli dari waktu ke waktu.

Setelah Anda menentukan, ini, Anda akan berada dalam posisi yang bagus untuk memahami apakah memang layak untuk konsumen membelinya atau tidak.

Banner 1 kledo

Baca juga: Apa Itu Buku Stok Barang? Berikut Pembahasan Lengkapnya

Indikator Value for Money 

Menurut Mardiasmo (2002), value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomis, efisiensi, dan efektivitas.

Terdapat tiga indikator utama dalam value for money, yaitu sebagai berikut:

Ekonomis

yaitu pemerolehan input dengan kualitas tertentu dengan harga yang terendah.

Ekonomis merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Ekonomis terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir input resources yang digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak efektif.

Efisiensi

Yaitu pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu.

Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.

Efektivitas

Yaitu tingkat pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan secara sederhana, efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.

Tuntutan masyarakat dalam value for money adalah ekonomis (hemat) dalam pengadaan dan alokasi sumber daya, efisien dalam arti bahwa penggunaan/pengorbanannya diminimalkan dan hasilnya dimaksimalkan, serta efektif (berhasil guna) dalam arti pencapaian tujuan dan sasaran. Menurut Mardiasmo (2002), indikator value for money dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Indikator alokasi biaya (ekonomis dan efisiensi). Ekonomis artinya pembelian barang dan jasa dengan tingkat kualitas tertentu pada harga terbaik (spending les). Efisiensi artinya output tertentu dapat dicapai dengan sumber daya yang serendah-rendahnya (spending well).
  2. Indikator kualitas pelayanan (efektivitas). Efektivitas artinya kontribusi output terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan (spending wisely).

Indikator efisiensi dan efektivitas harus digunakan secara bersama-sama.

Karena di satu pihak mungkin pelaksanaannya sudah dilakukan secara ekonomis dan efisien akan tetapi output yang dihasilkan tidak sesuai dengan target yang diharapkan.

Atau di lain pihak sebuah program dapat dikatakan efektif dalam mencapai tujuan.

Akan tetapi mungkin dicapai dengan cara yang tidak ekonomis dan efisien. Jika suatu program efektif dan efisien maka program yang dijalankan dapat dikatakan cost-effectivenees.

Indikator efektivitas biaya merupakan kombinasi informasi efisiensi dan efektivitas dan dapat memberikan ukuran kinerja bottom line yang dalam sektor publik diidentikkan dengan pelayanan publik.

Baca juga: 14 Cara Meningkatkan Penjualan Berbasis Online yang Wajib Dicoba

Pengukuran Value for Money 

Tingkat input, output dan outcome harus diketahui terlebih dahulu agar dapat mengukur ekonomi, efisien dan efektivitas pada pengukuran kinerja keuangan dan non keuangan dengan metode value for money.

Tahap pertama suatu organisasi adalah menentukan input, output dan outcome, dari penentuan tersebut dikaitkan dengan tujuan, visi dan misi organisasi.

Skema proses kerja dan pengukuran value for money digambarkan sebagai berikut:

Input

Input merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program dan aktivitas.

Contoh input diantaranya seperti dokter di rumah sakit, guru di sekolah, polisi di kantor polisi, pegawai di suatu instansi, input dapat juga dinyatakan dalam bentuk uang, misalnya untuk biaya dokter, gaji guru, dan harga tanah.

Output

Output merupakan hasil yang dicapai dalam suatu program dan kebijakan, ukuran output ini menunjukan hasil implementasi dari program atau aktivitas.

Contoh output yang dihasilkan polisi adalah tegaknya hukum dan rasa aman masyarakat ukuran output dapat diperkirakan dengan turunnya angka kriminalitas.

Outcome

Outcome merupakan dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu, outcome seringkali dikaitkan dengan tujuan (objectives) atau target yang dikehendaki.

Contoh outcome dari dinas kebersihan adalah terciptanya lingkungan kota yang aman bersih dan sehat.

Menurut Mardiasmo (2002), setelah ditentukan tingkat input, output dan outcome selanjutnya adalah menghitung nilai ekonomi, efisien dan efektivitas.

Adapun penjelasan, cara pengukuran, rumus dan kriteria pengukuran value for money adalah sebagai berikut:

1.Pengukuran Ekonomis

Ekonomi adalah pemerolehan sumber daya (input) tertentu pada harga yang terendah.

Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir input resources dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif.

Pengukuran efektivitas hanya memperhatikan keluaran yang didapat, sedangkan pengukuran ekonomis hanya mempertimbangkan masukan yang dipergunakan.

Ekonomis merupakan ukuran relatif. Pertanyaan sehubungan dengan pengukuran ekonomis adalah:

  • Apakah biaya organisasi lebih besar dari yang telah dianggarkan oleh organisasi?
  • Apakah biaya organisasi lebih besar daripada biaya organisasi lain yang sejenis yang dapat diperbandingkan?
  • Apakah organisasi telah menggunakan sumber daya finansialnya secara optimal?

Rumus pengukuran ekonomis adalah sebagai berikut:

Keterangan:

Input = Realisasi anggaran

Input Value = Anggaran

Menurut Mahsun (2006), kriteria ekonomis adalah sebagai berikut:

  • Jika diperoleh nilai perbandingan kurang dari 100% (X < 100%) maka, ekonomis.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan sama dengan 100% (X = 100%) maka, ekonomis berimbang.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan lebih dari 100% (X > 100%) maka, tidak ekonomis.

Baca juga: Pitching Adalah: Berikut Arti Pentingnya bagi Bisnis

2.Pengukuran Efisiensi

Efisiensi berhubungan erat dengan konsep produktivitas. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara output yang di hasilkan terhadap input yang di gunakan (cost of output).

Proses kegiatan operasional dapat dikatakan efisien apabila suatu produk atau hasil kerja tertentu dapat dicapai dengan penggunaan sumber daya dan dana yang serendah-rendahnya (spending well).

Efisiensi merupakan hal penting dari ketiga pokok bahasan value for money.

Karena jika dibandingkan dengan ekonomis dan efektivitas, efisiensi merupakan salah satu bagian dari indikator value for money yang dapat diukur dengan rasio antara output dengan input.

Ekonomi hanya menekankan pada input, sedangkan Efektivitas hanya berbicara masalah output saja.

Dalam pengukuran kinerja value for money, efisiensi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Efisiensi alokasi. Efisiensi alokasi terkait dengan kemampuan untuk mendayagunakan sumber daya input pada tingkat kapasitas optimal.
  2. Efisiensi teknis atau manajerial. Efisiensi teknis (manajerial) terkait dengan kemampuan mendayagunakan sumber daya input pada tingkat output tertentu.

Rumus pengukuran efisiensi adalah sebagai berikut:

Keterangan:

Output = Hasil yang dicapai oleh kebijakan program dan aktivitas.

Input = Realisasi anggaran.

Menurut Mahsun (2006), kriteria efisiensi adalah sebagai berikut:

  • Jika diperoleh nilai perbandingan kurang dari 100% (X < 100%) maka, tidak efisien.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan sama dengan 100% (X = 100%) maka, efisiensi berimbang.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan lebih dari 100% (X > 100%) maka, efisien.

3.Pengukuran Efektivitas

Efektivitas pada dasarnya berhubungan dengan pencapaian tujuan atau target kebijakan (hasil guna).

Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus di capai.

Kegiatan operasional dikatakan efektif apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan (spending wisely).

Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya.

Apabila suatu organisasi berhasil mencapai tujuannya, maka organisasi tersebut dikatakan telah berjalan secara efektif.

Hal terpenting yang perlu dicatat adalah bahwa efektivitas tidak menyatakan tentang berapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Efektivitas hanya melihat apakah suatu program atau kegiatan telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Rumus pengukuran efektivitas adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • Outcome = Dampak yang ditimbulkan dari suatu kegiatan.
  • Output = Hasil yang dicapai oleh kebijakan program.

Menurut Mahsun (2006), kriteria efektivitas adalah sebagai berikut:

  • Jika diperoleh nilai perbandingan kurang dari 100% (X < 100%) maka, tidak efektif.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan sama dengan 100% (X = 100%) maka, efektivitas berimbang.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan lebih dari 100% (X > 100%) maka, efektif.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Pendapatan Operasional dalam Bisnis

Keuntungan Bisnis yang Mengembangkan Produk yang Value for Money

value for money

Seperti yang dijelaskan, produk-produk ini memainkan peran besar dalam menentukan arah bisnis mengenai produktivitas, output, dan omset secara keseluruhan.

Oleh karena itu penting untuk diketahui bahwa mereka juga memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perusahaan berjalan dengan lancar dan mempertahankan kinerja dan statusnya.

Berikut beberapa keuntungan memiliki produk tersebut;

Lebih hemat

Penelitian menunjukkan bahwa bisnis dalam banyak kasus menekan keuntungan mereka sebagai akibat dari pengeluaran besar-besaran untuk produk yang sebagian besar tidak layak untuk dibeli.

Ini sering diinformasikan sebagai akibat dari penelitian yang tidak memadai tentang produk yang akan dibuat dan yang tidak ada fasilitas produksi yang memadai.

Namun, ketika Anda mempertimbangkan pembelian produk berdasarkan nilai uang, ini membantu memastikan bahwa sejumlah besar uang disimpan dan membantu dalam meningkatkan indeks profitabilitas perusahaan sehingga mewujudkan turnover yang tinggi.

Mencegah risiko

Keuntungan lain dari barang yang sepadan dengan harga yang dibayarkan adalah memungkinkan organisasi tidak menghadapi risiko pengembalian saat melakukan pembelian yang tinggi.

Hal ini dimungkinkan karena tindakan evaluasi yang tepat dan ketat selalu dilakukan untuk memastikan bahwa risiko terbatas mungkin terjadi saat melakukan pembelian produk atau layanan yang Anda jual.

Baca juga: Cash Opname Adalah: Berikut Pembahasan Lengkapnya

Mengurangi biaya yang tidak perlu

Ketika Anda membeli barang yang value form money, itu berarti Anda memahami semua yang diperlukan untuk memiliki produk dan memaksimalkannya.

Ini juga menyiratkan bahwa Anda telah merencanakan dengan cukup tentang bagaimana menangani semua faktor di sekitarnya, baik itu pemeliharaan atau penggantian.

Oleh karena itu, Anda akan dapat memotong pengeluaran yang tidak perlu yang seharusnya dikeluarkan sebagai akibat dari melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan nilai untuk jumlah yang Anda bayarkan.

Menghemat waktu

Karena Anda akan dapat menyaring produk tertentu yang Anda butuhkan berdasarkan kepentingan dan prioritas, menjadi mudah bagi Anda untuk menghemat banyak waktu saat melakukan pembelian.

Ini penting karena tidak hanya meningkatkan produktivitas di dalam perusahaan tetapi juga memfasilitasi penghematan waktu yang efisien sejauh menyangkut pembelian produk-produk ini.

Hal yang baik dengan ini adalah Anda akan dapat fokus melakukan hal-hal lain.

Baca juga: Pebisnis, Ketahui 9 Penyebab Produk Tidak Laku dan Cara Mencegahnya

Anda mendapatkan kualitas

Inti dari memilih produk yang value for money adalah untuk mendapatkan kualitas yang baik.

Saat Anda menelusuri daftar dan menentukan barang tertentu yang ingin Anda beli dengan mendapatkan nilai uang, itu menunjukkan bahwa Anda mencari kualitas.

Ini membantu dalam memastikan bahwa Anda meningkatkan semua kebutuhan Anda yang ingin Anda capai dari produk.

Ini juga memungkinkan konsumen untuk yakin bahwa konsumen berurusan dengan produk yang bernilai investasi dan pada akhirnya akan memberi konsumen hasil yang diinginkan dari usaha tertentu.

Baca juga: 13 Rekomendasi Software Laporan Keuangan yang Wajib Anda Coba

Kesimpulan

Membuat produk atau layanan yang value for money baik bagi konsumen atau bisnis memerlukan banyak perhitungan dan riset yang mendalam, terutama riset pasar dan kebutuhan konsumen.

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap perubahan pasar yang begitu cepat dan menguasai berbagai tools untuk mempermudah operasional dalam bisnis Anda.

Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem akuntansi modern agar memudahkan Anda dalam memeriksa data keuangan secara mudah, praktis, dan sesuai dengan kinerja bisnis sebenarnya.

Jika Anda belum memiliki sistem akuntansi yang modern, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi Kledo untuk proses pengelolaan dan perencanaan keuangan bisnis yang lebih baik.

Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 10 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Dengan menggunakan Kledo, Anda bisa dengan mudah melakukan pencatatan akuntansi, memeriksa laporan keuangan, memantau transaksi harian, melakukan manajemen aset dan persediaan, dan masih banyak lagi?

Jadi tunggu apalagi? Mudahkan bisnis Anda dalam mengembangkan produk yang value for money dengan menggunakan software akuntansi Kledo yang value for money juga secara gratis melalui tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + ten =