Amortisasi Adalah: Berikut Definisi dan Contoh Mudahnya

amortisasi adalah

Kawan Kledo tentu sudah tak asing lagi dengan istilah amortisasi, kan? Amortisasi adalah sebuah metode penyusutan aktiva perusahaan.

Amortisasi seringkali disamakan dengan depresiasi. Padahal keduanya berbeda, lho. Depresiasi merupakan metode penyusutan aktiva berwujud. Sedangkan amortisasi merupakan penghitungan penyusutan pada aktiva yang tak berwujud.

Nah, supaya Kawan Kledo menjadi semakin tahu, berikut kami sajikan artikel yang mengulas secara lengkap mengenai metode amortisasi. Sila baca dengan seksama, ya!

Amortisasi Adalah Metode Pengurangan Nilai Aktiva dan Utang

amortisasi adalah

Amortisasi adalah sebuah metode akuntansi yang digunakan secara berkala untuk menurunkan nilai buku aset tidak berwujud dan utang selama periode waktu tertentu.

Khusus untuk utang, amortisasi berfokus kepada penurunan nilai buku atas pembayaran pinjaman dari waktu ke waktu. Jika diterapkan pada aset, amortisasi mirip dengan metode depresiasi.

Dalam akuntansi, istilah amortisasi merujuk pada dua situasi. Situasi pertama yakni berlaku pada utang. Biasanya, ketika perusahaan melakukan utang, maka pembayarannya dapat dilakukan dengan cara mengangsur beserta dengan bunganya.

Setiap tanggal jatuh tempo, maka perusahaan berkewajiban untuk membayar. Pembayaran yang dilakukan perusahaan tersebut akan mengurangi nilai hutang yang kemudian akan terlunasi pada saat jangka waktu utang telah habis. Pengurangan nilai utang tersebut dinamakan dengan amortisasi.

Kedua, amortisasi juga dapat merujuk pada pengurangan nilai buku aktiva tidak berwujud selama periode akuntansi tertentu untuk tujuan akuntansi dan pajak.

Mengenal Jenis-jenis Amortisasi

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, ada dua unsur akuntansi yang harus dilakukan amortisasi yakni utang dan aset tak berwujud. Nah, di bawah merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis amortisasi.

1. Amortisasi Pinjaman (Utang)

Amortisasi pinjaman mengacu pada proses pelunasan utang dari waktu ke waktu. Pembayaran pelunasan tersebut meliputi biaya utang pokok (principal) dan beban bunga (interest) yang diangsur sampai lunas pada tanggal jatuh temponya.

Jumlah pembayaran pada bulan pertama biasanya akan lebih besar dibandingkan dengan bulan selanjutnya. Hal ini dikarenakan utang pokok sama sekali belum dibayar yang menyebabkan presentase bunga menjadi lebih tinggi.

Memasuki bulan kedua, jumlah pembayaran akan menjadi lebih kecil karena saldo pinjaman sudah dikurangi pembayaran pokok utang pada bulan sebelumnya.

Adapun pembayaran bunga dihitung dengan menggunakan saldo terutang yang baru, dan polanya terus berlanjut sampai semua pembayaran pokok telah dilakukan dan saldo pinjaman menjadi 0 pada akhir jangka waktu pinjaman,

Menentukan jumlah angsuran yang harus dibayar dapat menggunakan rumus berikut ini: P X (i/12) / 1 – (1 + (1/12 – t). Dimana P merupakan pokok pinjaman, i adalah suku bunga, dan t merupakan tenor.

Sedangkan untuk menghitung angsuran bunga dapat menggunakan rumus: Saldo pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga x (30/360).

Selain itu, Kawan Kledo dapat menentukan jumlah anggaran pokok dengan mengurangkan total angsuran dan angsuran bunga. Untuk menghitung saldo pinjaman, Kawan Kledo dapat mengurangkan saldo pinjaman bulan sebelumnya dengan angsuran pokok.

Sesuai dengan rumus di atas, Kawan Kledo harus cermat dalam melakukan penghitungan, ya. Perlu diingat, bahwa tingkat bunga tahunan harus dibagi 12. Misalnya jika Kawan Kledo mempunyai tingkat bunga tahunan sebesar 3%, maka tingkat bunga bulanan Kawan Kledo adalah 0,0025% (3% dibagi 12).

Selain itu, Kawan Kledo juga harus memperhatikan tenor atau lama waktu pelunasan. Misalnya Kawan Kledo membeli mobil secara kredit dengan jangka waktu pelunasan selama empat tahun. Maka Kawan Kledo akan melakukan pembayaran angsuran sebanyak 48 kali (empat tahun x 12 bulan).

2. Amortisasi Aset Tak Berwujud

Selain utang, amortisasi juga dapat digunakan untuk menghitung penurunan aset tak berwujud, lho. Dalam hal ini, amortisasi adalah proses pengeluaran biaya aset tak berwujud selama proyeksi umur aset.

Contoh aset tak berwujud yang dapat diamortisasi yaitu hak paten, hak cipta, merk dagang, dan goodwill.

Perhitungan amortisasi aset tak berwujud sama dengan depresiasi pada aset berwujud. Jadi, nilai aset tak berwujud akan dikurangi secara bertahap selama masa manfaat aset tersebut.

Amortisasi aset tak berwujud juga berdampak positif pada pajak, lho. Karena dengan adanya pengurangan nilai aset tak berwujud maka akan mengurangi nilai pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Apa Itu Jadwal Amortisasi?

Pada proses penghitungan jumlah amortisasi pinjaman, jadwal amortisasi adalah cara untuk menentukan jumlah pokok dan bunga yang terkandung dalam pembayaran bulanan pinjaman selama durasi pinjaman.

Biasanya, jadwal amortisasi terdiri dari tabel atau bagan yang berisi rincian pinjaman, termasuk jumlah setiap pembayaran bulanan dan berapa banyak bunga dan pokok yang Anda bayar setiap bulan.

Pada awal pinjaman, setiap pembayaran terutama bunga. Namun, saat Anda melakukan lebih banyak pembayaran, Anda mulai membayar lebih banyak dari sisa pokok.

Biasanya, baris terakhir pada jadwal amortisasi menampilkan jumlah total bunga dan jumlah pokok yang telah Anda bayarkan untuk keseluruhan pinjaman.

Misalnya, dengan hipotek, Anda membayar uang muka terlebih dahulu dan kemudian pembayaran hipotek bulanan Anda dihitung menggunakan jumlah uang muka, nilai rumah yang dinilai dan tingkat bunga saat ini, di antara faktor-faktor lainnya.

Setelah Anda menyiapkan pembayaran hipotek bulanan, Anda bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran setiap bulan. Peminjam membayar sejumlah bunga dan pokok selama durasi pinjaman.

Pada awalnya, sebagian besar pembayaran akan dialokasikan untuk membayar bunga pinjaman, dan sejumlah kecil akan digunakan untuk pokok.

Saat pinjaman jatuh tempo dan lebih banyak pembayaran telah dilakukan, persentase pembayaran yang lebih besar akan digunakan untuk membayar sisa pokok dan jumlah yang lebih kecil akan digunakan untuk membayar bunga.

Mengenal Amortisasi Negatif

Amortisasi negatif dihasilkan dari bunga pinjaman yang lebih kecil dari pembayaran pinjaman.

Hal ini dapat menyebabkan pokok, atau saldo pinjaman, meningkat karena bunga yang belum dibayar. Dengan amortisasi negatif, jumlah hutang Anda dapat meningkat jika Anda tidak membayar cukup untuk menutupi pembayaran pinjaman dan bunga.

Amortisasi negatif dapat terjadi dengan pinjaman apa pun, tetapi beberapa pinjaman lebih rentan terhadap amortisasi negatif daripada yang lain. Dalam keuangan perusahaan, pinjaman amortisasi negatif juga disebut pinjaman pembayaran dalam bentuk barang atau payment in kind(PIK).

Dengan pinjaman PIK, peminjam membayar bunga pinjaman dengan lebih banyak hutang daripada uang tunai, menjadikannya pinjaman bisnis yang berisiko tinggi.

Solusi amortisasi negatif

Amortisasi negatif dapat tampak seperti solusi jangka pendek bagi perusahaan, tetapi dapat menyebabkan tantangan keuangan jangka panjang bagi bisnis.

Berikut adalah beberapa strategi bagi perusahaan untuk menyelesaikan amortisasi negatif:

Bayar jumlah pinjaman penuh atau lebih

Jika sebuah perusahaan memiliki dana, ia dapat melakukan pembayaran penuh atau lebih pada pinjaman setiap bulan untuk menghentikan amortisasi negatif.

Ini mungkin mengharuskan perusahaan atau akuntannya untuk secara dramatis mengubah penganggaran dan pengeluaran perusahaan.

Namun, semakin cepat perusahaan mulai membayar jumlah bulanan penuh pinjaman, semakin cepat dapat menghentikan amortisasi negatif.

Refinance pinjaman

Beberapa pemberi pinjaman mungkin mengizinkan perusahaan untuk membiayai kembali pinjaman mereka untuk membantu menghentikan amortisasi negatif.

Refinancing adalah mengganti satu pinjaman dengan pinjaman baru yang membantu melunasi hutang pinjaman awal.

Misalnya, jika sebuah perusahaan berutang $7.000 dari pinjaman $5.000 yang diamortisasi secara negatif dengan tingkat bunga awal 7%, perusahaan mungkin dapat membiayai kembali.

Pemberi pinjaman dapat mengganti pinjaman asli dengan pinjaman $7.000 dengan bunga 3%. Bunga yang lebih rendah dapat membantu perusahaan melunasi pinjaman lebih cepat.

Amortisasi Adalah Metode Akuntansi yang Penting bagi Perusahaan

amortisasi adalah

Amortisasi penting karena membantu bisnis dan investor memahami dan memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional bisnis.

Dalam konteks pembayaran utang, amortisasi memberikan kejelasan tentang jadwal pembayaran serta bagian pembayaran pinjaman yang terdiri dari bunga dan utang pokok. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi pembayaran bunga sehingga dapat mengurangi nilai pajak.

Amortisasi aset tak berwujud juga penting karena dapat mengurangi pendapatan yang terkena pajak. Serta dapat memberi informasi kepada stakeholders terkait pendapatan perusahaan yang sebenarnya.

Contoh Perhitungan Amortisasi

Mari kita perhatikan kasus berikut ini. Mr. Song Jong Ki membeli mobil dengan jangka waktu pembayaran selama empat tahun senilai $30.000 dengan bunga 3%. Pembayaran bulanan ditentukan sebesar $664,03. Tentukan nilai bunga dan pembayaran angsuran pokok pada bulan pertama!

Nilai bunga: $30.000 x (3% x 12 x (1. 3% x 12 / 48) / 3% x 12 / 48 – 1) = $30.000 x (0.0025 x (1.0025 / 48) / 1.0025/ 48 – 1= $75

Besar angsuran pokok = $664.03 – $75 = $589,03

Jadi, pada bulan pertama Mr. Song Jong Ki membayar sebesar $664.03 dengan rincian $75 untuk beban bunga dan $589,03 untuk angsuran pokok.

Yang harus diingat, jumlah pembayaran tetap sama setiap bulan, ya. Pada bulan kedua dan selanjutnya, Mr. Song Jong Ki tetap membayar sebesar $664,03. Hanya saja terjadi perubahan presentase antara biaya pokok dan bunga. Nilai angsuran pokok akan terus meningkat sedangkan nilai bunga akan berkurang.

Banner 2 kledo

Amortisasi dan Depresisi, Apa Bedanya?

Sebenarnya konsep amortisasi dan depresiasi serupa, karena keduanya merupakan metode untuk menentukan berapa nilai aset yang terpakai selama periode tertentu.

Namun, bagaimana pun juga tetap ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Amortisasi mengacu pada aset tak berwujud dan utang. Sedangkan depresiasi mengacu pada aset berwujud.

Contoh aset tak berwujud yakni merk dagang, hak paten, dan hak cipta. Yang termasuk aset berwujud yaitu bangunan, mesin, dan mobil yang dapat mengalami keausan fisik.

Kesimpulan

Amortisasi adalah metode penghitungan akuntansi untuk menentukan seberapa besar penurunan yang terjadi pada aset tak berwujud dan utang.

Ada dua jenis amortisasi yaitu amortisasi aset tak berwujud yang penghitungannya serupa dengan depresiasi aset berwujud. Kedua, amortisasi utang yang dihitung dengan rumus tertentu.

Amortisasi merupakan metode penghitungan yang sangat penting bagi perusahaan. Oleh karena itu, Kawan Kledo harus cermat dan teliti dalam melakukan perhitungan amortisasi.

Namun, Kawan Kledo bisa menggunakan software akuntansi Kledo. Kledo merupakan software akuntansi yang dilengkapi berbagai fitur akuntansi, termasuk dapat membantu Kawan Kledo dalam melakukan perhitungan amortisasi.

Yuk daftar Kledo sekarang juga dan nikmati semua kemudahan dalam pengelolaan keuangan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − one =