Yuk, Kenalan dengan Barang Komplementer dan 5 Contohnya

barang komplementer

Secara sederhana barang komplementer adalah barang pelengkap yang digunakan bersamaan dengan barang lainnya, untuk menambah kemanfaatannya. Jika barang komplementer tidak ada, maka barang yang pertama tidak dapat berfungsi dengan maksimal.

Apa definisi lengkap barang komplementer, dan apa saja contohnya? Yuk, baca sampai akhir untuk ulasan lengkapnya.

Apa itu Barang Komplementer?

barang komplementer

Barang komplementer adalah barang pelengkap yang saling menambah nilai dengan barang lainnya. Barang komplementer digunakan bersama-sama, yang akan memberikan nilai guna yang lebih tinggi dibandingkan ketika dipakai secara terpisah, contohnya pemutar DVD dan keping DVD-nya. Barang komplementer sering juga disebut barang pelengkap.

Ada barang pelengkap yang mutlak harus dipakai bersama, jika tidak barang pertama akan tidak berfungsi. Contohnya pada sepeda motor dan bensin, jika tidak ada bensin maka sepeda motor tidak akan bisa berjalan.

Ada juga barang pelengkap yang menambah nilai pada barang pertama, misalnya roti tawar dan selai. Roti tawar bisa dimakan sendirian, namun akan semakin enak jika ditambahkan selai.

Karena saling melengkapi, harga barang ini biasanya saling terkait. Jika barang yang satu harganya naik, maka permintaannya akan turun. Maka bisa dipastikan barang lainnya juga akan turun permintaannya.

Kondisi ini di dalam ilmu ekonomi disebut memiliki hubungan yang negatif atau negative cross-elasticity of demand.

Sifat Barang Komplementer

Barang komplementer memiliki dua sifat, yaitu:

1. Barang komplementer yang bersifat lemah

Dikatakan bersifat lemah karena hubungan kedua barang bisa digantikan oleh yang lain. Misalnya roti tawar dan selai. Roti tawar memang lebih enak dioleskan selai, namun selai bisa digantikan dengan susu, meses, atau mentega.

Bahkan ada orang yang menyukai roti tawar saja. Artinya nilai guna roti tawar tidak tergantung pada selai. Jika harga selai naik, konsumen tetap akan membeli roti dan bisa memberikan topping yang lain.

Baca juga: Barang Substitusi: Definisi, Klasifikasi, dan Contohnya

2. Barang komplementer yang bersifat kuat

Sedangkan bersifat kuat karena hubungan kedua barang saling tergantung. Misalnya bensin dan sepeda motor. Jika tidak ada bensin maka sepeda motor tidak bisa digunakan untuk bepergian.

Jika harga bensin naik, konsumen mungkin akan mengurangi bepergian agar bisa berhemat. Hal ini disebut negative cross-elasticity of demand yang artinya berpengaruh secara negatif, dan seringnya terjadi pada barang komplementer yang bersifat kuat.

Karakteristik Barang Komplementer

Beberapa karakter yang harus dimiliki agar disebut sebagai barang komplementer adalah:

1. Barang komplementer merupakan dua barang yang saling bergantung

Dua barang yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dengan lainnya disebut barang pelengkap. Tanpa pasangannya, mereka tidak berfungsi dengan maksimal. Contohnya pemutar DVD dan keping DVD-nya.

2. Yang menjadi barang komplementer biasanya memiliki harga yang lebih murah

Yang menjadi barang pelengkap biasanya dijual dengan harga yang lebih murah ketika dijual terpisah. Namun nilai barang pelengkap akan menjadi lebih tinggi jika dipasangkan dengan barang yang dilengkapi.

Semakin tinggi permintaan atas barang pertama, biasanya akan diikuti oleh permintaan barang pelengkapnya. Contohnya bensin yang dijual dengan harga yang lebih murah daripada sepeda motor.

3. Barang komplementer tidak bisa berdiri sendiri

Ada barang pelengkap yang sama sekali tidak berfungsi jika tidak dipasangkan, karena memang diciptakan untuk saling melengkapi. Contohnya remote control televisi yang tidak berfungsi dan bernilai jika tidak ada televisi pasangannya.

Baca Juga: Contoh Surat Penawaran Barang Terlengkap dan Terbaik untuk Bisnis

Contoh Barang Komplementer

barang komplementer

Untuk lebih memahami lebih dalam, berikut beberapa contohnya, yaitu:

1. Baterai jam merupakan pelengkap dari jam

Agar jam dinding atau jam tangan dapat berfungsi dengan baik, dibutuhkan baterai jam yang kondisinya baik juga. Baterai juga bisa menjadi pelengkap untuk benda lainnya, seperti remote control televisi, remote control AC, dan masih banyak lagi.

2. Bola tenis merupakan pelengkap dari raket tenis

Untuk bermain olahraga tenis, dibutuhkan raket tenis dan bola tenisnya. Keduanya tidak bisa dipisahkan, atau digunakan sendiri-sendiri saat bermain tenis, sehingga bola tenis melengkapi raket tenis.

3. Gas merupakan pelengkap dari kompor gas

Untuk menggunakan kompor gas, dibutuhkan gas alami atau LPG sebagai bahan bakarnya. Tanpa gas, kompor gas tidak akan berfungsi dengan baik, sehingga gas melengkapi kompor gas.

4. Charger merupakan pelengkap dari laptop

Hampir semua barang elektronik membutuhkan charger untuk mengisi daya baterainya, salah satunya adalah laptop. Jika tidak ada charger maka laptop yang tidak memiliki daya baterai tidak akan mempunyai nilai guna seperti seharusnya.

Baca juga: Letter of Credit: Surat “Sakti” dalam Bisnis Ekspor dan Impor

5. Paket data internet merupakan pelengkap dari ponsel pintar

Secanggih atau semahal apapun ponsel pintar yang anda miliki, jika tidak memiliki paket data internet maka nilainya akan berkurang drastis. Jika tidak ada sambungan ke internet, ponsel pintar anda akan sama saja seperti telpon biasa yang hanya bisa digunakan untuk bertelepon.

Jenis Barang Komplementer Menurut Kekuatannya

Barang komplementer lemah

Tidak semua barang komplementer itu sama. Ada barang pelengkap yang ‘lemah’ dan ‘kuat’. Barang komplementer yang lemah merespons kenaikan harga dengan cara yang sangat terbatas.

Dengan kata lain, mereka tidak responsif terhadap kenaikan harga barang komplementer. Namun, ada beberapa hubungan antara keduanya.

Jika kita mengambil pancake dan sirup maple sebagai contoh – mereka adalah dua barang yang saling melengkapi. Konsumen menggunakan sirup maple dengan pancake, tetapi mereka juga menggunakan topping lain.

Misalnya, konsumen dapat menggunakan pisang atau gula sebagai gantinya.

Oleh karena itu, meskipun sirup maple digunakan untuk melengkapi pancake, ada banyak alternatif lain yang membuat hubungan antara keduanya menjadi lemah.

Jika harga sirup maple naik 10 persen, tetapi permintaan pancake turun 1 persen, maka hubungan itu lemah. Ini karena kenaikan harga produk komplementer memiliki pengaruh yang kecil terhadap permintaan di sisi lain.

Barang komplementer yang kuat

Barang Komplementer yang memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Artinya, satu barang bergantung pada yang lain untuk menambah nilai.

Misalnya, kami memiliki DVD dan pemutar DVD. Ini dikenal sebagai barang komplementer yang kuat karena mereka tidak berguna tanpa satu sama lain.

Hubungan antara barang komplementer yang kuat sangat elastis. Dengan kata lain, ketika harga pemutar DVD naik, permintaan DVD kemungkinan besar akan turun.

Jadi kita dapat mengatakan ada ‘elastisitas silang negatif’ di antara mereka. Faktanya, jika Anda melihat produk apa pun yang tidak dapat dijual dengan sendirinya – kemungkinan besar itu adalah barang pelengkap yang kuat.

Jadi jika Anda hanya bisa menggunakan Produk X jika Anda pertama kali memiliki Produk Y, maka itu adalah barang komplementer yang kuat.

Mengapa Bisnis Menggunakan Barang Komplementer?

Untuk meningkatkan penjualan, toko ritel sering kali menurunkan harga barang pokok dan menaikkan harga produk pelengkapnya atau barang komplementer. Bundel seperti itu tampaknya bermanfaat bagi konsumen.

Pengecer menganalisis permintaan pelanggan dan menempatkan bundel ini berdekatan satu sama lain.

Beginilah cara toko menjual pisau cukur dan pisau cukur, tepung dan baking powder, deterjen dan pelembut pakaian. Perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dan pendapatan mereka dengan cara ini.

Namun, produk komplementer memiliki elastisitas silang negatif dari permintaan.

Artinya, jika harga barang utama naik, permintaan konsumen akan barang pelengkapnya turun karena seringkali barang itu sendiri tidak memiliki nilai. Oleh karena itu, volume penjualan perusahaan menurun secara signifikan, dan pengecer harus menurunkan harga barang utama untuk menutupi biaya.

Barang komplementer terkadang sering disalahartikan dengan barang subtitusi, jadi mari kita perjelas perbedaannya.

Apa Bedanya Barang Komplementer dengan Barang Substitusi?

Barang komplementer tidak sama dengan barang substitusi. Perbedaannya bisa dilihat dari sifat, level ketergantungannya dengan barang lain, dan risiko ketersediaan di pasar. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Dari sifatnya

Barang pelengkap bersifat melengkapi produk yang pertama agar fungsinya berjalan dengan baik dan maksimal. Barang pelengkap bisa jadi menjadi satu-satunya agar produk pertama bermanfaat dengan maksimal.

Sedangkan barang substitusi bersifat menggantikan, jika barang pertama tidak ada atau naik harganya. Contoh barang pelengkap adalah mobil dan bensin yang melengkapinya, sedangkan contoh barang substitusi adalah beras putih yang bisa digantikan oleh beras merah sebagai makanan sumber karbohidrat.

Baca juga: 10 Tips Sukses Bisnis Bimbel Ini Wajib Dicoba, Sangat Mudah!

2. Dari level ketergantungan dengan barang lain

Barang pelengkap memiliki level ketergantungannya yang tinggi karena menjadi pelengkap barang pertama agar bisa berfungsi dengan maksimal.

Contohnya ponsel pintar tanpa paket data internet akan menjadi ponsel jadul yang hanya bisa dipakai untuk bertelepon saja. Ponsel pintar sangat bergantung pada paket data internet agar bisa digunakan maksimal dalam beraktivitas.

Sedangkan barang substitusi lebih rendah level ketergantungannya, karena jika tidak ada barang A maka masih ada barang B sebagai penggantinya. Contohnya milkshake yang bisa menggantikan smoothies karena sama-sama merupakan minuman manis yang terbuat dari susu dan buah.

3. Dari risiko ketersediaan di pasar

Karena sifatnya melengkapi, barang pelengkap memiliki risiko ketersediaan yang lebih tinggi dibanding barang substitusi. Jika barang pelengkapnya tidak tersedia di pasar, konsumen tidak bisa menggunakan barang pertama dengan maksimal.

Contohnya jam dengan baterai jam. Jika baterai jam tidak tersedia di pasar, maka konsumen tidak bisa menggunakan jam untuk beraktivitas. Baterai jam, hingga saat ini, belum tergantikan sebagai sumber daya jam.

Berbeda dengan barang substitusi yang bersifat menggantikan, barang pengganti memiliki risiko ketersediaan yang lebih rendah. Jika barang yang dimaksud tidak ada di pasar, konsumen tidak khawatir karena masih ada barang pengganti yang bisa dipilih oleh konsumen.

Kesimpulan

Barang komplementer adalah barang yang saling menambah nilai dengan barang lainnya. Barang pelengkap digunakan bersama-sama, yang akan memberikan nilai guna yang lebih tinggi dibandingkan ketika dipakai secara terpisah, contohnya pemutar DVD dan keping DVD-nya.

Karakteristik barang pelengkap adalah saling bergantung dan harganya lebih murah dari barang utamanya. Contohnya adalah baterai jam dengan jam, raket tenis dengan bolanya, dan masih banyak lagi.

Barang pelengkap tidak sama dengan barang substitusi. Perbedaannya bisa dilihat dari sifat, ketersediaan di pasar, dan level ketergantungannya.

Jangan lupa gunakan software akuntansi dari Kledo untuk memudahkan pengelolaan keuangan bisnis Kawan Kledo. Kledo dilengkapi berbagai fitur yang akan memudahkan pengelolaan akuntansi keuangan bisnis Kawan Kledo. Yuk daftar Kledo sekarang juga dan nikmati semua kemudahan pengelolaan keuangan bisnis.

Banner 1 kledo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − seventeen =