Perusahaan perlu mengetahui apakah bisnisnya mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan menghitung CAGR (Compound Annual Growth Rate), yaitu tingkat pertumbuhan tahunan majemuk yang menunjukkan laju pertumbuhan tahunan ekuivalen berdasarkan nilai awal dan nilai akhir dalam periode tertentu.
CAGR dapat digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan pendapatan, laba, jumlah pelanggan, hingga nilai investasi. Metrik ini merangkum perubahan selama beberapa tahun menjadi satu persentase tahunan sehingga lebih mudah dianalisis.
Namun, CAGR tidak menunjukkan pertumbuhan aktual pada setiap tahun dan perlu dibaca bersama indikator lain.
Pada artikel ini, kami akan membahas apa itu CAGR, bentuk rumusnya, cara menghitungnya, contoh perhitungannya, dan kalkulator gratis yang bisa Anda gunakan.
Apa Itu CAGR (Compound Annual Growth Rate)?

CAGR adalah tingkat pertumbuhan tahunan majemuk yang menggambarkan seberapa besar suatu nilai perlu bertumbuh setiap tahun secara konsisten agar berubah dari nilai awal menjadi nilai akhir dalam periode tertentu.
Istilah majemuk mengacu pada pertumbuhan yang dihitung berdasarkan nilai yang terus berkembang.
Dalam bisnis, CAGR membantu menyederhanakan perubahan suatu indikator selama beberapa tahun.
Misalnya, pendapatan meningkat dari Rp500 juta pada 2022 menjadi Rp800 juta pada 2025.
CAGR menghitung tingkat pertumbuhan tahunan ekuivalen selama tiga tahun tersebut. Namun, bukan berarti pendapatan benar-benar meningkat dengan persentase yang sama setiap tahun.
Apa Fungsi CAGR dalam Bisnis?
- Mengukur pertumbuhan pendapatan: untuk mengevaluasi perkembangan penjualan atau pendapatan selama beberapa tahun.
- Mengevaluasi perkembangan laba: selama nilai awal dan akhir memenuhi kondisi perhitungan yang sesuai.
- Membandingkan kinerja bisnis: antarperiode, produk, atau unit bisnis dengan indikator dan rentang waktu yang sebanding.
- Menganalisis pertumbuhan pelanggan: untuk merangkum perubahan jumlah pelanggan dari waktu ke waktu.
- Mengevaluasi investasi: untuk menghitung tingkat pertumbuhan tahunan ekuivalen dari nilai awal ke nilai akhir.
CAGR sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi, misalnya, belum tentu menunjukkan bisnis yang sehat jika margin laba menurun atau arus kas bermasalah.

Baca juga: Present Value: Pengertian, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus
Bagaimana Rumus Compounded Annual Growth Rate?
Anda bisa menghitung Compounded Annual Growth Rate dengan menggunakan rumus laju pertumbuhan tahunan gabungan berikut ini:
CAGR = [EV / BV]^1/n – 1
Keterangan:
- EV: nilai indikator pada awal periode pengukuran.
- BV: nilai indikator pada akhir periode pengukuran.
- n: jumlah tahun antara awal dan akhir periode.
- 1/n: pangkat untuk mengonversi perubahan total menjadi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk.
Hasil awal nantinya berupa desimal. Kalikan dengan 100% atau format sebagai persentase untuk menampilkan hasilnya.
Sebagai contoh, 0,1696 setara dengan sekitar 16,96%. Rumus standar umumnya digunakan ketika nilai awal dan akhir positif.
Jika nilai awal nol atau data melibatkan nilai negatif maupun perubahan tanda, interpretasinya perlu ditinjau secara khusus.
Baca juga: Terminal Growth Rate: Pengertian, Rumus dan Cara Hitungnya
Bagaimana Cara Menghitung CAGR?
Berikut langkah-langkah untuk menghitung CAGR:
- Interpretasikan hasil. Pendapatan memiliki tingkat pertumbuhan tahunan ekuivalen sekitar 16,96% selama periode tersebut. Pertumbuhan aktual tiap tahun bisa berbeda.
- Tentukan nilai awal. Ambil nilai indikator pada awal periode. Contoh: pendapatan tahun 2022 sebesar Rp500 juta.
- Tentukan nilai akhir. Gunakan data dengan satuan dan definisi yang sama. Contoh: pendapatan tahun 2025 sebesar Rp800 juta.
- Hitung durasi. Jumlah tahun adalah 2025 − 2022 = 3 tahun. Walaupun terdapat empat titik data tahunan dari 2022 sampai 2025, interval pertumbuhannya tiga tahun.
- Masukkan angka ke rumus. CAGR = (800 / 500)^(1/3) − 1 ≈ 0,1696 atau 16,96%.
Kalkulator CAGR Gratis

Berikut adalah kalkulator compounded annual growth rate yang bisa Anda gunakan secara mudah, praktis, dan gratis:
Kalkulator CAGR (Compound Annual Growth Rate)
CAGR: 0%
Baca juga: Gordon Growth Model: Pengertian, Rumus, dan Contohnya
Apa Contoh Perhitungan CAGR dalam Bisnis?
Contoh CAGR Pendapatan
PT Maju Bersama mencatat pendapatan Rp500 juta pada 2022 dan Rp800 juta pada 2025. Dengan periode tiga tahun, perhitungannya adalah (800 / 500)^(1/3) − 1 ≈ 16,96%.
Artinya, pendapatan memiliki tingkat pertumbuhan tahunan ekuivalen sekitar 16,96%.
Untuk menilai kualitas pertumbuhan, perusahaan tetap perlu melihat tren pendapatan tahunan, margin laba, dan arus kas.
Contoh CAGR Laba
Jika laba bersih meningkat dari Rp80 juta pada 2022 menjadi Rp110 juta pada 2025, maka CAGR = (110 / 80)^(1/3) − 1 ≈ 11,23%. Hasil ini merangkum pertumbuhan laba tahunan ekuivalen selama tiga tahun.
Kehati-hatian diperlukan jika laba awal atau akhir bernilai negatif. Misalnya, perusahaan berubah dari rugi menjadi laba. Rumus CAGR standar tidak memberikan interpretasi pertumbuhan majemuk yang lazim untuk kondisi tersebut. Lebih tepat menjelaskan perubahan nominal, penyebab perbaikan, dan indikator lain yang relevan. Rumus standar juga tidak dapat digunakan jika nilai awal nol.
Contoh CAGR Investasi
Nilai investasi naik dari Rp10 juta pada awal 2022 menjadi Rp14 juta pada akhir 2026.
Dengan periode empat tahun, CAGR = (14 / 10)^(1/4) − 1 ≈ 8,78% per tahun. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan ekuivalen, bukan return yang benar-benar sama setiap tahun.
Perhitungan berdasarkan nilai awal dan akhir saja tidak otomatis memperhitungkan setoran atau penarikan berkala, biaya transaksi, pajak, maupun distribusi hasil investasi.
Untuk arus kas yang berubah-ubah, gunakan metode analisis yang sesuai dengan pola arus kasnya.
Baca juga: Tips Terbaik Mengelola Pengeluaran Bisnis yang Efektif
Bagaimana Cara Menghitung CAGR di Excel?
Misalnya, nilai awal disimpan di sel B1, nilai akhir di B2, dan jumlah tahun di B3. Masukkan formula berikut di B4:
=(B2/B1)^(1/B3)-1
| Sel | Contoh isi |
| B1 | 500.000.000 (nilai awal) |
| B2 | 800.000.000 (nilai akhir) |
| B3 | 3 (jumlah tahun) |
| B4 | Formula CAGR |

Hasilnya sekitar 0,1696. Format sel B4 sebagai Percentage (%) agar tampil sekitar 16,96%.
Periksa referensi sel, durasi periode, konsistensi satuan, serta pastikan nilai awal dan jumlah tahun memenuhi syarat formula.
Mengapa CAGR Tidak Menunjukkan Pertumbuhan Aktual Setiap Tahun?
CAGR merangkum perubahan nilai awal dan akhir menjadi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk yang setara. Angka ini tidak berarti bahwa pertumbuhan aktual setiap tahun selalu sama.
Misalnya, dua bisnis memiliki nilai awal 100 dan nilai akhir 172,8 selama tiga tahun. Keduanya memiliki CAGR sekitar 20% per tahun, tetapi pola pertumbuhan di tengah periode berbeda.
| Tahun | Bisnis A | Bisnis B |
| 2022 | 100 | 100 |
| 2023 | 120 | 90 |
| 2024 | 140 | 110 |
| 2025 | 172,8 | 172,8 |
Catatan: angka di atas merupakan ilustrasi, bukan data perusahaan nyata.
Kedua bisnis memiliki CAGR yang sama karena nilai awal, nilai akhir, dan durasinya sama.
Namun, Bisnis A meningkat setiap tahun, sedangkan Bisnis B turun pada tahun pertama sebelum pulih.
Karena itu, CAGR perlu dibaca bersama data tahunan, pertumbuhan YoY, margin laba, dan arus kas untuk menilai kestabilan serta kualitas pertumbuhan.
CAGR yang sama tidak berarti risiko, kestabilan, atau kualitas kinerja kedua bisnis juga sama.
Untuk menilainya, periksa pertumbuhan pendapatan setiap tahun, margin laba, arus kas operasional, utang, dan faktor yang mendorong perubahan.
Data tambahan ini membantu menjelaskan apakah pertumbuhan berasal dari operasi yang berkelanjutan atau hanya perubahan sementara.
Baca juga: 10 Rekomendasi Software Akuntansi Keuangan Terbaik 2026
Kapan CAGR Perlu Digunakan dengan Hati-hati?

CAGR paling mudah ditafsirkan ketika nilai awal dan akhir positif serta indikatornya konsisten.
Jika nilai awal nol, rumus standar tidak dapat digunakan karena pembagian dengan nol. Jika data melibatkan nilai negatif atau berubah tanda, misalnya laba berubah dari rugi menjadi laba, maka CAGR standar dapat tidak terdefinisi atau tidak mewakili pertumbuhan majemuk yang bermakna.
Dalam situasi ini, jelaskan perubahan nominal dan konteks operasionalnya.
Untuk investasi yang melibatkan setoran atau penarikan berkala, perhitungan hanya dari nilai awal dan akhir tidak menggambarkan seluruh arus kas.
Pilih ukuran return yang sesuai dengan tujuan analisis dan pola arus kas, misalnya return berbobot waktu untuk mengevaluasi kinerja investasi tanpa pengaruh arus kas eksternal, atau return berbobot uang seperti IRR/XIRR untuk mempertimbangkan waktu dan besarnya arus kas.
Keduanya tidak saling menggantikan dalam semua situasi. Return berbobot waktu (time-weighted return) memisahkan dampak arus kas eksternal untuk menilai kinerja investasi atau pengelola investasi.
Sebaliknya, return berbobot uang seperti IRR/XIRR memperhitungkan jumlah dan waktu arus kas yang dialami investor. Pilih metode berdasarkan pertanyaan analisis dan data yang tersedia.
Apa Kelebihan dan Kekurangan CAGR?
Kelebihan
- Merangkum pertumbuhan majemuk selama beberapa tahun dalam satu angka tahunan.
- Memudahkan perbandingan antarperiode jika indikator dan rentang waktu sebanding.
- Membantu mengevaluasi perkembangan pendapatan, pelanggan, atau indikator bisnis lain yang sesuai.
Kekurangan
- Tidak menunjukkan fluktuasi yang terjadi pada setiap tahun.
- Tidak menjelaskan penyebab pertumbuhan atau penurunan.
- Hanya mengandalkan nilai awal, nilai akhir, dan durasi, sehingga perlu dilengkapi data tahunan.
- Tidak selalu bermakna untuk nilai awal nol, nilai negatif, atau data yang berubah tanda.
Baca juga: 7 Alasan Pentingnya Menggunakan Software Cloud Based Invoice
Apa Perbedaan CAGR, AAGR, YoY, dan ROI?
Keempat metrik ini menjawab pertanyaan yang berbeda. CAGR merangkum pertumbuhan majemuk, AAGR menghitung rata-rata aritmetika tingkat pertumbuhan tahunan, YoY membandingkan periode dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan ROI mengukur keuntungan atau kerugian relatif terhadap biaya investasi.
| Metrik | Fungsi | Metode | Contoh penggunaan |
| CAGR | Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk | Nilai awal, akhir, dan durasi | Menilai pertumbuhan selama beberapa tahun |
| AAGR | Rata-rata aritmetika pertumbuhan tahunan | Rata-rata persentase pertumbuhan tiap tahun | Merangkum rata-rata perubahan tahunan |
| YoY | Perubahan dibanding periode sama tahun sebelumnya | Selisih nilai dibagi nilai periode sebelumnya | Memantau pendapatan tahunan |
| ROI | Keuntungan/kerugian relatif terhadap investasi | Keuntungan atau kerugian dibagi biaya investasi | Mengevaluasi hasil investasi |
Bagaimana Cara Menggunakan CAGR untuk Mengevaluasi Bisnis?
Gunakan CAGR untuk melihat gambaran pertumbuhan jangka menengah atau panjang, lalu periksa data tahunan untuk memahami apa yang terjadi di balik angka tersebut.
Saat mengevaluasi pendapatan, misalnya, bandingkan CAGR dengan target bisnis, pertumbuhan YoY, margin laba, dan arus kas.
CAGR juga dapat membantu membandingkan produk atau unit bisnis, selama indikator, definisi data, dan periode pengukurannya sebanding.
Jangan menyimpulkan bahwa bisnis dengan CAGR tertinggi otomatis paling sehat atau paling menguntungkan. Skala bisnis, risiko, biaya, dan kondisi pasar tetap perlu dipertimbangkan.
Baca juga: Market Growth Rate Adalah: Faktor, Rumus, dan Contohnya
Kesimpulan
CAGR (Compound Annual Growth Rate) membantu merangkum tingkat pertumbuhan tahunan majemuk berdasarkan nilai awal, nilai akhir, dan durasi pengukuran.
Metrik ini berguna untuk mengevaluasi perkembangan pendapatan, laba dengan kondisi data yang sesuai, jumlah pelanggan, maupun nilai investasi.
Namun, CAGR tidak memperlihatkan fluktuasi tahunan atau menjelaskan penyebab perubahan.
Gunakan bersama metrik seperti YoY, margin laba, dan arus kas agar evaluasi kinerja lebih menyeluruh. Pencatatan keuangan yang rapi dan data yang konsisten membantu perusahaan menilai pertumbuhan secara lebih terukur.
Untuk itu, Anda bisa menggunakan sistem pengelolaan keuangan modern seperti software akuntansi Kledo untuk memudahkan Anda dalam proses pengelolaan transaksi dan pembuatan laporan keuangan bisnis.
Untuk menjelajahi berbagi fitur Kledo, silakan klik tautan ini.
- Metode Penjadwalan Produksi Manufaktur, Mana yang Terbaik? - 14 Oktober 2026
- Cara Membuat Perseroan Terbatas (PT) dan Syaratnya - 13 Oktober 2026
- Apa Itu CAGR? Rumus, Cara Hitung, dan Kalkulator Gratis - 11 Oktober 2026