Gordon Growth Model: Pengertian, Rumus, dan Contohnya

gordon growth model banner

Gordon Growth Model atau disebut juga sebagai model diskonto dividen adalah metode penilaian saham yang menghitung nilai intrinsik saham. Oleh karena itu, metode ini mengabaikan kondisi pasar saat ini. Investor kemudian dapat membandingkan perusahaan dengan industri lain menggunakan model yang disederhanakan ini.

Menentukan nilai sekuritas keuangan melibatkan perhitungan yang matang. Hal ini karena hal-hal tak terduga bisa saja terjadi. Pikirkan tentang bencana alam, perubahan kebijakan regulasi, atau skandal perusahaan yang dapat menjungkirbalikkan pertumbuhan nilai sebelumnya.

Baru-baru ini, Meta-perusahaan induk untuk Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Oculus-mengalami penurunan saham sebesar 25+% setelah mengumumkan penurunan jumlah pengguna aktif Facebook.

Terlepas dari ketidakpastian seperti itu, Anda bisa memanfaatkan model tingkat pertumbuhan konstan (umumnya dikenal sebagai model gordon growth) untuk menentukan nilai saham perusahaan Anda. Rumus tersebut mengasumsikan hubungan antara tingkat pertumbuhan dividen yang konstan dan harga saham perusahaan Anda.

Di sini, kami akan membahas apa itu Gordon growth model untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk menghitung tingkat pertumbuhan konstan dalam pembayaran dividen yang dapat diadopsi oleh perusahaan Anda untuk menjustifikasi atau bahkan meningkatkan nilai saham Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Gordon Growth Model?

Gordon growth model (GGM) adalah teknik penilaian finansial untuk menghitung nilai intrinsik saham.

Model ini memanfaatkan harga pasar saat ini dan pembayaran dividen saat ini untuk menghitung tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan yang sesuai dengan harga.

Namun, model ini mengabaikan kondisi pasar yang berlaku dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi nilai dividen.

Banner 2 kledo

Apa saja asumsi-asumsi dalam Gordon growth model?

Rumus Gordon growth model mengasumsikan bahwa perusahaan:

  • Memiliki model bisnis yang stabil (yaitu tidak ada perubahan substansial dalam operasinya)
  • Memiliki leverage keuangan yang dapat diandalkan. Hal ini terutama berlaku untuk saham preferen dan sekuritas pendapatan tetap
  • Tumbuh pada tingkat yang tidak berubah
  • Merupakan perusahaan yang sepenuhnya ekuitas (yaitu hanya menggunakan laba ditahan untuk membiayai investasinya, bukan utang)
  • Memanfaatkan arus kas bebasnya untuk membayar dividen

Baca juga: 12 Strategi Diskon yang Bisa Anda Gunakan dalam Bisnis Retail

Kapan harus menggunakan Gordon growth model?

Gordon growth model alias model tingkat pertumbuhan konstan, menunjukkan hubungan antara tingkat diskonto, tingkat pertumbuhan, dan penilaian saham.

Model ini juga membantu menghitung nilai saham yang wajar yang dapat mengindikasikan apakah indeks perusahaan dihargai dengan tepat.

Karena perhitungannya mengabaikan kondisi pasar yang berlaku, harga saham yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan perusahaan serupa, yang membantu mengidentifikasi celah untuk perbaikan.

Pemilik bisnis juga dapat memanfaatkan model ini untuk menghitung tingkat pertumbuhan dividen konstan yang sesuai dengan harga pasar saat ini.

Sayangnya, model ini hanya berlaku untuk dividen dengan tingkat pertumbuhan yang konstan untuk selamanya. Atau lebih tepatnya, model ini hanya berlaku untuk saham perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dalam dividen per lembar sahamnya.

Artinya, jika pertumbuhan tidak merata, seperti yang biasa terjadi pada perusahaan start up atau bisnis yang baru saja melakukan IPO, rumus ini pada dasarnya tidak dapat digunakan.

Rumus ini juga sangat sensitif terhadap tingkat diskon dan pertumbuhan yang digunakan. Artinya, harga saham dapat mendekati tak terhingga jika tingkat pertumbuhan dividen dan tingkat pengembalian yang dibutuhkan memiliki nilai yang sama.

Atau, rumus ini juga dapat menghasilkan nilai negatif jika tingkat pertumbuhan lebih besar daripada tingkat pengembalian yang disyaratkan.

Selain itu, karena rumus ini tidak memperhitungkan non-dividen dan kondisi pasar lainnya, saham perusahaan bisa jadi undervalued meskipun pertumbuhannya stabil.

Baca juga: Buyback Saham Artinya? Berikut Pembahasan Lengkapnya

Rumus dan Cara Menghitung Tingkat Pertumbuhan Konstan Menggunakan Gordon Growth Model

gordon growth model 3

Ada tiga variabel yang termasuk dalam rumus Gordon Growth Model:

  • D1 atau dividen tahunan yang diharapkan per lembar saham untuk tahun berikutnya,
  • k atau tingkat pengembalian yang disyaratkan, dan
  • g atau tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan.

Dengan variabel-variabel ini, nilai saham dapat dihitung sebagai:

Nilai Intrinsik = D1 / (k – g)

Untuk menghitung tingkat pertumbuhan konstan, Anda perlu menentukan input yang diperlukan. Ini dapat mencakup harga saham saat ini, dividen tahunan saat ini, dan tingkat pengembalian yang diperlukan. Kemudian, masukkan nilai yang dihasilkan ke dalam rumus.

Baca juga: Kenali Apa Itu Nilai Intrinsik Saham Sebelum Memulai Investasi

Menentukan harga saham saat ini

Jika Anda memiliki perusahaan publik, harga saham Anda akan dihargai di pasar saham. Pasar saham sangat bergantung pada psikologi dan preferensi investor.

Namun, Anda bisa menggunakan model yang berbeda untuk menghitung nilai yang sama. Pikirkan rasio harga terhadap pendapatan (P/E), rasio harga terhadap buku (P/B), rasio harga terhadap pertumbuhan pendapatan (PEG), dan nilai imbal hasil dividen sebagai beberapa contoh.

Menentukan dividen tahunan

Anda menentukan dividen tahunan untuk organisasi Anda biasanya dengan memperkirakan pendapatan jangka panjang dan menghitung persen dari pendapatan tersebut yang akan dibayarkan.

Dalam kasus Gordon Growth Model, pendapatan tersebut akan menjadi kas bebas perusahaan Anda, yang kemudian dapat Anda bagikan kepada para pemangku kepentingan relatif terhadap jumlah saham yang mereka miliki.

Tingkat pengembalian yang dibutuhkan mengacu pada pengembalian yang dicari perusahaan Anda atas investasi yang didanai dengan pendapatan internal, bukan utang. Nilai yang dihasilkan harus membuat investasi di saham Anda berharga dibandingkan dengan risiko yang terlibat.

Baca juga: Cara Investasi Saham Ini Sangat Mudah bagi Pemula, Berani Coba?

Menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan

Anda bisa menentukan tingkat ini dengan menggunakan model kapitalisasi dividen, yang menyatakan bahwa:

Tingkat pengembalian yang dibutuhkan = (pembayaran dividen yang diharapkan / harga saham saat ini) + tingkat pertumbuhan dividen

Contohnya, katakanlah sebuah perusahaan membayar dividen tahunan sebesar 4.000 per saham, dan sahamnya saat ini diperdagangkan pada harga 100.000. Jika perusahaan tersebut secara konstan meningkatkan pembayaran dividennya sebesar 5%, maka tingkat pengembalian internal akan sama:

Tingkat pengembalian yang diharapkan = (4.000/100.000) + 5% = 9%

Untuk menentukan tingkat pertumbuhan dividen:

  • Temukan nilai dividen awal selama periode tertentu. Bisa jadi tahun 2023 (V2023).
  • Temukan nilai dividen akhir selama jangka waktu kedua. Bisa jadi tahun 20204(V2024).

Selanjutnya, masukkan nilai tersebut ke dalam rumus:

Tingkat pertumbuhan dividen = [(dividen tahunX / dividen tahunX) – 1] x100

Katakanlah pembayaran dividen untuk tahun 2023 adalah 2.000 dan untuk tahun 2024 adalah 2.050.

Tingkat pertumbuhan dividen = [(2.050 / 2.000) – 1] X 100 = 2.5%

Setelah Anda mendapatkan semua nilai ini, masukkan ke dalam rumus Gordon growth model.

Baca juga: Revenue Growth: Pengertian, Metrik, Rumus, dan Cara Meningkatkannya

Contoh Kasus dalam Menghitung Gordon Growth Model

gordon growth model 2

Saham Perusahaan X dihargai Rp200 per lembar dan membayar dividen tahunan sebesar Rp2 per lembar. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan (r) adalah 10%, berapakah tingkat pertumbuhan konstannya?

Berdasarkan rumus:

Tingkat Pertumbuhan Konstan = (Harga saham saat ini X r) – Dividen tahunan saat ini / Harga saham saat ini + Dividen tahunan saat ini x 100

Memasukkan nilai ke dalam rumus akan menghasilkan:

Tingkat pertumbuhan konstan = (200 x 10%) – 2 / (200 + 2) X 100 = 8,9%

Manfaat dari Gordon Growth Model

Berikut adalah beberapa manfaat menggunakan Gordon Growth Model:

Menawarkan fleksibilitas

Meskipun GGM adalah cara umum untuk menghitung nilai saham, GGM dapat diterapkan pada aset apa pun yang menghasilkan keuntungan, seperti real estat, anuitas, atau lahan pertanian.

Satu-satunya persyaratan adalah bahwa aset tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang ditetapkan dan imbal hasil yang dapat Anda prediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Misalnya, Anda dapat menggunakan GGM untuk menghitung nilai bunga tabungan, di mana imbal hasil adalah bunga yang Anda harapkan akan diperoleh dari waktu ke waktu.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Rumus Rasio Keuangan dalam Bisnis

Menyediakan cakupan yang luas

GGM dapat digunakan untuk berbagai macam perusahaan, terlepas dari ukuran atau industrinya.

Selama perusahaan relatif matang dan mengalami pertumbuhan yang stabil, investor dan profesional keuangan dapat menggunakan model ini untuk menentukan apakah harga sahamnya sudah tepat dan memutuskan apakah pasar sedang mengalami bubble.

Karena GGM memiliki cakupan yang luas, model ini juga dapat memudahkan untuk membandingkan berbagai perusahaan di industri yang berbeda, yang dapat berguna saat memutuskan apakah akan melakukan merger atau akuisisi.

Memungkinkan perhitungan yang mudah

GGM merupakan perhitungan yang mudah dan tidak memerlukan banyak variabel yang berbeda. Selama Anda memiliki tiga variabel yang diperlukan, Anda dapat dengan cepat menentukan nilai saham dan membuat keputusan investasi.

Bila nilai GGM lebih tinggi dari harga pasar saham, Anda bisa memilih untuk membeli saham tersebut.

Jika lebih rendah, Anda bisa menjualnya. Bahkan ketika tingkat diskonto berfluktuasi, masih mudah untuk menentukan hubungan antara penilaian dan pengembalian.

Memungkinkan keputusan investasi yang lebih baik

Gordon Growth Model membantu investor menilai saham perusahaan dengan lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti persyaratan pembayaran dividen dan imbal hasil yang diharapkan.

Dengan demikian, investor dapat menentukan apakah suatu saham dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan apakah lebih baik bagi mereka untuk membeli atau menjual saham yang berbeda.

Aset yang dinilai terlalu tinggi dapat mengindikasikan bubble pasar, yang terjadi ketika pelaku pasar menyebabkan harga saham meningkat lebih cepat daripada yang seharusnya.

Baca juga: Mental Accounting: Pengertian, Cara Menghindari, dan Contohnya

Membantu dalam penilaian yang kompleks

Selain penilaian saham sederhana, GGM juga dapat berguna untuk penilaian saham dividen yang lebih kompleks seperti model diskon dividen dua atau tiga tahap.

Model-model ini membantu menghilangkan beberapa keterbatasan yang lazim pada model-model lain, dan banyak input yang sama yang diperlukan untuk melakukan perhitungan.

Kedua model ini melakukan penilaian yang rumit dan menggunakan GGM dapat mempermudah identifikasi tren dan merumuskan penilaian yang akurat.

Keterbatasan Gordon Growth Model

gordon growth model 1

Berikut adalah beberapa keterbatasan GGM:

Tidak mempertimbangkan faktor non-dividen

Faktor dividen memang penting dalam menentukan penilaian saham, namun faktor lain juga penting untuk dipertimbangkan. GGM tidak mempertimbangkan faktor-faktor ini, yang dapat mempersulit penentuan nilai intrinsik saham secara akurat.

Mengasumsikan tingkat pertumbuhan yang konstan

GGM mengasumsikan bahwa perusahaan tumbuh pada tingkat yang konstan, padahal pada kenyataannya, banyak perusahaan mengalami fluktuasi ekonomi yang berbeda, dan dividen tidak selalu meningkat pada tingkat yang konstan.

Hal ini dapat membatasi GGM pada perusahaan-perusahaan di industri yang sudah matang dan mungkin tidak memungkinkan untuk menilai perusahaan-perusahaan baru atau yang sedang berkembang serta industri yang mengalami tingkat volatilitas yang tinggi.

Baca juga: Cash Flow Coverage Ratio: Manfaat, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Kesimpulan

Gordon Growth Model (GGM) adalah bagian penting dari industri keuangan. Model ini membantu para profesional keuangan menentukan nilai intrinsik saham dengan menghitung potensi pertumbuhan tak terbatas pada dividen yang dibayarkan perusahaan kepada para pemegang sahamnya.

Mengetahui lebih banyak tentang model ini dan cara kerjanya dapat membantu Anda menggunakannya untuk menentukan nilai intrinsik saham dengan kesalahan minimal dan membantu perusahaan dan pemegang saham menghitung potensi dividen.

Jangan lupa untuk selalu melakukan pembukuan yang mencatat semua transaksi bisnis Anda. Pembukuan semakin mudah dilakukan apabila menggunakan bantuan software akuntansi dari Kledo.

Dengan menggunakan Kledo, Anda bisa memperoleh lebih dari 30 jenis laporan keuangan yang bisa diperoleh secara instan. Selain itu, Kledo dibekali dengan berbagai fitur mulai dari akuntansi, faktur, dan inventory yang sangat mudah digunakan. Bahkan bagi Anda yang masih awam dengan ilmu akuntansi.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, tingkatkan level bisnis Anda dengan menggunakan Kledo sekarang juga! Anda juga bisa mencoba fitur Kledo gratis selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini,

sugi priharto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 19 =