Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Membuka Bisnis Minuman Franchase

5 hal sebelum membuka bisnis minuman franchase

Usaha minuman franchise akhir-akhir ini memang banyak diminati. Sebelumnya aku udah bahas tentang bisnis makanan franchise dan kali ini aku akan bahas tentang bisnis minuman franchise. Lho, emang perbedaannya apa?

Sama seperti usaha franchise di bidang makanan, usaha minuman franchise ini memiliki sistem pembelian bisnis secara lengkap dari mulai peralatan sampai merek dan strategi manajemennya. Bedanya adalah jenis produk yang dijual. Franchise makanan menjual produk makanan, sedangkan franchise minuman menjual produk minuman. Salah satu franchise minuman yang terkenal di Indonesia adalah Teh Tong Tji. Buat kamu yang sering ke mall pasti pernah menemui kedai Tong Tji yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seperti halnya franchise makanan, saat membeli franchise minuman, pembeli akan mendapatkan peralatan untuk berjualan, lisensi menggunakan merek, produk, sampai standar manajemennya. Namun ternyata ada yang membedakan antara franchise makanan dengan franchise minuman yaitu pasar dari produk tersebut.

Beberapa tahun yang lalu, di Indonesia muncul beberapa jenis minuman kekinian yang hits di kalangan anak muda. Kamu pasti tahu kan es kepal milo. Saat itu kamu bisa jadi anak paling hits jika sudah jajan es kepal milo. Apalagi jika kamu mengunggahnya di media sosial. Lalu bagaimana kabar bisnis itu saat ini? Apakah masih sehits dulu?

Untuk itu, sebelum memutsukan untuk membeli usaha minuman franchise, kamu harus perhatikan 5 hal ini terlebih dahulu:

Perhatikan Hal Ini Sebelum Membuka Usaha Minuman Franchise

bisnis franchise minuman

1. Sulitnya Berinovasi Karena Adanya Aturan yang Mengikat

Salah satu kelebihan dari franchise adalah kamu tidak perlu direpotkan dengan membuat produk sendiri, kamu cukup mengikuti pemilik franchise. Namun kelebihan itu ternyata juga bisa jadi kekurangan, terlebih buat kamu yang memiliki ide-ide cemerlang dalam hal berinovasi. Usaha franchise akan membuatmu kesulitan berinovasi karena kamu harus mengikuti semua manajemen yang dimiliki merek yang kamu jual.

2. Kendala Bahan Baku Dapat Terjadi

Tidak hanya mendapatkan merek dan strategi manajemen, franchise juga mendapatkan bahan baku dari pemilik franchise. Ini bisa menjadi kelebihan karena kamu nggak perlu repor mencari bahan baku kesana-kemari, namun ketika sedang terjadi kendala pengiriman, bisa mengancam penjualanmu sehari-hari.

Kamu harus menunggu bahan baku sampai atau jika memang sedang kehabisan di pusat, kamu harus menunggu sampai stok tersedia. Kamu tidak bisa membeli bahan baku dari pihak lainnya karena adanya peraturan yang melarang pembeli franchise membeli bahan baku dari pihak lain.

3. Pemotongan Pendapatan Setiap Bulan untuk Pusat

Membuka franchise itu artinya kamu bekerja sama dengan pemilik franchise. Kamu dapat menggunakan merek mereka, produk mereka dan juga strategi manajemen mereka. Namun sebagai timbal balik kamu harus membayar royalti atas pemakaian mereka mereka. Pembayaran royalti ini bisa dilakukan setiap tahun atau setiap bulan, tergantung kesepakatan saat pembelian franchise.

4. Bersifat Musiman dan Tidak Tahan Lama

Selain minuman es kepal milo, beberapa tahun yang lalu juga muncul minuman hits Thai tea. Sama seperti es kepal milo, kamu bakal jadi anak hits jika sudah mencoba minuman satu ini dan mengunggahnya di media sosial. Lalu, apakah minuman ini masih hits sampai sekarang?

Thai tea sampai saat ini masih sering ditemui di pinggir jalan atau di depan minimarket, namun nggak sehits dulu. Jika dulu minuman ini dijual dengan harga di atas 15 ribu rupiah, sekarang dimana-mana minuman ini dijual dengan harga 5 ribu rupiah. Bahkan dengan harga 5 ribu, ada yang dengan tambahan boba.

Jauh sebelum es kepal milo dan Thai tea, dulu bermunculan es cappucino cincau yang hits banget. Di sepanjang jalan menemukan penjual es cappucino cincau bukan hal yang sulit, namun sekarang sudah jarang ditemukan penjual es ini lagi.

Untuk itu, kamu yang ingin membeli franchise minuman ini harus mempertimbangkannya secara matang. Mungkin saat minuman ini sedang hits kamu bakal mendapatkan omzet yang besar, tetapi saat minuman ini kehilangan popularitas, omzet yang besar bisa turun drastis. Padahal bisnis kan bukan sesuatu yang dilakukan saat sedang musim. Kalau bisa bertahan selamanya.

5. Omzet Mengikuti Reputasi Brand

Omzet produk minuman franchise mengikuti reputasi brand. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, saat brand minuman ini sedang popular, omzet yang didapatkan setiap bulan sangat besar. Namun ketika popularitas produk ini menurun, omzetnya juga akan ikut menurun. Kesalahan yang dilakukan pemilik franchise juga bisa berimbas ke kamu yang menjualnya di tempat berbeda.

Brand Minuman Franchise di Indonesia

1. Kopi Janji Jiwa

bisnis minuman franchise kopi janji jiwa

Kopi Janji Jiwa merupakan salah satu brand minuman franchise yang saat ini cukup terkenal di Indonesia. Bahkan ada yang sampai membuat slogan dari merek satu ini yaitu kopine diombe, janjine diblenjani, jiwane ambyar yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti kopinya diminum, janjinya dikhianati, jiwanya ambyar.

Kopi Janji Jiwa berdiri sejak 2018 dan kini telah ada sebanyak 500 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain memiliki slogan di atas, kopi satu ini juga memiliki jargon ‘Kopi dari Hati’. Memiliki fasilitas layanan pesan antar, menjadikan kopi ini menjadi favorit anak muda. Dengan harga 20 ribu-an, Kopi Janji Jiwa terbilang murah dibandingkan brand kopi lainnya yang dijual di mall.

2. Chatime

Bisnis minuman franchise chatime

Chatime didirikan pada tahun 2018 dan masih popular sampai sekarang. Saat ini Chatime telah memiliki lebih dari 200 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Siapa sih anak muda di Indonesia khususnya yang tinggal di kota yang nggak tahu Chatime? Terlebih lokasinya yang ada di mall membuat Chatime pilihan nongkrong anak muda.

3. Es Teler 77

Bisnis minuman franchise es teler 77

Es Teler 77 merupakan franchise yang cukup melegenda di Indonesia. Didirikan pada tahun 1987, franchise satu ini masih tetap eksis sampai sekarang. Bahkan Es Teler 77 telah melebarkan sayapnya sampai ke luar negeri. Salah satu kelebihan dari produk ini adalah perpaduan antara cita rusa khas Indonesia dengan tampilan yang modern. Buat kamu yang tertarik dengan bisnis franchise satu ini, kamu bisa memulainya dengan modal 85 juta.

4. Teh Poci

teh poci

Siapa yang tidak kenal dengan brand franchise satu ini? Teh Poci banyak dijual di mall-mall dalam bentuk stand atau jika ada bazar biasanya brand satu ini selalu ada. Meski hanya menjual produk minuman es teh, namun teh poci tetap eksis sampai sekarang. Meski sederhana, namun minuman ini banyak diminati karena menyegarkan. Untuk memulai bisnis franchise ini kamu cukup mengeluarkan modal 6,7 juta rupiah. Untuk mendaftar franchise Teh Poci bisa klik di sini.

5. Nyoklat Kress

nyoklat kress

Nyoklat Kress merupakan salah satu brand franchise dengan bahan dasar cokelat. Minuman ini memiliki keunikan tersendiri karena ada rasa krispi yang menyatu dengan minuman. Selain itu juga banyak pilihan rasa seperti cokelat hazlenut, tiramizu, cokelat oreo, choco banana, dan juga lainnya. Untuk memulai bisnis franchise ini diperlukan modal sebesar 3,5 juta rupiah. Dari modal itu sudha termasuk booth untuk jualan.

Istilah-istilah dalam Franchise

1. Franchisor atau Penjual Franchise

Franchisor adalah pihak penjual yang memiliki bisnis dan menawarkan kerja sama dengan dengan berbagai belah pihak yang tertarik dengan bisnis tersebut. Franchisor merupakan pemilik bisnis yang memberikan fasilitas outlet, bahan baku, dan menyediakan pelatihan operasional kepada pembeli franchise.

2. Franchisee atau Pembeli Franchise

Franchisee merupakan pihak yang mengeluarkan uang untuk membeli franchise. Kewajiban dari franchisee adalah membayar sejumlah uang kepada pihak franchisor. Karena pembayaran itu, franchisee mendapatkan hak untuk menerima outlet, menggunakan lisensi merek, mendapatkan bahan baku, pelatihan produksi, menerima rahasia manajemen, serta fasilitas konsultasi dan evaluasi kepada franchisor jika mengalami masalah.

3. Franchise Fee

Franchise fee merupakan biaya pembelian yang harus dibayar oleh franchisee kepada franchisor saat pembelian paket bisnis tersebut. Saat ini franchise termurah ada berkisar 5 jutaan dan yang mahal sampai 1 miliar rupiah dengan skala internasional.

4. Royalti Fee

Royalti fee adalah biaya yang harus dibayar oleh franchisee kepada franchisor dalam kurun waktu tertentu. Berbeda dengan franchise fee yang digunakan untuk membeli bisnis franchise dan mendapatkan alat-alat untuk berjualan, royalto fee digunakan untuk mendapatkan hal menggunakan merek. Biasanya royalti fee ini dibayarkan per tahun atau per lima tahun. Ketika waktu menggunakan mereka tersebut telah habis, pihak franchisee harus memperpanjang lagi untuk bisa menggunakannya.

5. Collective Fee

Selain membayar royalti fee, pihak franchisee juga berkewajiban untuk membayar collective fee. Collective fee atau disebut juga advertising fee merupakan biaya yang dibayarkan oleh franchisee kepada franchisor untuk biaya pemasaran atau promosi. Kenapa franchisee harus membayar collective fee kepada pihak franchisor? Hal ini dikarenakan promosi atau pemasaran dilakukan oleh pusat franchise. Kamu sebagai pihak franchisee tidak perlu melakukan promosi secara mandiri karena telah membayar collective fee.

6. SOP atau Standard Operation System

SOP atau standard operation system merupakan standar manajemen yang berlaku di franchise. SOP dapat dikatakan salah satu kunci bisnis yang sukses franchise. SOP berisi tata cara mengelola bisnis agar bisa sukses, mulai dari memilih karyawan, melakukan pelatihan, tata cara produksi, tata cara pemasaran dan sebagainya. Dalam hal ini, SOP dapat dikatakan sebagai rahasia kesuksesan dari franchise yang dibagikan kepada pihak franchisee.

Berikut contoh SOP:

  • Secara berkala, pihak karyawan harus mempersiapkan bahan-bahan yang sudah tertata rapi, sehingga ketika ada pembeli, pelayanan bisa cepat dilakukan.
  • X-banner harus dipasang tegak untuk menarik konsumen sebelum usaha dimulai.
  • Setiap malam, listrik di outlet harus dinyalakan supaya menarik perhatian konsumen.
  • Cara membuat Thai tea adalah dengan menyeduh bubuk Thai tea dengan air panas, kemudian menambahkan gula yang sudah dicairkan dan mengocoknya.
  • Sebelum menggunakan gelas untuk mengocok, dipastikan gelas tersebut sudah bersih. Tidak ada sisa pemakaian sebelumnya.
  • Secara berkala, pihak franchisee harus berkunjung ke outlet dan mencicipi rasa produk hasil buatan karyawan. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dan memasatikan semuanya sudah sesuai standar.

Kesimpulan

Di tengah zaman yang serba teknologi, banyak bermunculan produk minuman kekinian. Biasanya minuman-minuman ini terkenal karena pengaruh iklan di media sosial. Produk minuman kekinian memang cukup menjanjikan untuk dijadikan bisnis, apalagi sebagian besar produk ini merupakan jenis produk franchise. Untuk bisa bergabung menjadi pelaku bisnis ini, kamu cukup membeli franchise ini dan kamu bisa akan mendapatkan lisensi untuk menjual produk tersebut.

Meskipun cukup menjanjikan, kamu jangan buru-buru membeli franchise yang harganya bisa mencapai puluhan juta tersebut. Setidaknya perhatikan dulu lima hal di atas, agar kamu tidak menyesal karena telah membelinya. Nah, jika kamu sudah yakin dengan produk franchise yang akan kamu beli, kelola usaha franchise tersebut dengan baik. Termasuk kelola keuangannya dengan baik. Jika kamu mengalami kesulitan mengelola keuangan, kamu bisa menggunakan software akuntansi dari Kledo. Selain harganya terjangkau, Kledo juga memiliki berbagai fitur yang akan mempermudah kamu dalam mengelola bisnis. Yuk mulai bisnis sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *