Sebagai pemilik restoran, tentunya Anda perlu memahami kondisi keuangan bisnis secara menyeluruh melalui laporan keuangan.
Laporan ini adalah alat untuk memantau kinerja, mengendalikan biaya, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Melalui laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, Anda dapat melihat apakah restoran benar-benar menghasilkan laba, memiliki posisi keuangan yang sehat, serta memiliki kas yang cukup untuk menjalankan operasional sehari-hari.
Artikel ini akan membahas pengertian serta cara menyusun 3 laporan keuangan terpenting di restoran: laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan restoran adalah rangkuman dari kinerja restoran sekarang. Ada 3 jenis laporan keuangan yang biasanya digunakan, yaitu:
- Laporan laba rugi
- Neraca
- Laporan arus kas
Selain membantu pemilik bisnis memahami performa restoran, laporan keuangan juga mengandung ‘petunjuk’ untuk mengelola bisnis, menunjukkan hal-hal yang berpotensi menjadi masalah di masa depan, dan membantu pemilik mengambil tindakan yang lebih baik.
Misalnya, restoran Pak Ibnu menggunakan laporan laba rugi untuk memahami hasil penjualan menu musiman bulan Januari kemarin dan membandingkannya dengan bulan Desember.
Dari sana, Pak Ibnu sadar bahwa penjualan es kopi menurun, mungkin karena orang-orang cenderung mencari minuman hangat saat hujan. Pak Ibnu pun bisa menyesuaikan menu mereka dengan strategi ini.
Baca Juga: 9 Tips Akuntansi untuk Pengelolaan Keuangan Restoran
6 Manfaat Laporan Keuangan untuk Restoran
Ada banyak manfaat laporan keuangan bagi restoran, 6 di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Mengevaluasi kinerja keuangan restoran
Laporan keuangan memungkinkan pemilik restoran mengevaluasi kinerja keuangan dalam jangka pendek maupun panjang dengan menganalisis angka-angka penting seperti pendapatan, laba, dan arus kas.
Dari sini, Anda dapat menilai apakah restoran sudah menghasilkan tingkat ROI yang baik.
2. Memahami kesehatan keuangan restoran
Laporan keuangan membantu pemilik, investor, dan mitra memahami kondisi keuangan restoran serta menilai kemampuannya dalam memenuhi kewajiban, membayar beban operasional, dan mengelola aset.
Selain itu, laporan ini mendukung perencanaan dan pengelolaan anggaran secara menyeluruh, termasuk menilai keamanan finansial dan kecukupan cadangan kas.
3. Merencanakan masa depan
Laporan keuangan memberikan gambaran strategis untuk perencanaan anggaran dan potensi pertumbuhan restoran di masa depan.
Laporan ini juga membantu Anda menyiapkan langkah menghadapi risiko keuangan, seperti fluktuasi harga bahan baku, penurunan daya beli pelanggan, maupun tantangan ekonomi lainnya.
4. Menganalisis profitabilitas
Melalui laporan keuangan, restoran dapat menilai keberhasilan dalam menghasilkan laba dengan membandingkan pendapatan dan beban.
Analisis data keuangan dari berbagai periode juga membantu mengidentifikasi tren kinerja dan area yang perlu diperbaiki.
5. Kepatuhan terhadap peraturan
Penyusunan laporan keuangan penting untuk memastikan restoran mematuhi peraturan yang berlaku, menjaga transparansi, serta melindungi kepentingan investor dan pihak eksternal terkait.
Laporan keuangan juga digunakan dalam penyusunan laporan pajak tahunan sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perpajakan dan akuntansi.
Informasi dari laporan keuangan membantu Anda melacak biaya dan menghitung total pengeluaran restoran.
Salah satu data penting yang dihasilkan dari proses penyusunan laporan keuangan adalah harga pokok penjualan. Angka ini penting dalam menentukan harga produk dan mengendalikan pendapatan.
Sebab, harga menu yang Anda tentukan harus mampu menutup biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan makanan sekaligus menghasilkan margin laba yang diinginkan agar bisnis tetap untung.
Baca Juga: 10 Contoh Laporan Keuangan Usaha Makanan
Laporan Laba Rugi Restoran: Pengertian dan Cara Menyusunnya

Laporan keuangan restoran yang akan kita bahas pertama kali adalah laporan laba rugi. Ini adalah laporan keuangan yang paling banyak digunakan dalam bisnis restoran.
Laporan laba rugi menunjukkan laba bersih serta beban operasional restoran dalam satu periode fiskal, baik mingguan, bulanan, triwulanan, maupun tahunan.
Contohnya, sebuah restoran menganggarkan biaya tenaga kerja sebesar 30% dari penjualan, tetapi laporan laba rugi menunjukkan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan ternyata sebesar 32%.
Manajemen pun dapat memutuskan untuk menekan biaya tenaga kerja guna melindungi margin laba.
Cara menyusun laporan laba rugi restoran
Sebenarnya, untuk membuat laporan laba rugi dan laporan keuangan lainnya, restoran bisa menggunakansoftware akuntansi online agar lebih cepat dan mengurangi kesalahan manual.
Meski begitu, berikut ini adalah cara menyusun laporan laba rugi langkah per langkah:
1. Catat penjualan/pendapatan
Masukkan penjualan makanan dan minuman selama periode tertentu dari berbagai metode pembayaran, baik tunai maupun cashless.
Transaksi ini biasanya bisa Anda lihat di aplikasi kasir/point of sales.
2. Catat prime cost
Prime costs adalah harga pokok penjualan makanan dan minuman yang ditambah biaya tenaga kerja (upah koki, pelayan, dan lainnya).
Rata-rata, biaya makanan dan tenaga kerja menyumbang sekitar 60% dari penjualan.
3. Catat biaya tetap
Dalam restoran, biaya tetap biasanya mencakup sewa, asuransi, listrik, gas, pengendalian hama, izin operasional, pemeliharaan rutin, dan lainnya.
Jumlah pengeluaran untuk biaya ini biasanya lebih konsisten daripada biaya tenaga kerja dan persediaan, tetapi tetap perlu Anda kendalikan.
4. Hitung laba atau rugi
Baris paling bawah pada laporan laba rugi menunjukkan berapa besar laba yang diperoleh restoran atau berapa besar kerugian restoran.
Karena sebagian besar restoran beroperasi dengan margin laba yang sangat tipis (margin 10% saja sudah tergolong bagus), maka Anda perlu memantau penjualan dan biaya beberapa kali dalam sehari.
Misalnya, sebuah restoran menghasilkan pendapatan tahunan sebesar Rp1.000.000.000 dan membayar berbagai beban sebesar Rp950.000.000. Maka, laba bersihnya adalah Rp50.000.000.
Contoh laporan laba rugi restoran
Periode: Januari 2026
Nama Restoran: Rasa Nusantara
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan | |
| Penjualan Makan di Tempat | 180.000.000 |
| Penjualan Delivery | 95.000.000 |
| Penjualan Katering | 25.000.000 |
| Total Pendapatan | 300.000.000 |
| Harga Pokok Penjualan (HPP) | |
| Bahan Makanan | 90.000.000 |
| Bahan Minuman | 30.000.000 |
| Total HPP | 120.000.000 |
| Laba Kotor | 180.000.000 |
| Biaya Operasional | |
| Gaji & Upah | 75.000.000 |
| Sewa Tempat | 25.000.000 |
| Listrik & Air | 8.000.000 |
| Marketing & Promosi | 6.000.000 |
| Perlengkapan & Maintenance | 5.000.000 |
| Biaya Lain-lain | 6.000.000 |
| Total Biaya Operasional | 125.000.000 |
| Laba Operasional | 55.000.000 |
| Beban Bunga | 3.000.000 |
| Pajak | 7.000.000 |
| Total Beban Lainnya | 10.000.000 |
| Laba Bersih | 45.000.000 |
Baca Juga: 8 Strategi Efektif Untuk Manajemen Pendapatan Restoran
Neraca: Pengertian dan Cara Menyusunnya

Berbeda dengan laporan laba rugi yang mencakup penjualan harian, biaya, dan penganggaran, neraca lebih berfokus pada kesehatan jangka panjang restoran.
Neraca menunjukkan semua aset yang dimiliki restoran, semua yang menjadi kewajibannya (liabilitas), dan sisa setelah liabilitas dikurangkan dari aset (ekuitas pemilik).
Ekuitas = Aset – liabilitas = ekuitas pemilik
Berbeda dengan laporan P&L, neraca tidak mencakup periode waktu—melainkan merupakan snapshot pada saat tanggal laporan diterbitkan.
Neraca juga berfungsi mengungkap kesehatan bisnis dari sisi likuiditas, efisiensi operasional, dan potensi pengembalian investasi.
Karena tidak mencakup pendapatan atau arus kas, sebaiknya analisis neraca bersama laporan laba rugi dan laporan arus kas.
Cara Membuat Neraca Restoran
Komponen neraca mencakup:
- Aset (seperti peralatan dapur, bar, meja, dan kursi
- Persediaan (makanan dan minuman)
- Liabilitas (utang usaha, fasilitas kredit, serta properti atau peralatan sewa)
- Ekuitas (sisa setelah liabilitas dikurangkan dari aset, kadang disebut aset bersih).
Berikut langkah menyusun neraca:
1. Catat aset
Daftarkan seluruh aset lancar (seperti kas dan piutang usaha), persediaan (seperti properti dan peralatan), serta aset lainnya seperti pajak tangguhan.
Jika dijumlahkan, semuanya merupakan total aset restoran.
2. Catat liabilitas
Catat seluruh liabilitas jangka pendek, misalnya utang usaha, pinjaman jangka pendek, dan pajak terutang, serta seluruh liabilitas jangka panjang seperti utang jangka panjang dan pajak tangguhan.
3. Catat ekuitas pemilik
Cantumkan investasi pemilik dan laba ditahan, yaitu sisa setelah menyeimbangkan penjualan dan liabilitas.
4. Hitung rasio keuangan
Neraca juga membantu restoran melihat rasio keuangan umum, misalnya rasio utang (total aset dibanding total liabilitas), modal kerja (aset lancar dibanding liabilitas lancar), dan rasio utang terhadap ekuitas (total liabilitas dibanding ekuitas pemilik).
Rasio-rasio ini memberikan wawasan tambahan mengenai kinerja bisnis.
Contoh neraca restoran
Per Tanggal: 31 Januari 2026
Nama Restoran: Rasa Nusantara
ASET
- Aset Lancar
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Kas & Bank | 120.000.000 |
| Piutang Usaha | 25.000.000 |
| Persediaan Bahan Makanan & Minuman | 35.000.000 |
| Total Aset Lancar | 180.000.000 |
- Aset Tetap
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Peralatan Dapur | 150.000.000 |
| Furniture (Meja & Kursi) | 80.000.000 |
| Peralatan POS & IT | 20.000.000 |
| Akumulasi Penyusutan | (50.000.000) |
| Total Aset Tetap | 200.000.000 |
TOTAL ASET = Rp380.000.000
LIABILITAS
- Liabilitas Jangka Pendek
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Utang Usaha | 40.000.000 |
| Utang Gaji | 10.000.000 |
| Utang Pajak | 8.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Pendek | 58.000.000 |
- Liabilitas Jangka Panjang
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pinjaman Bank | 100.000.000 |
| Total Liabilitas Jangka Panjang | 100.000.000 |
TOTAL LIABILITAS = Rp158.000.000
EKUITAS
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Modal Pemilik | 180.000.000 |
| Laba Ditahan | 42.000.000 |
| TOTAL EKUITAS | Rp222.000.000 |
Baca Juga: Contoh Laporan Neraca Restoran dan Download Templatenya
Pengertian dan Cara Menyusun Laporan Arus Kas Restoran

Laporan arus kas menunjukkan apakah sebuah restoran memiliki kas yang cukup untuk mendanai operasional saat ini dan pertumbuhan yang direncanakan.
Laporan ini mencatat seluruh kas dan setara kas yang diterima dan dikeluarkan pada setiap periode. Dengan kata lain, menunjukkan aliran uang yang masuk dan keluar dari restoran.
Selain itu, laporan ini juga mencakup aktivitas pendanaan atau utang yang menambah atau mengurangi kas.
Misalnya, menambah utang akan meningkatkan arus kas dalam jangka pendek, sementara melunasi utang terlalu cepat dapat membuat restoran kekurangan kas.
Jika penerimaan lebih besar daripada pembayaran, hasilnya adalah arus kas positif. Jika pembayaran lebih besar daripada uang yang masuk, arus kas menjadi negatif.
Cara Membuat Laporan Arus Kas
Ada dua metode untuk menghitung arus kas, yaitu:
- Metode langsung: Menampilkan pendapatan dan beban saat kas diterima dan dibayarkan
- Metode tidak langsung: enampilkan hal yang sama berdasarkan akrual.
Untuk mempermudah Anda, kami akan fokus pada metode langsung berikut:
1. Catat aktivitas operasi
Masukkan perkiraan kas dari point of sale, serta pembayaran untuk persediaan, upah, bunga atas pembelian, dan biaya administrasi serta pemeliharaan.
Sebagian besar informasi ini bisa Anda temukan di laporan laba rugi.
2. Catat aktivitas investasi
Catat penerimaan dari modal masuk (biasanya dari investor) dan pengeluaran modal untuk membeli peralatan baru atau membangun lokasi baru.
3. Catat aktivitas pendanaan
Catat transaksi utang dan ekuitas (yang terdapat pada neraca): penerimaan dari penerbitan saham atau distribusi kepada pemegang saham, dana pinjaman, serta kas yang dibayarkan untuk pembelian kembali saham (treasury stock), pelunasan pinjaman, dan dividen.
4. Hitung arus kas
Untuk menentukan arus kas, kurangkan pembayaran dari penerimaan. Berikut rumus dasarnya:
Saldo awal kas +/– arus kas dari seluruh aktivitas, termasuk operasional restoran, pendanaan, dan investasi.
Contoh Laporan Arus Kas Restoran (Metode Langsung)
Periode: Januari 2026
Nama Restoran: Rasa Nusantara
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Penerimaan dari Penjualan | 300.000.000 |
| Pembayaran ke Pemasok | (115.000.000) |
| Pembayaran Gaji & Upah | (75.000.000) |
| Pembayaran Beban Operasional | (30.000.000) |
| Pembayaran Bunga | (3.000.000) |
| Pembayaran Pajak | (7.000.000) |
| Arus Kas Bersih dari Operasi | 70.000.000 |
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pembelian Peralatan Dapur | (40.000.000) |
| Arus Kas Bersih dari Investasi | (40.000.000) |
Aktivitas Pendanaan
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Penerimaan Pinjaman Bank | 50.000.000 |
| Pembayaran Angsuran Pinjaman | (20.000.000) |
| Prive Pemilik | (10.000.000) |
| Arus Kas Bersih dari Pendanaan | 20.000.000 |
Ringkasan Arus Kas
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Saldo Kas Awal | 70.000.000 |
| Arus Kas Bersih Periode Ini | 50.000.000 |
| Saldo Kas Akhir | 120.000.000 |
Baca Juga: Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung
Tabel Rangkuman 3 Laporan Keuangan Restoran
Ketiga laporan keuangan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun sebaiknya dianalisis bersama agra Anda bisa melihat kinerja keuangan bisnis secara menyeluruh.
| Laporan | Fungsi Utama | Fokus Informasi | Komponen Utama | Tujuan Analisis |
|---|---|---|---|---|
| Laporan Laba Rugi (P&L / Income Statement) | Mengukur kinerja laba rugi | Penjualan, HPP makanan & minuman, beban operasional | Pendapatan, HPP, biaya tenaga kerja, biaya operasional, laba bersih | Menilai profitabilitas dan kontrol biaya |
| Neraca (Balance Sheet) | Menunjukkan posisi keuangan | Aset, liabilitas, ekuitas | Aset lancar & tetap, utang jangka pendek & panjang, ekuitas | Menilai kesehatan finansial dan struktur modal |
| Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) | Memantau pergerakan kas | Arus kas masuk dan keluar | Aktivitas operasi, investasi, pendanaan, saldo kas | Menilai likuiditas dan kemampuan membiayai operasional |
Baca Juga: Sedang Cari Software Akuntansi Restoran? Perhatikan Hal Ini
Kesimpulan
Mengelola laporan keuangan restoran adalah langkah strategis untuk menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Dengan memahami laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, Anda dapat melihat gambaran utuh kinerja restoran, mengendalikan biaya, serta mengambil keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.
Namun, pencatatan manual sering kali memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Karena itu, gunakan software akuntansi seperti Kledo yang memiliki fitur pencatatan otomatis, integrasi dengan sistem POS, serta laporan keuangan real-time.
Kledo membantu pemilik restoran memantau kondisi bisnis kapan saja dan di mana saja tanpa harus repot mengolah data secara manual.
Yuk, klik tautan ini untuk mencoba Kledo! Tersedia paket gratis selamanya dan free trial selama 14 hari.
- Pengertian & Cara Menyusun 3 Laporan Keuangan restoran - 25 Februari 2026
- Hidden Cost dalam Bisnis: Cara Menemukan & Menguranginya - 25 Februari 2026
- Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya - 24 Februari 2026
