Banyak pemilik usaha yang sering menganggap setiap uang yang diterima bisa langsung dicatat menjadi pendapatan.
Padahal, dalam akuntansi, pencatatannya bisa berbeda. Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin menerima pembayaran dari pelanggan sebelum barang dikirim atau jasa diberikan, sehingga dana tersebut belum dapat diakui sebagai pendapatan.
Dalam kondisi ini, ada 2 konsep akuntansi yang perlu dipahami, yaitu: pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dan pendapatan yang diakui (recognized revenue).
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian masing-masing istilah, perbedaan utamanya, contoh pencatatan jurnal, serta pengaruhnya pada laporan keuangan perusahaan.
Pengertian Pendapatan Diterima di Muka
Pendapatan diterima di muka (unearned revenue atau deferred revenue) adalah pembayaran yang sudah bisnis terima dari pelanggan sebelum menyerahkan barang dan jasa.
Banyak yang salah mengira bahwa unearned revenue ini termasuk aset karena bisnis sudah memegang uangnya.
Tapi, aset adalah sesuatu yang bisnis miliki, sementara uang ini termasuk utang atau beban sampai perusahaan bisa memberikan barang atau jasa tersebut di masa depan.
Oleh karena itu, pendapatan diterima di muka dicatat sebagai kewajiban (liabilitas) dalam neraca.
Contoh:
- Perusahaan manufaktur mesin pijat yang mendapat deposit 50% untuk membuat mesin pijat kustom.
- Agensi digital marketing mendapat Rp10.000.000 untuk mengurus akun sosial media klien sebelum memulai bekerja
- Bisnis membayar biaya listrik untuk 6 bulan.
Anda bisa membaca artikel kami untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendapatan diterima di muka.
Baca Juga: Pengertian Lengkap Pengakuan Pendapatan Dalam Akuntansi
Apa Itu Pendapatan yang Diakui?

Pendapatan yang diakui (recognized revenue) adalah pendapatan yang telah dicatat secara resmi dalam laporan keuangan ketika bisnis telah menyelesaikan kewajibannya kepada pelanggan.
Pada tahap ini, kewajiban perusahaan telah berkurang atau bahkan selesai sehingga nilai tersebut dapat dicatat sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi.
Ada dua metode pengakuan pendapatan, yaitu metode basis akrual dan metode kas:
Metode Basis Akrual
Akuntansi berbasis akrual mengakui pendapatan ketika pendapatan tersebut diperoleh dan bisnis sudah memberikan barang atau jasa kepada pelanggan.
Sementara itu, beban dianggap terjadi ketika perusahaan menerima barang atau jasa dari pihak lain.
Misalnya, pada tanggal 9 Juni, agensi A menyelesaikan jasa iklan untuk PT B senilai Rp10.000.000. PT B baru akan membayar pada tanggal 9 Juli.
Nah, pendapatan ini diakui dan dicatat pada pembukuan bulan Juni, saat menyerahkan jasa, bukan di bulan Juni (saat kas diterima).
Metode Basis Kas
Dalam metode ini, pendapatan diakui ketika diterima di muka, tanpa memandang kapan barang atau jasa diserahkan kepada pelanggan.
Dibandingkan dengan akuntansi berbasis akrual, metode ini lebih sederhana, tapi tidak selalu mampu menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat pada suatu waktu tertentu.
Metode akuntansi berbasis kas umumnya hanya digunakan oleh usaha kecil yang membutuhkan pencatatan yang mudah.
Baca Juga: Beban Dibayar Dimuka: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Jurnalnya
Tabel Perbedaan Pendapatan Diterima di Muka dan Pendapatan yang Diakui
| Aspek | Pendapatan Diterima di Muka | Pendapatan yang Diakui |
|---|---|---|
| Definisi | Kas sudah diterima, tetapi barang/jasa belum diserahkan kepada pelanggan | Kewajiban kinerja sudah terpenuhi, dan pendapatan sah dicatat sebagai penghasilan |
| Kas sudah masuk? | Ya | Belum tentu |
| Kewajiban kinerja | Belum terpenuhi karena masih harus menyerahkan sesuatu | Sudah terpenuhi karena barang/jasa sudah diserahkan |
| Posisi di laporan keuangan | Neraca → Liabilitas | Laba Rugi → Pendapatan |
| Nama akun umum | Unearned Revenue / Deferred Revenue | Revenue / Sales / Service Revenue |
| Dampak pada laba bersih | Tidak ada | Ada (langsung menambah laba bersih) |
Ketika kewajiban kinerja terpenuhi, saldo pendapatan diterima di muka berkurang dan berpindah menjadi pendapatan yang diakui di laporan laba rugi.
Baca Juga: Mengetahui Prinsip Pengakuan Pendapatan dalam Akuntansi
Contoh Pendapatan Diterima di Muka dan Pengakuan Pendapatan dalam Jurnal Akuntansi

Agar lebih mudah memahami perbedaan antara pendapatan diterima di muka dan pendapatan yang diakui serta pencatatannya dalam jurnal, perhatikan contoh berikut.
Misalkan sebuah perusahaan penyedia software menerima pembayaran langganan tahunan sebesar Rp12.000.000 dari pelanggan pada 1 Januari 2026.
Layanan tersebut akan diberikan selama 12 bulan, mulai Januari hingga Desember 2026.
Pada saat pembayaran diterima, perusahaan belum sepenuhnya memberikan layanan kepada pelanggan.
Oleh karena itu, seluruh jumlah yang diterima belum dapat diakui sebagai pendapatan dan harus dicatat sebagai pendapatan diterima di muka.
Jurnal Saat Pembayaran Diterima
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp12.000.000 | |
| Pendapatan diterima di muka | Rp12.000.000 |
Pada tahap ini:
- Kas perusahaan bertambah Rp12.000.000.
- Perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan layanan selama satu tahun.
- Saldo Rp12.000.000 masih dicatat sebagai kewajiban dalam neraca.
Jurnal Penyesuaian Saat Pendapatan Diakui
Karena nilai kontrak sebesar Rp12.000.000 berlaku untuk 12 bulan, maka pendapatan yang dapat diakui setiap bulan adalah:
Rp12.000.000 ÷ 12 = Rp1.000.000 per bulan
Pada akhir Januari, perusahaan telah memberikan layanan selama satu bulan. Dengan demikian, sebagian pendapatan dapat diakui melalui jurnal penyesuaian berikut:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan diterima di muka | Rp1.000.000 | |
| Pendapatan jasa | Rp1.000.000 |
Setelah jurnal ini dibuat:
- Saldo pendapatan diterima di muka berkurang menjadi Rp11.000.000.
- Pendapatan sebesar Rp1.000.000 dicatat dalam laporan laba rugi bulan Januari.
Proses yang sama dilakukan setiap bulan hingga akhir masa kontrak. Pada akhir Desember, seluruh saldo pendapatan diterima di muka akan habis dan total Rp12.000.000 telah diakui sebagai pendapatan perusahaan.
Baca Juga: Contoh Jurnal Pendapatan Akuntansi dalam Bisnis
Dampak Pendapatan Diterima di Muka terhadap Laporan Keuangan

Pendapatan diterima di muka tidak hanya memengaruhi neraca perusahaan, tetapi juga berdampak pada laporan laba rugi, laporan arus kas, dan berbagai rasio keuangan.
Jika tidak dicatat dengan benar, akun ini dapat membuat kondisi keuangan perusahaan terlihat lebih baik atau lebih buruk dari yang sebenarnya.
Dampak pada Neraca
Pendapatan diterima di muka dicatat sebagai kewajiban karena perusahaan masih memiliki tanggung jawab untuk menyerahkan barang atau memberikan jasa kepada pelanggan di masa mendatang.
Klasifikasinya dalam neraca bergantung pada kapan kewajiban tersebut akan diselesaikan:
- Jika barang atau jasa akan diberikan dalam waktu kurang dari satu tahun, maka dicatat sebagai kewajiban jangka pendek.
- Jika penyelesaiannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka dicatat sebagai kewajiban jangka panjang.
Seiring perusahaan memenuhi kewajibannya, saldo pendapatan diterima di muka akan berkurang dan dipindahkan menjadi pendapatan yang diakui dalam laporan laba rugi.
Dampak pada Laporan Laba Rugi
Pendapatan diterima di muka tidak langsung dicatat sebagai pendapatan pada saat kas diterima.
Pendapatan baru diakui secara bertahap sesuai dengan barang atau jasa yang telah diberikan kepada pelanggan.
Pendekatan ini membantu mencegah laba yang terlalu tinggi pada satu periode tertentu dan memastikan laporan keuangan mencerminkan kinerja perusahaan secara lebih akurat.
Dampak pada Laporan Arus Kas
Ketika pelanggan melakukan pembayaran di muka, perusahaan menerima kas sehingga arus kas dari aktivitas operasional meningkat.
Namun, dana tersebut belum sepenuhnya menjadi hak perusahaan karena masih terdapat kewajiban yang harus dipenuhi.
Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengelola kas dengan hati-hati agar tetap memiliki sumber daya yang cukup untuk memberikan layanan atau menyerahkan barang yang telah dijanjikan.
Contoh Pergerakan Pendapatan Diterima di Muka dalam Laporan Keuangan
Misalkan sebuah perusahaan software menjual langganan tahunan senilai Rp24.000.000 dan menerima seluruh pembayaran di muka dari pelanggan pada tanggal 1.
Pada 1 Januari, pencatatannya sebagai berikut:
- Neraca: Kas bertambah Rp24.000.000. dan pendapatan diterima di muka bertambah Rp24.000.000 sebagai kewajiban.
- Laporan laba rugi: Belum ada pendapatan yang diakui
- Laporan arus kas: Arus kas operasional bertambah Rp24.000.000
Untuk setiap bulan selama masa langganan (Februari – Desember), pencatatannya sebagai berikut:
Karena kontrak berlaku selama 12 bulan, maka pendapatan yang dapat diakui setiap bulan adalah:
- Neraca: Saldo pendapatan diterima di muka berkurang Rp2.000.000.
- Laporan Laba Rugi: Pendapatan sebesar Rp2.000.000 diakui.
- Laporan Arus Kas: Tidak ada perubahan karena kas telah diterima di awal kontrak.
Lalu pada akhir tahun, seluruh Rp24.000.000 telah diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi, sehingga saldo pendapatan diterima di muka menjadi nol.
Di titik ini, perusahaan telah memenuhi seluruh kewajibannya kepada pelanggan.
Baca Juga: Jurnal Biaya Dibayar Di Muka: Cara Membuat dan Contohnya
Kesimpulan
Pendapatan diterima di muka dan pendapatan yang diakui adalah dua konsep akuntansi berbeda terkait pendapatan.
Pendapatan diterima di muka merupakan pembayaran yang telah diterima perusahaan sebelum barang atau jasa diberikan, sehingga masih dicatat sebagai kewajiban.
Sementara itu, pendapatan yang diakui adalah pendapatan yang telah diperoleh karena perusahaan telah memenuhi sebagian atau seluruh kewajibannya kepada pelanggan.
Software akuntansi Kledo dapat membantu Anda mengelola pendapatan diterima di muka dan pengakuan pendapatan secara otomatis.
Dengan Kledo, proses pencatatan menjadi lebih efisien dan laporan keuangan dapat disajikan secara lebih akurat.
Coba Kledo sekarang untuk pencatatan pendapatan yang lebih mudah, klik di sini untuk mencoba gratis selama 14 hari.
- Pengaruh Pendapatan Diterima di Muka Terhadap Laporan Neraca - 10 Juni 2026
- Perbedaan Pendapatan Diterima di Muka dan Pendapatan yang Diakui - 10 Juni 2026
- FMEA adalah: Penjelasan dan Cara Melakukannya - 8 Juni 2026
