Sebagai pemilik usaha salon, Anda perlu rutin menghitung pendapatan agar mengetahui seberapa besar pemasukan bisnis di setiap periode.
Data ini menjadi dasar untuk menilai apakah bisnis berkembang sesuai target atau justru membutuhkan perbaikan pada aspek operasional maupun pemasaran.
Meski terdengar sederhana, nyatanya masih banyak pemilik salon yang menyamakan pendapatan dengan laba atau hanya mengandalkan perkiraan tanpa pencatatan yang rapi.
Artikel ini akan membantu Anda memahami cara menghitung pendapatan salon dari nol, mulai dari pengertian pendapatan, sumber-sumber pemasukan salon, komponen yang perlu diperhitungkan, rumus perhitungan, contoh kasus, hingga cara menghitung laba setelah pendapatan diketahui.
Mengenal Perbedaan Omzet, Pendapatan, dan Laba dalam Salon
Dalam bisnis, terdapat tiga istilah yang saling dikira sama: omzet, pendapatan, dan laba. Jika Anda ingin menghitung pendapatan dengan tepat, Anda harus mengetahui perbedaan 3 istilah ini:
| Istilah | Definisi | Contoh |
| Omzet | Total uang masuk dari seluruh transaksi, belum dikurangi biaya apapun | Salon menerima Rp20.000.000 dari semua layanan dalam sebulan |
| Pendapatan | Penghasilan dari kegiatan usaha utama sebelum dikurangi HPP dan biaya operasional | Rp20.000.000 dari layanan potong, cat, dan perawatan rambut |
| Laba | Sisa uang setelah semua biaya operasional dikurangi dari pendapatan | Dari Rp20.000.000, setelah dikurangi gaji, sewa, dan produk = Rp5.000.000 laba bersih |
Keterangan: Omzet dan pendapatan adalah dua hal yang serupa dalam percakapan bisnis sehar-hari, tapi omzet bukanlah istilah resmi dalam standar akuntansi. Sementara itu, pendapatan adalah istilah resmi yang setara dengan revenue dalam laporan laba rugi.
Selain itu, omzet biasanya hanya merujuk pada penjualan produk atau jasa, sementara pendapatan juga mencakup pendapatan non-operasional.
Baca Juga: Berapa Modal Membuka Salon Kecantikan? Ini Rinciannya!
Apa Saja Sumber Pendapatan Salon?

Semakin beragam sumber pendapatan yang dimiliki, semakin besar peluang salon meningkatkan omzet dan menjaga arus kas tetap stabil.
Umumnya, pendapatan salon terbagi menjadi empat kategori utama, yaitu layanan perawatan rambut, layanan kecantikan, penjualan produk, serta membership dan paket layanan.
Pendapatan dari layanan perawatan rambut
1. Potong rambut
Potong rambut atau haircut menghasilkan pendapatan dari biaya jasa yang dibayarkan pelanggan.
Tarif potong rambut bisa bervariasi berdasarkan kategori layanan, seperti potong rambut pria, wanita, anak-anak, atau potong rambut premium oleh seorang stylist.
2. Hair Coloring
Pewarnaan rambut mencakup layanan bleaching, highlight, balayage, hingga ombre. Dari sisi nilai transaksi, layanan ini cenderung lebih tinggi daripada potong rambut karena membutuhkan lebih banyak bahan dan juga lebih memakan waktu.
3. Hair Treatment
Hair treatment meliputi layanan seperti keratin treatment, rebonding, smoothing, creambath, hair mask, dan sejenisnya.
Pelanggan biasanya meminta layanan seperti ini setiap satu hingga tiga bulan sekali, sehingga pendapatannya cenderung fluktuatif.
Jika Anda bisa menggaet lebih banyak pelanggan setia untuk layanan ini, Anda bisa memperoleh pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
4. Hair Styling
Layanan hair styling mencakup tatanan rambut untuk acara tertentu seperti pernikahan, wisuda, atau pemotretan, serta layanan blow dry dan curling harian.
Pendapatan dari kategori ini dapat melonjak signifikan pada periode tertentu seperti menjelang wisuda, pesta, atau pernikahan.
Pendapatan dari Layanan Kecantikan
Salon modern biasanya melakukan diversifikasi pendapatan dengan memperluas jangkauan layanannya ke ranah kecantikan juga.
Diversifikasi layanan membantu meningkatkan nilai transaksi setiap pelanggan.
1. Manicure
Manicure adalah layanan perawatan tangan dan kuku yang mencakup pembersihan, pemangkasan, pengikiran, serta pengecatan kuku.
Beberapa salon juga menawarkan variasi seperti gel manicure atau nail art dengan harga yang lebih tinggi. Layanan ini memiliki waktu pengerjaan yang relatif singkat sehingga berpotensi menghasilkan lebih banyak transaksi dalam satu hari kerja.
2. Pedicure
Serupa dengan manicure, pedicure fokus pada perawatan kaki dan kuku kaki. Layanan ini umumnya memiliki harga yang lebih tinggi daripada manicure karena melibatkan proses tambahan seperti scrubbing dan soaking.
Anda bisa menawarkan kedua layanan ini dalam paket bundling untuk meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.
3. Eyelash
Layanan eyelash mencakup eyelash extension, lash lift, dan lash tint. Dari sisi nilai transaksi, layanan ini termasuk dalam kategori menengah ke atas.
Selain itu, eyelash extension membutuhkan perawatan ulang (refill) setiap dua hingga empat minggu sekali, sehingga berpotensi menciptakan aliran pendapatan berulang.
4. Facial
Facial adalah layanan perawatan wajah yang bertujuan membersihkan, melembapkan, dan merawat kulit secara mendalam.
Variasinya sangat beragam, mulai dari basic facial hingga hydrafacial atau perawatan dengan teknologi tertentu. Harganya pun bervariasi bergantung pada jenis perawatan dan produk yang digunakan.
5. Waxing
Waxing adalah layanan penghilangan bulu tubuh menggunakan lilin khusus. Layanan ini memiliki proses pengerjaan yang cepat namun membutuhkan keahlian khusus.
Pendapatan dari waxing cukup konsisten karena pelanggan umumnya perlu melakukan perawatan ulang setiap tiga hingga enam minggu sekali.
Pendapatan dari Penjualan Produk
Selain layanan, banyak salon yang juga menjual produk perawatan rambut dan kecantikan secara langsung kepada pelanggan.
Sumber pendapatan ini sering kali diabaikan dalam pencatatan, padahal kontribusinya terhadap total pendapatan bisa cukup banyak, terutama jika salon Anda menjual produk bermerek dengan margin yang baik.
1. Shampoo
Penjualan shampoo kepada pelanggan merupakan bentuk penjualan produk yang paling umum di salon.
Pelanggan yang puas dengan hasil perawatan rambutnya di salon seringkali tertarik untuk membeli produk yang sama untuk digunakan di rumah.
2. Hair Care
Kategori hair care mencakup produk-produk seperti kondisioner, hair mask, hair serum, hair tonic, dan produk perawatan rambut lainnya.
Jika Anda bekerja sama dengan merek tertentu atau menjadi reseller resmi, Anda berpotensi mendapatkan margin keuntungan yang lebih baik dari kategori produk ini.
3. Skincare
Beberapa salon, khususnya yang memiliki layanan facial atau kecantikan wajah, juga menjual produk skincare seperti pelembap, sunscreen, toner, dan sejenisnya.
Triknya adalah mengedukasi pelanggan setelah sesi perawatan wajah, sehingga pelanggan yang teredukasi tertarik pada produk Anda sebagai solusi permasalahan mereka.
4. Styling Products
Produk styling seperti pomade, hair spray, wax, gel, dan dry shampoo juga umum dijual di salon.
Target pasarnya terutama adalah pelanggan yang ingin mempertahankan hasil tatanan rambutnya setelah keluar dari salon.
Pendapatan dari kategori ini biasanya lebih kecil secara individual, namun frekuensi pembeliannya cukup tinggi karena produk ini termasuk kategori fast-moving consumer goods.
Pendapatan dari Membership dan Paket Layanan
Salon juga bisa menerapkan sistem membership dan layanan bundling untuk meningkatkan pendapatan di muka serta membantu salon mempertahankan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
Contoh umum dari sumber pendapatan ini meliputi:
- Paket bundling layanan: Misalnya, paket “potong + creambath + blow dry” dengan harga lebih hemat daripada layanan potong atau creambath saja.
- Kartu membership bulanan atau tahunan: Pelanggan membayar sejumlah biaya di muka untuk mendapatkan akses ke layanan tertentu dengan harga yang lebih terjangkau.
- Paket promo musiman: Misalnya paket spesial Lebaran atau akhir tahun yang menawarkan beberapa layanan sekaligus.
Catatan: Pendapatan dari membership dan paket layanan perlu dicatat dengan hati-hati, terutama jika pembayaran diterima di muka namun layanannya belum sepenuhnya diberikan.
Dalam akuntansi, hal ini dikenal sebagai deferred revenue (pendapatan ditangguhkan), yakni kewajiban yang baru dapat diakui sebagai pendapatan setelah layanan benar-benar diberikan kepada pelanggan.
Baca Juga: 15 Ide Promosi Usaha Salon untuk Meningkatkan Keuntungan
Cara Menghitung Pendapatan Salon

Pendapatan dihitung dari semua transaksi yang berhasil diselesaikan, baik dari penjualan jasa maupun penjualan produk.
Nilai ini belum dikurangi biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa tempat, atau pembelian bahan baku.
Rumus Menghitung Pendapatan Salon
Rumus dasar untuk menghitung pendapatan salon adalah:
Pendapatan = Total Penjualan Jasa + Total Penjualan Produk
Apabila salon memiliki sumber pemasukan lain, seperti membership, paket perawatan, atau gift card yang telah diakui sebagai pendapatan, komponen tersebut juga dapat ditambahkan ke dalam perhitungan.
Rumus yang lebih lengkap adalah:
Pendapatan = Penjualan Jasa + Penjualan Produk + Pendapatan Membership + Pendapatan Lainnya − Refund − Potongan Penjualan
Keterangan:
- Penjualan jasa mencakup seluruh layanan yang diberikan kepada pelanggan.
- Penjualan produk meliputi produk perawatan rambut, skincare, dan produk kecantikan lainnya.
- Pendapatan membership berasal dari biaya keanggotaan atau paket layanan yang diakui sebagai pendapatan sesuai kebijakan pencatatan.
- Pendapatan lainnya dapat berupa layanan tambahan (add-on services) atau sumber pendapatan lain yang berkaitan dengan operasional salon.
- Refund mengurangi pendapatan karena transaksi dibatalkan atau dikembalikan kepada pelanggan.
- Potongan penjualan meliputi diskon, voucher, atau promo yang mengurangi nilai transaksi.
Contoh perhitungan pendapatan salon
Contoh berikut menunjukkan cara menghitung pendapatan salon menggunakan data transaksi sederhana.
Misalnya dalam satu hari salon memperoleh transaksi sebagai berikut.
| Jenis Pendapatan | Jumlah |
|---|---|
| Potong rambut | Rp1.200.000 |
| Hair coloring | Rp2.500.000 |
| Hair treatment | Rp1.000.000 |
| Facial | Rp900.000 |
| Penjualan produk | Rp800.000 |
| Total Pendapatan | Rp6.400.000 |
Perhitungannya:
- Total penjualan jasa = Rp1.200.000 + Rp2.500.000 + Rp1.000.000 + Rp900.000 = Rp5.600.000
- Total penjualan produk = Rp800.000
Pendapatan Harian = Rp5.600.000 + Rp800.000 = Rp6.400.000
Apabila pada hari yang sama terdapat refund sebesar Rp200.000, maka pendapatan yang diakui menjadi:
Rp6.400.000 − Rp200.000 = Rp6.200.000
Baca Juga: 12 Strategi Untuk Meningkatkan Keuntungan Usaha Salon
Cara Menghitung Laba Salon Setelah Mengetahui Pendapatan

Mengetahui pendapatan saja belum cukup untuk menilai apakah bisnis salon menghasilkan keuntungan.
Anda juga perlu menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan selama menjalankan operasional salon untuk mengetahui laba atau keuntungan yang diperoleh dalam periode tertentu.
Berikut adalah cara menghitung laba salon setelah mengetahui pendapatan
1. Ketahui biaya operasional
Biaya operasional adalah seluruh pengeluaran yang diperlukan agar salon dapat menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Semakin akurat pencatatan biaya, semakin akurat pula hasil perhitungan laba.
Biaya operasional terdiri dari komponen berikut:
- Gaji karyawan: Seluruh kompensasi yang diberikan kepada tenaga kerja (jika ada). Jika menerapkan sistem komisi dan komisi penjualan, masukkan juga sebagai bagian dari biaya ini.
- Sewa tempat: Jika menyewa tempat seperti di ruko atau pusat perbelanjaan, masukkan biaya sewa ke dalam perhitungan laba. Jika tempat usaha merupakan milik sendiri, coba hitung biaya penyusutan.
- Listrik dan air: Salon menggunakan berbagai peralatan yang membutuhkan listrik dan air setiap hari. Oleh karena itu, Anda harus mencatat biaya utilitas juga untuk membantu mengidentifikasi peluang penghematan.
- Produk perawatan: Setiap layanan salon menggunakan bahan habis pakai yang nilainya harus diperhitungkan sebagai biaya operasional. Contohnya adalah sahmpoo, pewarna rambut, hair mask, lilin waxing, dan sarung tangan sekali pakai. Sebaiknya, atur sistem inventaris untuk memantau penggunaan produk.
- Peralatan salon: Beberapa peralatan bisa dibeli sekali lalu digunakan bertahun-tahun, tapi biasanya mereka juga memerlukan perawatan. Contohnya seperti hair dryer, catokan, kursi, cermin, mesin facial, komputer operasional, mesin kasir atau POS.
2. Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran merupakan investasi untuk memperoleh pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
Pengeluaran dalam kategori ini bisa mencakup promo diskon, biaya untuk media sosial, iklan, atau menggunakan jasa influencer.
3. Menghitung laba salon
Setelah menghitung seluruh pendapatan dan biaya operasional, Anda bisa mengetahui laba dengan rumus berikut:
Laba = Pendapatan − Total Biaya
Apabila hasil perhitungan bernilai positif, salon memperoleh keuntungan. Sebaliknya, apabila total biaya lebih besar daripada pendapatan, salon mengalami kerugian pada periode tersebut.
Contoh Perhitungan Laba Salon
Misalkan sebuah salon memiliki data keuangan selama satu bulan sebagai berikut.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan salon | Rp160.000.000 |
| Gaji karyawan | Rp55.000.000 |
| Sewa tempat | Rp18.000.000 |
| Listrik dan air | Rp6.000.000 |
| Produk perawatan | Rp28.000.000 |
| Perawatan peralatan | Rp4.000.000 |
| Biaya pemasaran | Rp7.000.000 |
| Total biaya operasional | Rp118.000.000 |
| Laba salon | Rp42.000.000 |
Perhitungannya adalah:
Laba = Rp160.000.000 − Rp118.000.000 = Rp42.000.000
Artinya, salon memperoleh keuntungan sebesar Rp42.000.000 pada bulan tersebut.
Baca Juga: Sedang Mengelola Bisnis Salon? Hindari 10 Kesalahan ini!
Software Kasir dan Akuntansi untuk Menghitung Pendapatan Salon
Meski sebenarnya Anda bisa mencatat pendapatan secara manual, tapi akan lebih aman jika Anda menggunakan software akuntansi dan kasir yang bisa mengotomatiskan proses pencatatan pendapatan sehingga lebih cepat dan mengurangi kesalahan.
Point of Sale (POS) adalah sistem kasir berbasis teknologi yang dirancang untuk memproses transaksi penjualan secara digital.
Sisitem kasir bisa memproses transaksi dengan detail layanan yang diambil, nama kasir yang menangani, metode pembayaran, dan akuntansi. Jika Anda ingin mengaplikasikan diskon pada transaksi, sistem kasir Anda juga bisa menanganinya.
Software akuntansi adalah aplikasi yang digunakan untuk mencat transaksi, pelaporan keuangan, hingga pengelolaan utang piutang.
Beberapa software akuntansi seperti Kledo menawarkan bundling sistem kasir POS secara gratis. Artinya, jika Anda menggunakan Kledo, Anda bisa mengakses aplikasi kasirnya juga tanpa membeli sistem lain.
Menggunakan 2 sistem ini bisa membawa berbagai manfaat seperti:
1. Pengaturan inventaris produk
Software kasir dan akuntansi yang terintegrasi membantu Anda mengelola inventaris dengan cara:
- Pengurangan stok otomatis: Setiap kali sistem POS mencatat transaksi yang menggunakan suatu produk, stok produk yang digunakan akan berkurang secara otomatis. Dengan demikian, data stok yang tersedia di sistem selalu mencerminkan kondisi aktual di lapangan.
- Peringatan stok minimum: Anda bisa mengatur sistem agar memberikan notifikasi otomatis ketika stok suatu produk mendekati batas minimum yang telah ditentukan.
- Mencatat biaya produk: Karena setiap pemakaian produk tercatat secara otomatis, perhitungan HPP untuk setiap layanan dapat dilakukan dengan lebih akurat.
2. Dashboard pendapatan
Fitur dashboard real-time memungkinkan Anda memantau kondisi keuangan bisnis secara langsung, kapan saja dan dari mana saja.
Anda bisa melihat total pendapatan salon hari ini, jumlah transaksi yang telah diproses, grafik tren pendapatan, hingga ringkasan laba kotor dan laba bersih.
3. Laporan penjualan
Dengan sistem kasir dan akuntansi, Anda bisa melihat laporan penjualan secara otomatis tanpa perlu menginput ulang data secara manual.
Anda bahkan bisa mengakses laporan kapan saja, tanpa perlu menunggu akhir bulan untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Sistem Kasir Salon Terbaik 2026
Kesimpulan
Menghitung pendapatan merupakan langkah penting untuk mengetahui kinerja salon Anda.
Perhitungan dimulai dengan menjumlahkan seluruh pendapatan dari layanan dan penjualan produk, kemudian disesuaikan dengan diskon, voucher, maupun refund agar hasilnya mencerminkan pemasukan yang sebenarnya.
Setelah mengetahui total pendapatan, Anda dapat menghitung seluruh biaya operasional untuk mengetahui laba yang dihasilkan salon.
Apabila jumlah transaksi semakin banyak, pertimbangkan menggunakan Kledo, software akuntansi yang terintegrasi dengan aplikasi kasir sehingga mampu mencatat penjualan secara otomatis dan menghasilkan laporan keuangan secara real-time.
Coba Kledo sekarang lewat tautan ini.
- Cara Menghitung Pendapatan Salon yang Benar dan Contohnya - 21 Juli 2026
- Biaya Operasional Salon: Contoh Perhitungan & Cara Menghemat - 20 Juli 2026
- Apa Itu SaaS? Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya untuk Bisnis - 20 Juli 2026
