Bisnis menggunakan wesel bayar ketika mereka meminjam uang dari pemberi pinjaman seperti bank, lembaga keuangan, atau individu.
Pada dasarnya, wesel bayar merupakan akun dalam neraca yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kewajiban utang kepada pihak pemberi dana.
Informasi untuk mencatat wesel bayar dalam pembukuan perusahaan biasanya berasal dari surat pernyataan utang (promissory note), yaitu dokumen tertulis yang memuat jumlah pinjaman, suku bunga, jadwal pembayaran, serta tanda tangan peminjam dan pemberi pinjaman.
Artikel ini akan membahas apa itu wesel bayar, jenis, cara menghitung dan pencatatan jurnalnya, serta bedanya dengan wesel tagih.
Apa Itu Wesel Bayar?
Wesel bayar atau note payable adalah surat pernyataan utang tertulis yang menyatakan kewajiban peminjam untuk membayar kepada pemberi pinjaman, beserta ketentuan pinjaman yang menyertainya (misalnya suku bunga dan tanggal jatuh tempo).
Dalam akuntansi, akun note payable dicatat dalam laporan posisi keuangan (neraca) sebagai kewajiban lancar dan mewakili perjanjian tertulis antara peminjam dan pemberi pinjaman.
Di dalam note payable juga tercantum berbagai ketentuan yang disepakati oleh kedua belah pihak, antara lain:
- Kewajiban: Menjelaskan kewajiban yang harus dipenuhi oleh masing-masing pihak harus secara rinci.
- Jangka Waktu Pinjaman: Durasi pinjaman hingga jatuh tempo pembayaran
- Suku Bunga: Tingkat bunga yang dikenakan selama masa pinjaman dan menjadi dasar perhitungan beban bunga.
- Jaminan: Dalam banyak kasus, pemberi pinjaman akan mensyaratkan adanya jaminan sebagai lapisan perlindungan tambahan.
Baca Juga: Piutang Wesel Adalah: Fungsi, Komponen, Jenis, dan Contoh Jurnalnya
Jenis-Jenis Wesel Bayar
Terdapat beberapa jenis note payable yang umum dalam praktik bisnis, antara lain:
1. Wesel bayar dengan pembayaran sekali (single-payment note)
Jenis ini mengharuskan peminjam melunasi seluruh pokok pinjaman beserta bunga dalam satu kali pembayaran sekaligus pada saat jatuh tempo.
Wesel jenis ini dapat membantu perusahaan yang membutuhkan dana dalam waktu cepat, seperti untuk pembelian aset atau kebutuhan operasional, sementara arus kas diperkirakan akan tersedia di masa depan.
2. Wesel Bayar dengan amortisasi (amortized note)
Ini adalah jenis wesel yang paling umum. Sama seperti pinjaman pada umumnya, wesel jenis ini memiliki jadwal pembayaran berkala yang mencakup pokok dan bunga, sehingga saldo pinjaman berkurang secara bertahap dari waktu ke waktu.
Tergantung pada struktur pinjaman, Anda mungkin bisa melunasi dengan cicilan rutin tanpa sisa pokok di akhir masa pinjaman, atau ada balloon payment (pembayaran besar) di akhir periode.
3. Wesel bayar dengan amortisasi negatif (negative amortization note)
Penggunaan wesel ini relatif jarang. Sebab, perusahaan mesti membayar jumlah yang lebih kecil dari bunga yang seharusnya dibayarkan. Akibatnya, bunga yang belum terbayar akan ditambahkan ke pokok pinjaman.
Hal ini menyebabkan saldo pinjaman justru meningkat seiring waktu. Penggunaan wesel jenis ini biasanya sangat terbatas dan bersifat strategis. Perusahaan perlu berhati-hati karena risiko keuangan dari penggunaan wesel tergolong tinggi.
4. Wesel bayar bunga saja (interest-only note)
Pada jenis ini, perusahaan hanya membayar bunga secara berkala, sementara pokok pinjaman tetap tidak berubah selama periode tertentu.
Biasanya perusahaan menggunakan wesel jenis ini saat ingin memanfaatkan dana untuk ekspansi cepat, membeli persediaan dalam jumlah besar, atau kebutuhan investasi lainnya, dengan asumsi bahwa dana untuk melunasi pokok akan tersedia sebelum jatuh tempo.
Baca Juga: Utang Jangka Pendek dan Jangka Panjang: Pembahasan & Bedanya
Bagaimana Proses Pencatatan Akuntansi untuk Wesel Bayar?

Berikut adalah tahapan pencatatan akuntansi note payable beserta jurnalnya:
1. Jurnal Saat Perusahaan Menerima Pinjaman
Ketika perusahaan menerima dana pinjaman melalui wesel bayar:
- Akun Kas ➝ Didebit sebesar jumlah uang yang diterima.
- Akun Wesel Bayar ➝ Dikredit untuk mencatat kewajiban yang timbul.
Artinya, kas perusahaan bertambah dan pada saat yang sama muncul kewajiban untuk membayar kembali pinjaman tersebut.
2. Jurnal Beban Bunga
Selama masa pinjaman, perusahaan harus mengakui beban bunga.
Saat bunga masih terutang (belum dibayar):
- Beban Bunga ➝ Didebit
- Utang Bunga (Interest Payable) ➝ Dikredit
Ketika bunga dibayarkan:
- Utang Bunga ➝ Didebit
- Kas ➝ Dikredit
Langkah ini menunjukkan bahwa kewajiban bunga dihapus dan kas perusahaan berkurang.
3. Jurnal Saat Jatuh Tempo (Pelunasan Pokok)
Pada saat wesel jatuh tempo dan pokok pinjaman dilunasi:
- Wesel Bayar ➝ Didebit sebesar jumlah pokok pinjaman
- Kas ➝ Dikredit sebesar jumlah yang dibayarkan
Entri ini menghapus kewajiban wesel bayar dari neraca karena pinjaman telah dilunasi.
Baca Juga: Contoh Soal Jurnal Penerimaan Kas dan Cara Membuatnya
Contoh Wesel Bayar
Misalnya, sebuah perusahaan perlu meminjam Rp400.000.000 untuk membeli meja kerja ergonomis bagi karyawannya.
Untuk membeli furnitur baru tersebut, perusahaan mengajukan pembiayaan langsung melalui toko furnitur.
Toko menyetujui pembiayaan dan menerbitkan surat pernyataan utang yang memuat rincian pinjaman, seperti suku bunga dan jadwal pembayaran.
Dalam neraca, perusahaan mencatat pinjaman tersebut sebagai wesel bayar dengan mengkredit akun kewajiban wesel bayar.
Di sisi lain, perusahaan juga mencatat furnitur tersebut sebagai aset tetap (aset tetap bertambah).
Seiring perusahaan melunasi pinjaman, saldo pada akun “wesel bayar” di bagian kewajiban akan berkurang.
Pada saat yang sama, nilai furnitur di akun aset juga akan berkurang karena perusahaan mencatat penyusutan (depresiasi) atas aset tersebut dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Utang Lancar: Definisi, Contoh, dan Bedanya dengan Utang Tidak Lancar
Cara Menghitung Wesel Bayar dengan Bunga

Untuk mencatat note payable, Anda memerlukan informasi berikut:
- Jumlah pinjaman
- Suku bunga
- Jadwal pembayaran (atau jumlah angsuran)
Untuk pinjaman sederhana dengan cicilan tetap, perhitungan wesel bayar dapat menggunakan rumus berikut:
Rumus: Wesel bayar = Jumlah pinjaman × (1 + suku bunga × jumlah periode pembayaran)
*Rumus di atas mengasumsikan bunga sederhana (bukan majemuk), serta pembayaran dilakukan secara berkala dengan jumlah yang sama.
Contoh Perhitungan
Sebuah bisnis meminjam Rp500.000.000 dengan suku bunga 5% per tahun, dan pinjaman tersebut akan dilunasi dalam 60 kali cicilan bulanan.
Wesel bayar = Rp500.000.000 × (1 + 0,05 × 60)
Wesel bayar = Rp2.000.000.000
Baca Juga: Rumus dan Cara Menghitung Beban Bunga Beserta Contoh Jurnalnya
Cara Menemukan Wesel Bayar di Neraca
Note payable dicatat pada bagian kewajiban (liabilitas) dalam neraca. Biasanya, bagian kewajiban terletak setelah bagian aset.
- Jika dicatat dalam kewajiban lancar, berarti pinjaman tersebut jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
- Jika dicatat dalam kewajiban jangka panjang, berarti pinjaman akan jatuh tempo lebih dari satu tahun.
Misalnya, pada tanggal 1 April, Perusahaan A meminjam Rp1.500.000.000 dari bank dengan menandatangani wesel berbunga 6% untuk jangka waktu 6 bulan.
Berikut pencatatan pada 1 April saat wesel terbit:
| Tanggal | Debit | Kredit | |
| Kas | 1 April | Rp1.500.000.000 | |
| Wesel bayar | Rp1.500.000.000 | ||
| Beban bunga | 30 Juni | Rp22.500.000 | |
| Utang bunga | Rp22.500.000 |
Dari jurnal di atas, terlihat bawa 30 Juni, perusahaan perlu mengakui beban bunga untuk menyusun laporan keuangan semesterannya.
Perhitungan bunga selama 3 bulan:
Bunga = Pokok × Suku bunga × (Waktu/12)
Bunga = Rp1.500.000.000 × 6% × (3/12) = Rp22.500.000
Baca Juga: Analisis Transaksi dalam Akuntansi: Pengertian dan Tahapannya
Perbedaan Utama antara Wesel Bayar dan Wesel Tagih

Kedua istilah ini terdengar mirip, namun sebenarnya jauh berbeda. Memahami perbedaan antara wesel bayar dan wesel tagih sangat penting dalam pencatatan akuntansi bisnis agar laporan keuangan tetap akurat dan tidak menyesatkan.
Berikut penjelasan detailnya:
1. Dari Segi Pengertian
Wesel bayar
Merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan kepada pihak lain, yang dibuktikan dengan surat pernyataan utang resmi.
Akun ini dicatat sebagai kewajiban (liabilitas) dalam neraca karena mencerminkan utang yang harus dilunasi.
Perusahaan biasanya menggunakan wesel bayar untuk membiayai pengeluaran besar, seperti pembelian aset tetap atau ekspansi usaha.
Selama utang tersebut belum dilunasi, ekuitas perusahaan secara efektif akan berkurang karena adanya kewajiban yang harus dibayar.
Wesel Tagih
Sebaliknya, wesel tagih adalah sejumlah uang yang harus diterima perusahaan dari pihak lain dan juga didukung oleh surat pernyataan utang resmi.
Akun ini dicatat sebagai aset dalam neraca karena mencerminkan hak perusahaan untuk menerima pembayaran di masa depan.
Perusahaan menerbitkan wesel tagih ketika memberikan pinjaman atau memperpanjang kredit kepada pelanggan.
Berbeda dengan piutang usaha biasa, wesel tagih umumnya memiliki jadwal pembayaran terstruktur dan dapat dikenakan bunga, sehingga berpotensi menambah pendapatan perusahaan.
2. Dampaknya terhadap bisnis
Baik wesel bayar maupun wesel tagih memengaruhi arus kas dan posisi keuangan perusahaan, tetapi dengan cara yang berbeda.
Dampak wesel bayar
Karena termasuk kewajiban, note payable dapat:
- Mengurangi jumlah ekuitas yang tersedia
- Memberi tekanan pada arus kas saat jatuh tempo pembayaran
- Meningkatkan beban bunga jika tidak dikelola dengan baik
Namun, note payable juga dapat menjadi alat strategis untuk membiayai proyek penting, seperti pembelian mesin baru atau ekspansi operasional.
Dampak wesel tagih
Sebagai aset, wesel tagih:
- Menambah total aset dalam neraca
- Menunjukkan potensi arus kas masuk di masa depan
- Dapat menghasilkan pendapatan bunga
Hal ini dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat posisi keuangan perusahaan. Namun, terdapat risiko apabila debitur menunda pembayaran atau gagal bayar, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan keuangan perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memantau wesel tagih secara cermat untuk memastikan pembayaran diterima tepat waktu.
| Aspek | Wesel Bayar | Wesel Tagih |
|---|---|---|
| Pengertian | Janji tertulis perusahaan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak lain pada tanggal tertentu | Janji tertulis dari pihak lain untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan pada tanggal tertentu |
| Posisi di Neraca | Dicatat sebagai kewajiban (liabilitas) | Dicatat sebagai aset |
| Dampak terhadap Ekuitas | Mengurangi ekuitas karena merupakan utang | Meningkatkan aset dan potensi ekuitas |
| Arah Arus Kas | Menyebabkan arus kas keluar saat pelunasan | Menyebabkan arus kas masuk saat diterima pembayarannya |
| Tujuan Umum | Digunakan untuk memperoleh pendanaan, membeli aset, atau membiayai operasional | Digunakan saat perusahaan memberikan pinjaman atau fasilitas kredit kepada pihak lain |
| Jangka Waktu | Bisa jangka pendek atau jangka panjang | Bisa jangka pendek atau jangka panjang |
| Bunga | Perusahaan membayar bunga kepada kreditur | Perusahaan menerima bunga dari debitur |
| Risiko | Risiko tekanan arus kas dan beban bunga | Risiko gagal bayar dari pihak yang berutang |
| Contoh | Pinjaman bank untuk membeli mesin | Perusahaan meminjamkan dana kepada mitra usaha dengan perjanjian tertulis |
Baca Juga: Anggaran Piutang: Pengertian, Manfaat, dan Cara Penyusunannya
Kesimpulan
Mencatat pengeluaran dan kewajiban pembayaran secara akurat sangat penting dalam proses manajemen pengeluaran perusahaan, termasuk dalam strategi pengelolaan keuangannya.
Pencatatan wesel bayar secara akurat di buku besar atau neraca juga membantu tim keuangan dan akuntansi mengelola pengeluaran dengan lebih baik.
Untuk memudahkan bisnis Anda dalam mencatat pengeluaran, pemasukan, dan juga dalam pengelolaan keuangan lainnya, gunakan software akuntansi Kledo.
Dengan Kledo, Anda bisa mengakses laporan keuangan, mengelola persediaan, menghitung aset otomatis, dan menggunakan fitur-fitur lainnya.
Klik tautan ini untuk mencoba Kledo gratis atau free trial selama 14 hari.
- Mengenal Wesel Bayar dan Contoh Jurnalnya dalam Akuntansi - 19 Februari 2026
- Cara Membuat Invoice Online dengan Template dan Generator - 19 Februari 2026
- 100+ Nama Perusahaan yang Bagus & Aesthetic + Tips Memilihnya - 19 Februari 2026
