Bagaimana Cara Mengelola Utang Bisnis Jangka Panjang?

cara mengelola utang bisnis jangka panjang banner

Ada banyak cara yang bisa perusahaan gunakan untuk membiayai atau menanggung biaya operasional bisnisnya.

Umumnya, ketika perusahaan memperoleh laba, mereka akan menginvestasikannya kembali untuk membiayai riset atau ekspansi demi mendorong pertumbuhan bisnis.

Tapi, seringkali laba perusahaan tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya ini. Karena itu, banyak perusahaan menggunakan utang jangka panjang.

Artikel ini akan membahas apa itu utang jangka panjang, jenis-jenis, rasionya terhadap ekuitas, dan cara mengelolanya.

Apa Itu Utang Jangka Panjang?

Utang jangka panjang adalah dana yang dipinjam perusahaan untuk digunakan dalam periode yang relatif lama (umumnya lebih dari satu tahun) dan dilunasi secara bertahap.

Utang jangka panjang terdiri dari pinjaman berjangka panjang untuk membiayai aset yang akan digunakan perusahaan selama bertahun-tahun, seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan, atau teknologi.

Oleh karena itu, utang jangka panjang muncul ketika periode pelunasan pinjaman dan estimasi masa manfaat aset yang dibeli sama-sama melebihi satu tahun.

Sebagian besar pinjaman jangka panjang memiliki tenor antara lima hingga tujuh tahun, meskipun dalam beberapa kasus dapat diperpanjang hingga 30 tahun.

kledo banner 3

Baca Juga: Manajemen Utang: Hal Penting yang Harus Diperhatikan Bisnis

Apa Keunggulan Utang Jangka Panjang?

Berutang memang punya konotasi yang kurang baik, tapi sebenarnya utang jangka panjang itu sah-sah saja.

Bahkan, utang bisa bermanfaat jika perusahaan mampu memilih bentuk pembiayaan yang tepat dan tetap menjaga tingkat utangnya agar terkendali.

Berikut beberapa manfaat utang jangka panjang:

  • Menyediakan modal kerja yang dibutuhkan untuk membiayai proyek yang berpotensi menghasilkan laba dan meningkatkan pendapatan.
  • Memberikan keuntungan langsung jika perusahaan dapat memperoleh pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah daripada potensi keuntungan investasi.
  • Bunga cenderung lebih rendah daripada utang jangka pendek
  • Bunga dari utang jangka panjang bisa membantu meringankan beban pajak

Oleh karena itu, meskipun utang sering dipandang negatif, beberapa jenis utang jangka panjang sebenarnya dapat memberikan manfaat bagi perusahaan.

Baca Juga: Pendanaan Jangka Panjang dan Pendek: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya

Apa Saja Jenis Utang Jangka Panjang?

cara mengelola utang jangka panjang 1

Ada berbagai jenis utang jangka panjang yang bisa Anda gunakan:

1. Pinjaman Berjangka (Term Loans)

Pinjaman berjangka adalah bentuk utang jangka panjang yang paling umum perusahaan gunakan, terutama untuk ekspansi bisnis.

Pinjaman ini biasanya berasal dari bank dan memiliki tanggal jatuh tempo tertentu, umumnya 5–7 tahun.

Pembayaran dilakukan dengan cicilan bulanan yang mencakup pokok pinjaman dan bunga. Proses pelunasan pokok pinjaman secara bertahap disebut amortisasi pinjaman.

Sebagian besar pinjaman dilunasi dengan cicilan tetap hingga lunas di akhir periode.

Namun, ada juga pinjaman dengan skema balloon payment, yaitu masih ada sisa pokok yang harus dibayar di akhir masa pinjaman.

Skema ini membuat cicilan bulanan lebih ringan selama periode berjalan.

2. Obligasi (Bonds)

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan dan dibeli oleh investor.

Berbeda dengan pinjaman bank, dana berasal dari publik/investor, bukan lembaga keuangan.

Obligasi sendiri umumnya dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Obligasi berjaminan (secured): Didukung oleh aset perusahaan seperti obligasi hipotek yang dijamin oleh properti.
  • Obligasi tanpa jaminan (unsecured). Nama lainnya debenture. Obligasi ini tidak didukung oleh aset tertentu, melainkan berdasarkan kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar utangnya.

Perusahaan biasanya menjual obligasi dalam satuan tertentu (misalnya $1.000) dan menggunakan dana tersebut untuk berbagai kebutuhan, seperti membangun fasilitas baru atau membeli peralatan.

Perusahaan yang menerbitkan obligasi berjanji untuk:

  • Mengembalikan pokok utang saat jatuh tempo
  • Membayar bunga (kupon) secara berkala, biasanya setiap 6 bulan

Tidak seperti saham, obligasi tidak memberikan kepemilikan kepada investor.

3. Debenture

Debenture adalah jenis obligasi tanpa jaminan aset. Artinya, investor hanya mengandalkan reputasi dan kemampuan kredit perusahaan.

Karena risikonya lebih tinggi daripada obligasi berjaminan, debenture biasanya menawarkan imbal hasil (return) yang lebih tinggi. Pemegang debenture disebut sebagai kreditur tanpa jaminan.

Beberapa jenis debenture antara lain:

  • Obligasi Konversi (Convertible Bonds): Dapat diubah menjadi saham biasa pada waktu tertentu di masa depan.
    Keuntungannya:
    • Bagi perusahaan: Bunga biasanya lebih rendah
    • Bagi investor: Tetap mendapat bunga dan peluang untung jika harga saham naik
  • Junk Bonds (Obligasi Berisiko Tinggi): Obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan dengan peringkat kredit rendah.

Baca Juga: Mengetahui Apa Itu Hutang Jangka Panjang & Jangka Pendek Pada Bisnis

Mengenal Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio)

cara mengelola utang jangka panjang 2

Rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) menjelaskan seberapa besar pembiayaan perusahaan yang berasal dari utang dan membandingkannya dengan modal yang dimiliki oleh para pemegang saham.

Apa pentingnya memahami debt-to-equity ratio?

Rasio ini banyak digunakan investor dan kreditur untuk mengukur seberapa besar porsi utang perusahaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

  • Utang yang terlalu besar bisa menandakan bahwa perusahaan sedang mengalami pertumbuhan yang lambat atau pendapatan yang rendah.
  • Utang yang terlalu kecil bisa mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan tidak memiliki rencana keuangan yang matang untuk mendorong pertumbuhan bisnis ke depan.

Cara menghitung debt-to-equity ratio

Rasio Utang terhadap Ekuitas = Total Liabilitas ÷ Ekuitas Pemegang Saham

Keterangan: Ekuitas pemegang saham diperoleh dari jumlah saham biasa yang dimiliki ditambah dengan keuntungan atau kerugian perusahaan.

Contoh Perhitungan:

Misalnya, perusahaan A memiliki total liabilitas sebesar $5.000 dan ekuitas pemegang saham sebesar $18.000, maka perhitungannya adalah:

$5.000 ÷ $18.000 = 0,27 atau 27%

Artinya, sekitar 27% aset perusahaan dibiayai melalui utang. Angka ini terbilang sehat dan aman.

Cara Membaca Hasil Rasio

Berikut adalah tips menafsirkan hasil rasio utang terhadap ekuitas:

  • Di bawah 40%: Dianggap aman dan sehat oleh sebagian besar kreditur maupun investor.
  • 40% hingga 50%: Mulai mengkhawatirkan; perusahaan berpotensi mengalami masalah likuiditas, yaitu kesulitan memenuhi biaya operasional dan kewajiban utangnya.
  • Lebih dari 100% (rasio > 1) → Menandakan bahwa perusahaan lebih banyak mengandalkan utang daripada modal sendiri untuk membiayai asetnya.
  • Kurang dari 100% (rasio < 1) → Menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak menggunakan ekuitas sebagai sumber pembiayaan utama.

Perlu dicatat bahwa batas toleransi rasio ini bisa berubah-ubah tergantung kondisi ekonomi dan pasar yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Utang Jangka Pendek dan Jangka Panjang: Pembahasan & Bedanya

Membaca Neraca Keuangan untuk Melihat Utang Jangka Panjang

cara mengelola utang jangka panjang 3

Neraca keuangan adalah dokumen yang mencerminkan aset, liabilitas, dan ekuitas pemegang saham suatu perusahaan.

Bersama laporan laba rugi dan laporan arus kas, neraca membentuk gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan perusahaan.

Dalam konteks utang jangka panjang, neraca keuangan menjadi alat yang sangat berguna karena memperlihatkan kewajiban-kewajiban yang tidak perlu dilunasi dalam 12 bulan ke depan.

Beberapa hal yang dapat dibaca dari neraca antara lain:

  • Tren utang dari tahun ke tahun: Perusahaan yang utang jangka panjangnya terus menurun sementara cadangan kasnya stabil atau meningkat, dinilai memiliki kondisi keuangan yang sehat dan prospektif.
  • Sinyal bahaya: Sebaliknya, jika utang terus bertambah sementara kas terus berkurang, kondisi keuangan perusahaan patut dicurigai sedang memburuk.
  • Terlalu banyak utang jangka panjang juga dapat berujung pada penurunan laba, gagal bayar bunga, bahkan risiko kebangkrutan.

Oleh karena itu, membandingkan neraca keuangan selama beberapa tahun berturut-turut dapat memberikan gambaran yang jauh lebih akurat tentang sehat atau tidaknya suatu perusahaan.

Baca Juga: Utang Lancar: Definisi, Contoh, dan Bedanya dengan Utang Tidak Lancar

Cara Mengelola Utang Jangka Panjang Bisnis

Sebagai pemilik usaha, mengelola utang jangka panjang dengan bijak adalah kunci agar bisnis tetap sehat dan bisa berkembang.

Berikut tips mengelola utang jangka panjang:

1. Pahami Posisi Utang

Sebelum mengambil langkah apa pun, Anda perlu tahu posisi bisnis Anda. Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, hitung rasio utang terhadap ekuitas.

Rasio = Total Utang ÷ Total Ekuitas

Panduan sederhananya:

  • Di bawah 40% → Kondisi aman, masih ada ruang untuk berutang jika perlu
  • 40% – 50% → Perlu hati-hati, mulai perketat pengeluaran
  • Di atas 50% → Prioritas utama adalah melunasi utang, bukan menambah

2. Bedakan Utang “Baik” dan Utang “Buruk”

Tidak semua utang berbahaya. Sebagai pengusaha, penting untuk membedakan keduanya:

Utang Baik adalah utang yang menghasilkan pendapatan lebih besar dari bunganya, misalnya:

  • Pinjaman untuk membeli mesin produksi yang meningkatkan kapasitas
  • Kredit untuk ekspansi tempat usaha yang terbukti menguntungkan
  • Modal kerja untuk proyek dengan kontrak yang sudah pasti

Utang Buruk adalah utang yang tidak menghasilkan nilai tambah, misalnya:

  • Pinjaman untuk menutup kerugian operasional yang terus berulang
  • Utang konsumtif untuk keperluan non-produktif
  • Mengambil utang baru hanya untuk membayar utang lama

3. Buat Rencana Pelunasan yang Realistis

Banyak pengusaha yang terjebak utang bukan karena tidak punya rencana pelunasan yang jelas.

Tips kami adalah:

  • Catat semua utang: Jumlah, bunga, dan jatuh tempo masing-masing
  • Prioritaskan utang berbunga tinggi: Lunasi lebih dulu utang dengan bunga paling besar
  • Sisihkan dana pelunasan setiap bulan: Perlakukan cicilan seperti kewajiban
  • Hindari menunda pembayaran: Sebab, denda keterlambatan bisa menumpuk dan memperburuk kondisi

4. Jaga Arus Kas (Cash Flow) Tetap Sehat

Cara mengelola utang jangka panjang selanjutnya adalah menjaga agar arus kas bisnis tetap sehat.

  • Pastikan pendapatan bulanan selalu lebih besar dari total cicilan utang
  • Buat proyeksi arus kas minimal 3–6 bulan ke depan
  • Siapkan dana darurat bisnis minimal setara 2–3 bulan cicilan
  • Negosiasikan jangka waktu pembayaran ke supplier agar tidak bentrok dengan jadwal cicilan

5. Jangan Asal Tambah Utang Baru

Sebelum mengajukan pinjaman baru, tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah return dari penggunaan dana ini lebih besar dari bunga pinjamannya?
  • Apakah arus kas bisnis saat ini cukup untuk menanggung cicilan tambahan?
  • Apakah ada alternatif lain selain berutang, misalnya dari laba ditahan atau investor?

Jika jawaban dari pertanyaan pertama atau kedua adalah tidak, sebaiknya tunda dulu pengambilan utang baru.

6. Manfaatkan Restrukturisasi jika Mulai Kewalahan

Jika usaha Anda sudah mulai kesulitan membayar, jangan diam. Segera ambil langkah seperti:

  • Hubungi program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari pemerintah sebagai alternatif dengan bunga yang jauh lebih terjangkau
  • Hubungi secara proaktif
  • Minta restrukturisasi utang, yaitu perpanjangan jangka waktu atau penurunan cicilan bulanan
  • Cari refinancing, yaitu mengganti utang berbunga tinggi dengan pinjaman berbunga lebih rendah

Baca Juga: Net Debt: Pengertian, Cara Hitung, dan Pembahasan Lengkapnya

Kesimpulan

Jadi, itulah tips dan cara mengelola utang bisnis jangka panjang yang bisa Anda terapkan. Utang jangka panjang digunakan untuk aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan, atau teknologi.

Selama Anda bisa mengelola tingkat utang dan penggunaannya dengan tepat, utang bisa mendorong pertumbuhan bisnis Anda.

Kelola utang Anda lebih baik dengan software akuntansi Kledo sekarang juga. Anda bisa memeriksa laporan utang piutang untuk setiap kontak dan memantau pembayarannya dari dashboard yang rapi, kapan saja dan dimana saja.

Coba Kledo sekarang juga dengan klik tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

two × two =